Total : 70Bab 1
Sore itu tak begitu mendung, tapi Sera sudah menggigil sedari tadi, sejak menginjakkan kaki di teras
readmore Bab 2
Jalanan padat saat Dimitri menuju rumah sore ini. Kendaraan di mana-mana, dengan pengemudi yang tak
readmore Bab 3
Sekitar pukul enam sore, Sera yang duduk di jok belakang sepeda motor yang tengah Rio kemudikan mend
readmore Bab 4
"Tolong, Dim. Sebisa mungkin jangan kasar apalagi sampai aneh-aneh." Baru saja menanggalkan kemeja, D
readmore Bab 5
Mengubah posisi tidur, Sera yang kedinginan menekuk kaki, meringkuk berusaha mencari rasa hangat. Se
readmore Bab 6
Pagi yang tidak terlalu baik. Baru saja terjaga, Dimitri segera diserang rasa tak enak hati. Tidak t
readmore Bab 7
Sera berlari, terus memaksa kaki yang terasa amat kebas bergerak secepat mungkin. Napas memburu, kep
readmore Bab 8
Sempat membatalkan niat untuk pergi ke restoran yang memasang iklan adanya lowongan pekerjaan, denga
readmore Bab 9
Mengerang, Dimitri yang memejam membawa tubuh untuk kembali tegak, meninggalkan perempuan di atas ra
readmore Bab 10
Belum terlalu larut, tapi Sera sudah ada di lantai atap. Lantai paling atas di rumah tiga tingkat, y
readmore Bab 11
Dimitri menaruh amplop cokelat tebal itu di atas meja. Menyilangkan kaki, ia melirik Rio di hadapan.
readmore Bab 12
Menggeliat, Sera membuka mata perlahan. Keningnya gegas berkerut, lalu memejam lagi. Rasa tak nyaman
readmore Bab 13
Keputusan sudah dibuat. Siang ini, setelah beberapa jam beristirahat, Sera beranjak dari tempat tid
readmore Bab 14
Mirna semringah. Menyesap teh yang datang dua menit lalu, bergantian dipandanginya Dimitri dan Dante
readmore Bab 15
Pagi yang masih sama. Mentari masih terbit dari timur, Sera juga masih harus setia dengan pekerjaann
readmore Bab 16
Menumpang angkot dalam perjalanan menuju rumahnya, Sera menepikan sejenak rasa senang dan tidak saba
readmore Bab 17
Langit sudah gelap saat untuk kesekian kalinya Dimitri menilik arloji di tangan. Tatapannya sesekali
readmore Bab 18
Terserah. Mungkin sudah ratusan kali kata itu Dimitri gaungkan di kepala. Saat kemarin melihat Sera
readmore Bab 19
"Enggak sadar apa bangkainya segede tiang listrik?" Kalimat bermuatan rasa kesal itu Dante lontarkan
readmore Bab 20
Maudi, gadis cantik dengan dress merah selutut itu tampak berdiri gelisah di depan rumahnya. Di sebe
readmore Bab 21
Hampir tidur seharian, Dimitri akhirnya keluar dari kamar pukul tiga sore. Kebetulan hari ini jadwal
readmore Bab 22
Sera lelah. Sangat. Mimpi buruknya tak berhenti datang, bahkan setelah memutuskan berhenti bekerja d
readmore Bab 23
"Cie ... cie. Yang benci jadi cinta." Berdiri di belakang dua pegawainya yang asyik bercanda, Dimitri
readmore Bab 24
"Pekerjaan kamu sama seperti sebelumnya." Di depan kursi goyang yang dihuni Dimitri, Sera menyebut n
readmore Bab 25
Hening menyelimuti rumah Sera cukup lama, sampai akhirnya tangisan Theo terdengar. Anak kecil yang s
readmore Bab 26
"Enggak sabar mau nonton. Dramanya, sih, seru." Duduk bersebelahan dengan Maudi di salah satu bioskop
readmore Bab 27
"Yakin dia mau dibiarkan di luar, Ma?" Dante sengaja bertanya, ingin menggoda ibunya. Ia yakin, wani
readmore Bab 28
Sera tidak membenci Dimitri. Maksudnya, jika dipikirkan dengan akal sehat, tidak ada alasan untuk me
readmore Bab 29
"Dim, aku buatkan teh manis, mau?" Duduk di meja makan panjang di dapur, Dimitri mengangguk asal pad
readmore Bab 30
Dimitri adalah anak emas, menurut Sera. Semua sikap menyebalkan yang pria itu miliki terbentuk karen
readmore Bab 31
Berusaha menguasai diri dari rasa takut dan terkejut, Sera berlari menuju Dimitri dan Dante yang sud
readmore Bab 32
Terjadi sesuatu yang lucu di kediaman Adinata. Majikan dan pelayannya serempak, kompak mengalami dem
readmore Bab 33
Tangan Dante menggantung di udara. Setelah memutuskan memberi jeda pada kemarahan Sera akibat tindak
readmore Bab 34
Akhirnya punya waktu olahraga, sore ini Dimitri berhasil memutari komplek perumahan sebanyak dua kal
readmore Bab 35
Tiga puluh menit berlalu, Dimitri sudah mengubah posisi. Duduk di depan pintu dengan menekuk lutut.
