Di tengah keramaian orang berlalu lalang di trotoar, hanya Gladys yang diam tercengang memandang Jovial yang berjalan kearahnya dengan senyum yang penuh akan kerinduaan. “Hai?” tegur Jovial dengan senyum lega ketika sudah berada tepat di depan Gladys. Dengan mata berbinar-binar, Jovial terlihat jelas sangat bahagia bertemu dengan Gladys. Berbanding terbalik dengan Gladys yang bahkan menyapa, matanya berkedip saja tidak bisa karena sangking terkejutnya ketika Jovial tiba-tiba muncul dihadapannya setelah menghilang begitu saja tanpa tanda dan hanya meninggalkan secarik kertas yang tanpa kejelasan. “Hai, Gladys.” Tegur Jovial lagi tetap dengan wajah yang berseri-seri. Barulah Gladys tersadar dan berusaha membalas sapaan Jovial meski lidahnya masih terasa keluh. “H-hai…?” antara tersenyum dan kebingungan campur menjadi satu dalam satu wajahnya. Jovial masih tersenyum dengan menggelengkan kepala tak percaya. “Bagaimana kabar mu?” Tanya Jovial dengan pertanyaan umum. “Emmh, ak-aku baik.” Gladys mengangguk-anggukan kepala. “Ya…aku baik…” tersenyum canggung. “baik…” melempar senyum yang dipaksakan tetapi harus terlihat senang. “Tidak sengaja tadi aku melihat mu ketika melewati jalan ini.” Jovial berusaha mencairkan suasana yang sebenarnya sudah membuat Gladys merasa canggung. “Sepertinya kita butuh tempat untuk berbincang-bincang.” Tawar Jovial yang entah kenapa Gladys menganggukkan kepala menuruti kemauan pria yang cukup lama menghilang tanpa kabar. Di sebuah restoran mewah, Jovial dan Gladys kini duduk bersama dalam satu meja, mereka saling berhadapan dibatasi oleh meja yang berukuran sedang. “Aku tidak percaya aka bertemu dengan mu lagi. Ternyata takdir yang mempertemukan kita lagi.” Ungkap Gladys yang masih diam dengan rasa canggung didalam sana. “apa kamu sudah membaca surat dari ku?” tanyanya berusaha mencairkan suasana. Gladys menganggukkan kepala. “Iya. Aku sudah membacanya.” Jovial tersenyum lalu berkata. “Maaf apa yang aku tuliskan sedikit aneh dan kekanak-kanakan. Tapi aku memang percaya dengan takdir.” Gladys melempar senyum dengan pikiran yang melayang-layang penuh ketakutan dan kekawatira. Seharusnya dia merasa bahagia bahkan harus sangat bahagia bisa bertemu dengan Jovial lagi. Pria yang sempat menjadi tambatan hati Gladys saat itu. Andai saja Jovial tidak menghilang ketika itu, pasti Gladys tidak akan jatuh cinta dengan Kelvin dan dirinya tentu tidak akan mengandung seorang anak sekarang. Kenapa Jovial muncul disaat waktu yang sangat tidak tepat. Kenapa? Andai saja semua waktu bisa terulang kembali, aku akan berusaha semaksimal mungkin untuk tidak jatuh cinta dengan Kelvin. Tetapi semua tidak mungkin, sebab Gadys sudah terlanjur mencintai Kelvin hingga saat ini sekalipun. Sejauh apapun Gladys pergi, rasa cintanya kepada Kelvin tak akan pernah pudar dengan bergantinya waktu meski Gladys hanya bisa merindu dan tak akan pernah bisa memiliki Kelvin secara utuh. “Gladys?” Jovial memanggil Gladys untuk yang ketiga kalinya hingga ia harus mengguncang kecil tangan Gladys yang berada di atas meja. Barulah Gladys tersadar dalam lamunannya sendiri. “Kamu baik-baik saja?” Tanya