Beranda/Pengantin Pengganti/
Bab 41.
"Semoga saja kau tidak merecoki rumah tangga ku kak, lagi pula bukankah ini keinginan mu untuk aku menikah dengan kekasihmu? Jangan salahkan aku benar-benar merebutnya dari mu, " Gumam Nissa menatap pantulan dirinya dari cermin.
tidak membutuhkan waktu yang lama bagi azka untuk mandi, sekarang gantian nissa yang akan mandi.
setelah keluar kamar mandi azka mengambil sebatang rokok dan menyalakannya di balkon kamar sambil memikirkan ucapan ibunya.
ia tidak mau masa lalu terulang kembali. jadi saat ini keputusanna adalah untk segera memiliki anak dan hidup bahagia bersama nissa.
dengan adanya anakk di antar meraka, ada kemungkinan hubungan mereka akan semakin membaik bahkan semakin lengket.
tidak lama kamudian nissa keluar dari kmar mandi dan mendapati azka tengah merokk dengan telanjang dada, terlebih laki-laki itu belim mamaki pakaian sama sekali karena ia masih menggunakan handuk yang melingkari pinggangnya.
"sayang, kenapa belum memakai pakaianmu? cuaca dingin sayang pakai bajumu," tanya Nissa dan menyuruh Azka untuk segera menggunakan pakainnya.
Azka tersenyum. lalu laki-laki itu mematikan puntung rokoknya dan menghampiri nissa lalu memeluk wanita itu seraya membisikan sesuatu di telinga nissa.
"tidak mau, kan nanti di hangatkan kamu di atas ranjang," bisik azka dan menggendong nissa yang masih mematung dengan ucapan laki-laki itu.
Malam berlalu begitu hangat dengan suara desahan mereka berdua yang memenuhi seluruh ruangan. Azka tak henti-hentinya menggoda dan memangsa Nissa di atas ranjang. Hingga waktu semakin larut dan mereka kelelahan lalu memutuskan menyelesaikan permainan mereka terlebih sekarang Nissa tengah mengandung bukan?
........
Pagi hari telah tiba. Matahari mulai muncul secara perlahan-lahan kedua pasutri tersebut belum juga bangun mereka masih terlelap sambil berpelukan dalam keadaan sama-sama tidak mengenakan pakaian.
Ibu Azka datang untuk menemui menantunya tapi ia malah melihat pemandangan yang sangat bagus. Karena tidak mau membangunkan mereka berdua, Ibu Azka memilih untuk kembali turun dan memasak sarapan untuk mereka. Kebetulan Ibu Azka datang sebelum sarapan karena tidak sempat setelah mengantarkan suaminya ke bandara.
Sedang asik memasak Nissa muncul dari belakang. Ibu Azka tidak terkejut dengan kehadiran wanita itu justru Nissa lah yang terkejut melihat kehadiran sang mertua.
"Mamah kapan datang? Mengapa tidak memberitahu kami dulu jika akan datang? Dan bagaimana mamah bisa masuk? Sedangkan pintu sudah di kunci," Tanya Nissa nyerocos heran.
Ibu Azka hanya menggeleng mendengar pertanyaan-pertanyaan dari menantunya yang terlihat hanya mengenakan piyama dan baru saja mencuci wajahnya. Tidak lama kemudian Azka datang dalam keadaan sebelas dua belas dengan Nissa.
"Tanya saja pada suamimu mengapa mamah bisa masuk meski pintu di kunci," Sahut Ibu Azka menjawab deretan pertanyaan dari Nissa.
Baru juga Nissa hendak bertanya, Azka sudah memberi tahu Nissa lebih dulu membuat Nissa mengerti mengapa mertuanya bisa masuk. Ternyata mertuanya itu memiliki kunci cadangan yang di berikan oleh Azka, untuk jaga-jaga sewaktu-waktu Azka tidak ada ia bisa menitipkan istrinya pada sang ibu.
"Aku yang memberikan kunci cadangan pada mamah minggu lalu, untuk jaga-jaga ketika aku tidak ada mamah bisa masuk ke rumah dengan mudah untuk menemanimu," Jelas Azka memeluk Nissa dari belakang.
Nissa hanya mengangguk-angguk saja dan menerima buah apel yang sudah di cuci oleh mertuanya. Mereka berdua hanya memperhatikan ibu Azka memasak tanpa ada niatan untuk membantu, sedikit tidak tahu diri tapi Nissa benar-benar dalam keadaan malas untuk membantu apalagi malas untuk bergerak.
Sedangkan ibu Azka yang melihat itu mengerti, lagi pula tubuh Nissa sudah mulai berubah lebih berisi dari sebelumnya yang ada kemungkinan Nissa tengah mengandung sekarang.
