Total : 64Bab 1: Makan Sisa Majikan
Aku dibiarkan kelaparan, menahan sakitnya perut, tidak diizinkan untuk mengambil makananku sendiri.
readmore Bab 2: Cerita Nyonya Ulfa
Nyonya Ulfa bertanya saat aku mengemasi barang-barang pribadinya ke dalam koper. Wajahku menoleh, se
readmore Bab 3: Perjanjian Antar Majikan Dan Pelayan
"Tuan?" Aku memanggilnya pelan. Dia menoleh sinis, "apa?" Nadanya nyaris sama seperti menggeram, sebe
readmore Bab 4: Keinginan Yang Ditahan
"Pesankan aku makanan." Beliau yang ingin makan, aku yang kegirangan. Menahan pekikan senangku, kuamb
readmore Bab 5: Suara Mawar
TV itu sengaja dinyalakan. Abizar yang merasa sepi, hanya ingin suara pembawa berita menemani kesepi
readmore Bab 6: Tuan Akmal
"Tuan, bulan depan saya ingin pulang kampung. Dua minggu saja ngambil libur, boleh?" Saat memerhatika
readmore Bab 7: Tuan Akmal (2)
Tuan Akmal mengurut kening saat Tuan Abizar sudah melaju pergi menggunakan mobilnya. Beliau menoleh,
readmore Bab 8: Perasaan Tuan Abizar
Hari sudah gelap saat aku selesai membersihkan semua lantai, dinding dan pillar di rumah bak istana
readmore Bab 9: Tuan Omar
Tuan Abizar hanya bisa mematung di tempat saat sebuah mobil panjang yang berkilat indah berhenti tep
readmore Bab 10: Layla
POV Author Mereka tidak mau mendengarkannya. Hal itu yang membuat Abizar begitu kesal. Seharusnya Layl
readmore Bab 11: Capcay, Sop Ayam, Nasi Goreng
"Hei," panggilan Abizar tepat di telinga kirinya membuat Mawar terperanjat. Mawar perlahan membalik
readmore Bab 12: Makam Melati
"Dalam satu liang ini ada sepasang suami-istri yang saling mencintai sampai mati, Abi." Mereka sudah
readmore Bab 13: Tawaran Layla
Selagi Abizar pergi Mawar sibuk bersih-bersih. Mulai dari seluruh kamar bekas saudara-saudara Abizar
readmore Bab 14: Bertemu Masa Lalu
Sebenarnya Mawar merasa bersalah jika harus menyumbangkan makanan yang dibuat oleh Layla dan ibunya
readmore Bab 15: Parfum Abizar
Mawar berjalan menuju parkiran dengan langkah cepat, sesekali menoleh ke belakang, Rebi masih berdir
readmore Bab 16: Mawar Macam-Macam
Kenapa nasib Abizar semalang ini? Berhari-hari dia terus melihat wajah Layla, entah itu lewat di dep
readmore Bab 17: Tuanmu Berbahaya
Sesampainya Abizar dengan Layla di Saudi, Abizar mengantar Layla langsung ke rumahnya. Orang tua Lay
readmore 18: Calon Istri
Tok, tok, tok. Ckrek! Setelah ketukan tersebut, Mawar malah membukakan pintu. Dengan polosnya perempu
readmore 19: Ashya
"Hei Abizar," selangkah Abizar memasuki rumahnya sendiri setelah pintu raksasa itu dibukakan oleh be
readmore 20: Istrinya Akmal
20 "Paham?" Abizar menatap Mawar dalam, diangkatnya kedua alis yang tercetak rapi. Mawar tertunduk mal
readmore 21: Aku Mencintaimu Mawar
"Tuan ... Tuan ...." Tangis Mawar terdengar seperti rintihan. Tangannya sudah tidak sanggup untuk men
