BAB 23 GUMTA VS WINGSTONE

DAERAH SELATAN SAMUDRA PASIFIK, KEKUASAAN IBLIS
tap..
tap..
tap..
kreeaaatt…..
Seorang gadis berkulit putih pucat kira-kira setinggi 160 cm memakai setelan serba hitam dengan rok setinggi lutut di padu dengan boot berwarna senada yang manyamai tinggi rok sang pemilik. Gadis itu membuka pintu besar yang berada tidak jauh dari arah ia masuk.
“Luniarkah …? Tanya seseorang yang berada di dalam ruangan di balik pintu tersebut.
“benar ayah” ujarnya menimpali laki-laki tersebut dengan posisi tangan di depan dadanya dengan sopan.
“ lama tidak bertemu luniar” Tanya laki-laki itu.
“…” luniar hanya menganguk.
“beberapa waktu lalu pasukan gada kembali dari hutan alasparaka, lebih dari 1000 pasukannya hilang di tempat.”
“aku sudah dengar berita itu dari utusan, apa ayah mau aku melakukan investigasi ke daerah itu ? ”
“Tidak, satan telah melakukannya. Ada dimensi tersembunyi di hutan itu yang tidak dapat di tembus oleh tentara-tentara ku tapi bisa di masuki oleh manusia. aku ingin kau masuk kedalam dimensi itu dengan tubuh manusiamu, apa kau bisa ?”
“aku tidak yakin, tapi aku akan mencobanya”
“sepertinya ada detector yang mendeteksi hawa tubuh mahluk, jika sudah berada di alasparaka lepaskan tubuh itu, biarkan ia masuk kedalam dengan sendirinya”
“aku mengerti.”
mendengar perintah dari laki-laki tersebut, luniar berniat pamit undur diri agar bisa melaksanakan titah tersebut sesegerah mungkin tapi nampaknya laki laki tersebut masih ingin berbincang sepatah dua kata pada luniar.
“luniar, aku dengar sudah 2 bulan kau tidak makan. Apa kau yakin bisa mempertahankan tubuh manusia mu ?”
“tubuh ini memang sudah cukup tua walau tidak perna tumbuh jadi dewasa, tapi aku masih bisa mengatasinya, ayah tenang saja”.
“sebelum masuk kehutan alasparaka, kau tidak perlu menahan diri. Makanlah apapun yang kau temui di perjalanan.”
"…” Luniar hanya mengangguk lalu pergi meninggalkan laki-laki tersebut.
beberapa saat setelah luniar pergi dari ruangan tersebut, nampak laki-laki bertubuh besar jangkung juga masuk kedalam ruangan itu nememui laki-laki yang sama yang belum berganti posisinya saat berbincang dengan luniar.
“tuan moa, saya kembali” ujarnya
“oh, mon.. ada kabar baik ?”
“tidak, pasukanku sudah menyebar di seluruh penjuru bumi tapi tidak ada tanda-tanda keberadaan 2 taring tuan” ujar mon
“ mammon, aku ingin kali ini kau yang mengawasi luniar, aku punya firasat jika 2 taringku berada di dimensi yang di laporkan satan.”
“apa luniar bisa masuk ?”
“aku tidak yakin, tapi luniar masih punya tubuh manusia. jika dia bisa masuk, gunakan tanda koordinat tubuh luniar untuk meretas sistem pertahanan dimensi itu.”
“baik tuan, saya laksanakan”
“satu lagi, bunuhlah satu bayi, letakkan di jalan yang di lalui luniar, aku tidak ingin anak itu melepaskan kendali ku.”
bibir mammon terlihat menyiratkan garis senyum yang tegas, ia paham betul jika raja iblis tidak ingin kehilangan aset berharganya yang telah ia pelihara ratusan tahun. Sementara di dimensi dokunia, pertandingan antara GUMTA VS WINGSTONE telah di mulai
Pertandingan antara dua tim pertama di mulai, pembawa acara mengiring tepuk tanggan penonton sebagai dukungan untuk kedua tim tersebut.
jring.. jring… jring sound efek yang di munculkan di dalam papan pengumuman menampilkan profil dari masing-masing tim. Didalam profil tergambar warna masing-masing sebagai identitas dari kemampuan setiap anggota dalam tim.

