logo text

Bab 40 Liburan Keluarga

"Ah kan udah aku bilang punya Abang itu gak enak, lihat aja nih tadi janjinya jam setengah lima mau jemput dan sekarang udah jam lima tapi batang hidungnya gak kelihatan," keluh Tera sambil terus menelepon Abangnya yang tak kunjung menjemput dirinya, padahal ia ingin segera pulang dan mandi karena ia sudah merasa lumayan gerah saat ini.
"Sabar beb, orang sabar disayang Tuhan." Balas Rembulan dengan kekehan geli, ia sangat merasa lucu ketika melihat temannya itu mulai mengeluh mengenai abangnya itu.
"Akhirnya tuh orang muncul juga," gumam Tera melihat motor Abangnya akan datang ke dekat dirinya. "Kemana aja sih? Lama amat," ucapnya dengan marah ketika Abangnya telah berhenti tepat di depan dirinya.
"Maaf dek tadi ketiduran," jawab Abangnya Tera dengan nada santai, yang membuat Tera semakin kebakaran jenggot dan makin kesal dengan kakaknya satu-satunya itu. "Yaudah aku pulang dulu ya Lan, Dim titip yang Rembulanya." Ucap Tera berpamitan kepada kedua temannya itu dan Dimas serta Rembulan pun hanya mengangguk dan tersenyum geli saja.
Abangnya Tera pun membunyikan klakson motornya ketika ia hendak pergi, Rembulan dan Dimas membalas sapaan itu dengan senyum sambil berujar serentak. "Hati-hati."
Setelah melihat Tera pergi, Dimas pun menghidupkan mesin motornya. "Ayo Lan," ujar Dimas kepada Rembulan ketika mesin motornya telah ia nyalakan. Lelaki itu hanya punya satu tugas saat ini yaitu mengantarkan temannya itu pulang ke rumahnya dengan selamat dan baru setelah itu ia bisa mandi dan beristirahat dengan tenang.
"Udah siap Dim," cetus Rembulan setelah ia berhasil menaiki motor temannya itu dan akhirnya kedua remaja itu melaju di jalanan yang lumayan ramai karena kini adalah jam pulangnya orang kantor jadi wajar saja bila jalannya sedikit ramai.
Dengan diselingi cerita dan candaan akhirnya Dimas mengantarkan Rembulan dengan selamat sampai ke rumahnya. "Makasih ya buat hari ini Dim, sampai in ya salam aku buat Bunda dan bilang makasih ke Bunda." Ungkap Rembulan dengan senyum bahagia terpancar dari wajahnya, gadis itu begitu sangat senang karena telah menghabiskan waktu dengan menyenangkan hari ini.
"Iya sama-sama Lan, kalau gitu aku pulang dulu ya soalnya udah lumayan gerah nih." Tutur Dimas dengan jujur karena kali ini ia juga lumayan merasa sangat lelah dan ia butuh mandi untuk membuang semua kepenatan yang ia rasakan.
"Iya Dim, hati-hati dan terima kasih sekali lagi." Ujar Rembulan sambil tersenyum tulus dan Dimas pun membalas senyumannya manis Rembulan itu dengan senyuman kembali.
"Cantik," puji Dimas ketika melihat senyum manis yang Rembulan tampilan kepada dirinya, nampaknya kini ia benar-benar telah jatuh kepada pesona yang gadis itu miliki.
"Bye Lan," pamit Dimas sambil menjalankan kembali motornya dan lelaki itu pun pergi dari kawasan perumahan Rembulan itu dengan perasaan hati yang sangat berbunga-bunga. Senyum terpancar dari wajah lelaki itu tidak dapat dibohongi, karena senyumnya telah menjelaskan segalanya tanpa perlu lelaki itu katakan. Sungguh gambaran yang sangat lucu bila seorang remaja sedang dimabuk cinta karena mereka akan menjadi orang yang sangat ramah membagi semua senyum yang mereka punya, tak jarang mereka pun juga tersenyum kepada orang asing yang sama sekali tak mereka kenal.
***
"Ye kita jalan-jalan!" Ucap Rembulan terpekik bahagia, kini ia sedang berada di mobil Papanya bersama dengan kedua orang tuanya. Seperti apa yang Dika katakan lusa kemarin, mereka akan berjalan-jalan bersama untuk melepaskan semua penat yang mereka punya karena baru saja pindahan dan beradaptasi dengan lingkungan baru mereka itu.
"Semangat banget kamu," balad Rena tersenyum simpul melihat kebahagiaan terpancar dari wajah putrinya itu.
