logo text

Bab 25 JERUJI KANDANG 2

Disaat pemikiran Ahn Se Jong dan Cha Young Pil berjalan, seseorang dari arah atas mengejutkan mereka berdua dengan memunculkan kepala. Seorang pria menampakan diri dengan bagian kepala saja. Dia terlihat masih sangat muda? Ahn Se Jong terkejut mendongak keatas melihat pria yang tiba-tiba muncul diatasnya. Ia mulai menyadari bahwa diatas kepalanya ada atap lantai lain.
Ahn Se Jong kembali menilik orang yang berada diatas kepalanya. Ia tidak cukup yakin untuk menilai umur pria ini. Tapi dilihat dari wajah dan kelakuan, sepertinya jauh lebih muda. Mungkin bisa dibilang anak SMA yang bertingkah seperti anak SD?
"Meow~pushh pushh~kkakkung! (Cilukba) Ternyata anak kucingnya disni." Mengendap-ngendap dari atap lantai dan memunculkan kepalanya kebawah. Pria bermata kucing ini tersenyum melihat kedua orang sandera yang ada dibawah lalu menyapa mereka dengan nada suara seperti memanggil anak kucing.
"Apa katamu?" Ahn Se Jong terkejut melihat seseorang berada diatasnya. Ia juga sedikit geram dengan nada suara mengejek pria itu kepadanya.
"Kalian seperti anak kucing yang ketakutan. Jadi aku datang kemari untuk menolong anak kucing itu." Jelas pria bermata kucing ini dengan cara bicara yang santai sambil menopang dagu.
"Kau siapa? Apa kau tidak pernah belajar cara bicara pada orang dewasa, nak?" Teriak Ahn Se Jong karena kesal.
"Apa aku telihat semuda itu dimata kalian? Wahh...obatnya benar-benar berkerja ternyata. Hahahaaa..." Pria bertama kucing ini tertawa terbahak-bahak. Ia merasa senang karena sesuatu hal.
"Apa kau hanya ingin mengatakan omong kosong itu? Kau sebenarnya siapa?" Ahn Se Jong semakin kesal hingga menggertakan gigi dan menatap tajam kearahnya.
"Ah! Hampir saja aku lupa. Biarku kasih saran tentang perencanaan kalian tadi. Diam dan tunggu saja! Apa kalian mengerti?!" Nada suara pria bermata kucing ini seketika berubah menjadi dingin dan datar. Ia juga mengangkat sedikit dagu sambi menatap balik Ahn Se Jong dengan tajam.
"Apa maksudmu?" Ahn Se Jong menelan ludah.
"Artinya, kalian akan mati jika melakukan hal bodoh seperti pelarian. Jadi, biarku katakan sekali lagi. Diam dan tunggu penyelamatmu saja kucing manisku!" Jelas pria bermata kucing ini dengan wajah serius diawal perkataannya. Lalu tiba-tiba bersuara manis sambil mengucapkan selamat tinggal pada kucing manisnya (para sandera).
Hampir tidak terlalu jelas untuk melihat wajahnya karena cahaya lampu yang kurang terang. Namun anak bermata kucing itu terlihat sangat mencurigakan dan berbahaya. Mereka berdua sudah ketahuan sebelum bertindak. Anak bermata kucing itu pasti menguping pembicaraan tadi.
"Bukankah tadi anak itu membawa headphone? Apa ada sesuatu yang orang-orang itu lakukan pada kita? Ah~" Ahn Se Jong baru saja menyadari sesuatu.
Cha Young Pil ikut menyadari sesuatu tentang maksud pembicaraan Ahn Se Jong dan Anak bermata kucing itu. Orang-orang yang membawanya kemari ternyata telah meletakan alat penyadap. Jadi karena itu, setelah keempat orang tadi mengikat Ahn Se Jong dan Cha Young Pil seperti anjing langsung pergi begitu saja tanpa mengawasi atau mengkhwatirkan sanderanya akan kabur. Tapi dibagian mana? Suatu kemungkinan melintas dibenak Cha Young Pil, Ia melirik kearah Anh Se Jong untuk memastikan pemikirannya sama atau tidak. "Apa mungkin disini?" Tanya Cha Young Pil dan pandangan merekapun saling membaca satu sama lain. "Ku pikir begitu." Respon Ahn Se Jong sambil menunduk melihat kalung rantai dilehernya.
*
Pertandingan babak pertama sudah selesai dan dimenangkan oleh status merah Kwak Mi Nu. Semua penonton bersorak untuk pemenang pertarungan sekaligus bersorak pada diri sendiri karena telah memenangkan taruhan. Sedangkan para penonton yang kalah dalam taruhan merasa frustasi dan kesal. Mereka mengumpat pada petarung yang kalah Gil Da Mae. Namun Gil Da Mae terkapar pingsan dalam kandang. Wajahnya penuh dengan babak beluk darah akibat pertarungan tadi melawan Kwak Mi Nu. Ia segera dibawa keluar dari kandang oleh beberapa orang petugas yang membersihkan para petarung kalah.
