Total : 26Bab 1 Adlina Khairunisa
Kriing, kriiing, kriiing! Entah sejak kapan gawai yang ada di atas rak buku yang tingginya tidak lebi
readmore Bab 2 Awal Pertemuan
Benda pipih yang tergeletak di atas bantal bergetar dan berkedip-kedip saat Adlina baru saja menyele
readmore Bab 3 Kegigihan Hasbi
"Oh ... namanya Adlina." Diajak ngobrol terus, akhirnya mbak Ayu mulai menghampiri. Meninggalkan lem
readmore Bab 4 Surat
"Halaaa mana ada ta'arufan sampai dua tahun? Tiap malem teleponan? Lima belas hari sekali ketemuan?"
readmore Bab 5 Menemui Camer
Rupanya nama kontak my Adlina telah mengirim pesan untuknya melalui aplikasi pesan berwarna hijau. D
readmore Bab 6 di Rumah Calon Mertua
Di rumah besar. Perpaduan warna orange muda dan merah muda yang menghasilkan warna peach menjadi war
readmore Bab 7 Uji Kesetiaan
"Nak apa boleh saya bertanya sesuatu?" Ragu, Widya memulai sebuah obrolan. Deg! "Silakan Tante, in sya
readmore Bab 8 Tamu Tak Diduga
Adlina mengguyur rambut menggunakan gayung berulang-ulang. Berharap wangi shampo bisa merefreshkan o
readmore Bab 9 Kenapa Jadi Seperti Ini?
"Awan Nugroho kini tengah terbaring sakit. Satu tahun Kanker paru-paru telah menggerogoti tubuhnya.
readmore Bab 10 Pov Adlina
Flashback On Sore telah tenggelam digantikan gelap pekat di luar rumah. Suara Adzan magrip baru saja
readmore Bab 11 Menyembunyikannya Darimu
Klise memanjang yang di dalamnya terdapat gambar kebersamaan berjejer rapi, kisah mereka terdahulu m
readmore Bab 12 Persiapan Pernikahan
Di hari yang sama tetapi di tempat yang berbeda, di suasana yang jauh berbeda pula. Jika di rumah me
readmore Bab 13 Lamaran Di Atas Khitbah
Hampir saja kedua bibir itu bertabrakan, tetapi tidak jadi, karena Adlina menolehkan wajahnya ke kan
readmore Bab 14 Apakah Kamu Masih Mencintainya?
Hasbi segera menarik motor yang menimpa tubuh Adlina, kemudian membantu Adlina berdiri. Memapahnya u
readmore Bab 15 Mengikhlaskanmu
Aku harus bagaimana? Di satu sisi masih ada setetes cinta tertinggal pada kak Awan, dan aku juga tid
readmore Bab 16 Pernikahan Berduri
'Harusnya aku yang ada di sana, bersanding dengan mempelai wanita, berjabat tangan dengan wali nikah
readmore Bab 17 Hati yang Patah
Suara ketukan pintu mengembalikan jiwa Hasbi ke permukaan bumi. "Kak … Kak Hasbi ayo sarapan dulu kak
readmore Bab 18 Menyesuaikan Diri
Seminggu telah berlalu, keadaan Awan sudah semakin membaik setelah melakukan serangkaian pengobatan
readmore Bab 19 Perintah Tak Terduga
Awan menggeser tempat duduk, hendak bertolak ke ruang home theater. "Ok, kutunggu di sana yaa, jangan
readmore Bab 20 Pertemuan Tak disengaja
Seperti anak kecil yang meminta sesuatu pada ibunya, Awan terus merengek minta berlibur ke pantai da
readmore Bab 21 Kilat dan Petir
Awan membelokkan kendaraan, ketika sampai di sebuah pusat kuliner sate klatak yang sangat terkenal d
readmore Bab 22 Pantai Indrayanti
Air deras juga menampar tanah di daerah Wonosari hingga hampir satu jam lamanya, yang membuat rombon
readmore Bab 23 Setelah Mencampakkan Hasbi?
“Mbak, Mas, mau beli souvenir? Lihat dulu ini, cantik-cantik,” teriak seorang pemuda dengan pakaian
readmore Bab 24 Panik Luar Biasa
“Ra-i-sya? Kamu di sini?” Ditatapnya gadis berkerudung yang tengah bertolak pinggang. Di belakang ga
readmore Bab 25 Pernah Sedekat Nadi
Sebelum Sejauh Matahari
Adlina meraung sambil ikut berlari mendorong brankar menuju ruang icu. Sementara orang-orang suruhan
readmore Bab 26 Bahagia dan Sedih Bersamaan
“Non katanya dari tadi mual-mual, muntah. Siapa tahu kan, kalau Non hamil.” karena tidak mau membuat
readmore
nice, this novel Very interesting
28/06/2022
2Bagus ceritanya, kak. Semangat💪🏻
12/06/2022
0Best Novel😍, highly recommeted
12/06/2022
0Aku hadir kak 😍😍😍 bakal seru nih cerita kedua
09/06/2022
0gw gk yakin dengan lokasi detail tokonya, jarang2 perempuan mengingat hal-hal ky gt 🗿🗿
23/04
0bagusssss banget
07/04
0mantap nyee
28/11
0novel nya bgussss sekaliiiiii saya suka senang membaca nya
09/09/2025
0bagus banget kk
20/07/2025
0bagus
21/06/2025
0