Hidup Lilis yang semula normal seperti remaja SMA pada umumnya berubah setelah rumah tangga kakaknya mengalami masalah. Kakak iparnya melampiaskan semuanya kepada Lilis di saat orang rumah sedang pergi. Hingga sebulan kemudian ayahnya menemukan testpack dengan dua garis di dalam kamarnya.
"Evan boleh menikahi Lilis, tapi hanya secara siri saja. Setelah anak itu lahir, kalian harus bercerai. Hak asuh anak akan jatuh padaku dan Evan. Ini akan menjadi rahasia selamanya. Bagaimana?"
"Aku tak sudi! Lebih baik aku pergi mengasingkan diri dan membesarkan anakku seorang diri."
"Sebaiknya kamu pikir-pikir lagi, Lis. Kalau kamu mengikuti saran kakak, kamu bisa tetap melanjutkan sekolah, meraih cita-citamu, dan menghabiskan masa remajamu yang sayang untuk dilewatkan."
Kakak kandungnya menolak memberikan sang suami kepada adiknya. Padahal semakin lama kandungan Lilis akan semakin besar. Sedang kakak iparnya menginginkan Lilis beserta anak di dalam kandungannya. Namun, dia juga enggan untuk bercerai dari istrinya. Bagaimana keputusan Lilis dalam menghadapi semua ini?
play and download music free lagu yang anda cari terima di dunia dan akhirat nanti dan wajah tips makeup yang ggs temen ane juga mau nanya nya teteh di teteh di teteh yang paling banyak digunakan dalam proses belajar dan seru sekali tidak 🙂↔️ di teteh di Indonesia dan wajah kesehatan kulit 🐚 di teteh aku dong gan gerimis dan wajah tips makeup yang ggs yang ggs sendiri dan Malaysia yang bisa kita lihat di Indonesia dan wajah kesehatan umum mata yang ggs temen ane mau nanya ada nga ada kk di te
03/08/2025
0
Alea zahraRasya
bagussss
07/07/2025
0
WatiRisma
bagus
04/07/2025
0
PiahEnin
bagus sekali novel nya
24/06/2025
0
Total: 90
Bab 1 Ketahuan Hamil
Bab 1 "Jus apel kemasannya sepuluh, dan buah apelnya lima kilogram, ya. Totalnya seratus lima puluh
Bab 2 Dirawat di Rumah Sakit
Bab 2 POV Lilis Aku terbangun di sebuah tempat dengan nuansa serba putih. Bau obat-obatan menyengat me
Bab 3 Devan Mahendra
Bab 3 POV Lilis "Lilis!" Ibu tiba-tiba masuk sambil berteriak memanggil namaku dan langsung memeluk.. "K
Bab 4 Pelaku Sebenarnya
Bab 4 POV Ayah (Pak Arifin) Akhir-akhir ini, aku merasa Lilis, putri bungsuku sedikit aneh. Dia jadi p
Bab 5 Jamuan Makan Malam
bab 5 POV Lilis Pagi ini aku bersiap untuk sarapan, supaya bisa fokus mengikuti pelajaran di sekolah.
Bab 6 Jamuan Makan Malam 2
Bab 6 POV Lilis "Lilis!" Deg! Suara bariton rendah ini ... kenapa dia ada di sini? Badan ini membeku, ta
Bab 7 Baru Awalan
Bab 7 POV Lilis Suasana langsung hening dan senyap. Wajah Kak Evan tegang dan pucat. Kak Laras memicin
Bab 8 Pengakuan
Bab 8 POV Lilis "Sekali lagi aku tanya. Apa yang kamu lakukan di rumah ini sebulan yang lalu? Lebih te
Bab 9 Bertanggung Jawab
Bab 9 POV Lilis Meski wajahnya tetap datar, tapi dari matanya memancarkan penyesalan. Aku menangis den
Bab 10 Keputusan Lilis
Bab 10 POV Lilis Apa dia pikir aku ini pencetak anak untuknya? Seenaknya berkata tanpa disaring dulu.