Para petugas itu membawa Gil Da Mae kembali keruang tunggu para petarung dan menyimpannya disana begitu saja tanpa ada perawatan. Namun bisa dipastikan, jika Gil Da Mae mempunyai para pengikut atau teman-teman yang akan menjemputnya keruang ini. Sedangkan para petarung babak kedua sedang bersiap sambil melihat Gil Da Mae dengan sangat menyedihkan dan merendahkan. Mereka berdua melewati Gil Da Mae yang tergeletak dilantai begitu saja. Salah satu dari mereka sempat membuang ludah disampingnya.
"Kkhaaakk..cuihh! Si Bodoh ini benar-benar menyedihkan. Melawan status merah? Hahahaa...tidak tahu diri juga rupanya!" Ucap pria kasar ini sambil menyeringai.
Para petarung babak kedua mulai memasuki ruang arena utama bersama kedua gadis ring disampinya. Pembawa acara dan para penonton mulai menyambut mereka dengan meriah.
*
Dijajaran kursi para pendiri dan petinggi, mereka menonton pertarungan dengan menikmati segelas wine sambil saling berbincang santai. Para tamu penting ini sedang menunggu puncak acara terpenting. Karena beberapa dari mereka bertaruh cukup banyak pada pertarungan itu.
"Ketua! Sepertinya para kucing ini cukup pintar. Mereka bahkan sudah tahu tempat alat penyadap itu. Apa aku boleh memelihara satu?" Pria bermata kucing memberikan informasi pada orang disampingnya yang Ia sebut sebagai ketemu sambil memainkan konsol gamenya.
"Kita tunggu saja majikannya. Pasti dia akan memberi pada kita salah satunya." Respon Ketua dengan santai sambil tersenyum kecil.
"Benarkah? Yuhuuu~ Aku akan punya peliharaan baru." Melirik kearah ketua dengan senyum lebarnya. Ia merasa senang.
"Joon Su-yaa~ apa kau masih melakukan percobaan itu?" Tanya Ketua pada pria bertama kucing yang bernama asli Ki Joon Su.
"Hmp! Bukankah kita harus tetap menjalankan bisnis sampingan yang menguntungkan ini. Tenang saja, aku pasti akan menyelesaikan tipe baru secepatnya. Aku tidak akan mengecewakanmu, Hyung!" Meresponnya dengan suara lembut dan tetap memainkan game konsolnya. Senyuman Joon Su masih terpasang diwajah.
"Akan ku tunggu laporanmu." Ketuapun merendahkan suaranya.
Perbincangan diantara mereka berdua berbahan serius namun sebisa mungkin untuk terlihat santai dimata para petinggi. Ada sesuatu yang membuat para pendiri tidak terlalu terbuka pada mereka, kerahasiaan ESP harus tetap terjaga hanya diantara para pendiri. Sebelum itu, Ketua ESP yang akan bertanggung jawab dalam memastikan kesetiaan orang-orang disampingnya. Jikapun ada penghianat, Ia akan turun tangan membunuh penghianat itu dengan kedua tangannya sendiri.
Sebentar lagi acara puncak akan segera dimulai, Ketua menyuruh salah satu dari pendiri untuk memeriksa para petarungnya. Pria itu mengerti dan langsung menelpon bawahannya untuk melaporkan situasi para petarung disana.Pria berinisial Gordon ini adalah salah satu pendiri yang bertugas untuk mengawasi para petarung ESP.
"Bagaimana keadaan mereka sekarang." Tanya Gordon pada bawahannya dipanggilan.
"Aman bos! Sekarang mereka sedang bersiap." Jawab bawahannya didalam panggilan.
Setelah selesai menerima laporan dari bawahannya, Gordon segera melapor pada Ketua mengenai para petarung selanjutnya yang sedang bersiap. Ketua merespon dengan baik dan memberitahu para petinggi mengenai acara puncak yang akan segera berlangsung sebentar lagi.
Pembawa acara kandang mengitung mundur kekalahan petarung dibabak kedua dan mengumumkan pemenangnya.
"Baiklah! Mari kita ucapkan selamat untuk kenaikan status Nam Il Dae dari status hitam menjadi status merah. Selamat! Karena sudah mengalah status merah Gyeong Su Nim." Pembawa acara kandang mengumumkan nama pemenang pertarungan.
"Uhuk! Ini tidak mungkin terjadi! Aku Gyeong Su Nim status merah dikalahkan oleh status hitam?! Brengsek!" Gumam Gyeong Su Nim pada dirinya sendiri. Ia merasa tidak terima dengan kekalahannya. Rasa sakit diseluruh tubuhnya karena luka benar-benar nyata harus Ia terima.
