logo text

Bab 13 ke tiga belas

05.55 pagi Arkan sudah siap dengan seragam sekolah. Semalam ia tidak bisa tidur dengan nyenyak karena masih tidak percaya kalau sekarang dia tidak jomblo lagi.
Arkan keluar rumah menuju garasi motor dan mengeluarkan Milky. Setelah merasa mesin Milky sudah panas, Arkan segera menancapkan gas menuju rumah Chika, dan meninggalkan teman-temannya yang masih nyenyak di bawah selimut.
Jalanan di kota Jakarta pada senin di pagi ini belum terlalu ramai sehingga Arkan dapat tiba di rumah Chika tanpa terjebak macet. Arkan dan Chika menuju sekolah setelah tadi sudah berpamitan dengan kedua orang tua Chika.
20 menit perjalanan menuju sekolah, dan sekarang keduanya pun sudah menginjakan kaki di SMA Unjulan Bangsa.
"Lo udah makan tadi?" tanya Arkan pada Chika.
"Belum," jawab Chika.
"Makan yuk, gue juga belum makan," ucap Arkan kemudian menggenggam tangan Chika menuju kantin.
Kantin di pagi ini belum ramai, karena yang lain belum datang.
"Pagi Mi," sapa Arkan pada Bi Surti.
Bi Surti yang sedang menggoreng bakwan pun menoleh. "Eh Arkan, tumben dateng pagi."
"Iya soalnya sekarang udah ada yang bangunin," kata Arkan kemudian menengok pada Chika.
"Udah jadian bang? Ingat ya bang lo gak akan jadian sama nona manis lo ini tanpa bantuan dari gue, jadi gue harap lo peka," ucap Adel yang baru keluar dari dapur kantin.
"Tenang Del, nanti kalo ada waktu gue bawa lo jalan, ntar gue ajak Tisya juga."
"Oke," jawab Adel kemudian pergi ke kelas.
Dari tadi Chika diam, bingung kenapa Arkan seakrab ini dengan sang pemilik kantin.
"Mami seperti biasa ya, nasi ayamnya dua porsi," ucap Arkan kemudian mengajak Chika duduk.
Deg deg-an pastinya, apa lagi ini pertama kali nya Arkan pacaran, jelas masih sedikit kaku kaku. Untungnya semalam Arkan sudah belajar tutorial pacaran.
Chika pun masih tidak menyangka jika sekarang ia dan Arkan memiliki hubungan lebih dari teman. Entahlah, Chika hanya mengikuti kata hatinya saja.
"Chika," panggil Arkan.
"Hm?"
"Gue mau bilang ke lo kalo lo itu pacar pertama gue, jadi lo jangan heran kalo gue gak romantis atau pun masih kaku, soalnya gue gak berpengalaman."
"Aelah biasa aja," jawab Chika yang membuat Arkan tersenyum.
Setelah bi Surti mengantarkan pesanan Arkan, mereka pun makan dengan hikmat, Akan tetapi di sela-sela makan, Chika membuka obrolan kembali.
"Lo dengan bi Surti ada hubungan darah?" tanya Chika.
"Enggak sih, hanya saja Bi surti yang gue panggil mami adalah Ibu angkat dari anggota geng Live Coals, dan Adel pun udah kita anggap sebagai adik," ucap Arkan menjelaskan yang hanya di anggukki Chika.
***
Hari senin adalah hari paling di benci oleh sebagian besar murid SMA Unjulan Bangsa. Hari di mana akan mendengar ceramah panjang dari pembina upacara, hari dimana akan ada pemangkasan rambut mendadak, dan hari dimana waktu terasa begitu lambat.
Kelas 11 IPA 1 sudah hening sejak 5 menit yang lalu pelajaran di mulai. Hari ini mata pelajaran pertama mereka yaitu matematika.
Seperti yang sudah kalian ketahui, di sekolah ini semua murid akan menjadi sangat disiplin dan sangat tekun dalam melakukan pembelajaran, makanya semua siswa lulusan sekolah ini tidak di ragukan lagi otaknya.