Jovial. Gladys tersenyum. “Iya, aku baik-baik saja. A-Aku hanya tidak percaya akan bertemu dengan mu lagi. Sungguh, semua ini seperti mimpi.” Jelas Gladys. “ka-kamu tiba-tiba menghilang tanpa kabar lalu tiba-tiba muncul dalam waktu yang cukup lama. Itu membuat ku sedikit tidak percaya.” Lanjut Gladys. “Maafkan aku.” Ucap Jovial. “Ada sesuatu yang harus aku kerjakan saat itu juga. Dan ketika perahu berlabuh aku harus pergi. Dan aku hanya meninggalkan surat kepada mu dengan kemungkinan entah aku bisa bertemu dengan mu lagi atau tidak. Aku tidak tahu.” Terangnya pelan-pelan supaya Gladys tidak salah paham. “sedangkan saat itu kita sedang melalui hari-hari yang indah.” Lanjutnya. “aku minta maaf untuk itu.” Gladys tersenyum manis. “Senang bisa melihat mu lagi, Jovial.” Dengan mengedipkan mata sekali, Jovial membalas. “Aku juga.” Kemudian beberapa pelayan datang dan menyuguhkan makanan yang cukup menggugah selera. Mereka pun kemudian menikmati hidangan itu bersama-sama. “Apa kamu tinggal di daerah ini?” Tanya Jovial ingin tahu. Gladys tak langsung menjawab, dia terlihat berpikir sejenak memberikan jawaban yang tepat. “Hanya untuk beberapa waktu saja, tapi saat ini…” Gladys menganggukkan kepala. “Iya…” Jovial tersenyum lagi. Entah sepertinya Jovial tak bisa berhenti tersenyum ketika melihat Gladys berada tepat di kedua belah matanya. Sungguh, ada perasaan bahagia yang tidak bisa dia uraikan dengan kata-kata sehingga hanya senyum lah yang bisa menggambarkan semua itu. “Apa kamu juga tinggal disini?” Tanya Gladys ingin tahu. Sebab jika iya Jovial tinggal di daerah sini, Gladys harus segera angkat koper dari sini. “Tidak.” Jawab Jovial yang membuat Gladys merasa lega dengan jawaban itu. “hanya ada beberapa pekerjaan yang aku selesaikan disini, dan mungkin dua hari lagi aku akan kembali.” Jelas Jovial cukup terperinci. “Oh…” Gladys mangguk-mangguk sembari kembali focus dengan makanannya yang akan dia santap. “Tapi sepertinya aka nada perubahan schedule. Aku harus merubah beberapa schedule ku.” Ungkap Jovial. “Kenapa? Apa terjadi masalah?” Tanya Gladys. “Tidak.” Jawab cepat Jovial. “Lalu?” Gladys mulai mengimbangi perbincangan mereka sehingga tidak terasa canggung lagi. Jovial lagi-lagi tersenyum, ia mengambil segelas minuman diatas meja lalu meneguknya sekali dan meletakkan kembali sebelum akhirnya menjawab. “Karena aku bertemu dengan seseorang yang selalu membuat ku gelisah.” Gladys pun dibuat terpaku mendengar ucapan itu. Haruskah dia merasa tersanjung atau merasa bingung sebab keadaannya sudah tidak seperti dulu. “Aku ingin menebus dosa ku karena telah meninggalkan mu secara tiba-tiba.” Lanjut Jovial. Mata mereka pun saling bertemu dalam keheningan yang tak bisa diungkapkan untuk sesaat. *
Unduh Novelah App
Anda dapat membaca lebih banyak bab. Anda akan menemukan cerita-cerita hebat lainnya di Novelah.
Komentar Buku (241)
mudaRehal
Heppy
01/01
0
AisyahSiti
bguss bngtt
09/06/2025
0
ratna amalia andini
Ceritanya seru dan mengagumkan. Apalagi karakter gladysnya
Heppy
01/01
0bguss bngtt
09/06/2025
0Ceritanya seru dan mengagumkan. Apalagi karakter gladysnya
06/06/2025
0Lihat Semua