Sebelum mereka berlibur,Aldrich ternyata hanya ingin membawa kedua anaknya makan siang dan baru mengatakan bahwa baru besoklah liburannya akan dimulai. "Lalu kenapa kau menyuruhku untuk masuk kerja hanya setengah hari bukannya kau bisa berbicara saja lalu kita dapat kembali kerja Al?"tanya Naya dengan kesal dan ketiga anaknya hanya diam saja dengan menatap perdebatan kedua orang tua mereka. "Kau benar tapi aku hanya ingin menghabiskan waktuku lebih banyak bersama keluargaku apa aku salah? Urusan pekerjaan dapat aku atasi di malam hari."ucap Aldrich santai. "Kau salah dan kau mengajari anakmu menjadi orang yang tidak bertanggung jawab dan egois."ucap Naya masih memasang wajah kesalnya. "Aku bertanggung jawab karena nantinya aku akan mengerjakan pekerjaanku dengan cepat,lagipula aku sudah mengerjakan pekerjaanku hari ini dari hari kemarin dan sebenarnya aku tidak memiliki pekerjaan apapun hari ini jadi tidak salah bukan jika aku menjadi sedikit egois dan egois memanglah watakku tidak bisa diubah."ucap Aldrich masih dengan santai berdebat dengan Naya. "Al...." "Ibu,Papa bisakah kalian berdua berhenti bertengkar aku ingin makan.Aku lapar."ucap Kenand membuka suara menengahi perdebatan kedua orang tuanya dan merengek. Naya dan Aldrich akhirnya menyelesaikan perdebatannya dan mulai makan dengan tenang meski Naya masih terlihat begitu kesal. Selesai makan Aldrich mengantar anaknya pulang ke rumah setelah anaknya ingin pulang. Sampai di rumah,ketiga putranya telah berganti pakaian santai lalu terlihat Kenzo yang tampak santai dengan acara membaca komiknya dan Kenzi belajar dance dengan menonton youtube dia terlihat sangat menikmati dan menirukannya dengan lincah sedangkan Kenand sendiri dia asyik makan snack keripik singkong rasa original dengan santai. Aldrich terlihat terkejut tidak menyangkah akan melihat tingkah anaknya yang unik dan dalam hati Aldrich menyesali dirinya yang dulu tidak pernah mau memperjuangkan mereka hingga dia ketinggalan suatu momen berharga yang tidak pernah dapat dia rasakan lagi. "Aku pulang dulu besok pakai baju yang santai saja dan jangan membawa apapun aku yang akan membawanya dan aku akan mengerjakan tugas pekerjaanku dengan benar agar calon istriku ini tidak kesal."ucap Aldrich dengan pesan dan perintahnya serta ucapan menggoda Naya. "Terserah kau."ucap Naya masih dengan kesal."Hm,terima kasih Al."lanjutnya. "Untuk apa kau berterima kasih?"tanya Aldrich bingung. "Karena kau sudah membuat anakku hari ini senang,kau mewujudkan apa yang selalu mereka inginkan dalam seumur hidupnya yaitu memiliki seorang ayah."ucap Naya dengan tersenyum tulus. "Mereka juga anakku Naya,kau salah aku yang harus berterima kasih karena kau mau memberiku kesempatan untuk menjadi seorang ayah,membesarkan mereka seorang diri dengan penuh cinta dan memaafkanku meski tidak bisa menerimaku kembali seperti dulu tapi tidak apa aku akan berusaha lebih keras lagi."ucap Aldrich juga dengan tersenyum lalu dia pamit untuk pergi sedangkan Naya hanya diam dengan ekpresi yang sulit dibaca. Di esok harinya Naya dan ketiga anaknya telah siap dengan pakaian santainya hari ini mereka semua kompak menggunakan celana pendek warna hitam dengan motif bintang-bintang serta kaos polos berwarna putih dan sepatu berwarna senada. Tak butuh