logo text

Bab 51 EXTRA PART: LOVING YOU FOR EVER

Tujuh bulan kemudian
Leona sedang duduk di sofa ruang tamu rumah yang telah ditempatinya satu tahun belakangan. Dia sedang menonton televisi yang menayangkan berita kriminal. Di sampingnya ada West yang juga ikut menyaksikan siaran udara tersebut.
Hari ini sidang vonis atas kepemilikan narkotika yang dituduhkan kepada Mark digelar, sehingga mereka berdua menantikan bagaimana hasil dari sidang tersebut. Setelah itu, Mark akan melakukan sidang lainnya atas tuduhan penipuan yang pernah dilakukan kepada West. Ternyata begitu banyak skandal yang telah dilakukannya, sehingga tuntutan menjadi berlipat.
“Apa kau yakin ingin menjual rumah itu, Sayang?” tanya West memecah keheningan seraya memainkan rambut hitam istrinya.
Oya, sekarang mereka telah resmi menjadi suami istri yang sah di mata hukum. West langsung mengurus berkas pernikahan, setelah sidang putusan akhir perceraian Leona dan Mark. Kini ia telah memiliki wanita itu secara utuh. Penantian panjangnya telah membuahkan hasil.
“Ya, aku tidak ingin tinggal di sana.” Leona memasukkan satu butir kacang almond ke dalam mulut, lalu mengunyahnya.
“Kau benar-benar sudah memikirkan dengan matang akan tinggal di rumah kayu setelah ini?” West mengajukan pertanyaan lagi sembari mengerling ke perut Leona yang kini membesar.
Yeay! Tebakan kalian benar. Leona langsung hamil setelah menikah dengan West. Awalnya dia tidak percaya dengan apa yang dikatakan dokter ketika memeriksakan diri tujuh bulan yang lalu. Apalagi sebelumnya, ia sulit mendapatkan anak.
“Ada banyak faktor yang menyebabkan Anda sulit memiliki keturunan sebelumnya, Nyonya Taylor. Salah satunya kelebihan berat badan. Bisa jadi pola hidup dan pola makan yang tidak sehat juga.” Begitulah yang telah dipaparkan dokter waktu itu.
“Ya, kenapa tidak? Aku suka dengan tempat itu.” Leona memiringkan tubuh besarnya ke kiri, agar bisa melihat West dengan baik. “Kita bisa bercocok tanam di sana. Rasanya menyenangkan. Anak-anak kita juga pasti suka tinggal di tempat yang jauh dari keramaian.”
West menganggukkan kepala ketika membelai pipi Leona yang sekarang kembali chubby. Sejak hamil, wanita itu sulit menahan diri untuk tidak mengemil. Perubahan bentuk tubuh istrinya, tak membuat cinta di hati West berkurang sedikitpun. Dia pernah melihat Leona dalam berat badan yang lebih lagi dari ini.
“Oke, baiklah. As your wish, Honey. Aku akan ikut kemauanmu. Lagi pula usaha keluargaku juga bisa dipantau dari jarak jauh.” West mengangguk setuju. “Shaun dan Cassie bisa membantuku mengurus semuanya.”
Mengenai pasangan suami istri yang telah dulu menikah itu, mereka sempat protes ketika tahu Leona hamil.
“Kau curang, Leona. Aku sengaja menunda kehamilan, agar misi ini bisa diselesaikan dengan baik. Lihatlah dirimu, malah hamil duluan,” sungut Cassie pura-pura marah kepada istri bosnya.
Saat ini Shaun dan Cassie mulai melakukan program kehamilan, karena seluruh tugas sebagai penipu telah selesai. Mereka berharap bisa menyusul Leona dan West yang sebentar lagi memiliki buah hati.
“Eh, itu beritanya!” seru Leona menepuk paha West meminta agar volume televisi dikeraskan.
Mereka langsung diam ketika berita tentang kasus yang menimpa Mark ditayangkan. Narator berita membuka tayangan itu dengan membacakan introduksi beberapa kasus yang sedang membelit pria itu. Setelahnya, layar televisi mempertontonkan sidang yang berjalan ricuh. Mark tidak terima dengan tuduhan sebagai pengguna narkotika.
Hasil tes urine yang dilakukan satu hari setelah Tatiana memasukkan satu butir obat terlarang golongan A itu, langsung positif. Ditambah lagi dengan penemuan satu plastik obat lainnya. Hal itu memberatkan tuntutan terhadap Mark.
Selama pemeriksaan, pria itu selalu menyebutkan nama Tatiana Clark dan menuduh wanita itulah yang memasukkan obat terlarang ke dalam minumannya. Termasuk dengan sisa obat lainnya yang ditemukan di sela-sela sofa. Namun, tidak ada satu bukti pun yang bisa membuktikan keterlibatan Tatiana dalam kasus ini. Polisi mengira Mark hanya berhalusinasi akibat penggunaan barang haram tersebut, karena tidak ada nama wanita itu di dalam data kependudukan.
