BAB 34

"Maaf-maafkan aku Azka, aku mohon, " Mohon Nissa sesegukan di dalam pelukan Azka.
Azka diam, laki-laki itu tidak ada niatan untuk berbicara. Saat ini ia hanya ingin menenangkan wanita yang ada di hadapannya sekarang. Azka tidak henti-hentinya mengelus kepala Nissa.
Sedangkan Nissa yang menangis terus meminta maaf. Memang tidak mudah untuknya melupakan Gio, terlebih laki-laki itu dulu selalu ada untuknya. Setelah menangis cukup lama di dalam pelukan Azka, Nissa sudah tidak bersuara kembali.
Azka yang tidak mendengar suara apapun lagi, segera melihat ke arah Nissa. Saat melihat wajah lelap Nissa, Azka tersenyum. Ternyata wanita itu tertidur setelah menangis di dalam pelukannya.
Azka dengan perlahan-lahan melepaskan pelukannya dan menaruh tubuh Nissa di atas ranjang dengan benar. Setelah itu ia menarik selimut, menyelimuti Nissa sampai batas dada.
Azka tidak ada niatan untuk pergi dari sisi Nissa sekarang. Terlebih ia memang menginginkan Nissa terus berada di sampingnya
Laki-laki itu mengelus kepala wanita yang ada di hadapannya dengan lembut, sesekali ia mencium kening wanita itu sambil berkata.
"Kamu tidak perlu meminta maaf, aku juga melakukan hal yang sama sepertimu hanya saja sekarang aku sudah berjanji pada diriku sendiri untuk terus berusaha mencintaimu... Dan aku berharap kamu sama seperti ku," Ujar Azka tepat di telinga Nissa.
Ia juga lelah tanpa sadar ia mulai tertidur di samping Nissa, dengan posisi tangannya sebagai bantalan kepala Nissa. Mereka terlelap begitu pulasnya.
~~~~~~~~~~~~
Waktu terus berjalan, mereka berdua terlelap hingga waktu sudah hampir malam. Azka bangun lebih dulu dan mendapati jika Nissa masih tertidur sambil memeluknya.
Posisi tidur wanita itu berubah, yang awalnya tidur menghadap langit-langit kamar sekarang tengah memeluknya dan bersembunyi di dada bidang Azka.
Azka tersenyum lalu mengecup wanita itu. Ia melihat ke arah jam waktu sudah menunjukkan malam dan sebentar lagi waktunya makan malam. Azka dengan pelan melepaskan diri dari Nissa.
Setelah sudah ia memastikan jika Nissa tetap tertidur lalu segera menuju ke kamar mandi. Sesampainya di kamar mandi Azka segera melucuti seluruh pakaiannya dan segera membasuh tubuhnya di air hangat yang mengalir.
Nissa perlahan-lahan membuka matanya kala mendengar gemericik dari air yang mengalir. Nissa melihat ke sekeliling kamar dan tidak mendapati Azka. Ia berpikir jika Azka tengah mandi sekarang.
Nissa bangun dari tidurnya dan duduk. Ia mengingat kejadian tadi rasanya ia ingin menangis lagi, namun ia sudah lelah menangis.
Namun pada akhirnya, Nissa tetap menangis kala mengingat Azka memeluknya hingga tertidur tadi. Ia memang tidak berbicara apapun, namun dengan jelas jika Azka tidak mau dirinya menangis.
Nissa menangis dalam diam. Ia tidak mau jika Azka mengetahui dirinya tengah menangis lagi. Azka yang baru selesai mandi segera keluar dari kamar dan melihat Nissa yang kembali menangis tanpa suara.
Azka menghela napas kasar. Ia menghampiri wanita itu dan langsung memeluk wanita itu dari belakang dan berbisik membuat Nissa yang menangis terkejut dan berusaha untuk menghentikan tangisannya.
"Jangan menangis lagi, aku tidak suka wanita ku menangis karena diriku, " Bisik Azka tepat di telinga Nissa.
"Ma-maafkan aku, Azka, " Gagap Nissa.
Azka yang mendengar maaf dari Nissa segera menggeleng keras. Tidak Nissa tidak bersalah, di sini bukan hanya Nissa yang salah tapi dirinya juga salah.
"Tidak, disini bukan hanya kamu yang salah... Aku juga salah, tapi aku tetap berusaha untuk mencintai kamu untuk seterusnya, " Ujar Azka tidak suka dengan permintaan maaf Nissa.