waktu lama Aldrich telah datang menjemput dan membawa mereka entah kemana yang terpenting menghabiskan waktu bersama. Dia juga menggunakan baju yang santai seperti Naya dan ketiga anaknya bedanya dia memakai celana pendek jins berwarna hitam,sepatu dengan warna senanda dan kaos bermotif bintang-bintang entah bagaimana bisa sama dan mereka berlima benar-benar terlihat seperti sebuah keluarga. Aldrich ternyata membawa semua datang berkunjung disebuah taman safari dimana mereka dapat berinteraksi secara langsung dengan binatang dan belajar dan ketiga anaknya terlihat begitu bahagia. Mereka berkeliling,melihat semua binatang dan disaat diarea hewan herbivora triple memberi makan rusa dengan wortel yang telah mereka beli dan Kenzo yang paling antusias. "Rusa di sini sangat besar,makan yang banyak ya rusa."ucapnya dengan senang dan memberi banyak wortel. "Aku tidak suka!"ucap Kenand dengan wajah kesalnya dan dia sudah tidak memberi rusa-rusa itu makan. "Kenapa kau tidak suka? Lihat rusa-rusa di sini menggemaskan bukankah ini menyenangkan."ucap Kenzi dengan menatap Kenand bingung karena dia ingin tahu mengapa adiknya tidak suka dan dia masih memberi rusa-rusa itu makan. "Iya ini sangat menyenangkan tapi aku ingin melihat singa."ucap Kenand dengan lesuh. "Tapi singa itu binatang buas Kenand tidak takut?"tanya Aldrich dengan tersenyum melihat tingkah anak bungsunya yang lucu dan dia menyetir mobilnya sedari tadi dengan tidak henti-hentinya mengulas senyum. "Tidak aku sungguh ingin melihat singa karena itu menantang."jawab Kenand dengan menggebu-gebu. "Baiklah nanti Kenand juga akan melihatnya,Kenand tunggu saja sekarang kasih makan rusanya."ucap Naya lembut dan Kenand langsung memberi rusa-rusa itu makan dan hewan-hewan herbivora lainnya yang tak sengaja melintasi mobil yang mereka tumpangi. Tak lama akhirnya mereka sampai di area karnivora dan Kenand terlihat paling antusias melihat singa,harimau dan hewan buas lainnya. "Papa aku ingin berfoto dengan singa."ucap Kenand dengan semangat. "Singa,kau tidak takut singa itu hewan buas?"tanya Kenzo dengan wajah cueknya. "Tidak kak aku sangat ingin berfoto dengan singa."jawab Kenand bersungguh-sungguh. "Jangan Ken,kau tahu singa itu jarang mandi banyak kumannya kau masih mau berfoto dengannya?"ucap Kenzi menakut-nakuti adiknya. "Kenzi jangan berbicara seperti itu pada adikmu dan Kenand iya nanti kita semua berfoto dengan singa tapi tidak disini oke."ucap Naya menegur Kenzi dan menuruti keinginan anak bungsunya. Selesai bersafari Aldrich mengajak ketiga anaknya untuk berfoto dengan singa ditemani oleh sang pawang dan Kenand benar-benar menyukainya bahkan dia terlihat tidak takut sedangkan Kenzi dan Kenzo hanya menatap datar biasa saja mereka bertiga benar-benar tidak takut dengan singa. Dan Naya hanya menonton tanpa ikut berfoto karena dia ingin mengambil gambar ketiga anaknya dan Aldrich yang tersenyum lebar menatap kamera yang dia bawa dan milik Aldrich yang tadi diberikan padanya. Selesai berfoto dengan singa mereka berlima kembali berfoto dan kali ini dengan burung-burung langka yang cantik. Di dalam hati Naya dan Aldrich mereka sangat bahagia melihat semua yang terjadi hari ini melihat senyum anaknya yang begitu mengembang dan beda dari biasanya. Dan sepertinya hari ini adalah