Total : 72BAB 1: Akhir Hidup Kimberly
Keramaian malam terlihat indah untuk di pandang, langit yang gelap itu menjadi sedikit berkilauan da
readmore BAB 2: Kehidupan Baru
“Nona, bangunlah!” Suara isakan tangis seorang wanita terdengar. “Tuan, cepatlah kemari! Tubuh Nona
readmore BAB 3: Kebenaran
Kimberly keluar dari kamar mandi dan pergi ke kamarnya menuju meja belajar, Kimberly terduduk di kur
readmore BAB 4: Dunia Winter
“Paula, jangan!” Winter yang lugu dan lembut itu menarik tangan sahabatnya meminta untuk tidak melak
readmore BAB 5: Selamat Tinggal Kimberly
Kimberly membuka matanya perlahan dan mengeliat dengan kesusahan, cuaca pagi ini sangat cerah membua
readmore BAB 6: Perkara Rokok
Mata Winter bergetar menatap ngeri semua makanan berat yang tersedia di meja, hanya dengan melihatny
readmore BAB 7: Keputusan
“Aku, anak kepala sekolah tempat kau sekolah.” Jawab pria itu dengan senyuman jahatnya. Alih-alih kag
readmore BAB 8: Sekolah
Winter duduk di kursi belakang dan menurunkan kaca jendela mobilnya untuk melihat Vincent yang kini
readmore BAB 9: Tekanan
“Winter, aku senang kau bisa kembali sekolah. Aku sangat bersedih dan merasa sangat bersalah hingga
readmore BAB 10: Aku Sempurna
Alih-alih tergertak, Winter hanya berkedip santai. Menghadapi sepuluh sampai seratus orang yang memb
readmore BAB 11: Parasit
Beberapa orang berdiri berjajar dan mendengarkan penjelasan banyak hal ilmiah mengenai pelajaran, se
readmore BAB 12: Balasan Sederhana
Perlu tiga menit bagi Paula dan Winter berjalan dari toko pakaian menuju restaurant. Kali ini Paula j
readmore BAB 13: Masa Lalu Kimberly
“Nona, ini dompet Anda” Nai menyerahkan dompet Winter yang sempat di buang. Nai memasang ekspresi di
readmore BAB 14: Malaikat Bersayap Hitam
“Lexy, bersiaplah.” Suara pemanggilan di balik panggung terdengar di monitor. Wanita yang beragaun pu
readmore BAB 15: Rahasia Marvelo
Cukup lama Winter mengkuti ke mana perginya Marvelo dengan hati-hati dan sedikit jauh agar tidak men
readmore BAB 16: Bintang yang Redup
Winter bergerak dengan cepat sambil melihat orang-orang yang kini bertubuh seperti dirinya tengah be
readmore BAB 17: Kebohongan Paula
“Jika kau tidak mengomentari lemak di tubuhku, aku baru akan melepaskannya,” jawab Winter dengan teg
readmore BAB 18: Menekan Marvelo
Winter berdiri di depan cermin besar, gadis itu melihat seluruh penampilannya dengan teliti. Semua y
readmore BAB 19: Diskriminasi
“Marvelo, kau mengizinkannya?.” Marvelo melirik ke sisi, di sisi tempat duduknya masih kosong karena
readmore BAB 20: Savage
Suara peluit dan teriakan Gani membuat semua orang yang ada di sekitar langsung melihat apa yang ter
readmore BAB 21: Kepedulian
Winter mengambil tishu dan mengusap hidungnya lagi, dia kembali mencuci tangan dan segera keluar dar
readmore BAB 22: Toxic
Dalam suasana ramai di kelas, Paula tertawa terlihat bahagia berkumpul dan berbicara dengan teman-te
readmore BAB 23: Ratu Sekolah
“Kenapa aku tidak boleh melawan?” “Winter! sejak kapan kau bertanya alasan pendapatku? Aku melakukan
readmore BAB 24: Kebohongan Paula
Begitu masuk ke dalam restaurant, beberapa orang gadis cantik duduk berkumpul terlihat sudah menungg
readmore BAB 25: Balasan Winter
Paula bersedekap dengan ekspresi dinginnya menatap tajam Winter. “Kenapa lama?.” Aura kuat Paula yang
readmore BAB 26: Kerinduan
Winter bergerak cepat dengan wajah yang sudah merah karena panas, seluruh tubuhnya ikut memanas tera
readmore BAB 27: Kemarahan Paula
“Winter, kau suka?” tanya Benjamin lagi karena Winter tidak kunjung menjawab. “A..aku suka Ayah. Teri
readmore BAB 28: Liburan
Sebuah kapal pesiar mewah berlayar di lautan. Langit yang hangat, lautan yang biru dengan angin yang
readmore BAB 29: Love & Hate
“Benarkah? Dari sikapmu itu, kau terlihat seperti pria yang suka bilang benci, tapi ternyata cinta.”
