Lima bulan berlalu setelah Abimanyu kembali ke Jakarta. Maya menjalankan rutinitas seperti biasa. Dia masih berusaha menata hati lagi, meski masih terasa begitu sulit. Siang itu, Mr. Khan memanggil Maya ke ruangannya. “Kamu sibuk malam ini?” tanya Mr. Khan kepada Maya. Maya tampak berpikir sejenak dan menjepit kedua bibirnya. “Tidak. Ada apa, Pak?” Kening Maya tampak berkerut. Mr. Khan menumpu kedua tangan di atas meja dan melihat ke arah Maya. “Istriku mengundangmu makan malam di rumah. Sudah lama dia tidak bertemu denganmu. Katanya dia sangat merindukanmu,” jelas Mr. Khan. Mr. dan Mrs. Khan memang tidak mempunyai anak, oleh karena itu mereka sudah menganggap Maya dan Janki seperti anak sendiri. Ditambah mereka berdua juga sudah tidak mempunyai orang tua. Maya menerima undangan dari Mrs. Khan. “Apa aku perlu membawa Janki dan Raja?” “Tentu, bawalah mereka. Istriku pasti juga merindukan mereka.” Mr. Khan tersenyum. *** Malam hari, Maya datang bersama Janki dan Raja ke kediaman Mr. Khan. Mereka disambut hangat oleh Mrs. Khan di depan pintu. “Sudah berapa lama kita tidak bertemu?” tanya Mrs. Khan sambil memeluk Maya dan Janki satu per satu. “Dan lihatlah cucuku sekarang sudah besar.” Mrs. Khan memeluk Raja dan memberikan sebuah ciuman di keningnya. “Dadeemaa (Nenek),” sapa Raja lantas mencium kedua pipi Mrs. Khan. Maya menatap Mrs. Khan dengan raut wajah bersalah. “Maafkan kami jarang berkunjung ke sini.” “Tidak apa-apa. Aku sudah terlalu tua juga untuk datang ke kantor untuk menemuimu, tapi lihatlah dia masih saja kuat untuk ke mana-mana.” Mrs. Khan melirik suaminya yang sudah berusia hampir tujuh puluh tahun, tapi masih terlihat gagah dan belum mau pensiun dari pekerjaannya. Mr. Khan tertawa. Dia mempersilahkan Maya, Janki, dan Raja untuk duduk di meja makan. “Makanannya sudah dihidangkan,” ucap Mrs. Khan setelah menyajikan makanan di atas meja. Terlihat Nasi Briyani, Ayam Tandoori, Rajma Masala dan Pani Puri sebagai camilan. Mereka kemudian menikmati makan yang tersedia. Setelah makan malam, Mr. Khan meminta Janki membawa Raja bermain di halaman belakang, karena ada yang harus mereka bicarakan dengan Maya. Mr. dan Mrs. Khan melihat Maya duduk di sofa yang berada di depan mereka. “Sudah berapa lama kamu bercerai dengan Deepak?” Mrs. Khan membuka percakapan. “Hampir 1 tahun, Bu,” sahut Maya singkat. “Tidakkah kamu berpikir untuk menikah lagi?” Kali ini Mr. Khan yang berbicara. Maya terdiam mendengar pertanyaan Mr. Khan. “Dengar Nak, tidak baik untukmu lama-lama menjanda. Kamu tahu ‘kan bagaimana orang-orang di sini?” tutur Mrs. Khan. “Aku hanya belum siap membuka hati untuk merasakan cinta lagi. Aku takut gagal untuk yang kedua kalinya,” jelas Maya. “Aku yakin kamu akan mendapatkan pria yang jauh lebih baik dari Deepak,” ujar Mr. Khan. Mrs. Khan meraih dan menggenggam tangan Maya. “Kamu tidak perlu khawatir, Nak. Tidak semua pria seperti Deepak. Aku yakin suatu saat kamu akan bertemu dengan pria yang tulus mencintaimu dan menemukan kebahagiaan dengannya.” “Janki sudah menceritakan semuanya kepadaku.” Mr. Khan menimpali. “Dalam beberapa bulan ini aku meminta orang di Jakarta untuk mengawasinya. Setelah menanyakan tentangnya kepada PemRed di sana, ternyata dia pria baik-baik. Tidak ada yang mencurigakan darinya.” Mrs. Khan mengangguk setuju dengan apa yang dikatakan oleh Mr. Khan. “Itu artinya dia pria yang baik, Maya. Dia terus menunggumu meskipun berbulan-bulan belum ada kabar darimu. Terimalah dia, Nak.” Maya terdiam. Wanita itu tak menyangka selama ini Mr. Khan meminta orang untuk mengawasi Abimanyu, hanya untuk mencari tahu apakah benar pria itu mencintainya atau tidak. “Aku akan berusaha Bu. Aku akan menata hati ini kembali,” tanggapnya kemudian. Maya benar-benar tidak menyangka Abimanyu memegang ucapan sendiri. Pada awalnya ia berpikir, pria itu akan melupakan dan mencari wanita lain, setelah berbulan-bulan tidak ada kabar darinya. “Bagaimana kamu akan berusaha sementara masih berada di sini?” desis Mr. Khan dengan nada meledek, “pekerjaanmu delapan bulan lalu, masih terbengkalai. Sebagai atasan, sekarang aku memintamu untuk kembali ke sana untuk menyelesaikan pekerjaanmu. Tentunya dengan partner yang masih sama.” Mr. Khan dan Mrs. Khan serentak tertawa. “Kali ini aku tidak mengirimmu ke sana dengan Raja. Aku mengirimmu ke sana sendiri. Biar Raja bersama Deepak saja, nanti aku akan meneleponnya,” sambungnya. “Jika Deepak keberatan, biarkan Raja di sini menemaniku,” sela Mrs. Khan. Maya tidak percaya dengan yang baru saja dikatakan oleh Mr. Khan. Dalam waktu dekat ini, dia akan kembali ke Indonesia? Artinya ia akan kembali bertemu dengan Abimanyu. Mendadak darahnya berdesir, jantungnya berdebar tidak beraturan. Bersambung....
Unduh Novelah App
Anda dapat membaca lebih banyak bab. Anda akan menemukan cerita-cerita hebat lainnya di Novelah.
bagus👍
19/07
0Bagus..
26/05/2025
0selalu suka ceritanya ❤️❤️
04/04/2025
0Lihat Semua