BAB 34 KEKUATAN MAUT LEGION

Luniar hanya terdiam kaku, tingkah kedua pemuda di depannya sangat tidak wajar untuk kondisi yang menyeramkan saat ini. Mapilion nampak geram, mengoceh dengan cepat di hadapi reaksi malu-malu legion. pandangan wajah luniar tetap datar, beberapa detik ia tidak beranjak dari tempatnya.
wuuussss… angin menerbangkan daun pohon besar di samping mereka, seiring pergerakan daun menyentuh dasar pijakan, luniar bergerak cepat menghantam tubuh mapilion dan legion dengan keras mengenai beberapa rumah penduduk sekaligus.

Wuusss...
Brak !
Duar !
Huh.. huh.. hus...Tubuh legion terpental terperosok di antara dua tiang rumah penduduk, sedangkan tubuh mapilion masuk jauh kedalam semak-semak tertahan dengan dinding pembatas ketiga dokunia.
“cih, “ Mapilon bangkit dari tempatnya, matanya memandang matahari yang sedang semangat-semangatnya bersinar cerah. “lucky, “ Bibir tipis mapilion tersenyum, kekuatannya dapat maxsimal jika matahari dalam kondisi baik.
“SOUL WEAPON : UV SPACE !” Tiga cula kepala tombak mapi perlahan muncul, rona hijau keemasan muncul perlahan dalam gengamannya. Luniar memiringkan kapalanya melihat tajam kearah mapilion ia mengangkat tangannya lurus mengarah langsung ketubuh mapilion, percikan kecil berbentuk bola-bola pijar keluar dari ujung telunjuk luniar.
Ribuan Bola pijar itu menuju kearah mapilion dengan cepat, mapilion memutar 3600 tombak uv hingga membentuk lingkaran kehijauan mengahalau serangan luniar.
Bola pijar luniar terus menerus menembak seperti meteorit yang menghujan di alam semesta. Dari posisi legion, terlihat jelas jika luniar benar-benar bernafsu membunuh mapi.
“uuhhh, aaaaarrrrrggg” Legion berusaha melepaskan diri dari cengkraman dua tiang penyangga dengan susah payah, tubuhnya yang sedang masih harus berupaya keras mengeluarkan satu kaki saja dari sana hingga pada akhirnya ia terlepas sempurna. “aaaaahhh, akhirnya” Perasaan lega keluar dari mulutnya, bergegas legion bergerak menuju posisi mapilion yang sedang mempertahankan diri. “aku harus bagaimana ?, “ keluhnya dalam hati kala ia melihat mapilion yang di teror terus menerus oleh mahluk bertubuh merah itu. “ haruskah aku menggunakannya ?”
Boom !
Btomm !
Duarr..
Suara ledakan bola pijar luniar yang nyaris mengenai sasaran itu melesat menerpa beberapa bangunan hingga hancur lebur, luniar berjalan pelan menuju mapilion sambil terus mengeluarkan bola pijar dari jari telunjuknya.
Kira-kira 1 meter, luniar menghentikan serangannya, kali ini ia langsung melesat terbang lurus langsung menghantam mapi dari arah depan, mapi yang telah waspada berkelit sehingga serangan itu dapat di hindarkan, luniar menoleh, kembali lagi ia mengepalkan tangannya hendak menghajar wajah mapilion dengan keras, lagi-lagi serangan itu gagal mengenai sasarannya.
luniar mengelengkan sedikit kepalanya ke kanan, tanpa ekspresi ia membentuk Dua pedang di tangan kanan dan kirinya kemudian menghardik mapilion dengan sangat cepat, lebih cepat dari sebelumnya. Mapilion berkelit, ia melompat dan bergeser dengan gesit menghindari segala serangan luniar, sesekali pedang luniar beraduh kekuatan dengan tombak uv space milik mapilion.
“gila, dia benar-benar hebat” batin mapi Sambil terus berusaha menahan serangan luniar, mapilion memusatkan pikirannya ia mencoba mengingat gerakan sang kakak saat marulion melatih mapi di paraka tingkat 2.
Dari arah belakang legion menghempaskan kepalan tinju menuju luniar, kepalan tinju itu mampu di tangkis luniar dengan cekatan, legion kembali menyerang luniar dengan ganas, entah kekuatan dari mana yang merasuki legion membuat nanar yang benar-benar mengancam luniar. Kekuatan besar ini seakan mengendalikan legion dari suatu tempat berhasil menyudutkan luniar hingga beberapa kali luniar mundur beberapa langkah kebelakang.
Mapilion yang menyaksikan seakan tidak percaya dengan apa yang di tangkap oleh pandangannya, beberapa saat lalu wajah konyol legion masih terekam jelas mengatakan bahwa dia tidak dapat bertarung sama sekali.
Legion terus mendesak luniar, hantaman tinju mentah, di sertai dengan tendangan kuat bertubi-tubi di terima luniar, pecahan serpihan api dari tubuh luniar terjatuh berhambur di lantai tanah dekat dinding ketiga dokunia.