“Berdasarkan bukti yang telah ada, terdakwa Mark Sinclair akhirnya dijatuhi hukuman dua tahun penjara dan harus direhabilitasi. Dua bulan lagi, mantan pengusaha kelas atas ini akan menjalankan sidang tuntutan kasus penipuan senilai 50 juta dolar. Sekian berita yang dapat kami sampaikan hari ini,” info yang diberikan oleh narator berita.
“Astaga, aku tidak percaya ini, Sayang. Kau lihat bagaimana dia mengamuk tadi.” Leona tertawa renyah, puas sekali menyaksikan Mark mengamuk setelah hakim memberikan vonis.
“Setelah ini masa tahanannya akan bertambah, Sayang,” tanggap West menganggukkan kepala.
“Kira-kira berapa lama ia akan ditahan?”
“Entahlah, tapi karena kasus ini berat dia bisa mendapatkan vonis lebih dari lima tahun. Korbannya bukan aku saja, Sayang. Ada pengusaha lainnya juga. Total kerugian bernilai fantastis,” papar West melirik ke perut istrinya.
“Apa mereka baru saja bergerak, Sayang?” sambungnya lagi melihat gerakan di balik gaun yang dikenakan Leona.
“Ya. Sepertinya mereka senang kalau orang jahat itu akhirnya menerima ganjaran yang setimpal,” sahut Leona semringah seraya mengelus perut besarnya.
Tebakan kalian benar lagi, Leona hamil bayi kembar. Menurut hasil USG, calon bayinya berjenis kelamin laki-laki dan perempuan. Keturunan kembar ini didapatkan dari keluarga Taylor. Ayah West ternyata memiliki saudara kembar. Oleh karena itu juga berat badan Leona naik drastis semenjak masa kehamilan.
Tak lama kemudian West mematikan televisi, lalu menatap nakal istrinya.
“Apa maksud tatapanmu itu, Sayang?” Leona memundurkan kepala ke belakang ketika tahu gelagat mesum suaminya.
“Dokter menyarankan kita untuk sering melakukannya, Leona. Apalagi mendekati waktu lahir.” West beringsut ke dekat istrinya.
“Ayolah, Sayang,” bujuknya dengan wajah memelas.
Leona berdecak sambil menggeleng-gelengkan kepala. Akhirnya dia pasrah juga tidak bisa menolak keinginan sang Suami. Mereka berdua berjalan beriringan menuju kamar, karena tidak bisa melakukannya di sofa. Haha!
***
Beberapa jam kemudian
Keinginan West untuk bermesraan dengan Leona terpaksa dihentikan. Baru saja mulai mencumbu wanita itu, terjadi kontraksi diiringi dengan keluarnya tanda kelahiran. Pria itu langsung membawa sang Istri ke rumah sakit untuk diperiksa. Ternyata kedua bayi kembar itu sudah tidak sabar untuk lahir ke dunia.
Setelah menjalani serangkaian proses melahirkan secara caesar, akhirnya sepasang bayi lahir dengan selamat. Meski lahir prematur, keduanya dalam kondisi sehat dan berada di ruang inkubator terlebih dahulu.
“Terima kasih telah melahirkan dua bayi yang lucu sekaligus, Sayang,” ucap West masih penuh haru. Dia memberi kecupan di bibir istrinya yang masih dalam tahap pemulihan.
Leona tersenyum seraya mengangguk lemah. “Ini sungguh keajaiban, West. Aku pikir tidak bisa hamil, ternyata Tuhan memberiku dua anak sekaligus.”
“Mereka memiliki rambut pirang sepertiku dan mata abu-abu sepertimu,” sahut West mengusap lembut kening Leona.
“Apa Mommy dan yang lainnya sudah dalam perjalanan ke sini?” tanya Leona.
“Ya, mereka semua sedang dalam perjalanan. Sekitar dua jam lagi baru sampai di sini.”
“Syukurlah. Mom dan Dad pasti senang melihat si Kembar.”
“Pasti, Sayang.”
Leona menatap suaminya dengan rasa bersalah. Dia tidak menduga keinginan untuk bercinta malah berakhir di meja operasi.
“Apa kau sabar menunggu hingga aku kuat?” desis Leona mengusap pelan tangan West yang sejak tadi menggenggamnya.
“Tentu, Leona. Jangan khawatirkan itu. Saat ini fokus kita sudah terbagi dengan si Kembar. Aku hanya ingin melihatmu pulih dan mereka cepat keluar dari ruang inkubator,” sahut West tersenyum lembut.
Pria itu menarik napas panjang sebelum kembali melanjutkan perkataannya. “Mengenai Valery. Dia tadi meneleponku ketika kau belum sadar dari pengaruh bius.”
