Bab 20 Tanpa bicara apa pun Angel berlari kedalam kamarnya. Dia melewati mama yang memandanginya dengan tatapan bingung, dia juga tidak mengubris panggilan Jhon yang memanggilnya. Angel mengempaskan tubuhnya diatas ranjang dan menangis menumpahkan segala kesedihan dari rasa sakit dihatinya. Dia sungguh tidak menyangka Ryan begitu mudahnya melupakan dia hanya karena gadis dari masa lalunya yang kini telah kembali. Angel memegang dadanya yang terasa amat sakit membuat air matanya semakin deras mengalir dipipinya bahkan bantalnya pun terlihat basah terkena air mata. "Ryan, Ryan White......... Kenapa kamu menyakiti hatiku." Ucap Angel lirih dan kembali air mata jatuh dipipinya yang mulus. Jhon yang berdiri didepan pintu kamar yang tidak ditutup hanya menatap sedih Angel. Dia sengaja tidak mendekati Angel karena Jhon tau yang dibutuhkan Angel saat ini adalah sendirian. "Aku sudah menduga, dia pasti akan menyakiti mu... Angel, jika kamu mendengarkan kata-kata kakak pasti hati mu tidak akan sesakit sekarang." ucap Jhon pelan sambil memandang sedih ke adiknya. Perlahan Jhon mengepalkan tangannya "Ryan White!!!!!" Ucap Jhon menahan amarahnya. ....... Angel melangkah lambat ke meja makan dia memegang megang kepalanya yang masih pusing walaupun tidak sesakit kemarin. Matanya masih bengkak akibat menangis semalaman. "Angel, Kamu tidak apa-apa" Tanya mama lembut "Ya ma, Aku hanya merasa pusing saja kok." Ucap Angel pelan. Mama melihat serius ke Angel "Apa kita harus pergi ke dokter Danny?" Tanya mama kuatir. Angel hanya menggeleng pelan. "Aku tidak apa-apa, ma" Kata angel lagi. "Tapi..... Kita sudah lama tidak kesana. Mama takut............" Mama tidak jadi melanjutkan kata katanya karena Angel langsung berdiri dan pergi meninggalkan mereka yang masih duduk diruang makan. "Bagaimana ini... mama sangat kuatir dengan kondisinya." Ucap mama "Jhon, tolong jaga adik mu ya, mama takut dia kenapa kenapa-kenapa." Kata mama lagi. Jhon mengangguk dan segera pamit pada orang tuanya. ....... "Halo Angellllll........." Sapa Dara ceria namun seketika wajah ceria Dara berubah jadi serius dia memandang lekat ke Angel lalu memegang wajahnya dan memeriksa nya. "Angel...... Kamu menangis? Apa yang terjadi?" Tanya Dara kuatir. Angel hanya diam tidak berkata apa apa. "Apa dia........ Memutuskan mu?" Tebak Dara tiba-tiba, namun masih tidak ada reaksi dari Angel. Angel hanya menghela nafasnya berat, karena dia juga tidak tau harus menjawab apa tentang status hubungan mereka sekarang. Namun diamnya Angel membuat Dara mengambil kesimpulan sendiri bahwa benar mereka telah putus. "Astaga..... kak Ryan sungguh keterlaluan aku harus bicara padanya." Kata Dara yang emosi lalu bangkit dari duduknya namun Angel segera mencegahnya dan memintanya untuk duduk kembali. "Angelll" panggil Dara pelan. "aku tidak apa-apa. Kamu tidak usah cemas." Ucap Angel lalu tersenyum semanis mungkin, namun dimata Dara tetap saja senyum Angel itu terlihat dipaksakan. Dara memandangi Angel yang menatap kosong kebawah, dia sungguh kasihan dan merasa sedih melihat kondisi Angel seperti ini karena dia tau dengan pasti bagaimana rasa sakitnya patah hati. Tanpa sepengetahuan Angel, Dara menceritakan kondisi sahabatnya itu pada David dan meminta pria itu untuk menemui Robby dan menanyakan apa yang terjadi karena Dara yakin hanya Robby yang bisa membantu dan memberi pelajaran ke Ryan. Sementara Dara tetap menemani Angel dan berusaha untuk menceritakan sesuatu yang lucu agar sang sahabat bisa tertawa dan melupakan masalahnya sejenak dan usaha Dara sepertinya membuahkan hasil Angel tersenyum dan bahkan tertawa saat melihat Dara melakukan hal hal yang lucu. ........ "Apa? Apa kamu bilang tadi. Karen sudah kembali." Ucap Robby terkejut dengan apa yang barusan didengarnya pada saat David menemuinya dihalaman sekolah pada saat Robby sedang bermain basket. "Aish, kenapa Ryan tidak memberitahu ku." Ucap Robby kesal, namun dia mendadak terkejut dan terlihat seperti baru teringat sesuatu hal. "Apa mungkin kemarin.... Angel....... Telp itu......." Robby bicara sendiri mencoba menganalisa sesuatu. "Oh tidak, aku harus menemui Ryan." Robby pun pergi meninggalkan David. "Senior..... senior mau kemana?" Teriak David berusaha memanggil Robby, namun tidak didengar lagi oleh Robby. "Aissh, perasaan ku jadi tidak enak." kata David pelan. .......... Ryan sedang berada dikelasnya. Dia sedang membaca buku pelajaran dengan tenang. "Ryan White! Ada yang mencarimu." Teriak salah satu teman sekelasnya. Ryan menoleh ke pintu dan melihat Jhon Lee sedang berdiri menatap tajam padanya........ Kira kira apa yang akan terjadi ya????
Continue
Unduh Novelah App
Anda dapat membaca lebih banyak bab. Anda akan menemukan cerita-cerita hebat lainnya di Novelah.
mantap 👍
17/07/2025
0BAGUSSS BNGT😍😍
13/06/2025
0Terharu happy ending🥹
05/06/2025
0Lihat Semua