Para petugas segera membawa Gyeong Su Nim yang terkapar lemas penuh luka ke ruang tunggu dibelakang. Pembawa acara kandang semakin bersemangat untuk membuka acara puncak pertarungan malam ini. Para penonton mulai bersorak bringas memberi kode untuk segera memulai acaranya.
Jajaran petinggi diatas berdiri dari tempat duduk sambil mengangkat gelas wine untuk menyambut acara puncak pertarungan. Mereka sangat antusias untuk melihat pertarungan antara Golden Vs Golden. Karena ini termasuk pertarungan yang jarang terjadi di ESP. Apalagi menggunakan harga taruhan yaitu manusia.
*
Para petarung terakhir berlajan masuk ke arena pertarungan. Suasananya lebih bringas daripada yang sebelumnya dan orang-orang disini seperti kerasukan sesuatu. Mereka berteriak, membuka baju dan memukul dada sendiri. Mata mereka seperti mau keluar saja. Setelah kedua petarung masuk kedalam kandang, para penonton mulai menggebrak-gebrakan jeruji kandang yang berarti segeralah memulai pertarungan.
"Mari kita mulai acara puncaknya! Jadi sambutlah para petarung kita! Wooo~~ Biarku perkenalkan para petarung ini terlebih dahulu. Disisi kanan petarung baru kita bernama Nick. Seperti yang kalian tahu, dia telah mendapatkan status golden hanya dalam beberapa hari! Dalam beberapa hari dia sudah menghabisi beberapa para petarung merah di ESP! Arghhhh~~ benar-benar gila bukan?! Ehem, maksudku benar-benar hebat! Jadi berikan suara kalian~ Wooo~" Jelas pembawa acara kandang pada para penonton dengan semangat yang panas menggelora memenuhi arena pertarungan.
"Selain itu disisi kiri kita punya petarung lama ESP! Kalian sudah tahu wajah ini bukan?! Sudah lama kita tidak berjumpa kawan? Ya, mari kita sambut kembali petarung status golden kita Jung Jae Ha! Woooo~~ Mana suaranya? Yeah~ Kkkkk..baiklah! Sebelum kita mulai pertarungan ini. Menurut salah satu peraturan ESP, pertarungan Golden Vs Golden akan dibuka oleh sang Ketua demon kita. Jadi mari kita sambut Sang Demon!" Sekali lagi, pembawa acara berpakai joker ini menyambut petarung disisi kiri dengan penuh siasat yang tidak biasa. Caranya tersenyum seperti memberi tahu semoga beruntung dipertarungan kali ini.
Sambutan yang meriah diberikan pada Ketua ESP untuk membuka resmi acara puncak pertarungan. Sebelum itu, Ketua ESP (Evil Street Punch) akan mengenalkan diri terlebih dahulu. Orang ini bernama asli Hae Dan Su, pemilik sekaligus Ketua dari tempat ESP (Evil Street Punch). Hae Dan Su sudah lama membeli tanah ini untuk dijadikan sebagai tempat berbisnis. Perjuangan bersama teman-temannya tidaklah mudah saat mulai menjalankan ESP. Berawal dari ambisi dan berjalan kearah penguasaan. Banyak sekali pengorbanan darah untuk membangun ESP. Dengan tujuan mendapat koneksi jalur meraih kekuasaan. Seperti cara merampas, menjatuhkan, menginjak, dan membunuh. Semua itu awal pekerjaan kasar mereka untuk membangun ESP yang sekarang ini.
"Selamat malam semuanya. Para anggota setia ESP. Saya Hae Dan Su Ketua dari ESP. Mari kita langsung ke acara puncak malam ini. Pertarungan dari kedua golden, Jung Jae Ha vs Nick. Sayangnya malam ini mereka lebih memilih untuk bertarung dengan tangan kosong. Tapi akan saya siapkan dua senjata pisau didalam kandang. Kalian bisa menggunakan senjata itu kapan saja. Baiklah, kalian sudah tidak sabar lagi bukan? Mari kita mulai pertarungannya dan silahkan menikmati!" Jelas Ketua Hae pada para penonton dibawah sana.
Para penonton bersorak menyambut kata sambutan Ketua ESP sekaligus pertarungan golden yang resmi dibuka. Pertarungan antara Golden Jung Jae Ha vs Nick segera dimulai.

Komentar Buku (72)

  • avatar
    AkiraNadia

    bagus

    19/06/2025

      0
  • avatar
    Julia Julia

    good

    04/04/2025

      0
  • avatar
    UccuArul

    seru senang sekali membaca novelah ini Terima kasih

    30/11/2024

      0
  • Lihat Semua

Bab-bab Terkait

Bab Terbaru