“pertandingan antara GUMTA VS WINGSTONE DI.. MUULAAAII….” Teriak sang pembawa acara.
Dari tim wingstone Tovrat sebagai leaders nampak mengarahkan kepada dua anggota lain (bydsh dan mistifly) mendekatinya dan menyusun beberapa strategi. Sedangkan Tim lawan Gumta yang unggul dalam segi anggota nampak bersantai, salah satu anggota Gumta Doston masih asik memakan beberapa cemilannya.
tovrat berlari mengelilingi lapangan beberapa putaran, bydsh memasang kuda-kudanya sedangkan mistifly mengembangkan sayap warna hijaunya nampaknya mereka akan memulai serangan pertamanya. Merespon gerakan yang di lancarkan oleh tim wingstone, Sux Kemudian mengeluarkan tongkat kecil yang muncul perlahan di tangannya sembari memasang kuda-kuda.
“Neeva, kau hadapi Mistifly, Doston kau yang menangani Bydsh dan Radep buatlah asap agar pandangan lawan kabur. Tovrat biar aku yang menangani “ Perintah sux.
“wokeh” ujar mereka bertiga.
“walau kita menang jumlah tapi kekuatan mereka bertiga cukup kuat, berhati-hatilah” ujar sux.
radep memejamkan matanya, mengatupkan kedua tanganya menjadi satu dengan dua jari telunjuk di masukkan kedalam kemudian ia merapalkan kata yang mirip mantra dari mulutnya“GAMBUT FIRE GROW ” terlihat dari bawah tanah muncul beberapa akar tanaman yang semakin lama semakin tinggi dan membesar, setelah tanaman itu membesar ia kemudian meniupkan akar tersebut hingga memercikkan api-api kecil, dari api ini muncullah kabut asap yang tebal dan mengandung bau yang sangat menyengat memenuhi seluruh arena pertandingan.
Doston kemudian berlari menuju bydsh yang sedari tadi hanya berdiam diri walau sudah memasang kuda-kuda. Dengan memanfaatkan kabut yang di buat oleh radep ia mengeluarkan cakar panjangnya yang sangat runcing dari tangan kanannya sedangkan tangan kirinya membentuk benda padat yang melingkar namun tidak sepenuhnya menyatu, di bagian bawah lingkaran terrsebut ada sekat runcing yang memisahkan kutub atas dan kutub bawahnya.
Doston merupakan tipe penyerang langsung jarak dekat, ia memanfaatkan perubahan fisiknya yang di wariskan dari kaum laten yang merupakan kaum kuat secara fisik. cakar doston mirip seperti cakar serigala yang dapat mengoyak apa saja yang ada di depanya. sedangkan lingkaran seperti bulan sabit di tangan kirinya berguna sebagai penjerat tubuh lawan sehingga tidak dapat mengelak dari serangan cakarnya.
Doston kemudian menyerang bydsh dengan cakarnya secara brutal. bydsh yang menyadari serangan itu menepis cakar doston dengan pedang bayangan miliknya yang reflek muncul saat terdeteksi adanya bahaya. Doston berusaha menjerat bydsh dengan tangan kirinya namun berhasil di hentikan oleh pedang bayangan milik bydsh sehingga ia tidak dapat bergerak beberapa saat. Pedang bayangan bydsh merupakan manifestasi dari roh leluhurnya yang dapat mengikat serangan lawan yang memiliki bayangan sekaligus menyerang lawan itu dengan memanjang menjangkau bagian yang menjadi sasaran.
pedang bayangan milik bydsh menjerat tangan kiri doston membentuk ikatan yang melilit seluruh tubuh doston sehingga doston tidak mampu menggerakkan seluruh tubuhnya, ujung pedang itu kemudian membentuk kerucut kecil runcing mengarah langsung keleher doston.
Melihat doston yang sedang dalam bahaya radep kemudian menumbuhkan banyak akar dari akar induk awal yang memiliki percikan api kecil sehingga mengumpulkan asap mengepung seluruh tubuh bydsh hingga membuat bydsh terbatuk-batuk dan hilang konsentrasi. Asap yang di timbulkan oleh radep yang pekat dan tebal juga menutupi sinar matahari yang menyinari tubuh doston sehingga bayangan doston menghilang dari pandangan bydsh. Terlepas dari jerat pedang bayangan milik bydsh, dari dalam asap yang tebal doston kemudian muncul menyerang bydsh dari arah depan dengan cakarnya. Cakar itu begitu kuat dan tajam seperti benda yang terbuat dari logam yang di tempa dan di bentuk, walau tidak dapat melihat dengan jelas bydsh masih mampu menangkis serangan doston walaupun tubuhnya harus terpelanting jauh kearah belakang.
“cih, asap yang merepotkan !” ujar bydsh.
“mistiii…...” teriak bydsh.
mendengar teriakan bydsh, misti kemudian merentangkan sayapnya melesat menuju atas arena dan mengibaskan asap milik radep dengan kuat hingga membuat asap yang mengepul kuat itu menghilang perlahan.
