Total : 58Bab 1 Mencari Pekerjaan
"Sebelumnya saya minta maaf, apa kamu bisa melihat dengan jelas?" Duar... Baru kali ini ada seseoran
readmore Bab 2 Lowongan Dari Radio
Tiyo [Judes banget neng, jangan judes judes napa? Nggak aslinya nggak di chat tetap saja judes. Lagi
readmore Bab 3 Kencan Pertama
Klunting… Pak Dion [Mbak, tidak jadi berangkat minggu depan. Nunggu teman dulu, biar sekalian.] Satu p
readmore Bab 4 Tawaran Pekerjaan
Bukannya menjawab tapi Mas Agus malah mengajak Fia pergi. Sebenarnya aku cuma ingin memastikan pikir
readmore Bab 5 Hari Pertama Masuk Kerja
Malam semakin larut, eyang sudah pamit masuk kamar terlebih dahulu. Kini aku melangkahkan kakiku men
readmore Bab 6 Salah Paham
"Maaf ya Yen, aku tidak seperti yang kamu kira dan tolong jangan salah paham atas perlakuan Kak Ega.
readmore Bab 7 Gagal Bertemu Tyo
Betapa aku sangat terkejut dengan orang yang ada dihadapanku kini. Entah apa yang membuat dia sekara
readmore Bab 8 Kecewa Lagi
Malam semakin larut, rasa lelah pun masih terasa membuat mata ini dengan cepat untuk terpejam. Tak t
readmore Bab 9 Dipecat Dari Cafe Harega
Suara bariton seseorang membuat minuman yang mau aku minum tumpah karena kaget. Tapi tak lama ada se
readmore Bab 10 Bertengkar Lagi
Klunting… Klunting… Klunting… Tiga pesan masuk saat handphone yang sedari tadi pagi aku matikan aku
readmore Bab 11 Berangkat Ke Surabaya
"Eyang, An balik dulu. Eyang jaga kesehatan jangan capek-capek," ucap cowok yang menjadi cucu Eyang
readmore Bab 12 Permintaan Terakhir Eyang
POV Anwar Klunting… Satu pesan masuk saat aku baru selesai makan. Ku lihat siapa orang yang sepagi in
readmore Bab 13 Kepergian Eyang
"Gita… dia itu cewek yang pernah kerja di cafe bukan sih?" tanya Bang Haris sambil terus mencari nom
readmore Bab 14 Mencari Gita 1
Senja telah berganti malam, setelah shalat maghrib akupun bersiap pulang dilanjut besok ke rumah Om
readmore Bab 15 Bukan Salah Anak Baru
POV Gita Tring tring ....( bunyi HT) alat komunikasi antara kantor sama kasir. "Mbak Ery... ( bagian
readmore Bab 16 Hari Pertama Kerja
Dering suara alarm telah berbunyi, terdengar suara adzan juga telah berkumandang dari masjid yang ti
readmore Bab 17 Masa Lalu Datang Kembali
Rasa penasaran itu mengusik hatiku, tapi aku masih ragu apa benar itu Adi atau bukan. Jika memang be
readmore Bab 18 Gajian Pertama
"Gita, loe masih disitu kan?" ucapnya lagi karena aku hanya diam tanpa menjawab salamnya. Suara itu,
readmore Bab 19 Tidak Sesuai Ekspektasi
Cukup lama aku dikantor banyak sekali yang beliau sampaikan dari hanya cerita ringan sampai beliau
readmore Bab 20 Pulang Kerumah
"Apa aku tanya kak Ega? Ah… tidak usahlah, semoga bukan Eyang Ti yang kak Ega maksud," Kini aku beral
readmore Bab 21 Bertemu Cucu Eyang
"Siapa budhe?" ucap seorang laki-laki yang membuatku dan wanita yang dipanggil budhe itu menoleh ber
readmore Bab 22 Terluka Tapi Tak Berdarah
"Kok malah diam sih yank? Rencananya besok aku ingin main ke rumah Yeni, nanti kita sekalian bertemu
readmore Bab 23 Jangan Berjanji
"Jangan beri aku harapan jika hanya akan membuatku terluka. Jangan berjanji jika kamu tidak mampu me
readmore Bab 24 Gara-gara Mas Haris
"Akhirnya sampai toko juga!" ucapku ketika sampai depan toko. Kulihat jam yang melingkar di tangan ma
readmore Bab 25 Terbiasa Tersakiti
"Dia marah banget, padahal kemarin hubungan kami baru baik dan sekarang harus seperti ini lagi. Suda
readmore Bab 26 Menjadi Pengganti
"Mbak… katanya Mbak Anggrek disuruh kesana!" pengirim paket itu menunjuk sebuah mobil yang terparkir
readmore Bab 27 Gara-gara Handphone Rusak
"Hai! Apa kabar?" sapa laki-laki yang sudah ada di depanku. Senyum menghiasi wajahnya hingga terliha
readmore Bab 28 Dia atau Dirinya
Tiga hari sudah handphoneku rusak, sudah dibawa ke counter untuk tak reparasi namun kata Abang count
readmore Bab 29 Meet-up Adi
Hari terus berganti, minggu telah berganti bulan, tidak terasa sudah dua bulan sejak handphone baru
readmore Bab 30 Bukber (Buka Bersama)
"Hai," sapa Adi dengan tersenyum. Kekhawatiran yang tadi merajai hati luluh lantak setelah melihat s
readmore Bab 31 Pengganggu
"Gita!" Suara yang sangat familiar terdengar dari samping gazebo. "Ngapain kamu disini, siapa dia?"