yang hari paling membahagiakan untuk keluarga kecil Aldrich dan Naya. Selesai berputar-putar melihat banyak hewan dan beristirahat mereka memutuskan untuk pulang karena sudah kelelahan. Namun mereka tidak benar-benar pulang ke rumah karena Aldrich mengajak ketiga anaknya ke sebuah taman dan bermain disana mereka bermain sepak bola bersama,Naya pun juga ikut bermain dan sepertinya Aldrich telah menyiapkan semuanya. Mereka tertawa dan tersenyum bersama benar-benar menjadi sebuah keluarga yang terlihat baik-baik saja dan harmonis walaupun permasalahan masih melingkari kehidupan kedua orang tua si kembar dan sejenak mereka melupakan permasalahan itu. Selesai bermain di taman tak lama akhirnya mereka sampai di apartemen Aldrich karena Aldrich ingin menghabiskan waktu lebih banyak walaupun tadi Naya sempat ingin menolak tapi tidak bisa karena Aldrich yang terlanjur sampai di gedung apartemennya dan cuaca yang tiba-tiba buruk dengan hujan yang cukup deras. Didalam apartemen ketiga anaknya langsung membersihkan diri setelah selesai membersihkan diri mereka duduk disofa ruang keluarga dan menonton tv dan Kenzi langsung duduk diantara kedua saudara kembarnya. Naya juga membersihkan diri sebentar barulah Aldrich yang menyusul selesai membersihkan diri mereka berdua juga menyusul ketiga anaknya menonton tv. Lalu tak lama Naya bangkit dari duduknya dan menuju dapur membuatkan ketiga anaknya minuman dan camilan. "Naya." panggil Aldrich pelan dan ikut menyusul Naya didalam dapur. "Hm.....ada apa tunggulah di luar bersama anak-anak sebentar lagi aku selesai membuat minumannya."ucap Naya dengan nada lembutnya dan sejenak membuat Aldrich merasakan sebuah kehangatan yang dulu pernah ia rasakan namun dengan bodohnya ia lepas "Aku ingin minta maaf denganmu."ucap Aldrich pelan dan merasa bersalah. "Kenapa kau meminta maaf kau tidak bosan meminta maaf denganku terus?"ucap Naya dengan tertawa kecil mengajak Aldrich bercanda dan hari ini suasana hatinya sedang sangat baik. "Tentu saja tidak karena aku akan meminta maaf terus hingga diriku puas dan benar-benar yakin kau sudah memaafkanku dan juga aku minta maaf karena tidak bisa membawa Kenzo,kenzi dan Kenand liburan ke tempat yang lebih indah."ucap Aldrich dengan serius dan merasa bersalah. "Al,kau tidak boleh memiliki pemikiran seperti itu mereka bertiga sama sekali tidak mengharapkan kau akan membawa mereka keliling dunia yang selalu mereka harapkan dari dulu adalah bertemu dengan ayah mereka dan itu adalah dirimu dan hari ini menghabiskan waktu bersamamu itu sudah lebih dari cukup bagi mereka."ucap Naya lembut dengan tersenyum tipis. "Dan aku harus mengucapkan banyak terima kasih padamu karena kau membuat anakku begitu bahagia hari ini."lanjutnya dengan tersenyum hangat. "Tidak Naya semua yang kulakukan adalah kewajibanku untuk membuatmu dan mereka bahagia dan aku juga berterimakasih karena kau mau memberikanku kesempatan."ucap Aldrich dengan tersenyum lalu dengan cepat dia memeluk Naya secara tiba-tiba dan membuat Naya terkejut. "Aku janji akan berjuang mendapatkan kepercayaanmu lagi,menjadi ayah yang baik hingga akhirnya aku dapat menikahimu."lanjut Aldrich serius dengan penuh rasa bahagia dan memeluk Naya. Sedangkan Naya sendiri dia tidak tahu harus bereaksi bagaimana karena