readmore BAB 30: Rindu Masa Lalu
“Apa yang kau inginkan?” Tanya Marvelo samar, hatinya yang keras mendadak lunak karena sebuah harapa
readmore BAB 31: Kecantikan yang Membunuh Kimberly
Dengan perasaan yang campur aduk, Winter kembali pergi ke tempat lain dan melihat photo-photo asli y
readmore BAB 32: Malam Singkat
“Kau masih di bawah umur” jawab Marius. “Dua minggu lagi aku delapan belas tahun.” “Maka pergilah ming
readmore BAB 33: Memberi Pelajaran
Tangan Winter bergerak cepat di atas keyboard menuliskan kata Marius di situs pencarian. Apa yang tel
readmore BAB 34: Pembalasan Paula
Seorang wanita berpakaian merah casual berjalan keluar dari lift, wanita itu menegakan tubuhnya deng
readmore BAB 35: Bermain Cantik
Merasakan sesuatu yang tidak begitu membuat nyaman pada akhirnya membuat Winter menarik dari dari ke
readmore BAB 36: Dia, yang Terlupakan
Dalam sepi sendiri Winter berdiri, gaun dan coat yang dia kenakan terlihat berkibar lembut di bawah
readmore BAB 37: Menyalahkan
“Vincent, apa kau merasakannya?” Benjamin bertanya dengan serius. Vincent membulak-balikan document d
readmore BAB 38: Curiga
Bibir Paula membentuk senyuman miring meremehkan. “Winter, kau tidak berhak berkata seperti itu kare
readmore BAB 39: Aku tahu, Kau Mencintaiku
Winter segera duduk di sofa yang tersedia dan memperhatikan Marvelo yang mengambil dua buah kertas d
readmore BAB 40: Kesadaran Marius
“Winter” Panggil Marius lebih dulu. “Mau makan malam denganku?.” Kini giliran Marius yang lebih dulu
readmore BAB 41: Kissing You
“Pecundang.” Maki Winter dengan tajam, tepat di hadapan Marius yang langsung di buat terkejut atas u
readmore BAB 42: Ruang Rahasia
“Kau tidak lihat? Jika dia masih duduk di kursi roda, itu artinya dia belum bisa berjalan” jawab Wi
readmore BAB 43: Diarie Winter
Malam ini, malam terakhirku bersama Ayah berada di Berlin. Tidak sengaja aku bertemu dengan Kimberly
readmore BAB 44: Marius dan kenangan
Flashback Keramaian suara para penonton terdengar menggema di tribun, beberapa wartawan berlarian men
readmore BAB 45: Paula dan Masa Lalunya
Akhir pekan yang mendung, Winter sudah berdiri di depan panthouse Marvelo pagi-pagi sekali. Mata Win
readmore BAB 46: Perjaka
Bayangan tubuh Winter terlihat di dinding lift yang berkilauan, gadis itu bergerak beberapa kali mel
readmore BAB 47: Memukul Pengkhianat
Cuaca yang mendung sepanjang hari berakhir dengan hujan deras yang mengguyur, beruntung Winter sudah
readmore BAB 48: Malam yang Kelam
“Siapa kau?” tanya Nathan lagi yang mulai merasakan ada dingin darah yang keluar dari belakang telin
readmore BAB 49: Sebuah Tragedy I
Flashback Salju turun di malam itu, suasana senang hari natal di rasakan banyak orang, kecuali keluar
readmore BAB 50: Sebuah Tragedy II
Tidak berapa lama setelah Paula melakukan tindakan jahatnya kepada Jared, Maxim datang, begitu pria
readmore BAB 51: Potongan Mimpi
Biru indahnya bola mata Kimberly menatap langit yang gelap di malam itu. Binar matanya yang indah it
readmore BAB 52: Kekacauan
