SEASON 2 Bab 1

Namaku Fitri Syakila Prasetyo Binti Arif prasetyo. Aku seorang Fashion Designer terkenal di kotaku.
Menjadi seorang fashion designer sudah menjadi impianku sejak kecil, berawal dari aku yang setiap hari melihat Mama sibuk di butik miliknya, membuat design-design gaun terbaru yang cantik serta menawan.
Butik Mama menjadi salah satu butik terkenal di kota ini.
Karena kebiasaan itulah aku memilih melanjutkan pendidikanku di IFI Bandung. Tentunya dengan dukungan penuh dari Mama dan Papa, serta Kak Ahmad , kakakku satu-satunya .
Aku Putri bungsu dari dua bersaudara , dengan satu kakak yang sangat menyayangiku.
Kak Ahmad Qusyairy Prasetyo, seorang pengusaha muda, dia mengikuti jejak Papa mengelola perusahaan keluarga.
Kakakku itu belum menikah di usianya yang menginjak dua puluh sembilan tahun, padahal menurut pandanganku sebagai wanita, dia sangat tampan, bahkan melebihi ketampanan Papa yang sudah membuat Mama tergila-gila....hahaha....
Tapi ini benar lho, yang aku tahu selama menjadi anak mereka, aku melihat Mama sangat mencintai Papa, begitupun Papa, mereka benar-benar pasangan yang serasi.
Yang aku tau, Papaku selalu memperlakukan Mama dengan sangat lembut, begitu juga Mama,di usianya yang sudah tidak muda lagi, masih saja suka bermanja ria dengan Papa.
Aku saja sampai iri melihat kemesraan mereka.
Aku hanya berharap, semoga mereka selalu sehat dan panjang umur, serta keharmonisan keluarga ini tidak akan pernah berubah.
Next... Kembali ke Kak Ahmad.
Dia tumbuh menjadi pria yang begitu hangat dan penyayang kepada keluarga, mungkin menuruni watak Papa, begitupun kepada adik satu-satunya ini.
Dulu waktu kami kecil, dia akan memarahi siapa saja yang berani meledekku di sekolah, usia kami hanya terpaut lima tahun, saat aku masuk kelas satu sekolah dasar, dan dia sudah kelas enam, maka Kak Ahmad lah yang selalu menjadi pelindungku.
Tak jarang ada kakak kelas yang mendekatiku untuk sekedar bertanya tentang kak ahmad, yang bahkan menurutku pertanyaannya sangat tidak penting.
Hingga aku duduk di bangku SMA pun, banyak kakak kelas yang berusaha mencari perhatian Kak Ahmad saat mengantarku sekolah.
Tapi dasar Kakakku itu aneh, dari sekian banyak wanita yang mengejar cintanya, tak ada satupun yang di pilih menjadi istri.
***
Menjadi seorang designer, aku juga di tuntut selalu mempunyai ide baru untuk menciptakan karya tanpa menjiplak karya milik orang lain.
Karena itulah, di usiaku yang sudah menginjak 24 tahun, aku belum juga menikah, karena aku terlalu fokus pada satu tujuanku, menjadi designer profesional.
Papa, Mama bahkan Kakek tidak pernah lelah memintaku untuk segera mengenalkan pacarku, ya ampun.... Apalagi pacar, temen deket saja tak punya.
Lagian gimana mau punya pacar coba, dari masuk SMA sampai selesai kuliah saja aku selalu di antar jemput Kak Ahmad.
Mungkin saja para lelaki yang ingin mendekatiku sudah mengira bahwa aku di antar oleh pacarku...
Apes.. Apess..
Orang tuaku bahkan mengancam akan menjodohkanku dengan beberapa laki-laki pilihan mereka jika aku tidak segera mengenalkan seseorang sebagai calon suami.
Huffhhh....
Bikin pusing....
****
Suatu hari sepulang dari kantor, Aku bergegas membukakan pintu menyambut kepulangan Kakakku seperti biasanya...
Namun, ternyata dia tidak sendiri. Dia membawa seorang pangeran entah dari kerajaan apa,,,hahaha...
Ya ampunn ... Aku kira Kak Ahmad sudah paling tampan di dunia ini, ternyata ada lagi manusia yang melebihinya...
"Halo dek," sapa Kak Ahmad membuyarkan hayalanku tentang pangeran di depanku.
"Eh...mmm... Halo juga kak." jawabku salah tingkah.
"Kenalin, ini teman kakak, namanya...."
Next.....

Komentar Buku (261)

  • avatar
    Dhe Rumengan

    ceritanya bagus moga aja endingnya juga ..paling tidak ada pesan moral yg terkandung didalam ceritanya yg bermanfaat bagi pembaca..semangat ya thor..

    08/01/2022

      1
  • avatar
    TobrutRehan

    asatafafagas

    11/08

      0
  • avatar
    EgiAgi saputra

    sy suka dngn DRMA"nya

    08/08

      0
  • Lihat Semua

Bab-bab Terkait

Bab Terbaru