disuatu sisi dia bahagia mendengar keseriusan dan tekad Aldrich namun disisi lainnya dia masih tetaplah ragu. Namun pada akhirnya tangan Naya bergerak dengan sendiri dan membalas pelukan Aldrich. Pelukan mereka berdua terlepas saat mendengar suara guntur yang berbunyi dengan keras bahkan membuat kedua terkejut dan lampu mati yang secara tiba-tiba terjadi dengan diiringi suara tangisan dan ketakutan Kenzo dan Kenzi. Aldrich dan Naya berlari bersama dikegelapan bahkan mereka sempat tersandung kaki kursi karena terlalu panik mengkhawatirkan keadaan kedua anaknya yang memiliki phobia. Aldrich akhirnya mengeluarkan ponselnya dan menyalakan lampu flash hingga dapat melihat jalan dan dia menemukan kedua anak kembarnya yang saling berpelukan karena takut dan Kenand yang terlihat menenangkan kedua saudaranya. Aldrich dan Naya dengan cepat menghampiri ketiga anaknya dan memeluk mereka bertiga secara bersamaan. "Tenang sayang tarik nafas perlahan ada ibu disini,maafkan ibu karena datang lama menghampiri Kenzo dan Kenzi." ucap Naya lembut menenangkan kedua anak kembarnya yang ketakutan. "Tenanglah kak sudah ada aku,ibu dan papa di sini."ucap Kenand menghibur kedua kakaknya agar tidak ketakutan. "Jangan takut papa di sini sekarang tenanglah sebentar lagi lampunya akan menyala dan petirnya juga sudah berlalu"ucap Aldrich penuh dengan ketenangan menenangkan kedua anaknya. Aldrich,Naya dan Kenand berhasil menenangkan Kenzo dan Kenzi,mereka berdua mulai tenang dan bernafas dengan teratur lalu tak lama lampu kembali menyala dengan terang dan sudah tidak ada lagi suara petir yang saling menyambar. "Ibu ayo kita tidur aku mengantuk."ucap Kenzo dengan wajah ingin tidurnya dan sebenarnya sudah sedari tadi dia ingin tidur. "Baiklah,ayo kalian tidur mungkin kalian sudah kelelahan."ucap Aldrich lalu mengajak ketiga anaknya untuk tidur kamarnya. "Bisakah kalian berdua juga tidur bersama di sini bersama kita?"ucap Kenzi dengan mata penuh harapnya. Naya dan Aldrich terlihat terkejut."Ayolah ibu,papa aku juga sangat ingin tidur bersama dengan kalian berdua."rengek Kenand. "Baiklah."ucap Naya dan Aldrich pasrah. Aldrich disebelah kiri lalu ada Kenzi disampingnya,Kenzo ditengah dan Kenand disamping Naya yang berada disebelah kanan. Ranjang yang berukuran luas itu pun sekarang menjadi penuh tangan Aldrich dan Naya saling memeluk tubuh ketiga anak kembarnya mereka akhirnya tertidur bersama namun dalam hati kecil mereka,mereka ingin sekali momen bahagia ini tidak cepat berlalu dan menjadi kenangan namun mereka ingin selalu dapat mereka lakukan setiap saatnya. TbC 31120,22:49
Unduh Novelah App
Anda dapat membaca lebih banyak bab. Anda akan menemukan cerita-cerita hebat lainnya di Novelah.
Komentar Buku (78)
onnmokhzani
saya menyukai cerita spt ini.. thank you
10/10
0
AqsaDiana
sangatt banguss novelnya
14/09/2025
0
LestariTantin
suka sama critanya,bagus menginspirasi,wanita memang tidak boleh lemah,apalgi seorang ibu,hrus bisa jadi 2 peran sekaligus,,ak mau lanjut baca dulu,sukses sellu
saya menyukai cerita spt ini.. thank you
10/10
0sangatt banguss novelnya
14/09/2025
0suka sama critanya,bagus menginspirasi,wanita memang tidak boleh lemah,apalgi seorang ibu,hrus bisa jadi 2 peran sekaligus,,ak mau lanjut baca dulu,sukses sellu
24/08/2025
0Lihat Semua