Bab 11 Awal Mula 1
Bab 11 POV Evan Aku Evan Pramudya Sakti, anak bungsu dari dua bersaudara. Mempunyai kakak bernama Elan
Bab 12 Awal Mula 2
Bab 12 POV Evan Aku menepati janji, membawa Lilis ke rumah Mama. Laras tidak ikut. Dia bilang ingin m
Bab 13 Kejadian di Kamar
Bab 13 POV Evan warning 21+ harap bijak membacanya "Biar aku membantumu mengerjakan PR, supaya cepat s
Bab 14 Permintaan Devan
Bab 14 POV Devan "Aku pulang gadis kecilku!" Harusnya itu yang kukatakan pada dia. Gadis kecil yang sud
Bab 15 Diskusi Malam
Bab 15 POV Devan "Maafkan aku Om, Tante. Ijinkan aku menikahi Lilis. Aku tak bisa berjanji, tapi kebah
Bab 16 Datang ke Rumah
Bab16 POV Lilis Aku sudah kembali dari rumah sakit, kemarin. Tadi setelah sarapan disuruh langsung is
Bab 17 Lamaran Diterima
Bab 17 POV Lilis "Tentu ada larangannya. Mertua tidak ada di rumah, yang ada di rumah hanya calon ist
Bab 18 Laras Marah
Bab 18 Pov Laras "Kenapa kamu tega berkhianat? Apa kurangnya aku? Kenapa harus berselingkuh dengan adi
Bab 19 Sindi Diancam
Bab 19 POV Evan Dulu aku sangat berharap kalau Laras akan kembali bekerja di kantor ini bersamaku. Tap
Bab 20 Alasan Sindi
Bab 20 POV Lilis Hari Sabtu, biasanya digunakan oleh kami sekeluarga untuk bersantai. Tidak untuk kali
Bab 21 Aku Tidak Bisa Cerita
POV Lilis "Aku nggak bisa cerita. Maafin aku. Tapi aku sama sekali nggak ada maksud untuk melakukan i
Bab 22 Kediaman Devan
POV Lilis Mulai saat ini, aku sudah sah menjadi istri Kak Devan. Walaupun hanya istri siri, namun dal
Bab 23 Kesedihan Laras
POV Author Lilis berjalan memasuki kamar mandi. Sampai di sana, dia memandangi pipinya yang sudah mem
Bab 24 Bertemu Mertua
POV Author Evan merasakan kepalanya sangat pusing, badannya juga sakit. Yang dia ingat adalah saat se
Bab 25 Memberi Izin Sekolah
POV Lilis "Kamu tahu kenapa Mama dan Papa menitipkan Devan di rumahmu dulu?" "Karena Mama dan Papa ngg
Bab 26 Laras dan Evan Berbaikan
POV Laras "Buatkan satu porsi lagi untukku!" Aku yang sedang meletakkan sepiring nasi goreng di atas m
Bab 27 Masalah Lagi
POV Laras Tepat di lorong menuju toilet, bola mataku hampir terlepas melihat pemandangan di depan san
Bab 28 Ke Supermarket
Pov lilis Sudah menjadi rutinitas bagiku, pagi-pagi membantu mama dan mbok Urip membuat sarapan. Untu
Bab 29 Dijambret
Pov Lilis "Kenapa nggak dilanjutkan, Kak?" "Ini sudah cukup untukku." Bohong! Aku tahu dia sangat mengi
Bab 30 Kantor Devan
POV Lilis Sepulang dari pasar, aku terus mewanti-wanti Mbok Urip untuk tidak bercerita tentang kejadi
Bab 31 Lilis Selamat
POV Lilis Selang beberapa detik, aku langsung membuka mata kembali. Ternyata aku sudah berada di ping
Bab 32 Aku Hamil
POV Laras Sepulang bekerja, Evan mengantarku sampai ke rumah ayah. Ya, aku masih belum ingin pulang k
Bab 33 Rencana Liburan
POV Laras "Perhatian semuanya!" Kak Elan berkata sedikit kencang. Semua terdiam untuk mendengarkan le
Bab 34 Ke Bali
POV Devan Aku mendekati Lilis yang sedang membongkar paket hadiah dari Mama. Isinya adalah baju-baju
Bab 35 Sampai di Bali
POV Devan Setelah makan malam aku dan Lilis berniat untuk istirahat, supaya besok badan tetap bugar u
Bab 36 Makan di Restoran
POV Devan "Aku sudah siap. Ayo, Kak, kita makan siang!" Lilis sudah keluar dari kamar mandi. "Loh, Ka
Bab 37 Mandi Air Dingin
POV Devan "Siapa kamu?" tanya wanita itu dengan wajah sinisnya. "Seharusnya aku yang tanya padamu. Sia
Bab 38 Devan Cemburu
POV Lilis "Kamu ini unik. Perempuan kalau ditraktir, dia akan memilih semua barang-barang yang mahal
Bab 39 Makan Malam
POV Lilis "Kenapa Kakak jadi cemburu buta seperti ini? Aku sama sekali tidak pernah berpikir seperti
Bab 40 Makan Malam (Tidak) Romantis
Pov Lilis Aku terbangun sendirian di dalam kamar. Tenggorokan terasa kering. Saat akan menuang air da
Bab 41 Kamera Pengawas
POV Author Di tempat lain, Fero sedang memarahi adik perempuannya yang sudah bertindak di luar akal.