readmore Bab 32 Ketemu Cucu Eyang lagi
Lelah dari perjalanan ditambah lelah hati karena kecewa membuat mata ini dengan sangat cepat terpeja
readmore Bab 33 Libur Telah Usai
"Jam segini baru pulang? Darimana? Jangan bilang kamu ketemuan sama cowok lagi," "Nggak yow pak! Tad
readmore Bab 34 Kado Terindah
"Aku harus mengikuti dan memastikan itu benar Tyo atau bukan," Kakiku melangkah mengikuti dia orang
readmore Bab 35 Masih Ingin Sendiri
"Mbak… Mbak Giii… Mbak Ggggi…!" suara Shinta terdengar semakin nyaring diiringi suara derap langkah
readmore Bab 36 Di Rumah Sakit
Bu Lea terdiam cukup lama, mencoba mencari kebenaran lalu menghela nafas dengan kasar. "Boleh, tapi
readmore Bab 37 Jadian
Dokter itu melirik aku lalu menggelengkan kepalanya. "Dia pernah kerja di tempat sepupu ku makanya a
readmore Bab 38 Jarak Jauh Lagi
Obat yang aku cari ternyata tidak ada, ingin pergi nyari tapi takut buat Adi khawatir. Berpura-pura
readmore Bab 39 Maaf, Aku Hanya Ingin Setia
Perjalanan lima jam terasa begitu lama, hari sudah gelap bintang pun berkelap-kelip di langit seakan
readmore Bab 40 Dia Siapa?
[Assalamualaikum sayangku, sudah berangkat kerja ya? Kok telponku gak diangkat? Maaf, dari kemarin a
readmore Bab 41 Hanya Aku!
POV Haris Sial! Sial! Sial! Kenapa aku bisa kecolongan seperti ini? padahal sudah aku suruh orang
readmore Bab 42 Dia Hanya Milikku!
"Makanya pelan pelan bang, dengar nama Tata saja sudah kesedak gitu. Jangan bilang kalau kamu naksir
readmore Bab 43 Jangan Sentuh Aku!
Perjalanan berjalan lancar setelah menempuh perjalanan sekitar dua jam akhirnya sudah sampai di depa
readmore Bab 44 Wanita Masa Lalu Adi
POV Gita "Halo Assalamu'alaikum," Belum aku balas pesan dari Mas Ardi, tapi orangnya sudah melakukan
readmore Bab 45 Adi Cemburu
[Yang, akun yang namanya Iman itu siapa? Kayaknya dia suka sama kamu? Dia teman sekolah kamu?] Pesan
readmore Bab 46 Bertengkar
"Kok diam? Kenapa? Kamu nggak suka aku blokir dia?" "Kalau boleh jujur, iya aku nggak suka. Bukan ka
readmore Bab 47 Kenapa Harus Kembali?
[Sayang, aku berangkat dulu. Doakan agar nanti usahaku mencari rezeki dipermudah dan dilancarkan. Mu
readmore Bab 48 Haruskah Aku Mundur?
Waktu yang aku tunggu telah tiba setelah enam bulan tidak bertemu keluarga, akhirnya hari ini aku bi
readmore Bab 49 Mau Apa Lagi?
“Aku juga tidak mau putus Yang, aku juga ingin kamu yang kelak menemani hari-harinya. Tapi aku bisa
readmore Bab 50 Protes Dari Kak Anwar
Wajah Mas Haris masih saja terlihat bingung, padahal sudah sangat jelas jika apapun usaha yang dia l
readmore Bab 51 Nomor Tidak Dikenal
Kring! Kring! Kring! Suara dering telepon di meja berbunyi sangat nyaring menghentikan rutinitas pag
readmore Bab 52 Putus
#Bab 52: Putus “Melamun saja! Awas kesambet lho,” sebuah tepukan di pundak membuatku kembali terjaga.
readmore Bab 53 Pengobat Luka
Duar! Mendengar permintaan Adi aku serasa di sambar petir. Bagaimana tidak, aku harus datang di acar
readmore Bab 54 Sebuah Kebenaran
POV Adi Duniaku terasa hancur setelah hari kemarin. Setelah pulang dari rumah Gita, aku tidak langsun
readmore Bab 55 Menuju Hari H
Usahaku membujuk dan menyakinkan Gita semua sia-sia dia tetap dengan keputusan yang telah dia ambil.
readmore Bab 56 Berdua
POV Gita Hari telah berlalu semenjak hari itu hubungan ku dengan kak Anwar semakin dekat. Dia selalu
readmore Bab 57 Jadi Tamu Undangan
Suara adzan sudah terdengar, rasa kantuk pun masih terasa namun aku coba untuk membuka mata. Ku liha
readmore Bab 58 Perjodohan (Tamat)
Seluruh acara telah selesai, namun aku sudah kembali semenjak setengah jam yang lalu bersama keluarg
readmore
bagus ceritanya
6d
0bagus ceritanya
6d
0kren
16/09/2025
0Ceritanya bagus
27/07/2025
0bagus
26/07/2025
0cerita ini bagus tidak membosan kan
14/07/2025
0bagus
06/07/2025
0Baguss
05/07/2025
0keren
20/06/2025
0bagus
13/06/2025
0