Total : 87Bab 1 Keluarga Andersons
Denting suara sendok dan garpu yang beradu dengan piring menjadi pemandangan yang lazim di rumah ini
readmore Bab 2 The Beauty of Innocence
"Kau ... tidak bekerja?" Gadis berbulu mata lentik itu menatapnya lekat, hingga membuat debar di dad
readmore Bab 3 The Paradise
Kelab itu selalu ramai setiap harinya. Penuh sesak dengan orang-orang yang mencari kesenangan akan d
readmore Bab 4 The Pool
Suara riuh di sebuah kolam renang berukuran raksasa milik keluarga Andreson terdengar menggema. Week
readmore Bab 5 My Room
"Duduk yang benar." Kenhart memberi perintah setelah melihat Tiffany yang tampak ragu saat mereka su
readmore Bab 6 Dokter Helena
"Dia baik-baik saja, Ken. Kau tak perlu khawatir." Tangan cekatan Helena mengganti perban yang sebelu
readmore Bab 7 My Mom
"Tidurlah. Aku tak akan mengganggumu," kata Kenhart saat melihat wajah Tiffany yang berubah ketika d
readmore Bab 8 Bathroom
Suara teriakan sesorang membangunkan tidur lelap Ares. Kelopak matanya terbuka dan mendapati Ajeng s
readmore Bab 9 Player
Tiffany melirik berkali-kali, memastikan saat dia berganti pakaian dan mata elang itu tak mengintipn
readmore Bab 10 Answer My Question
Satu keluarga itu makan dalam diam. Kali ini Marry tak meributkan anak-anaknya yang datang terlambat
readmore Bab 11 The Breakfast
Bunyi alarm yang memekakkan telinga membangunkan Kenhart dari tidur lelapnya. Dia meraih benda itu d
readmore Bab 12 The Date at The Villa
Mobil mahal itu melaju membelah jalanan ibukota. Melewati jalan hambatan menuju ke suatu tempat. Sem
readmore Bab 13 You Know What I Mean
Tangan Tiffany bergetar saat memotong setiap bagian steak. Padahal dagingnya sangat empuk. Beberapa
readmore Bab 14 The Leaf of Tea
Hamparan dedaunan hijau di sepanjang jalan menjadi pemadangan pagi ini. Angin sejuk berembus membela
readmore Bab 15 The Contract
Christian memandang wajah sahabatnya dengan tatapan kesal. Dia tak percaya bahwa Kenhart telah menol
readmore Bab 16 Pieces of Cake
Kenhart mengempaskan diri di kasur yang empuk, dimana ada kenangan bersama Tiffany disitu. Lelaki it
readmore Bab 17 A Request
Kenhart meletakkan sebuah amplop berisi uang dihadapan Christian. Lelaki itu terbelalak melihatnya.
readmore Bab 18 Abduction
Dua orang itu tersenyum senang saat melewati pagar tinggi rumah mewah itu. Hari ini giliran mereka y
readmore Bab 19 Bad News
Wanita separuh baya itu mondar mandir sejak tadi, gelisah tak menentu di hatinya. Sudah hampir tiga
readmore Bab 20 At The Hospital
Setelah Jack menceritakan apa yang didapatnya dari telepon tadi bahwa Tiffany telah ditemukan, sekel
readmore Bab 21 Ketulusan
Kenhart menatap wajah cantik yang masih terpejam itu dengan kesedihan. Entah bagaimana reaksi Tiffan
readmore Bab 22 Keputusan Bersama
Beberapa orang di ruangan itu saling bertatapan. Bingung hendak memutuskan apa. Jack sendiri tidak t
readmore Bab 23 Sebuah Harapan
Dua orang itu bertatapan dengan malu-malu. Dengan sabar Kenhart membantu Tiffany turun dari tempat t
readmore Bab 24 Dugaan
Wanita itu berjalan tergesa-gesa memasuki rumah sakit menuju ruang perawatan di lantai lima. Banyak
readmore Bab 25 Basecamp
Tiffany menatap Kenhart dengan bingung, saat tiba di kediaman Andersons dan dia justeru dibawa ke ar
readmore Bab 26 Petunjuk
Kenhart menatap wajah Christian dengan tajam. Hari ini, lelaki itu menemuinya di ruangan untuk menye
readmore Bab 27 Bersama Kamu
Tiffany memasuki kamar itu dengan hati-hati. Tadi pagi seorang yang bertugas membersihkan area ini d
readmore Bab 28 Tolong Aku, Papa!
