logo text

41:kedatangan Alexa

Sikembar benar-benar selalu berpindah-pindah rumah dalam seminggu meskipun lelah sikembar tetap menyukainya dan hubungan Naya dan Aldrich tidak terlalu banyak perubahan karena Naya masih belum sepenuhnya percaya dengan Aldrich meskipun Aldrich selalu berusaha menjadi sosok pria yang baik dan selalu meyakinkan Naya.
Malam ini Aldrich sedang sendirian di kamar apartemennya karena anaknya hari ini kembali lagi tinggal bersama ibunya,Naya.
Memang sedikit kesepian tapi dia bisa apa itu semua adalah keputusan bersama.
Aldrich terlihat memajang foto anak kembar tiganya yang berukuran cukup besar untuk dia taruh di depan ruang tamu,memperlihatkan wajah tampan dan mirip putranya yang sama seperti dirinya.
"Sempurna."gumannya bangga dan senang.
Lalu tak lama terdengar suara bel apartemennya yang berbunyi nyaring lalu Aldrich melangkah dan membukakan pintunya saat pintu itu terbuka mata Aldrich membulat tidak percaya melihat seseorang perempuan yang sempat hadir mengisi hari-harinya dalam hidupnya namun karena kehadiran anaknya dan Naya membuatnya sejenak melupakan wanita itu.
"Hallo honey,suprise."ucapnya dengan tersenyum riang dan memeluk Aldrich begitu erat,Aldrich diam terkaku dia sama sekali tidak membalas pelukan wanita itu.
"Kau tidak senang ada aku di sini?"tanyanya dengan lembut dan menggunakan bahasa Indonesia meskipun sedikit berlogat luar negeri karena Aldrich yang terdiam karena terlekejut.
"Aku senang."jawabnya kaku.
"Lalu kenapa kau hanya membiarkanku di luar kau tidak memperbolehkanku masuk?"tanyanya dengan senyum manisnya.
"Hm,maaf masuklah."ucap Aldrich dengan ekpresi bingungnya.
Dia adalah Alexa kekasih Aldrich wanita cantik,modis dan penuh kelembutan hatinya dan sanggup membuat hati seorang Aldrich bergetar,tertarik hingga menjalani suatu hubungan dan bertahan paling lama disisi seorang Aldrich.
Yang selalu mengisi hati dan hari-harinya yang kosong di luar negeri,wanita yang sanggup membuatnya sedikit melupakan sosok Naya namun saat bertemu dengan Nayanya dia dengan begitu cepat melupakan seorang Alexa.
"Duduklah."Aldrich mempersilahkan Alexa duduk lalu dia masuk ke dalam dapur untuk mengambilkan Alexa minum.
Namun dalam dasar hati Alexa dia melihat Aldrich mengalami banyak perubahan dan entah mengapa sikap Aldrich kali ini saat bertemu dengannya sangat berbeda tidak seperti dulu ia lebih terlihat terkejut,bingung dan takut.Aldrich sama sekali tidak menyambutnya dengan tawa bahagia.
Mata Alexa tanpa sengaja terpaku pada bingkai foto yang memperlihatkan gambar ketiga anak kembar Aldrich yang begitu tampan dan mirip seperti prianya dan membuat seorang Alexa begitu penasaran serta bertanya,siapa gerangan anak dalam foto tersebut.
"Mereka sangat tampan dan persis seperti dirimu."ucap Alexa dengan penuh kekaguman saat dia tahu Aldrichnya telah kembali di dekatnya."Siapa mereka?"lanjutnya.
"Minumlah dulu."ucap Aldrich dengan memberikan segelas jus strawberry.
"Terima kasih Al."ucapnya dengan tersenyum manis.
"Alexa,aku ingin mengatakan sesuatu hal dan ingin berbicara jujur denganmu kuharap kau dapat mengerti."ucap Aldrich serius dengan menggenggam tangan halus Alexa dengan hangat.
"Apa yang ingin kau katakan?"tanyanya dengan lembut dan penuh senyuman.
"Kau tahu aku bukanlah pria baik,aku brengsek,bajingan dan salah satu bukti kebrengsekkanku adalah mereka buah hatiku."ucap Aldrich pelan dengan menatap foto ketiga putra kembarnya.
"Apa maksudmu?"tanya Alexa dengan terkejut dan agar Aldrich lebih menjelaskannya lagi.
"Aku menghamili seorang gadis,aku menjadikannya wanita serta seorang ibu,aku dulu tidak melakukan sebuah pertanggung jawaban tapi aku sungguh tidak tahu jika dia masih mempertahankan kandungannya hingga melahirkan anakku.
Aku awalnya juga sangat terkejut tidak menyangkah akan pertemuanku ini tapi jiwa seorang ayah tetap ada dalam diriku serta ikatan yang terjalin diantara kami dan membuatku begitu mencintai mereka bertiga,maafkan aku baru mengatakan hal ini padamu."jelas Aldrich lagi dengan lebih detail.
