logo text

Bab 34 Angel Smile

Bab 34
"Oma, oma. Mama kemana? kok tidak menjemput Sherryn dan kakak?" Tanya si kecil Sherryn polos, mama nya Ryan memandang sedih ke Sherryn.
("Kasihan cucu ku." ) Ucapnya dalam hati.
"Mama mu sedang pergi mengunjungi temannya jadi sementara mama pergi, Sherryn dan Nathan akan bersama oma." Ucap mamanya Ryan lembut.
Sherryn mengangguk mengerti lalu dia meninggalkan oma yang duduk diruang keluarga, Sherryn mendatangi Nathan yang sedang menggambar di teras rumah mereka.
"Kak, kita main yuk." Ajak Sherryn pada kakaknya.
"Tidak mau, aku sedang sibuk." Kata Nathan, Sherryn mendekati Nathan dan melihat gambar apa yang sedang dibuat kakaknya.
"Kakak menggambar apa?" Tanya Sherryn.
Nathan menghentikan kegiatan menggambarnya, dia menunjukan hasil gambarnya pada Sherryn.
"Ini papa yang sedang memegang tanganku, dan ini mama yang memegang tangan mu juga." Jelas Nathan. Sherryn tersenyum memandang gambar keluarga mereka hasil dari kreasi kakaknya.
sejak Angep mengalami koma, Ryan menjadi orang yang sangat sibuk, pagi hari dia akan berada dikantor mengikuti meeting, bertemu klien dan relasi dan pada sore hari dia akan pulang kerumah melihat kedua anaknya yang sekarang dijaga oleh mamanya dan setelah menemani anak nya makan malam, Ryan harus ke rumah sakit menemani sang istri yang masih terbaring koma.
Walaupun lelah namun Ryan berusaha tetap tegar dan semangat demi Angel dan anak-anaknya. Ryan tetap optimis kalau istrinya akan segera sadar, maka nya setiap hari tak hentinya dia mengajak istrinya bicara dan Ryan juga sering bercerita tentang kisah mereka selama hampir 10 tahun bersama walaupun tetap tidak ada reaksi namun Ryan berusaha menguatkan diri nya agar tidak cepat berputus asa.
Hari ini tepat hari ke 3 Angel mengalami koma, seperti biasa Ryan selalu berusaha pulang cepat untuk melihat kedua anak kembarnya, Ryan membuka pintu rumahnya.
"Papa, papa." Panggil Nathan yang berlari kearah Ryan.
"Ada apa, Nathan?" Tanya Ryan heran melihat Nathan yang terlihat tidak seperti biasanya.
"Sherryn pa, dari tadi dia menolak makan dan terus menangis memanggil mama" Lapor Nathan, Ryan menggandeng tangan Nathan dan mengajak nya menemui Sherryn dikamarnya.
Disana ada mamnya Ryan yang sedang berusaha membujuk Sherryn agar berhenti menangis.
"Ma.." Panggil Ryan, mama menoleh pada anak lelakinya.
"Ryan, kamu bujuk lah Sherryn. dia tidak mau berhenti menangis dari tadi." Kata mama dengan wajah lelahnya karena tidak bisa membujuk cucunya berhenti menangis.
Ryan mendekati Sherryn, mengelus lembut rambut anaknya.
"Sherryn sayang, kamu kenapa?" Tanya Ryan dengan nada lembut.
"Papa, aku mau mama. Aku mau mama." Kata Sherryn disela isak tangisnya.
Ryan menghela nafasnya berat. Dia memandang mamanya dan mama Ryan pun memandang iba ke cucunya, mata tuanya mulai berkaca-kaca namun dia berusaha menahan agar tidak menangis, dia sungguh kasihan melihat cucunya yang sangat merindukan mamanya.
"Mama sedang pergi menemui temannya." Kata Ryan berbohong
"Papa, mama kenapa tidak pulang-pulang? Aku mau mama. Aku mau ikut mamaaa....." teriak Sherryn.
"Sherryn." Panggil Ryan pelan lalu dia memeluk putrinya namun sang anak menolak dipeluk oleh papanya.