Nissa terdiam. Ia juga merasakan usaha Azka, namun ia tidak melakukan apapun untuk Azka. Ia merasa bersalah sendiri, namun ia bertekad untuk berusaha mencintai Azka.
"Aku juga akan berusaha untuk mencintaimu, " Ucap Nissa setelah lama terdiam.
Azka yang mendengar itu tersenyum lalu tertawa. Akhirnya wanita yang ada di hadapannya mau mengatakan itu kepadanya, akhirnya usahanya tidak sia-sia untuk dirinya mencintai wanita yang ada di hadapannya.
Nissa yang mendengar tawa Azka hanya bisa tersenyum sambil memegang tangan laki-laki itu yang tengah memeluknya. Ia berdoa agar mereka tetap bersama-sama meski di hati mereka masing-masing masih ada orang lain.
Lama mereka berpelukan, Azka tidak merasakan dingin sama sekali padahal ia hanya menggunakan handuk saja itupun hanya menutupi bagian miliknya saja. Nissa yang baru sadar segera menyuruh laki-laki itu untuk memakai pakaiannya dan segera ambil makanan karena ia sudah lapar.
"Hey! Cepat pakai pakaian mu, dan segera ambilkan makanan untukku... Aku lapar! " Ucap Nissa dan mendorong Azka menuju ruang ganti.
Azka hanya menurut saja kala di dorong oleh Nissa. Setelah memastikan Azka masuk ke ruang ganti, Nissa segera menutup pintu dan membiarkan laki-laki itu untuk memakai pakaian sedangkan dirinya akan bersiap untuk mandi.
Sesampainya di kamar mandi Nissa tersenyum kala mengingat kejadian tadi, lalu ia segera melucuti semua pakaiannya dan segera masuk ke dalam air hangat yang mengalir.
Sedangkan Azka sudah selesai memakai pakaiannya. Ia keluar dan mendengar suara gemericik air yang sudah pastinya di dalam ada Nissa. Karena mengingat mereka berdua belum makan malam, Azka menghubungi salah satu pelayan dan menyuruh untuk membawakan dua porsi makan malam.
Setelah sudah, ia menunggu makanan dan Nissa sambil bermain handphone. Tidak lama kemudian suara gemericik air berhenti namun Nissa tetap tidak keluar, Azka masih berpikir positif mungkin saja wanita itu masih perawatan.
Mendengar ada yang mengetuk pintu, Azka bangun dan berjalan ke arah pintu dan memastikan jika itu pelayan yang membawakan makanan. Dan benar saja, setelah pelayan itu memberikan makan malam pada tuanya segera pergi dari sana.
Azka membawa masuk makanan itu dan menaruhnya di atas meja depan televisi lalu melihat ke arah kamar mandi karena Nissa belum juga keluar. Azka tidak mau berpikir negatif dan menata makanan tersebut.
Sedangkan Nissa kebingungan sendiri di dalam kamar mandi. Ia melupakan tanggal ia haid, jadi saat ia tahu jika dirinya sekarang tengah datang bulan kebingungan harus bagaimana.
Terlebih stok pembalut memilikinya sudah habis. Nissa dengan takut memunculkan kepalanya sedikit keluar kamar mandi. Ia melihat Azka yang tengah bermain handphone depan televisi.
Nissa memanggil laki-laki itu dengan malu. Azka yang berasal di panggil menoleh dan mendapati Nissa yang memunculkan kepalanya dari dalam kamar mandi. Azka menghambat Nissa dan bertanya pada wanita itu.
"Azka, " Panggil Nissa.
"Ada apa? Kenapa lama sekali? Kamu tidak apa-apa kan? " Tanya Azka beruntun
"Tidak aku tidak apa-apa, anu bolehkan aku meminta tolong padamu, " Jawab Nissa sambil menggeleng dan bertanya.
"Katakan saja apa yang kamu inginkan, " Ucap Azka siap menuruti permintaan Nissa.
"Anu, minta tolong belikan pembalut untukku, aku lupa tanggal aku haid... Tolong yah, "

Komentar Buku (415)

  • avatar
    Kinan

    nicee

    30/10

      0
  • avatar
    ViviShofa

    baru baca bab pertama semoga alur nya tetap bgus

    11/10

      0
  • avatar
    SusantiSusi

    lanjuttt kak ❤️

    22/06/2025

      0
  • Lihat Semua

Bab-bab Terkait

Bab Terbaru