"Kau tahu Al,aku sangat terkejut mendengar hal ini namun aku juga salut akan kejujuranmu,setiap orang juga memiliki masalah yang buruk dan berat dalam hidup dan aku memaafkanmu karena aku mencintaimu dan dalam suatu hubungan kita harus menerima masa lalu kelam pasangan kita sekelam apapun itu karena itu juga sebagai pondasi kuat untuk memperkuat sebuah hubungan."ucap Alexa dengan lembut dan Aldrich yang terdiam.
"Jadi karena hal ini kau tidak pernah menghubungiku lagi bahkan membalas pesanku?"lanjut Alexa tapi lagi-lagi Aldrich masih diam mencerna semuanya.
"Kau tahu anakmu sangatlah tampan dan persis sepertimu,berapa umur mereka, jika ada waktu bolehkah aku bertemu dengan mereka?"tanya Alexa bertubi-tubi dengan semangat dan masih mengagumi foto ketiga anak kembar Aldrich dan Aldrich baru tersadar dari rasa berpikirnya.
"Mereka berumur sepuluh tahun dan tentu saja boleh tapi kau sungguh tidak marah dan benar-benar ingin bertemu dengan mereka?"jawabnya dengan tersenyum dan mengajukan sebuah pertanyaan.
"Tidak aku tidak marah kenapa aku harus marah itu adalah masa lalumu honey dan aku harus menerimanya."ucap Alexa dengan tersenyum menenangkan dan mengusap wajah tampan Aldrich dengan hangat.
"Sungguh aku sangat ingin bertemu mereka karena itu adalah anakmu sebagai kekasihmu dan calon istrimu aku juga harus bisa menerima mereka lagipula aku juga suka dengan anak kecil bukan.
Dan jika anak kecilnya tampan bahkan persis sepertimu mengapa aku tidak jatuh cinta dan ingin bertemu mereka?"ucapnya dengan tersenyum bahagia bahkan raut tidak sabar untuk bertemu dengan ketiga anak kembar Aldrich sungguh jelas tergambar di wajahnya.
Alexa sungguh seperti malaikat hatinya begitu lembut,penuh rasa keibuan dia adalah wanita yang sempurna diimpikan banyak pria dan memang benar dia sangat menyukai anak kecil dan itu membuat Aldrich semakin bimbang,kalut dan bersalah.
"Tapi Al sekarang mereka ada di mana."tanya Alexa lagi.
"Di rumah ibunya seminggu sekali akan di sini,lalu di rumah papa dan mamaku lalu di rumahku begitupun seterusnya."jawab Aldrich dengan tersenyum tipis.
"Satu lagi pertanyaan dariku apakah kau masih mencintai ibu dari putra kembarmu?"tanya Alexa serius dengan nada lemah lembutnya dan seketika itu juga membuat Aldrich bingung harus menjawab apa.
Kedatangan Alexa secara mendadak dalam hidupnya yang nyaris sempurna benar-benar membuat hati Aldrich goyah dan bimbang dan saat Naya tahu bahwa Alexa ada di sini didekatnya apa yang harus dia katakan dan lakukan dan tentu saja dia juga akan kehilangan kepercayaan Naya.
"Aku tidak tahu."jawab Aldrich pelan dengan menatap arah lain tanpa sedikitpun menatap mata teduh Alexa.
Jawaban 'aku tidak tahu' adalah jawaban terbaik yang dimiliki Aldrich untuk saat ini karena sungguh dia sangat bimbang dengan hatinya dan bingung dengan kondisinya disuatu sisi jika dia menjawab masih mencintainya maka Alexa yang akan terluka karena bagaimana pun fia juga telah menjalin hubungan dengan Alexa dan Alexa sangat mencintainya dia takut jika menjawab seperti itu maka secara tidak langsung fia akan menyakiti Alexa begitu dalam.
Namun jika dia menjawab tidak mencintainya maka dia membohongi hatinya yang selalu berbicara bahwa fia masih mencintai Nayanya.
Tapi sungguh untuk saat ini dia tidak dapat berpikir jernih karena itu dia harus mencari jawaban yang tepat untuk pikiran,kondisi dan tentunya hatinya.
                   TbC
Maafkan typo dan lainnya.
060320,19:11.

Komentar Buku (78)

  • avatar
    onnmokhzani

    saya menyukai cerita spt ini.. thank you

    10/10

      0
  • avatar
    AqsaDiana

    sangatt banguss novelnya

    14/09/2025

      0
  • avatar
    LestariTantin

    suka sama critanya,bagus menginspirasi,wanita memang tidak boleh lemah,apalgi seorang ibu,hrus bisa jadi 2 peran sekaligus,,ak mau lanjut baca dulu,sukses sellu

    24/08/2025

      0
  • Lihat Semua

Bab-bab Terkait

Bab Terbaru