Mata Zeyn dan Arn beradu. Tatapan tajam di layangkan satu sama lain. Violen hanya mampu berdoa semoga kedua orang ini tidak membuat kekacauan. “Apa yang kau lakukan di sini!” geram Zeyn. “Kerja!” singkat Arn. “APA KERJA? PAK JAKE BISA JELASKAN!” tanya Zeyn. “Arn adalah karyawan istimewa yang di terima sejak enam bulan yang lalu!” jelas Pak Jake. “Enam bulan. Dan kau kenapa tidak pernah memberitahu kalau dia berada disini. Leon dia tahu juga!” Violen menganggukkan kepala. “Oh, jadi kalian bersekongkol untuk membohongi saya!” smirk Zeyn. “Bukan begitu pak, saya dan Leon hanya menuruti permintaan Isy. Dia tidak ingin bertemu dengan anda!” Arn melototkan matanya. “Kau mengkhianati ku!” ucap Arn. “Pada saat-saat tertentu seseorang boleh mengkhianati sahabatnya. Aku tidak mau mengambil resiko!” enteng Violen. “Saya tidak perduli kalian berdua saling mengkhianati atau tidak. Yang ingin saya tanyakan kenapa kau tidak mau bertemu dengan saya!” ucap Zeyn. “Karena saya tidak mau melihat wajah anda dan pekerjaan saya banyak. Saya tidak mau di pecat gara-gara tidak menyelesaikan tugas dengan benar!” ucap Arn. “Apa maksudmu?” “Anda menginginkan sesuatu yang sempurna, jadi kami berusaha untuk sempurna. Anda tidak akan mau menerima alasan apapun, jika karyawan anda melakukan kesalahan sedikit saja. Anda akan membuat karyawan anda menderita. Saya kasihan dengan karyawan yang mempunyai atasan seperti anda, tidak punya hati. Lagi pula untuk apa saya harus bertemu dengan anda!” ucap Arn. “KAU. JAGA BICARAMU!” teriak Zeyn. “JANGAN BERTERIAK KEPADA SAYA. ANDA PIKIR SAYA TULI. TELINGA SAYA MASIH BERFUNGSI DENGAN BAIK!” balas Arn berteriak. “KAU PIKIR INI TAMAN BERMAIN, SEHINGGA KAU BEBAS BERTERIAK SESUKA HATI. TERSERAH SAYA MAU BERTERIAK ATAU TIDAK. INI KANTOR SAYA, SAYA BEBAS MELAKUKAN APA SAJA. TERMASUK MEMECATMU SEKARANG!” Arn terdiam mendengar ucapan Zeyn. Jika dia dipecat, maka dia sudah mengecewakan ayahnya. “Saya minta maaf sudah berteriak kepada anda. Saya mohon jangan pecat saya!” Arn berbicara dengan lembut. “Apa yang kau rencanakan. Kenapa berbicara lembut seperti itu!” heran Zeyn. “Saya tidak merencanakan apa-apa Tuan. Saya hanya ingin tetap bekerja di perusahaan anda. Mohon jangan pecat saya!” mohon Arn lagi. Zeyn dan Violen tahu betul bagaimana Arn. Arn bukan tipe orang yang akan berbicara lembut dengan Zeyn. Jika sudah berbicara lembut, mereka yakin sesuatu telah terjadi. “Katakan apa yang kau rencanakan?” tanya Violen. “Sumpah aku tidak merencanakan apapun!” jawab Arn. Mereka yang berada di ruangan itu, merasa heran akan apa yang mereka lihat. Arn dan Violen sepertinya sangat mengenal Zeyn, bahkan Arn tidak takut sedikitpun pada Zeyn. Disaat semua karyawan takut pada Zeyn, Arn malah berteriak pada Zeyn. Sungguh Arn tidak takut mati. Niki yang berada di samping Arn berbisik kepadanya. “Kau tidak takut. Tolong jangan melakukan hal itu nanti dia akan menghukummu!” bisik Niki. “Buat apa harus takut padanya. Kita sama-sama manusia, sama-sama makan nasi, sama-sama minum air!” ucap Arn. “Tapi, Arn jangan—“ perkataan Niki terpotong. “KAU JANGAN DEKAT-DEKAT DENGANNYA. JAGA JARAK!” Zeyn memisahkan Niki dan Arn. Mereka di buat terkejut dengan sikap Zeyn lagi. “APA YANG KAU LIHAT. KAU TIDAK BOLEH DEKAT DENGAN LAKI-LAKI LAIN SELAIN SAYA. SAYA SUDAH MEMPERINGATI KAU BUKAN?” Zeyn menekan setiap kata yang diucapkan. “Kau ini kenapa. Marah-marah tidak jelas sedari tadi. Tidak capek apa!” ucap Arn. “Kau ikut saya!”ucap Zeyn. Zeyn menarik tangan Arn. Namun, Arn tetap berdiri seolah-olah memperingatkan Zeyn jika dia tidak mau ikut dengan Zeyn. Zeyn menatap mata Arn tajam. “Baiklah. Kalian semua di pecat hari ini. Silakan kemas barang-barang kalian dan keluar dari perusahaan saya!” ucap Zeyn dingin. Mereka terkejut. Tak ada salah yang diperbuat, tiba-tiba di pecat. Arn juga terkejut, Arn segera melanyangkan protes. “Apa yang kau lakukan. Kenapa memecat mereka semua. Apa kau tidak tahu tanpa mereka keuangan perusahaan ini tidak akan di kelola dengan baik!” geram Arn. “Jika kau tidak ingin mereka di pecat bereskan barangmu dan iku saya!”