Tidak lama kemudian ibu Azka selesai masak dan menyajikan sarapan di atas meja makan. Setelah dipastikan sarapan siap mereka mulai sarapan. Tidak ada yang berbicara di antara mereka karena mereka hanya fokus pada makanan yang ada di hadapan mereka.
Lima belas menit kemudian mereka selesai makan. Azka langsung kembali ke kamar karena ingin mandi, sepertinya hari ini ia akan di rumah lagi pula ada ibunya di sini tidak mungkin meninggalkan Nissa dalam keadaan moodnya sedang acak-acakan bersama ibunya.
Sebenarnya ketika bangun tadi. Azka sempat terkena tamparan dari Nissa karena tidur dalam keadaan memeluknya dan dalam keadaan bertelanjang. Setelah Nissa mengingat kejadian semalam ia menghentikan pukulannya pada sang suami dan segera kabur kebawah berniat memasak sarapan.
"Nissa, kapan terakhir kamu Haid? Perasaan mamah baru bilang semalam bahwa untuk segera buat anak," Tanya mertua Nissa sambil berkedip menggoda Nissa.
Nissa yang melihat itu tersipu malu dan mengingat-ingat kapan dia terakhir kali datang bulan. Setelah ingat jika bulan ini memang belum datang bulan tapi belum tanggalnya jadi Nissa tidak berpikir yang aneh-aneh namun ucapan terakhir dari mertuanya membuat ambigu.
"Tanggal dua puluh satu mah ini kan baru tanggal lima belas, memangnya kenapa?" Tanya Nissa penasaran.
"Apa kamu merasa ada yang berubah dari dirimu? Entah suasana hati atau nafsu makan mu?" Tanya mertuanya lagi.
Nissa kembali mengingat-ingat. Selama ini tidak ada hanya tadi pagi saja Nissa sedikit salah paham pada suaminya meski hal itu seharusnya wajar di lakukan oleh mereka berdua.
"Tidak ada. Hanya hari ini rasanya aku malas dan tidak mau di ganggu sama sekali," Jawab Nissa santai.
"Kita periksa yuk, pake alat tes kehamilan dulu kalo samar baru ke dokter kandungan. Mamah yakin kamu lagi isi sekarang," Ajak mertua Nissa membuat Nissa melotot dan terdiam.
Tidak lama Kemudian Azka turun dengan keadaan yang jauh lebih segara dari sebelumnya. Tepat setelah Azka turun, ibunya menyuruh Azka untuk ke apotek membeli alat tes kehamilan. Azka yang di suruh pun terlihat kebingungan.
"Azka kamu beli alat tes kehamilan sana di apotek," Suruh ibunya ketika ia sampai di dapur.
"Hah?" Bingung Azka menatap kedua wanita tersebut secara bergantian.
"Udah cepetan sana, nanti juga kamu bakal tau," Lanjut ibunya tanpa memperdulikan Azka yang kebingungan.
Azka yang masih bingung tetap menurut dan mengambil kunci motornya serta dompetnya di kamar lalu segera keluar dan membeli apa yang di suruh oleh ibunya meski dalam keadaan bingung Azka tetap melakukannya.
Nissa yang melihat wajah bingung Azka sangat menggemaskan tertawa sedikit. Lalu ibu Azka menyuruh Nissa untuk mandi agar terlihat lebih segar meski sempat di tolak beberapa kali oleh Nissa karena memang wanita itu sedang sangat malas-malasnya.
Namun karena tidak mau terkena amukan mertuanya Nissa segera melakukan apa yang di perintahkan. Sedangkan ibu Azka hanya tersenyum dan menunggu kedua pasutri tersebut selesai melakukan apa yang iya suruh.
Sedangkan di satu sisi, Azka yang tengah mengendarai motor masih saja bingung dan bertanya-tanya mengapa ia harus membeli alat tes kehamilan? Bukankah seharusnya Nissa belum hamil karena mereka melakukan itu jarang-jarang?
"Masa iya karena semalam Nissa langsung hamil? Aku seneng sih tapi bukannya mustahil ya? Akhh ini membingungkan," Gumam Azka sambil mengendarai motor. Unduh Novelah App
Anda dapat membaca lebih banyak bab. Anda akan menemukan cerita-cerita hebat lainnya di Novelah.
Komentar Buku (415)
Share
Bab-bab Terkait
Bab Terbaru
nicee
30/10
0baru baca bab pertama semoga alur nya tetap bgus
11/10
0lanjuttt kak ❤️
22/06/2025
0Lihat Semua