“oho.. “ respon neeva yang melihat mistifly berhasil menghilangkan asap milik radep.
neeva juga merentangkan sayapnya lebar terbang keatas menuju kearah mistifly.
“uuwaa, cantik.. maaf ya, harus membuatmu bertarung dari atas” ujar mistifly yang melihat neeva yang sudah berada di atas tepat didepanya.
“kau, masih terlihat lemah saudaraku…” ujar neeva setengah mengejek.
“tentu saja, jika harus berhadapan denganmu aku tidak harus memperlihatkan kekuatan penuh bukan “ balas mistifly.
“cih,.” balas neeva yang berhasil terprovokasi oleh misti.
neeva dan mistifly merupakan ras malaikat yang berasal dari cabang keluarga yang sama. Mereka memiliki elemen dasar yang sama yakni angin. walaupun dari segi penampilan mereka sangat kontras satu sama lain, mistifly lebih terlihat sedikit lembut dan penyayang walau kadang tidak sesuai dengan kata-katanya sedangkan neeva lebih terlihat garang dan brutal, jiwanya seperti perempuan yang tidak banyak membutuhkan bantuan laki-laki.
mistifly dan neeva saling menyerang dari atas membentuk warna hijau dominan yang melesat di langit. sedang dari arah bawah nampak sux merentangkan rantai di tanganya membentuk sebuah lingkaran-lingkaran kecil yang kokoh, kemudian ia mencoba menyerang tovrat menggunakan rantai yang melingkar tersebut.
tovrat tersenyum kearah sux, ia dapat melihat dengan jelas jika beberapa detik lagi sux akan melepaskan rantai-rantai tersebut padanya. Tovrat memiliki kelebihan khusus yakni teknik sensor waktu dengan membuat wilayah kekuasaan berbentuk melingkar menggunakan hawa tubuhnya sendiri sehingga ia dapat dengan muda berkelit menghindari serangan Sux. Sepertinya sedari awal Tovrat telah menargetkan sux dengan membuat dirinya nampak mudah di serang saat berlarian di awal pertandingan.
Tidak ada satupun serangan Sux yang berhasil mengenai tubuh tovrat, serangan milik sux merupakan tipe serangan jarak menengah, rantai milik sux terbuat dari tulang belakang mahluk besar mitologi yang telah di gunakan sejak Era jin berkuasa atas bumi. bisa di katakana jika rantai itu telah memiliki pengalaman yang sangat mumpuni dalam arena pertarungan.
jika menelik kemampuan dari dua anggotanya, nampaknya kemampuan milik tovrat yang lebih cocok mengahadapi rantai milik sux.
geram melihat rantai miliknya tak kunjung mengenai sasaran sux beralih mempersempit jaraknya dan membuat serangan yang lebih cepat dan bertubih-tubih.
“yo sux, apa kau mulai lelah ?” ejek tovrat.
“tidak, justru dirimu yang terlihat kelelahan, apa kau akan terus menghindar tanpa menyerang ?” balas sux.
“tenanglah, aku mahluk yang penyabar” ujar tovrat.
tovrat terus berkelit menghindari serangan demi serangan yang di lancarkan oleh sux, sesekali ia memainkan tubuhnya untuk menggoda sux.
“aarrggg….” wajah sux nampak merah karena kesal, ia meluruskan rantainya membuatnya tegak lurus keatas, kemudian mengeluarkan pusaka andalannya.
“Soul Weapon, GRADIAS !”ujarnya.
semua penonton yang hadir bersorak melihat rantai milik Sux berubah menjadi pedang panjang yang lentur, pedang itu berwarna merah muda terang dengan gradasi sinar yang terus menyalah seperti nyalah obor di malam hari.
“wah.. bukankah itu soul weapon ?” ujar penonton
“hebat sekali Sux, aku tidak menyangka jika dia mampu menguasai soul weapon di usia yang sangat muda”
“keren……..”
wajah tovrat nampak pucat saat melihat soul weapon milik Sux , ia sama sekali tidak menyangkah jika ia dapat melihat soul weapon yang hebat di pertarungannya kali ini, tapi itu untuk waktu yang relaif singkat, setelah mengamati beberapa saat tovrat, tersenyum kecil memandang kearah sux.
“oho.. sepertinya kau belum benar-benar menguasai senjata andalanmu rupanya” ujar tovrat.
sux hanya tersenyum mendengar ucapan tovrat yang menyadari jika gradias miliknya masih belum dia gunakan dengan sempurna.
“setidaknya kau harus bahagia tovrat, kau yang menjadi sasaran pertama gradias ku” ujar sux.

Komentar Buku (81)

  • avatar
    anan

    ceritanya bagus

    26/03/2025

      0
  • avatar
    SonRobin

    aku butu duit untuk sekol

    16/02/2025

      0
  • avatar
    jr.fatir

    ini sangat seru aku manyikainya sekali bagus keren pinter

    16/01/2025

      0
  • Lihat Semua

Bab-bab Terkait

Bab Terbaru