“Untuk apa saya mengikuti anda. Tempat saya berada disini!” “KALIAN TIDAK DENGAR. KEMASI BARANG KALIAN DAN TINGGALKAN PERUSAHAAN SAYA S-E-K-A-R-A-N-G!” bentak Zeyn. “DASAR IBLIS. BISA TIDAK KAU MENGHARGAI ORANG SEDIKIT SAJA. JANGAN BERTINDAK SEMAUMU SAJA. MEMANGNYA APA KESALAHAN MEREKA SAMPAI KAU MEMECAT MEREKA SEMUA!” “Mereka tidak melakukan kesalahan apapun. Tapi kau yang melakukan kesalahan!” “Apa salahku? Nasib dan karier mereka akan hancur. Kau benar-benar tidak punya hati, egois, tukang paksa, sombong!” segala sumpah serapah dilayangkan Arn kepada Zeyn. “Lima menit kau tidak sampai di ruangan saya. Kalian ucapkan selamat tinggal pada pekerjaan kalian!” ucap Zeyn meninggalkan mereka. Sepeninggalan Zeyn, mereka semua menatap Arn meminta penjelasan. “Dia kakaknya Leon temanku!” jelas Arn singkat. “Bagaimana dengan sikapnya terhadap aku tadi. Apa itu hanya perhatian saja atau?” tanya Niki. “Itu. Itu. Itu... Kami dari kecil dia selalu bersikap seperti itu!” ucap Arn. Tidak mungkin dia mengatakan kalau Zeyn adalah calon suaminya. Bertunangan atau tidak. Suka atau tidak. Mereka akan tetap menikah begitulah ucapan Tuan Leonard. Arn sampai kehabisan cara untuk membujuk ayahnya. “Kalian kenal sejak kecil? tanya Cristine. “Hebat. Kenapa kau tidak mau menjadi sekretarisnya1” Pak Jake membuka suara. “Saya hanya malas bertemu dengan manusia sepertinya, egois, tidak mau mendengarkan, sombong, pemaksa. Pokoknya banyak!” ucap Arn. “Itu menjadi urusanmu. Sekarang kau cepat ke ruangan Pak Zeyn, dia sudah menunggu!” ucap Jay. “Jangan lupa untuk membawa barang-barangmu. Tidak. Kami yang akan mengangkat barangmu nanti!” tambah San. “Benar Arn, kami masih ingin bekerja di sini sebaiknya kau keluar sekarang. Menjadi sekretaris bukan hal buruk!” Cristine menambahkan. “Kamu tenang saja, kita masih bisa bertemu. Setiap makan siang kamu boleh bergabung. Atau jika punya waktu senggang bermainlah kemari!” Pak Jake membantu. “Arn. Waktumu hampir habis ayo ke ruangan Pak Zeyn kami akan mengantar!” Violen mendorong Arn. “Tunggu. Tunggu. Kalian semua mengusirku!” Mereka semua menganggukkan kepala termasuk Pak Jake. Arn menatap mereka tidak percaya. Jay, San, dan Niki sudah mengangkat barang-barang Arn. “Semua sudah siap. Ayo kita antar Arn!” ucap Pak Jake. Mereka semua mengantar Arn ke ruangan Zeyn. Tampak di meja sekretaris Chika menatap mereka dengan tatapan yang sulit diartikan. “Kalian mau kemana? Barang siapa yang kalian bawa!” tanya Chika. “Kami ingin bertemu dengan Pak Zeyn sekaligus mengantar Nona Arn!” jawab Pak Jake. “Pak Zeyn tidak ingin bertemu dengan siapa pun. Silakan pergi dari sini!” “Pak Zeyn yang memerintahkan Arn agar bertemu dengannya!” ucap Cristine sengit. “Pak Zeyn yang memerintahkan saya agar tidak mengizinkan siapapun untuk bertemu dengannya!” balas Chika sengit. Chika dan Cristine saudara berbeda ayah. Cristine tinggal dengan ayahnya yang seorang montir, sedangkan Chika tinggal bersama ibu serta ayahnya. Cristine lebih tua setahun dari Chika. Berulang kali ibunya membujuk agar Cristine mau tinggal bersama mereka. Tapi Cristine menolak. “Nona Chika, Pak Zeyn tidak mungkin membohongi kami. Biarkan kami masuk!” ucap Jay. “Tidak bisa. Kalian tidak boleh masuk. Sekarang kalian pergi!” Chika menunjuk lift. Baru saja mereka akan berbalik Sam keluar dari ruangan Zeyn. “Kenapa ribut-ribut. Arn kau di sini?” tanya Sam. “Pak Sam, bisa kami bertemu dengan Pak Zeyn. Kami ingin mengantar Nona Arn untuk menjadi sekretaris baruny!a” tekan San pada kata sekretaris. “Silakan masuk bos sudah menunggu!” Sam membuka pintu untuk mereka. TBC
Unduh Novelah App
Anda dapat membaca lebih banyak bab. Anda akan menemukan cerita-cerita hebat lainnya di Novelah.
saya suka
25/03
0mantapppp banget
01/02
0bagus
17/01
0Lihat Semua