"Sherryn, jangan begini sayang, kamu membuat papa sedih." Kata Ryan masih berusaha membujuk Sherryn.
Nathan mendekati Sherryn, memeluk nya dan mengusap-usap rambut nya.
"Jangan menangis lagi, kamu membuat papa sedih, ada kakak disini jangan nangis ya cup cup cup....."
Ryan memandang haru pada kedua anaknya, dia memeluk keduanya.
Wajar saja Sherryn merindukan mamanya, karena selama ini Angel tidak pernah meninggal kan anaknya, dia sangat dekat dengan kedua anaknya. Mama Ryan tidak sanggup melihat pemandangan haru itu, dia lebih memilih keluar dari kamar dan menangis didapur.
........
Ryan memandangi Angel yang masih tetap pada posisinya, diam tak bergerak. Ryan mendekati nya lalu duduk disisi ranjang dan memegang tangan nya.
Dia menciumnya lembut punggung tangan Angel lalu mengelus-elus rambutnya Angel.
"Honey. Kamu tau, hari ini Sherryn menangis tidak berhenti. Dia sangat merindukan mu. Aku tidak sanggup memberitahu kan keadaan mu pada anak-anak kita." Ucap Ryan, lalu dia berdiri dan dia mencium lembut dahi Angel dan kembali duduk ditempatnya semula.
"Honey bangunlah, kami sangat merindukanmu."
..........
Ryan melihat kesekelilingnya, dia merasa tidak asing dengan tempat ini. Dia mencoba mengingat dimana dia berada, dia pun berjalan ke depan. Ryan memandang ke atas dan kembali memandang apa yang ada didepannya. Ryan meraba pohon besar yang ada didepannya.
"Ini kan pohon dibelakang sekolah." Kata Ryan pelan. Ryan berdiri menyandar ke pohon besar, dia menatap jauh ke langit senja yang indah, lalu Ryan menghela nafas berat. Dia sungguh merindukan tempat ini.
"Honey!"
Ryan menoleh ke empunya suara, Ryan dapat melihat seorang gadis yang memakai dress putih dengan rambut diurai lepas. Gadis itu tersenyum padanya, senyum yang sangat indah menambah kecantik kan nya yang seperti dewi.
"Honey." Panggil nya manja.
"Angel Lee" Ucap Ryan tak percaya.
"Honey, sedang apa sendirian disini?" Tanya Angel lembut.
"Angel.... " Panggil Ryan lagi lalu dia memeluk erat tubuh Angel seakan tidak ingin Angel pergi meninggalkannya.
"Honey, aku merindukan mu. Aku sangat merindukanmu." Ucap Ryan dengan perasaan bahagia bisa memeluk Angel lagi.
Dia pun membiarkan airmata bahagia itu jatuh. Angel melepas pelukan Ryan, Angel memandang lembut wajah Ryan lalu tangan indah nya menghapus air mata di pipinya Ryan.
"Jangan menangis, honey." Ucap Angel lembut.
"Honey, kembalilah..... kembali lah pada kami, kami sangat mencintai mu. Kami merindukan mu dan kami sangat membutuhkan mu." Ucap Ryan memohon.
Angel tidak menjawab apa pun dia tetap tersenyum pada Ryan dan perlahan Angel melangkah mundur semakin menjauh dari Ryan dan entah kenapa Ryan tidak mampu menahan atau pun mengejar Angel. Tubuhnya seolah mati rasa dan tidak mampu digerak kan.
"Honey!...... Honey!....... Angel Lee!!..... " Panggil Ryan dengan suara keras namun tidak dihiraukan oleh Angel yang tetap berjalan semakin menjauh dan menjauh sampai bayangan nya hilang...........
Continue

Komentar Buku (58)

  • avatar
    OhimJang

    mantap 👍

    17/07/2025

      0
  • avatar
    inassalwa

    BAGUSSS BNGT😍😍

    13/06/2025

      0
  • avatar
    MelanMelan

    Terharu happy ending🥹

    05/06/2025

      0
  • Lihat Semua

Bab-bab Terkait

Bab Terbaru