Dua lelaki itu duduk dan bertatapan tajam. Sepertinya kali ini pembicaraan mereka sangat serius. Bis
readmore Bab 29 KIss Me
Kenhart mengetuk pintu kamar Tiffany dengan pelan. Lalu tak lama, derit pintu terdengar. Wajah sayu
readmore Bab 30 Peluk Aku
Tok tok tok! Kenhart menggeliat malas saat mendengar suara berisik yang menganggu tidurnya. Lelaki it
readmore Bab 31 Katakan Padaku
Seorang wanita cantik dengan anggunnya keluar dari mobil, yang langsung disambut oleh Kenhart dengan
readmore Bab 32 The Prejudice
Sebuah berkas disodorkan ke hadapannya. Dengan cepat, tangan besar itu meraih dan membukanya. Matany
readmore Bab 33 Maafkan
Suasana cafe sore itu cukup ramai. Para pengunjung datang silih berganti. Dua orang lelaki itu duduk
readmore Bab 34 Aku Menginginkannya
Tautan mata yang dalam selama beberapa menit itu membuat Tiffany jengah. Dia membuang wajah ke sampi
readmore Bab 35 Sampai Bertemu Lagi
Marry menggenggam erat jemari Tiffany saat gadis itu duduk di sebelahnya. Mereka sudah berada di dal
readmore Bab 36 Aksi Tuan Pengacara
Seperti sidang kasus perceraian pada umumnya, tahap pertama adalah mediasi bagi si pengugat dan terg
readmore Bab 37 I Miss You
Kenhart meletakkan sepatu dan tasnya begitu saja di meja, membuka dasi juga baju dengan tak sabaran
readmore Bab 38 Proyek Berikutnya
Ruangan itu luas dengan design interior yang klasik dan simple. Ada sebuah meja panjang dengan banya
readmore Bab 39 Kejutan
Tarikan selimut membangunkannya. Tiffany menggeliat saat membuka mata, dan mendapati hari masih gela
readmore Bab 40 Di Hotel
"Kanapa kau membawaku ke sini?" tanya Tiffany heran. Tadi mereka bertemu di peternakan. Gadis itu men
readmore Bab 41 Best Wine I have Taste
Hari-haripun berlalu. Tanpa terasa sudah hampir satu bulan menunggu dalam kesabaran. Tibalah hari in
readmore Bab 42 Keadilan Untuk Tiffany
Sidang ini tertutup untuk umum. Begitulah yang tertulis di pintu masuk. Tidak ada satu pun orang luar
readmore Bab 43 Siapa Dia
Gadis itu tertunduk dengan mata sembab. Ingin menumpahkan air mata namun sudah kering. Dia seperti s
readmore Bab 44 Thanks, Papa!
"Untuk apa kami dibawa ke kota?" tanya Ibu Tiffany kepada sopir saat mobil menjemput mereka datang. "
readmore Bab 45 Malam Pertama yang Indah
Taman belakang rumah Anderson disulap sedemikian rupa sehingga menjadi sebuah garden party yang mewa
readmore Bab 46 Selamat Pagi, Sayang
Tiffany menggeliat saat merasakan ada seseorang yang menyentuh wajahnya. Seperti sebuah tangan yang
readmore Bab 47 Positif
Bunyi suara muntahan dari kamar mandi membangunkan Kenhart. Ini masih gelap. Ketika dia meraba banta
readmore Bab 48 Mau Es Krim
Sidang kedua. Kali ini dihadirkan bukti-bukti berupa hasil visum, rekaman CCTV dari jalan raya utama,
readmore Bab 49 Tuan Wilson
Dua lelaki itu memasuki sebuah gedung di mana para pengusaha dan pejabat berkumpul untuk meyaksikan
readmore Bab 50 Aku Menunggumu
Christian menutup mulut saat mendengar cerita Kenhart mengenai pertemuannya dengan Tuan Wilson pada
readmore Bab 51 Kebenaran
Sidang Ketiga Tiffany dihadirkan sebagai korban. Dia menjelaskan secara rinci mengenai kronologis dar
readmore Bab 52 Pegang Tanganku
Ini kedua kalinya Tiffany dirawat di rumah sakit. Kenhart dan Marry benar-benar menjaganya dengan sa
readmore Bab 53 Pengakuan
Bunyi mesin dengan selang yang terpasang di beberapa bagian tubuh lelaki itulah yang membuatnya masi
readmore Bab 54 Kamar Nomor 22
Bunyi ketukan di pintu membuat si lelaki segera bangun dari duduknya dan berjalan ke depan. Ketika m
readmore Bab 55 Sebuah Jebakan
Lekuk tubuhnya sungguh menggoda. Dengan gesture yang menarik tanpa dibuat-buat, Monica memang seoran
readmore Bab 56 Misi Selesai
Wilson terbaring lemas setelah semua berakhir. Monica memang luar biasa. Dan sepertinya, dia menyuka
readmore Bab 57 Ketika Daun-daun Gugur
Pagi ini Tiffany bangun dengan sedikit lebih segar. Entah mengapa, mungkin karena usia kandungan sem
readmore Bab 58 Misscarriage
"Mohon maaf. Bayi itu tidak dapat kami selamatkan. Benturannya cukup keras." Begitulah yang disampai
readmore Bab 59 Menyerahlah
