Flashback on "Gimana dok? Apa saya masih bisa menggugurkan kandungan ini?" tanya Clara serius. Saat ini Clara sedang mengandung, dan usia kandungannya sudah memasuki dua bulan. Dokter itu pun menggelengkan kepala, "Nak Clara? Kenapa anda selalu menggugurkan janin yang tidak bersalah ini?" Clara diam. "Anda tidak bisa lagi menggugurkan janin yang ada di perut anda, jika anda nekat maka akan beresiko besar pada diri anda." "Kenapa melakukan jika akhirnya hanya akan ada pembunuhan?" "Sudah 5 kali anda melakukan Aborsi, apa anda akan melakukannya lagi? Rahim anda sudah infeksi, anda akan pendarahan, bisa berakibat fatal dan berujung pada kematian." Clara semakin menunduk mendengar penuturan dari dokter. Bagaimana ini tuhan, apa yang harus Clara perbuat. Dokter Raysa adalah dokter yang kebetulan juga berasal dari indonesia. Flashback Off Sudah ia duga, sakitnya itu bukan sakit biasa. Sakit yang ia rasa adalah sakit saat mengandung di usia muda. Apa yang harus ia lakukan? Aborsi sudah tidak bisa lagi di laksanakan. Apakah ia akan menerima janin di perutnya? Bagaimana jika Arkan tidak ingin bertanggung jawab? Bagaiman jika keluarga Arkan dan keluarganya tidak menyetujui karena keyakinan mereka berbeda? Apakah ia akan membesarkan anak di perutnya tanpa seorang ayah? Bagaiman dengan sekolahnya yang sebentar lagi akan melaksanakan ujian kelulusan? Bagaimana ini tuhan. Clara sudah 5 kali membunuh darah dagingnya sendiri. Clara hanya takut dengan kemungkinan buruk yang ada, tuhan mereka berbeda tetapi keduanya bermain sudah terlalu jauh. Clara menyesal. Dirinya kini sungguh kotor dan sungguh berdosa. Clara mengelus perutnya sendiri. "Tolong hamba tuhan." "Apa sekarang gue berada di ambang kehancuran?" tanya Clara pada dirinya sendiri. "Gue gak ingin menangis untuk kesalahan bodoh gue ini, gue tau ini hukuman dari tuhan, gue tau itu." Clara memeluk dirinya sendiri, air mata sudah membasahi pipi. Tidak ada yang perlu di sesali, bagai api yang membakar kayu, semuanya telah menjadi abu. Dirinya hamil, dan pria yang menghamili dirinya sedang terjebak asmara dengan wanita lain. Kotor, menjijikan, murahan. Mungkin itulah kata yang mendeskripsikan dirinya saat ini. "Clara gak pernah mau ada di posisi ini, Clara gak pernah mau tersesat dalam kegelapan." "Terangi lah kembali jalan Clara tuhan, Clara tidak ingin seperti ini, Clara menyesal." "Cinta membutakan segalanya, cinta membuat Clara hilang Arah dari genggaman mu tuhan." "Clara menyesal," Ucap Clara kemudian tertidur dalam kelelahan. ~~~ Chika dan Arkan saat ini sedang mengelilingi mall. Tertawa bahagia, menikmati eskrim di tangan masing-masing, sungguh itu pemandangan yang sangat menyakitkan bagi kaum jomblo. Arkan merangkul erat tubuh Chika saat banyak lelaki yang memandang Chika dengan tatapan memuja. "Kenapa sih? Sakit tau," ucap Chika kemudian menyingkirkan tangan Arkan dari bahunya. Arkan pun melepas topi yang sedang ia kenakan kemudian di pasangkan pada kepala Chika. "Gue gak suka wajah cantik lo di nikmati oleh pria lain," kata Arkan. "Mulai de posesifnya." Arkan pun hanya tertawa, kemudian