“Valery?”
West mengangguk. “Dia minta maaf, karena telah bersekongkol dengan Mark. Dia pikir kita benar-benar berselingkuh, sehingga mau datang sebagai saksi di pengadilan,” terangnya.
Tangan kiri Leona yang dipasang infus mengusap kening. “Astaga! Apa yang ada di pikirannya saat itu? Aku tahu dia tidak pernah suka denganku sejak kecil, tapi harusnya dia tahu kalau aku tidak akan pernah melakukannya.”
“Manusia bisa saja berbuat salah, Sayang.” West kembali mengulas senyum, lalu memberi kecupan di punggung tangan sang Istri. “Aku harap kau bisa berdamai dengan sepupumu itu.”
Leona mengembuskan napas keras, kemudian menganggukkan kepala. Dia tidak ingin menyimpan dendam lagi dengan siapapun. Bahkan dengan Mark sekaligus. Seluruh rasa kesalnya kini telah habis kepada pria itu. Apalagi mantan suaminya sudah menerima ganjaran atas perbuatannya.
“Bagaimana dengan FTM?” West bertanya dengan sebelah alis naik ke atas.
“Aku tidak mau mengambil alih perusahaan itu, West. Sebaiknya cari saja orang untuk mengelolanya atau seluruh aset perusahaan itu dijual,” tanggap Leona sudah malas berhubungan dengan masa lalunya.
“Kau yakin?”
“100 persen. Aku hanya ingin fokus mengurus si kembar dan juga dirimu.” Leona menatap netra biru kecil itu bergantian.
West kembali memberi kecupan di punggung tangannya. “Sepertinya kita harus renovasi rumah kayu sebelum membawa si Kembar ke sana. Aku tidak ingin mereka kedinginan sepertimu waktu itu.”
“Jangan lupa buat dua kamar tambahan,” usul Leona.
“Aku akan menambahkan penghangat ruangan elektrik untuk kita,” imbuh West.
“Kalau bisa dapur yang besar, agar aku bisa memasak dengan leluasa. Kulkas yang besar juga, agar menampung stok makanan yang banyak.” Leona meringis merasakan perih di bagian bekas operasi saat ingin tertawa.
“Kenapa?” risik West cemas.
Leona menggelengkan kepala. “Aku ingin tertawa, tapi tidak bisa.”
Pria itu menatap istrinya beberapa saat. Dia menjadi saksi hidup bagaimana perjuangan Leona mulai dari masa awal kehamilan, hingga melahirkan sekarang. Meski melewati operasi yang menurut sebagian orang jauh lebih mudah daripada proses kelahiran normal, tapi West tidak berpendapat seperti itu. Apa yang telah dilalui Leona sampai detik ini benar-benar membuatnya kagum dengan wanita itu.
“I love you, Leona,” ucapnya kemudian memberi kecupan singkat di bibir istrinya.
“I love you too, West. Loving you forever,” balas Leona tersenyum lembut, “terima kasih telah hadir dalam hidupku dan memberikan kebahagiaan yang tak akan tergantikan dengan apapun.”
West mengedipkan mata pelan dengan penuh kelegaan. Penantian panjang selama tiga belas tahun yang tidak mudah untuk dilalui, kini terbayarkan sudah. Wanita yang selama ini diidam-idamkan, akhirnya dimiliki. Sekarang mereka juga memiliki sepasang bayi kembar yang tidak pernah dibayangkan oleh Leona.
Setelah si Kembar berumur satu tahun, keduanya berencana untuk hidup jauh dari hiruk pikuk perkotaan. Hanya ada mereka berempat, keluarga kecil Taylor yang akan membuat kisah mereka sendiri. Hingga maut memisahkan.

=TAMAT=
TERIMA KASIH TELAH MEMBACA NOVEL MEMBALAS PERSELINGKUHAN SUAMIKU SAMPAI TAMAT.
Semoga ada manfaat yang bisa diambil dari kisah ini, terutama bagi perempuan yang mengalami nasib sama seperti Leona. Jangan pernah berputus asa, tunjukkan kepada dunia kalau kalian adalah wanita hebat.

Komentar Buku (249)

  • avatar
    leynselly

    bagusssss,, kisah yg menarik dan banyak pelajaran yg bs diambil,, selalu suka dgn novel karya Leena_gie,,, lg nunggu novel just on bed,, kapan rilisnya,,,?

    26/03/2022

      2
  • avatar
    BalqisSiti

    amazing world 🤩🤩🤩🤩

    25/03/2022

      3
  • avatar
    saputraIndri

    alur cerita di awal seperti salah satu cerita Drakor, tapi setelah mengikuti alur ceritanya asli keeerrreeennn bgt. apalagi dengan besarnya cinta west 🥰🥰 bikin bapeerrr...👍👍

    20/01/2022

      5
  • Lihat Semua

Selesai

Rekomendasi untuk Anda