Bab 42 Terserempet Mobil
POV Author Devan memesan taksi untuk menuju kafe yang sudah disepakati bersama teman lamanya. Butuh w
Bab 43 Freya Pergi
POV Author "Apa maksudnya aku merebut kebahagiaan Freya, Kak?" tanya Lilis dengan terisak. Devan tida
Bab 44 Kebetulan Bertemu
Bab 44 "Satu lagi," ucap Evan. "Aku mau ikut kalian membeli oleh-oleh untuk orang rumah. Apakah boleh
Bab 45 Ada Bi Tirah
Bab 45 "Apa lagi yang kamu ketahui? Apa kamu tahu kenapa Freya sampai melakukan hal itu padaku?" tany
Bab 46 Kontrakan Siska
Bab 46 Beberapa jam sebelumnya ... Sebuah mobil terparkir tidak jauh dari sebuah gang sempit dengan te
Bab 47 Kejutan dari Evan
Bab 47 "Begini, Siska menaruh lamaran di sanggraloka milik Kak Elan. Kebetulan aku sedang ditugaskan
Bab 48 Sesampai di Rumah
Bab 48 Bagaimana dengan kediaman rumah orang tuanya Evan? Tentu saja sangat heboh. Setelah sambungan
Bab 49 Pekerjaan untuk Siska
Bab 49 "Bukan jadi asisten rumah tangga. Kamu akan bekerja di kantor, tapi dari posisi paling bawah,
Bab 50 Obrolan di Dapur
Bab 50 "Apa aku mengganggu?" Seorang laki-laki lumayan tampan tapi masih singel di usianya yang hampi
Bab 51 Jatah untuk Devan
Bab 51 Di dalam mobil, saat perjalanan menuju ke rumah kedua orang tua Laras dan Lilis, mereka beremp
Bab 52 Sepanjang Perjalanan
Hamil Anak Kakak Ipar Bab 52 Keheningan menjadi teman perjalanan selama menuju kantor. Siska merasa se
Bab 53 Siska Jatuh
Bab 53 (Siska jatuh) Siska sudah menyiapkan mental seandainya harus jatuh menghantam lantai, apalagi
Bab 54 Hari Pemakaman
Bab 54 Siska keluar dari ruangan dengan pandangan kosong. Air mata masih menetes, keluar dari kedua m
Bab 55 Lilis Melahirkan
Bab 55 "Ibu." Lilis tersenyum melihat ibunya yang sudah berdiri di pintu. Devan bukan hanya tersenyum
Bab 56 Panggilan Daffin
Bab 56 (Daffin Panggil Tante atau Mama?) Begitu sampai di rumah, tepatnya kediaman Devan dan Lilis, m
Bab 57 Pengiriman Paket
Bab 57 Besoknya, mereka memutuskan segera kembali ke Jakarta. Hanya meninggalkan bu Ratna saja yang a
Bab 58 Tidur dengan Daffin
Bab 58 Malam harinya, setelah selesai makan malam, Devan dan Lilis sedang berbincang di atas kasur, d
Bab 59 Paket Pengantin Baru
Bab 59 Beberapa hari sebelumnya ... "Apa kabar Siska?" Sebuah suara berada tepat di belakang Siska. Dia
Bab 60 Satu Kamar Berdua
Bab 60 Sontak saja mereka berdua langsung salah tingkah. Elan menggaruk belakang kepalanya yang tidak
Bab 61 Hadiah dari Siska
Bab 61 Devan menyeringai licik melihat kekompakan Elan dan Siska saat protes. Sepertinya ada bau-bau
Bab 62 Map Biru Hilang
Bab 62 (Map Biru Hilang) Tanpa diduga, Lilis langsung menerjang Siska dengan sebuah pelukan. "Terima
Bab 63 Sangkaan Siska
Bab 63 Semua pintu mobil milik Elan terbuka. Pintu depan, pintu belakang, bahkan pintu bagasi pun jug
Bab 64 Penjelasan Elan
Bab 64 Klang! Terdengar suara benda jatuh di luar kamar. Mereka berdua menengok ke arah sumber suara. E
Bab 65 Mereka Enggak Sadar
Bab 65 Elan menghela napas. "Beberapa hari ini aku mengabaikan pesan dan teleponnya. Dia pasti mengir
Bab 66 Kecemasan Lilis
Bab 66 Sejak makan siang itu, Siska tidak pernah membiarkan dirinya hanya berdua saja dengan Elan. Ti
Bab 67 Ajakan Makan Siang Elan
Bab 67 Setelah menempuh perjalanan lebih dari empat jam, ditambah dengan kemacetan yang sudah menjadi
Bab 68 Kapan-kapan Makan Siang Lagi
Bab 68 Lima belas menit sebelum jam makan siang, Elan sudah meninggalkan ruangannya. Sekarang dia sud
Bab 69 Lain Kali Langsung Pulang
Bab 69 Kedekatan Elan dan Freya sudah berlangsung hampir dua bulanan. Namun, kedekatan Elan dengan Si
Bab 70 Elan Sakit
Bab 70 Sebagai petugas kebersihan, atau orang biasa menyebutnya office boy/girl, Siska dan teman-tema
Bab 71 Merawat Elan
Bab 71 "Aku akan segera memanggil dokter. Kamu jaga Pak Elan dulu di sini." Sekertaris yang bernama L
Bab 72 Tragedi Kopi Tumpah
Bab 72 Dua hari kemudian, Elan sudah kembali sehat. Selama sakit, dia tak pernah bertemu dengan Siska
Bab 73 Salep Luka
Bab 73 Sore harinya, di saat semua karyawan pulang bekerja, Elan juga ikut pulang. Biasanya dia akan
Bab 74 Pertemuan di Kafe
Bab 74 Harusnya hari ini Freya sedang nonton dengan Elan, kalau Elan tak menolak ajakannya. Freya san
Bab 75 Freya di Belakang Elan
Bab 75 Freya sudah duduk di kursi belakang Elan, sehingga membuat Freya dan Elan saling memunggungi.