keduanya melanjutkan perjalanan menuju salah satu toko buku di mall tersebut. Bulan ini banyak novel yang di terbitkan, Chika meminta Arkan menemaninya ke toko buku, dengan senang hati Arkan mengiyakan permintaan kekasih hatinya itu. "Gue tunggu di situ ya Chik, capek berdiri, lo nyari novelnya lama," ucap Arkan pada Chika yang hanya di anggukki oleh Chika. Sebenarnya bukan capek, tapi kesal sebab semenjak masuk ke tokoh buku Chika tidak lagi menggubris dirinya. Tokoh buku bagi para penggemar m novel adalah surga dunia maka dari itu Arkan tidak lagi di hiraukan oleh pacarnya. "Kalo tau gini kagak mau gue temani dia kesini, apasih spesialnya ni tempat," ucap Arkan yang menatap ke sekeliling ruangan. Arkan mengeluarkan ponsel sembari menunggu pacar tercintanya itu memilih novel yang akan di beli. "Anjrit masih gak di angkat juga," umpat Arkan. "Kenapa sih sering banget ngilang, mana kalo udah di London gak ngasih kabar lagi," Arkan memasukan setangkai permen Milkita ke mulutnya. 35 menit menunggu pacarnya, akhirnya yang di tunggu pun tiba. Chika membeli 7 Novel yang Arkan tidak tau dan tidak ingin tau judulnya apa. Setelah merasa semuanya sudah terbeli, keduanya pun menuju parkiran untuk balik ke rumah karena sebentar lagi malam akan tiba. "Kok gak jalan?" tanya Chika bingung. "Milky gak mau jalan kalo gue gak di peluk," tutur Arkan. Di balik punggung Arkan, Chika mengulum senyum. Sungguh pacarnya ini sangat menggemaskan. Chika melingkarkan tangan nya ke pinggang Arkan, kemudian meletakan dagunya ke bahu kiri Arkan. Satu kata, Nyaman. Kedua remaja itu pun melaju membelah ramainya kota jakarta di sore ini. Chika selalu bahagia berada di dekat Arkan. Chika sangat berterima kasih pada semesta karena telah mempertemukan ia dengan Arkan tanpa terduga. Dirinya sudah sangat mencintai Arkan, tolong jangan rebut satu kebahagiaan yang sedang ia genggam saat ini, siapapun itu, tolong jangan rebut. ~~~ Setelah mandi Arkan ikut bergabung dengan kedua saudaranya yang berada di taman belakang rumah. "Kapan lo ujian Ar?" tanya Liona yang saat ini sedang mewarnai kuku Tisya. "Masih lama, mungkin sekitaran 6 bulanan lagi." "Lulus SMA mau melangkah kemana lagi?" "Gak usah di tanya kak, bang Arkan pasti mau jawab ngelangkah ke pelaminan," tutur Tisya santai. Arkan menatap tajam adik nya yang cerewet itu. "Diam lo badut." Tisya pun diam. Bukan takut, tapi sekarang moodnya sedang tidak baik untuk meladeni bacotan abangnya itu. "Mau jadi polisi aja kak, abisnya mau jadi pilot gak dapet restu dari keluarga," keluh Arkan pada kakaknya. "Iya polisi aja, polisi juga bagus kok." "Iya kak! Selain jadi polisi gue juga berniat jadi ayah yang baik untuk anak-anak gue nanti," tutur Arkan ngaur. Tisya yang mendengar itu sontak merinding karena ucapan lebay dari abangnya. "Tuh kan kak, Tisya bilang juga apa, si abang itu kebelet nikah." Liona hanya tertawa mendengar tuduhan dari Tisya.
Unduh Novelah App
Anda dapat membaca lebih banyak bab. Anda akan menemukan cerita-cerita hebat lainnya di Novelah.
beeeest
23/03/2025
0msnrap
23/03/2025
0bagus
09/08/2024
0Lihat Semua