logo text

Bab 22 AKU MENCINTAI SUAMIKU

Sekarang keduanya berada di meja yang tersedia di toko, setelah 1 tahun Emery memperbesar tokonya dan masih cukup ragu untuk membuka cabang baru. 
Ia tampak kikuk melihat Archer yang sayang dengan tampilan yang jauh lebih baik, dia terlihat seperti seorang pengusaha hebat dengan pakaian formalnya berbeda dengan yang dulu. 
Dia sangat dewasa padahal hanya tak melihatnya 1 tahun, sebenarnya perusahaan Luffblend sendiri sudah besar dan sukses, namun mengingat Emery yang mau memiliki pria yang memiliki segalanya dia pun berusaha menembus pasar dunia, tentu saja dengan bantuan Angga.
Pria itu cukup bisa diandalkan, hingga dia seperti sekarang. Archer sangat senang bisa mendapatkan apa yang harus dia miliki. 
Keduanya cukup lama terdiam, terutama Emery yang bingung dengan orang yang tak jarang masuk berita di aplikasi smartphone. 
"Apa kabar?" tanya Emery yang gugup, bunga besar itu sekarang berada di depan wanita cantik itu. 
"Minggu depan aku akan ke rumahmu," ucap Archer tanpa basa basi membuat Emery heran, padahal dia sedang banyak sekali orderan kenapa sekarang malah ada seseorang yang membuat pikirannya kacau. 
"Untuk apa?" 
"Melamar," ucap Archer yang membuat semuanya langsung terkejut, terutama wanita itu. 
Ia bangkit dari duduknya membuat Archer menatapnya heran. "Itu mustahil, kamu harusnya sudah tau kalau aku sudah bersuami." 
"Aku tau," balas Archer yang membuat Emery semakin tak paham. 
"Lalu apa maksud kamu bicara seperti itu?" 
Archer bangkit dari duduknya, dia terus mendamg serius pada Emery. "Aku sudah pikirkan ini sejak lama, aku tidak bisa melupakanmu dan kamu bilang kamu menginginkan pria yang memiliki segalanya kan Emery, aku sudah memiliki itu, dan di bandingkan dengan suamimu dia sangat jauh di belakangku." 
Beberapa pegawai memotret momen ini, siapa yang tidak akan menyangka kalau pengusaha ternama itu akan melamar bos mereka yang memiliki suami. 
"Itu hanya ucapan agar kamu tidak berharap lebih padaku, Archer."
"Terlambat Emery, sejak hari pertama kamu menolongku aku sudah ada rasa padamu, apapun yang tidak aku dapatkan di masa lalu aku akan mendapatkannya sekarang terutama dirimu." 
"Sadar Archer! Banyak perempuan yang lebih baik dariku."
"Tapi mereka bukan dirimu, Emery," ucap Archer yang membuat Emery semakin tak habis pikir. Apa dia salah telah menyelamatkannya? Tidak dia tidak butuh segalanya, dia hanya ingin kebahagiaan yang sederhana bersama suami juga anaknya. 
"Pergilah!" ujar Emery yang tak tau lagi harus apa, dia tidak mau dengan pria yang baru saja ia lihat setelah 1 tahun tak bertemu. 
"Kamu menolakku?" 
"Ya, aku tidak mau bersama pria yang tidak aku inginkan, cinta tidak bisa di paksa Archer." 
"Tapi cinta bisa tumbuh karena terbiasa, kamu akan segera melupakan keluargamu dan bersama denganku." 
"Kamu gila, Archer? Aku tidak mau, aku tegaskan lagi aku tidak mau bersamamu." 
"Kamu akan bersamamu, cepat atau lambat." 
Emery tak menghiraukannya lagi dan masuk ke dapur dengan nafas yang menggebu, meninggalkan Archer yang masih saja terduduk diam sambil melihat ke luar jendela. 
Beberapa karyawan masuk dan mendekati Emery. "Bu—"
"Jangan bicara apapun! Jika ada yang mendukung pria itu segera keluar dari tokoku!"
Mendengar hal itu segera segera tutup mulut dan tak menghiraukan Archer yang tetap diam, di tepatnya menunggu Emery keluar. 
.
Hingga malam tiba, toko yang hendak tutup membuat Emery yang belum pulang melihat Archer yang tak bangkit sama sekali di tepatnya membuat Emery kesal. 
Tak lama dia melihat ponsel, yang terlihat pesan dari Damien yang mengatakan kalau tidak bisa jemput karena Eira tak ada yang jaga, lagipula dia juga sering pulang sendiri dengan taksi online. 