Bab 76 Freya Kembali ke Singapura
Bab 76 Keesokan paginya, lima belas menit sebelum jam makan siang Freya kembali datang ke kantor Elan
Bab 77 Surat untuk Elan
Bab 77 Beberapa hari tanpa harus bersama dengan Freya, membuat Elan sedikit santai. Namun, keadaan it
Bab 78 Mencari Elan
Bab 78 Siska menggelengkan kepalanya. "Saya sendirian. Tidak dengan Tuan Elan." Dapat dilihat semua wa
Bab 79 Interogasi Siska
Bab 79 Siska sudah berada di dalam ruang baca milik Pak Rifan. Dia bisa merasakan suhu dingin di ruan
Bab 80 Telfon dari Freya
Bab 80 Devan melambaikan tangannya. "Lilis, kamu ajak Siska ke kamarnya. Tenangin dia lebih dulu, ya?
Bab 81 Lilis atau Laras
Bab 81 Di tempat yang lembap dan gelap, Elan sedang duduk dengan kondisi kedua tangan diikat ke belak
Bab 82 Lilis dan Siska Pergi
Bab 82 "Apa?!" teriak Lilis tanpa sadar yang langsung dibungkam oleh tangan Siska. Jangan sampai mena
Bab 83 Penyekapan Elan
Bab 83 Di kantor Devan, tiba-tiba saja pikirannya mengarah ke Lilis. Entah kenapa hatinya sangat meri
Bab 84 Dua Perempuan
Bab 84 Sementara itu, Lilis sudah sampai di dekat gang besar yang dimaksud oleh Freya. Sebelumnya Fre
Bab 85 Memata-matai
Bab 85 Siska dan Lilis sedang duduk di ruang tamu. Mereka sedang menunggu sang Tuan Rumah keluar dari
Bab 86 Menghubungi Devan
Bab 86 Di tempat lain, Fero tiba-tiba penasaran dengan adiknya yang sedang cuti. Dia coba untuk mengh
Bab 87 Kamu Punya Sesuatu
bab 87 "Kamu tidak percaya, kalau kamu punya sesuatu yang tidak aku punya?" tanya Freya dengan dingin
Bab 88 Freya yang Sebenarnya Terjadi
Bab 88 Beberapa hari berikutnya, Freya mau mengeluarkan suaranya. Hal yang pertama kali dia ucapkan a
Bab 89 Menyandera Siska
Bab 89 Semua yang ada di dalam ruangan itu terkejut. Terutama Freya. Padahal dia sudah membayar orang
Bab 90 Akhir dari Semua
Bab 90 Besoknya, Elan sudah diperbolehkan pulang. Mereka semua berkumpul di kediaman Pak Rifan untuk
bagus dan membantu
22/06
0bagus sekali
06/06
0keren
03/04
0good
02/10/2025
0kita
05/09/2025
0mantap
16/08/2025
0play and download music free lagu yang anda cari terima di dunia dan akhirat nanti dan wajah tips makeup yang ggs temen ane juga mau nanya nya teteh di teteh di teteh yang paling banyak digunakan dalam proses belajar dan seru sekali tidak 🙂↔️ di teteh di Indonesia dan wajah kesehatan kulit 🐚 di teteh aku dong gan gerimis dan wajah tips makeup yang ggs yang ggs sendiri dan Malaysia yang bisa kita lihat di Indonesia dan wajah kesehatan umum mata yang ggs temen ane mau nanya ada nga ada kk di te
03/08/2025
0bagussss
07/07/2025
0bagus
04/07/2025
0bagus sekali novel nya
24/06/2025
0