Luniar yang tidak mampu menahan diri mencoba menarik teknik lain yang dapat ia gunakan, tetapi tidak sempat ia membuka segel tekniknya legion sudah lebih dahulu menghantam wajah luniar dengan keras mengenai buku asamnya, pukulan keras legion menyebabkan tubuh luniar terpental hingga puluhan kilo meter dari lokasi mereka bertarung.
Luniar geram, matanya menyalah-nyala pukulan telak ini membangkitkan sisi psycho-nya yang benar-benar mengerikan, tubuh luniar berubah warna dari semula merah menjadi api kebiruan. Kulit-kulitnya mengelupas membentuk kulit baru dengan warna senada. Luniar mengeretakkan giginya beradu pandang dengan mata legion. Tak ubahnya seperti luniar, tubuh legion seakan berganti kulit menjadi hitam sempurna, muncul jubah yang entah datang dari mana menutupi hampir seluruh bagian tubuhnya.
Mapilion terperangah terkejut, ia tercengang tak percaya dengan apa yang ia saksikan tepat di depan matanya. Dari tangan kanan legion muncul tongkat hitam dengan cula seperti taring harimau namun pipih menjulur kebawah membentuk bulan sabit, gagang tongkatnya memanjang berwarna sama dengan jubahnya.
Tidak terlihat bagaimana ekspresi wajah legion, jubah itu menutupi separuh wajah legion. Luniar bersiap menyerbu legion dengan cakar yang runcing mencapai kekuatan penuh, luniar menghempaskan kacarnya membuat beberapa gedung rusak parah dan pohon besar tempat mereka bertemu ringsek terbelah jatuh ketanah. Luniar melesat bak angin bertiup menuju legion, kakinya menghantam tubuh legion kemudian ia mencondongkan diri kedepan hendak menebas legion dengan kekuatan penuh. Legion yang menyadari serangan luniar melompat menjauhi jangkauan cakar luniar yang kembali merusak beberapa rumah penduduk.
“keren.... “ pekik mapilion yang melihat pertarungan luniar dan legion berlangsung sengit. Legion menarik tongkatnya menghamburkan diri memberikan perlawanan terhadap luniar yang hampir menewaskannya. Tongkat legion berputar beberapa drajat, kemudian dari mulut legion terucap “ aku memangil jiwa tersesat, kembali menuju alam yang seharusnya” tebasan tongkat legion seakan mengaitkan roh luniar keluar dari jasadnya secara perlahan.
Tubuh luniar kaku, mulutnya terbuka lebar, kaki dan tangannya mengejang seakan akan menghembuskan nafas terakhirnya. Legion menarik paksa tongkat sabit dari leher luniar, roh laki-laki bertubuh gempal berseragam kavaleri muncul dari dalam mulut luniar membuat mapilion yang melihat tercengang menjatuhkan dirinya ketanah.
“apa ini?,” ujar mapilion, legion kemudian menghentakkan roh tersebut keatas langit beberapa kali hingga roh itu terbang entah kemana. Tubuh luniar lunglai bak tampa kemudi. Luniar terjatuh menghempaskan diri ketanah tanpa gerakan apapun. Tiba-tiba tubuh legion juga terasa lemas, jubah dan sabit hitamnya sirna dari tubuhnya, legion terkapar tepat di samping luniar tak sadarkan diri.
“legion..” pekik mapilion yang merangkak mencoba menopang tubuh legion yang terjatuh. “apa yang terjadi, kekuatan mu... “ mapilon mencoba mengatakan sesuatu pada legion, tetapi tidak ada respon apapun dari sang pemilik tubuh.
Selang 5 menit berlalu, jari kelingking luniar bergerak sedikit demi sedikit diikuti pergerakan jari yang lain, mata luniar mulai terbuka ia mencoba berdiri dengan tubuh yang terlihat tidak ada luka sedikitpun. Berbanding terbalik dengan kondisi legion yang benar-benar pingsan tidak dapat menapik luka lebam yang ia terima.
Kepala luniar berbalik kekanan sejurus dengan arah keberadaan mapilion dan legion berada, “haahaahaa” gelak tawa luniar mengelegar membuat bulu kuduk mapilion berdiri. Alangkah terkejutnya mapi, melihat tubuh luniar kembali bangkit seolah-olah tidak terjadi apa-apa. “apa-apaan dia, kenapa bisa ..... “
Mapilion mengangkat tubuh legion menuju menjauhi luniar sejauh mungkin, tapi nampaknya luniar tidak memberikan kesempatan mapilion untuk bisa lolos melarikan diri. “kembalikan taring tuanku” lagi-lagi kata kata itu keluar dari mulut luniar membuat mapilion harus menelan ludahnya berkali kali.

Komentar Buku (81)

  • avatar
    anan

    ceritanya bagus

    26/03/2025

      0
  • avatar
    SonRobin

    aku butu duit untuk sekol

    16/02/2025

      0
  • avatar
    jr.fatir

    ini sangat seru aku manyikainya sekali bagus keren pinter

    16/01/2025

      0
  • Lihat Semua

Bab-bab Terkait

Bab Terbaru