readmore 22: Dituduh Mencuri
Mawar menunggu Abizar sampai gelap, karena tidak ada Abizar Mawar segan untuk bersantai atau makan s
readmore 23: Iqbal Hafshan
“Jangan gila!” Raungan Akmal sambil menelan saliva. Tidak mungkin dia memotong tangan Mawar, sekalipu
readmore 24: Tuan Izar
“Aku hanya akan membawanya untuk membuktikan dia bersalah atau tidak, bukan memfitnahnya.” Kepala Iqb
readmore 25: Tuan Izar (2)
Abizar diam beberapa saat, tatapannya lurus dari atas sampai bawah untuk mereka bereempat. “Geledah
readmore 26: Pertemuan Pertama Dengan Tuan Abizar
“Tidurlah, Mawar. Besok kita akan kembali ke Indonesia.” Bibir Mawar membentuk segaris senyum saat ka
readmore 27: Asal-Mula Kopi Panas
Mawar yang awalnya hidup sejahtera karena makanan di dapur melimpah, harus sering menahan lapar. Maw
readmore 28: Asal Mula Kopi Panas (2)
Abizar selalu sadar, wanita ini kelemahannya. Wanita ini kesayangannya. Wanita ini adalah kekuatanny
readmore 29: Menjenguk Ashya Di Rumah Sakit
“Kamu, tunggu dulu.” Panggilan Omar menahan langkah Mawar yang baru saja hendak menyusul Abizar di ha
readmore 30: Izin Pulang Kampung
“Kalau jendela pesawat ini bisa dibuka pasti seru, ya Tuan!” Mawar menepuk-nepuk kaca pesawat yang u
readmore 31: Mr. Beezar
“Kamu tidak membawa seluruh pakaianmu dari rumahku ‘kan?” Abizar melirik curiga. Jika Mawar berkemas
readmore 32: Satria Kecil
Satria melirik Abizar yang mencurigakan di matanya, mata bocah itu menyipit. Bibirnya berbisik di te
readmore 33: Membahas Cinta Dengan Bocil
“Ambil aja ini, nanti tukar ke Kak Mawar atau Kak Wulan, mereka pasti mau uang 100 dollar ditukar un
readmore 34: Bu Nau
“Dia majikan kamu?” Bu Nau mengurai pelukannya dari Mawar, ditatapnya Abizar yang sudah berdiri memer
readmore 35: Dimas
“Kubilang dan apa?” Emosi Abizar nyaris pecah, Mawar langsung mendekat dan berusaha menenangkan lelak
readmore 36: Hendrik, Bayu & Samuel
“Hendrik, Bayu dan Samuel.” Dimas menyebut ketiga nama panggilan Jahannam yang membuatnya geram. “Lalu
readmore 37: Aland James Pilli
“Kenapa kamu memberitahunya?” Mawar terdengar marah, mata wanita itu memerah. Dimas terlihat malas,
readmore 38: Rose-nya Tiga Sekawan
“Permen sama es krimnya mana, Kak Mawar?” Satria merengek-rengek. “Ih, kalau bo’ong aku aduin ke Om I
readmore 39: Mereka Adalah Terror
Mereka adalah terror dan ketakutan Mawar sejak kecil. Mawar masih ingat perlakuan mereka, uang jajan
readmore 40: Tiga Sekawan Kemparat
“Owh.” Samuel bergumam santai saat Dimas mengeluarkan sebilah pisau lipat dari saku celananya. Dimas
readmore 41: Tak Ada Mawar, Abizar Tak Makan
Tiga hari tak ada Mawar, tiga hari Abizar tidak makan. Bukan tidak lapar, sekalipun perutnya melilit
readmore 42: Bertemu Saingan Di Jalan
“Batalkan rapat dengan klien,” Abizar memutuskan. Wajah Alif cerah, “Anda ingin istirahat dan makan?”