Winter tersenyum lebar terlihat cukup bersemangat menjalani harinya yang harus kembali sekolah usai
readmore BAB 53: Kehancuran Paula
Butuh enam jam, butuh selama itu untuk menemukan siapa yang sudah menyiram Winter dari tangga, pelak
readmore Kakak Marvelo
“Jika kau melewati masa mudamu dengan hal-hal baik saja, kau tidak akan memiliki kenangan yang berha
readmore Paula Tahu
Sore telah berlalu, Paula datang ke rumah Winter. Paula kembali bersikap seperti seorang sahabat yan
readmore Termakan Jebakan Sendiri
“Siapa kau sebenarnya?” tanya Paula pada akhirnya. Diam-diam Winter menyembunyikan senyuman puasnya k
readmore Mimpi Kelam
“Kau mau berbicara apa?” tanya Kimberly dengan nada dinginnya. Wanita itu bersedekap berdiri dengan
readmore Kemarahan Vincent
Winter diam terpaku di ranjangnya sejak satu jam yang lalu, tangan Winter terangkat melihat tanganny
readmore Balasan Vincent
Winter terbaring dengan senyuman miringnya sambil langit-langit kamar ruangan dia di rawat. Gadis it
readmore Bertemu Marius Lagi
Sudah tiga minggu lebih Kimberly menjalani kehidupannya sebagai Winter. Ada banyak perubahan yang su
readmore Perasaan Marius
Winter berdecih geli, “Meski menyakitkan. Tapi, karena kejujuran kau dapat melihat realita yang seti
readmore Perasaan Marius
Winter berdecih geli, “Meski menyakitkan. Tapi, karena kejujuran kau dapat melihat realita yang seti
readmore Audisi
Vincent tertunduk sedih, beberapa kali dia harus menatap jam menunggu jam keberangkatannya. Pagi ini
readmore Panggung Kontes
Langkah Winter terhenti di sisi tirai. Gadis itu tertunduk menatap lantai yang di pijaknya. Untuk s
readmore Briliant
Winter menarik napasnya dalam-dalam, memikiran kata apa yang harus dia ucapkan agar tidak salah kare
readmore Derita Paula
Kesenangan meledak-ledak di kepala dan hati Winter, gadis itu tersenyum lebar dengan suara tepuk tan
readmore Marius dan Kehidupannya
Dalam lorong yang cerah, dinding-dinding kaca besar dan indah membuat sinar matahari menerangi setia
readmore Warisan
Marius sedikit mengangkat wajahnya dan membalas senyuman Shanom. “Seperti yang kau harapkan. Masih l
readmore Kesenangan dan Balasan
Kedua pria itu saling diam dan merenung dalam kesunyian dalam waktu beberapa menit. “Mengapa kau terl
readmore Dunia yang Kimberly Tinggalkan
Paula mengambil sendok dan memulai makan dengan lahap. “Winter, kak Vincent sudah kembali ke Manchest
readmore Menuntaskan Dendam
Winter yang semula ingin pergi pada akhirnya memutuskan diam sejenak dan berpura-pura bermain handpo
readmore Transaksi
Mante Hemilton, pria itu menatap dingin Winter yang berada di hadapannya, pria itu sedikit terkejut
readmore
Kimberly masuk ke tubuh Winter dan berhasil mengubah hidup Winter menjadi sukses dan bahagia.
03/09/2023
2bagus banget ceritanya
15/05/2022
0kak kirian awal baca ni novel udh tamat,eh ternyata blm jd kapan kelanjutan nya🥰
8h
0sangat bagus dan asik cerita nya
20d
0Sangat bagus
14/06
0matamp supaya DM ff
28/05
0good...
24/05
0cerita menarik
27/03
0semoga amanah
21/01
0cerita nya menarik
09/10
0