Ia tak mau membuat masalah hanya karena pria yang dia tak undang dalam kehidupannya, dia hanya berniat menolong kenapa cerita jadi begini?. 
"Bu kita pulang dulu ya Bu, tapi Tuan Archer bagaimana?" tanya salah satu pegawai terakhir yang hendak pulang, memang biasanya yang paling terakhir pulang wanita itu karena dia yang memegang kunci tokonya. 
"Sudah biarkan saja, nanti aku yang akan mengurusnya." 
"Tapi Bu—"
"Sudah pulang sana!" ujar Emery yang juga bingung dengan Archer, semoga Tuhan masih baik padanya hingga pria itu segera keluar dari kehidupan dan menemukan kebahagiaan lainnya.
Sekarang semua karyawan sudah pulang, tinggal keduanya saja yang berada di toko itu. Emery mendekati, membuat Archer tak bisa melepaskan pandangannya. 
"Apa kamu mau menginap di tokoku?" tanya Emery yang sudah muak, ia tak tau lagi harus apa. Ia juga heran bagaimana bisa pria yang rupanya sangat menawan ini menyukai wanita yang bersuami. 
"Tidak, aku hanya menunggumu keluar." 
"Untuk apa? Memaksaku untuk menikah denganmu?" tanya Emery yang sudah tak tau lagi harus apa. 
Archer terdiam sesaat. "Tidak, mengantarkanmu pulang."
"Apa kamu sudah berubah pikiran?" 
"Tidak juga." 
"Lalu?" 
"Tidak ada salahnya bertemankan?" tanya Archer yang tersenyum hangat membuat Emery yang merasa cukup aneh, menghentikan pikiran jeleknya.
Ia tidak boleh berpikir buruk, kali saja dia sudah menyesali perkataannya dan ingin menjalin hubungan yang lebih alami dengannya, tidak salah menerimanya bukan. 
"Baiklah, kebetulan juga suamiku tidak bisa jemput." 
Mereka pun pergi menggunakan mobil Archer, saat bersama pria itu tampak tak terobsesi padanya dan bicara tentang keseharian.
Yang membuat Emery tampak nyaman, wanita pun memberikan kode agar belok karena itu jalan menuju rumahan namun Archer malah terus lurus tanpa memperdulikan ucapan Emery. 
"Apa yang kamu lakukan? Kita mau kemana?" tanya Emery yang mulai panik, padahal dia sudah mulai percaya namun lagi-lagi dia di kecewakan. 
Emery menggoyang tangan Archer yang masih santai menyetir, dia tak takut kalau keduanya akan menabrak sesuatu, atau bisa saja kecelakaan dan meninggal. 
"Archer berhenti!" ujar Emery yang sudah frustasi karena mereka semakin jauh, dari jalan raya. 
Hingga mobil berhenti di tempat sepi, Archer mengunci mobil dari dalam dan membuka sabuk pengamannya.
Dengan cepat sebuah Sambaran bibir itu, didapatkan Emery. Wanita itu terkejut dan mendorongnya, namun kali ini dia tangan Archer menyangga kepalanya hingga tautan bibir mereka tak bisa lepas. 
Archer melumat bibirnya, Sedangkan Emery mulai memberontak. Setelah di rasa pria itu kehabisan nafas dia melepasnya. 
Plak! Sebuah tamparan keras di dapatkan Archer, wajah Emery juga sudah basah karena air mata, beraninya pria ini melakukan hal menjijikan padanya. 
"Apa yang kamu lakukan, Archer? Apa kamu sudah gila?" 
"Ya aku sudah gila," ucap Archer yang menatap Emery dengan serius, membuat wanita itu menggeleng tak percaya padanya. "Gila karena mencintaimu, Emery." 
"Apa kamu yakin itu cinta dan bukan obsesi berlaka?" 
Archer tersenyum getir di hadapannya. "Apa tidak bisa melupakanmu, apa masih masuk kategori obsesi? Satu tahun, kamu bayangkan satu tahun aku berusaha menahan gejolak rindu padamu Emery, mengetahui kamu sudah menikah membuat pikiranku akan dirimu selalu berputar antara tidak dan iya, apa itu yang kamu sebut obsesi?" 
"Tapi aku tidak menyukaimu, Archer. Aku mencintai suamiku," ucap Emery yang memasang wajah memohon pada pria itu.

Komentar Buku (88)

  • avatar
    ZhangFadKim

    bagusss bengetttt

    30/05/2025

      0
  • avatar
    JambiWahab

    bgus bgt

    06/03/2025

      0
  • avatar
    Adamezza

    Bagus

    26/11/2024

      0
  • Lihat Semua

Bab-bab Terkait

Bab Terbaru