readmore 43: Surat Undangan Nyusul
“Aku sudah membicarakannya pada Mawar, kami akan menikah! MENYERAH SAJA KAMU! Terserah, masa lalu Ma
readmore 44: Menginap Di Rumah Mawar
“Selama di sini Tuan akan tinggal dimana?” Abizar membuang napas, “ya, di rumahmu ‘lah. Kamu mau aku
readmore 45: Sifat Abizar Yang Langkah
Mawar patuh, sekalipun sedikit pias. Apakah rutinitasnya di Semarang benar-benar harus diterapkan di
readmore 46: Sekawan Gila Lagi
Mawar menaiki sepedanya, Satria duduk di depan sambil berpegangan. Mawar pergi untuk mencari lesehan
readmore 47: Bagi Abizar
“Sampai, huft!” Mobil Samuel terpakir di sebelah sawah, bagian mobilnya sedikit lecet karena mendara
readmore 48: Dilamar Mawar
Setelah tenggelam, berenang ke atas, mengambil napas lalu terbatuk, Mawar mendelik kesal. Abizar see
readmore 49: Menemui Aland
“Sabar, Nak Hafshan.” Aland menyeringai. “Tenangkan dirimu dan beri kesempatan untuk kita berdua membi
readmore 50: Menemui Aland (2)
Tubuh Abizar sudah bangkit dan hendak menghajar Aland, tapi lagi-lagi kalimat Aland menyela tindakan
readmore 51: Menemui Aland (3)
Mendengar pengakuan Mawar, Pak tua tersebut terlihat ragu. “Kumohon,” wajah Mawar semakin memelas, se
readmore 52: Syarat Mutlak Pernikahan
Abizar menghela napas, “kamu tahu Mawar, hal mutlak apa yang harus kita bagi saat menikah?” “Apa?” Ta
readmore 53: Pulang Diam-diam
Api unggun tersebut menyala-nyala, hawa yang diberikannya begitu hangat. Abizar dan Mawar sibuk mema
readmore 54: Perjanjian Dengan Omar
Pukul empat pagi, Abizar melirik spion belakang. Mawar sudah terlelap nyenyak, dengkurannya begitu h
readmore 55: Melamar Mawar
Jeritan seorang lelaki membuat rumah mewah tersebut gaduh. Beberapa pelayan langsung berlari tergopo
readmore 56: Melamar Mawar (2)
Abizar meringis, rasanya ingin dia lepas kungkungan lengannya dan membiarkan Mawar jatuh ke tanah, p
readmore 57: Mimpi Omar
Masing-masing dada mereka bergemuruh hebat, Omar menatap wajah tersebut penuh cinta. Apalagi saat ta
readmore 58: Calon Mertua
Mata Omar membuka sempurna, akhirnya sinar matahari pagi membangunkannya. Napas Omar tersengal-senga
readmore 59: Yang Menggoda
“Kamu mau mengantarku, Abizar?” Omar melirik, Abizar tengah berpikir. “Sekalian kamu menemui keluarg
readmore 60: Omar Ingin Mati
Seharusnya mereka tidak datang. Menjadi penyesalan saat mereka menginjakkan kaki ke mari. Penthouse
readmore 61. Omar Ingin Mati (2)
“Agar Anda mati dengan tenang seperti Aland, lakukanlah apa yang harus Anda lakukan. Saya bukan meng
readmore 62: Tiga Sekawan Gila (Lagi)
Di ayat terakhir surat Yasin, Abizar langsung menutup buku mininya. Dilanjutkan dengan Tahlilan, Abi
readmore 63: Dendam Samuel
“Tuan Muda,” panggilan lemah dari luar tersebut membuat Samuel mengerang. “Ada apa?” Sahut Samuel sin
readmore 64: Surat Talak Dari Tuan Omar
“Ayahmu dimana, Tuan?” Alif bertanya. Abizar berdeham setelah mendorong jauh Alif dari calon istrinya
readmore
ceritanya bagus kak. lanjut up ceritanya kak.....😊
29/05/2022
0novel yg bagus dan alur nya gk bikin bingung patut di kasi bintang 5😊😊 btw ada kelanjutannya gk
10/04/2022
2novel nya menarik banget 🥺semngt terus tulis novelnya☺️
09/04/2022
0tidak sabar nunggu lanjutannya👍👍👍👍
25/08
0sangat keren
29/06
0bagus 😍 lanjut lagi
26/02
0seru banget ceritanya
03/09/2025
0bagus
28/07/2025
0bagus ,keren
15/07/2025
0ini juga good
07/07/2025
0