readmore Bab 36
Menapaki lantai ruang tamu sepulang bekerja sore itu, Dimitri disambut banyak orang. Mirna ternyata
readmore Bab 37
Melepas embusan napas kasar dari mulut, Dimitri yang duduk di sudut toko memutar bola mata saat meli
readmore Bab 38
Satu tangan memegang kemudi, tangan yang bebas Dimitri gunakan untuk meraih jemari Sera. Gagal. Pere
readmore Bab 39
Sepuluh. Sera menghitung dalam hati sudah berapa banyak toko pakaian yang ia dan Mirna datangi. Di t
readmore Bab 40
Mirna itu seorang ibu. Ia berpengalaman soal asam garam dunia dan sudah berhasil membesarkan dua ana
readmore Bab 41
Duduk bersisian di sofa ruang tamu rumah Maudi, Mirna dan Dimitri menampakkan dua ekspresi yang bert
readmore Bab 42
"Saya ... saya mau resign, Pak. Saya akan berhenti kerja, hari ini." Di tengah kebingungannya, Dimitr
readmore Bab 43
Sudah lewat tengah malam, di kamarnya, Sera yang duduk memeluk lutut di salah satu sudut masih betah
readmore Bab 44
Semua terulang lagi. Dimitri yang sempat uring-uringan karena Sera yang berhenti bekerja, kembali me
readmore Bab 45
Sera menatapi gedung rumah sakit yang menjulang di depannya. Gagang rantang berisi bubur dan ikan go
readmore Bab 46
Usai kunjungan ke tiga toko sekaligus, sore harinya Dimitri melajukan mobil ke arah rumah Sera. Pria
readmore Bab 47
Usai kunjungan ke tiga toko sekaligus, sore harinya Dimitri melajukan mobil ke arah rumah Sera. Pria
readmore Bab 48
Menepi dari ruang makan dan ruang tamu rumah Mirna yang ramai, Sera memutuskan untuk pergi ke kamar
readmore Bab 49
Hari ini sedikit aneh. Sepanjang perjalanan menuju rumah, Dimitri terus memikirkan maksud ucapan beb
readmore Bab 50
Sera tampak melambaikan tangan pada mobil Mirna yang mulai menjauh. Senyum bahagianya setia terpasan
readmore Bab 51
Menumpu tubuh dengan siku, Dimitri yang berbaring menyamping sengaja menaruh kakinya di atas kaki Se
readmore Bab 52
"Makan, Dim." Ajakan dari Brian, kakak sepupu sekaligus pemilik acara, diabaikan saja oleh Dimitri. S
readmore Bab 53
"Door!" Baru saja keluar dari kamar mandi, Dimitri mendapati istrinya bersuara demikian sembari menep
readmore Bab 54
Duduk dengan memeluk lutut di atas tempat tidur, Dimitri menunduk demi bisa mengamati wajah Sera sec
readmore Bab 55
Sera mengetuk-ngetukkan ujung telunjuk, terus menatapi ujung sepatu yang bahkan belum sempat dibuka.
readmore Bab 56
Sudah akan pulang dari toko, Dimitri yang tidak sabar mengetahui keadaan Sera memtuskan untuk menghu
readmore Bab 57
Sera hanya mampu menatapi punggung suaminya yang semakin jauh dari dalam mobil yang baru saja terpar
readmore Bab 58
Dari balik jendela mobil, Sera menatap penuh harap ke arah pintu rumah. Pak Leo belum juga tampak, m
readmore Bab 59
Karma. Semua hal yang diperbuat di dunia ini, entah itu kecil apalagi besar, semuanya akan diberi up
readmore Bab 60
"Aku rindu kamar. Aku boleh pulang, 'kan?" Sera memundurkan punggung, berusaha menatap Dimitri, mesk
readmore Bab 61
Duduk di belakang kasir karena menggantikan karyawannya yang istirahat sore, Dimitri bersedekap. Mat
readmore Bab 62
Suara tepuk tangan mengisi salah satu ruangan di panti asuhan Harapan. Pemenang lomba menggambar bar
readmore Bab 63
"Buk, mau tidur?" Sera yang hampir terlelap di sofa mau tak mau membuka mata mendengar tanya itu. Dil
readmore Bab 64
Hati-hati memikirkan sesuatu. Karena, terkadang, apa yang terus-terusan kamu pikirkan bisa menjadi k
readmore Bab 65
Suara derap langkah kaki yang menuruni tangga sampai ke telinga Dimitri yang tengah meneguk air ding
readmore Bab 66
Langkah Sera tergesa menuju kamar. Menyusul suaminya yang sudah lebih dulu masuk ke sana. Mereka bar
readmore Bab 67
Sore ini Sera sedang berada di rumah Mirna. Bersama Dimitri dan beberapa anggota keluarga lainnnya.
readmore Extra Part (1)
Bar-bar. Itu yang saat ini terbersit di pikiran Dimitri jika ada yang bertanya mengenai pengalaman m
readmore Extra Part (2)
Mengusap kepala belakangnya gusar, Dimitri tampak berjalan pelan menuju mobil yang terparkir di bawa
readmore Extra Part (3)
Dimitri berjalan mondar-mandir di ruang tamu. Berulang kali pria itu melirik arloji yang masih berte
readmore
sangaat baguss
06/05/2025
0baguss
29/04/2025
0bagus banget, seru
18/04/2025
0sangat cocok bagi yang ingin Anda lakukan untuk mendapatkan hasil maksimal di dunia ini insyaallah
06/04/2025
0mantappp kaaa
06/04/2025
0plljj
03/02/2025
0seruuu bngtt😍
11/12/2024
0Ga bosenin… seruuu
10/01/2024
0baguss
22/02/2023
0good
22/12/2022
0