Ting Tong! Suara bel pintu berbunyi. Seorang wanita tua membukakan pintu dan terkejut saat melihat si
readmore Bab 60 Final
Sidang keempat. Wilson dikawal masuk oleh beberapa petugas kepolisian. Ada amarah yang berkobar di ma
readmore Bab 61 Pemakaman
Cuaca mendung bahkan gerimis mulai turun. Beberapa orang sudah mulai meninggalkan pemakaman itu. And
readmore Bab 62 Hidup Baru
Satu bulan kemudian, semua menjadi normal seperti biasa. Kenhart kembali bekerja menyelesaikan kasus
readmore Bab 63 Jetlag
Tiffany memegang erat lengan Kenhart saat pesawat yang mereka tumpangi akan take off. Dia merasa ket
readmore Bab 64 Bulan Madu
Pesawat yang ditumpangi Kenhart dan Tiffany mendarat dengan sempurna setelah beberapa jam perjalanan
readmore Bab 65 Ombak Di Pantai
Sepasang kaki kecil itu berlarian dengan lincah di antara pasir putih yang menghampar di sepanjang p
readmore Bab 66 Kejutan
Bulan madu telah selesai. Mereka pulang dengan hati gembira. Tiffany bahkan sudah kembali ceria sepe
readmore Bab 67 The Wedding
Pesta di gedung besar itu sungguh meriah. Tiffany tampak bak putri dari negeri dongeng saat memasuki
readmore Bab 68 Harapan Baru
Kenhart menekan beberapa angka untuk membuka pintu apartemen itu. Hadiah yang diberikan olah salah s
readmore Bab 69 Kembalinya Monica
Irisan daging yang telah dipotong memanjang itu disusun di hot plate dan dimasukkan ke dalam microwa
readmore Bab 70 Maaf, Aku Pergi
Hari masih gelap. Tiffany sengaja memasang alarm agar bisa bangun lebih pagi. Wanita itu langsung pe
readmore Bab 71 Dimana Kamu, Sayang?
Kenhart panik saat mendapati apartemen yang kosong. Menjadi lebih panik ketika masuk ke dalam kamar
readmore Bab 72 Merindukanmu, Tuan Ken
Tiffany duduk di meja makan dengan wajah sembab. Semalaman dia menangis hingga matanya bengkak. Dia
readmore Bab 73 Merasa Hampa
Tangan besar itu sibuk mencari sesuatu di laci. Ada berkas yang tertinggal di apartemen, sehingga ha
readmore Bab 74 Senang Bertemu Denganmu
Dua lelaki itu berjalan dengan cepat saat memasuki hotel. The Ritz tetap menjadi pilhan mereka untuk
readmore Bab 75 Ada yang Jatuh Cinta
Christian melangkah dengan hati riang saat memasuki kantor. Setelah mengahabiskan malam bersama deng
readmore Bab 76 Kau Seorang Pengecut
Wilson duduk di kursi pesakitan dan mulai membela diri. Sidang banding kali ini berbeda dengan yang
readmore Bab 77 Datanglah Kepadaku
Mobil terparkir cantik di sebuah rumah kayu kuno yang memiliki halaman luas. Sudah beberapa bulan me
readmore Bab 78 Bertemu Karena Rindu
Dua orang itu berpelukan mesra setelah memadu kasih. "Kau yakin tak ingin pulang bersamaku?" tanya Ke
readmore Bab 79 Hello Junior
Beberapa bulan kemudian. Setelah melewati masa yang berat sepanjang pernikahannya dengan Kenhart, akh
readmore Bab 80 Namamu William
"Siapa namanya?" tanya Kenhart kepada Tiffany yang masih terbaring lemah di bed. Sekalipun sudah mend
readmore Bab 81 Momen yang Manis
Suara riuh terdengar di kediaman Anderson hari ini. Kenhart mengundang beberapa rekan kerja dan kelu
readmore Bab 82 Satu Tahun Kemudian
"Jangan bergerak, Will!" teriak Tiffany saat putranya handak berdiri dan mulai melangkahkan kaki. "Ba
readmore Bab 83 Selamat Berbahagia Christian
Suara musik yang mengalun dari piano yang dimainkan oleh seorang musisi menjadi pengiring saat sang
readmore Bab 84 William Sudah Dewasa
"Dengarkan ayahmu bicara, Will," ucap Tiffany saat putranya yang berusia delapan tahun itu menolak u
readmore Bab 85 Masa Depan
Beberapa tahun kemudian. "Kau sudah sampai dimana, Tuan Ken?" tanya Tiffany. Sudah satu jam dia menun
readmore Bab 86 Harinya Tiba
Hari ini telah tiba. Hari yang dinanati oleh semua orang. William tampak gagah dengan setelan jas da
readmore Bab 87 Ending
Angin berhembus sepoi-sepoi. Daun-daun bergoyang karena tertiup angin. Sebagian gugur san jatuh ke t
readmore
oke lah
24/06/2025
1baguss
21/05/2025
0BAGUUSSSS BGT HUAAAAA SUKAAAKKK😙🤍🔥 ini gak di lanjut kak? hehe
29/04/2025
0bagus
20/03/2025
0bagus banget
18/03/2025
0bagus bagus
18/03/2025
0mantap
24/02/2025
0bagus
08/01/2025
0bagus aku suka
02/01/2025
0kerennn
09/12/2024
0