Arkan dan teman-temannya sedang duduk santai dan hikmat dalam menyantap angka-angka pada buku paket.
"Arkan, Eyang kamu kapan balik ke indonesia?" tanya bu Rika di sela-sela proses pembelajaran.
Arkan yang sedang fokus menulis pun mengangkat kepala menatap ibu Rika, "Kurang tau bu, mungkin nanti pas pelulusan kelas 12," jawab Arkan alakadarnya.
Siapa sih eyang satya itu? Jadi mari kita bahas sedikit tentang eyang Satya. Eyang Satya adalah merupakan orang penting dan orang yang berjasa untuk SMA Unjulan Bangsa. Sebab Eyang Satya adalah penyuntik dana terbesar saat SMA Unjulan Bangsa pertama kali di bangun. Karena kekayaan yang ia miliki maka ia ikut berpartisipasi dalam pembangunan sekolah SMA Unjulan Bangsa berapa puluh tahun yang lalu.
2 jam sudah berlalu, sekarang kelas 11 IPA 1 beralih pada pelajaran olahraga. Oleh karena itu para siswa kelas IPA 1 sudah di beri waktu untuk ganti kostum dan segera menuju lapangan.
"Arkan kok lo tumben tadi pagi berangkatnya cepat, biasanya kan lo kalo tidur kayak kebo," tanya Bima di sela-sela aksi ganti baju.
"Iya, kok tumben," Reklin ikut berkomentar.
"Sebagai ketua Osis yang baik, gue itu harus datang lebih awal," jawab Arkan santai.
"Eleh, biasanya lo juga dateng lima menit sebelum bell," protes Arga.
"Arkan itu udah ada pacar makanya sekarang udah rajin datang pagi," ucap Nabil santai.
Bima, Reklin, dan Arga menatap Arkan seakan meminta penjelasan.
"Iya gue udah jadian ama Chika," jelas Arkan kemudian memasukan satu permen Milkita ke mulut.
"Demi apa lo benar-benar bisa jatuh cinta Arkan?" tanya Bima heboh.
"Ya bisa lah, dia kan punya hati, emang lo doang yang punya hati?" jawab Arga sensi.
"Salah lo Arga, Bima mah kagak punya hati, kalo dia punya hati dia tau cara ngehargain cewek," koreksi Reklin yang sedang membuka satu bungkus Roti.
"Enak aja, gue tau kok cara menghargai cewek," bantah Bima tidak terima disudutkan.
"Kalo lo ngerti lo gak bakal jadi buaya buntung tolol," jawab Arga semakin ngegas.
"Iya benar, kalo lo punya hati lo gak bakal jadi pakboi kelas kakap," tambah Reklin.
Nabil dan Arkan masih diam, istilah nya ya, 'masih gue pantau'.
"Gue bukan pakboi ataupun buaya buntung seperti yang lo berdua bilang, tapi gue hanyalah lelaki yang mencari tempat dimana hati gue di hargai," kata Bima terus membela diri.
"Gak ada ya pembenaran untuk cowok yang pakboi," ucap Reklin.
"Lelaki yang berkelas adalah lelaki yang bisa setia pada satu wanita," Final Nabil.
Bima menghela nafas kasar, emang benar sih, tidak ada pembenaran untuk cowok yang sering pindah-pindah hati.
"Mampus lo Bim disudutkan, mana masih muda," ejek Arkan pada Bima.
Bima tidak menghiraukan ucapan Arkan, cowok itu malah melenggang pergi menyusul Arga Reklin Dan Nabil yang menuju ke lapangan.
"Salah gue apa kok gue di cuekin," ucap Arkan pada dirinya sendiri.

Komentar Buku (188)

  • avatar
    RosmawatiYanti

    beeeest

    23/03/2025

      0
  • avatar
    Ooll Ooll

    msnrap

    23/03/2025

      0
  • avatar
    Zhianda naldoGhanim

    bagus

    09/08/2024

      0
  • Lihat Semua

Bab-bab Terkait

Bab Terbaru