"Harus semangat dong Ma, masa jalan-jalan bersama keluarga gak semangat sih apalagi kan ada Papa pasti entar Papa beliin apa yang Rembulan mau." Ungkap Rembulan dengan nada senang dan Dika pun hanya tergeleng-geleng mendengar apa yang putrinya katakan. Mungkin baginya ia adalah ATM berjalan saja, karena bila ia belanja dengan Mamanya pasti mamanya akan melarang apa yang ia ingin miliki karena seorang ibu itu memiliki banyak pertimbangan tidak seperti ayah yang akan memberikan apapun yang anaknya inginkan agar anaknya bahagia, tanpa memikirkan apa yang terjadi atau sebab akibat kedepannya yang penting anak bahagia terlebih dahulu.
"Iyalah anaknya Papa," balas Rena sekenanya saja. Beginilah bila anak dan ayah sedang akur, pasti ia akan tersisihkan jadi lebih baik ia diam saja sambil memantau apa yang terjadi nantinya.
"Eh kita mau kemana Pa?" tanya Rembulan baru saja belum mengetahui kemana Papanya akan mengajak dirinya dan Mamanya liburan. Ia terlalu semangat sehingga melupakan semua hal itu dan segala ingat ia bertanya sekarang saja, agar nantinya ia tidak perlu linglung ketika sampai di lokasi liburan keluarganya.
"Kita mau piknik di pantai, kamu mau kan?" Ujar Dika memberitahu putrinya kemana mereka akan pergi hari ini. Ia juga telah mendapatkan rekomendasi pantai itu dari temannya, dan istrinya juga sudah menyetujui tempat itu dan kini hanya tinggal keputusan putrinya agar mereka bertiga merasa sama-sama bahagia. Beginilah keluarga yang harmonis, mereka mendengarkan pendapat satu sama lain agar tidak ada yang merasa kecil dan tidak dianggap karena sejatinya pendapat anak juga harus di dengarkan karena anak berjarak berpendapat apa yang mereka inginkan dan yang tidak mereka inginkan untuk diri mereka sendiri.
"Wah mau dong Bulan, lagian kita udah lama gak piknik di pantai jadi Rembulan rasa piknik kali ini pasti bakal seru!" Cetus Rembulan setuju dengan ide kedua orang tuannya itu. Ia memang merasa sangat beruntung memiliki kedua orang tua yang sangat mengerti dirinya, bahkan tanpa perlu ia katakan orang tuanya akan mengerti apa yang ia butuhkan dan ia inginkan.
"Bagus kalau kamu setuju, soalnya kalau gak setuju ya kita ke tempat lain aja." Ungkap Dika sambil terus menyetir mobilnya dengan baik. Lelaki itu memperhatikan rambu-rambu lalu lintas dengan baik dan mengendarai mobilnya di kecepatan rata-rata, karena baginya tak apa terlambat asal keluarganya selamat sampai tujuan. Lagian untuk apa cepat-cepat bila hanya akan mengantarkan dirinya dan keluarganya ke rumah sakit saja pada akhirnya.
"Oh tidak Pa. Pilihan Papa dan Mama yang terbaik intinya jadi Rembulan sangat setuju," balas Rembulan sambil merapikan poninya yang berterbangan. Gadis itu tersenyum begitu manis membuat kedua orang tuanya menjadi bahagia memiliki anak seperti dirinya yang menjadi moodboster bagi keluarganya.
"Eh gimana kerja kelompoknya kemarin?" tanya Rena mengingat kegiatan yang putrinya lakukan kemarin, ia belum mendengarkan putrinya bercerita jadi ia juga sedikit penasaran apa yang terjadi dengan putrinya itu kemarin.
"Gitu deh Ma, seru kok dan lancar semua tapi itu Bundanya temannya aku itu baik banget Ma. Masa kami disuruh makan dan Bundanya nyiapin banyak cemilan gitu jadi kami kerja kelompok sambil nyemil deh, intinya seru banget dan semuanya kerja kelompok dengan baik." Ucap Rembulan bercerita mengenai apa yang telah ia lakukan kemarin. Ia tidak menceritakan tentang kecerobohan sehingga ia tersadar, ia tidak ingin orang tuannya menjadi khawatir padanya.
"Bagus deh kalau kerja kelompoknya berjalan dengan baik, iya gak Pa." Ucap Rena membawa suaminya ikut gabung bersama pembicaraan dirinya dan putri mereka itu.
"Iya bagus kalau lancar mah, kalau ada kesulitan jangan lupa minta bantuan Papa dan Mama ya. Sebisa mungkin Papa dan Mama bantuin kamu." Tutur Dika dengan lembut. Ia tidak ingin putri kesayangannya itu kekurangan apapun juga, ia akan mengusahakan segalanya agar putrinya dapat bahagia dan bangga memilikinya sebagai papanya.
"Iya benar apa kata Papa kamu kalau kesulitan apa-apa kamu cerita aja, karena Papa dan Mama akan selalu dukung dan bantu apa yang kamu butuhkan." Balas Rena setuju dengan apa yang suaminya sampaikan itu.
"Ah sayang deh sama Papa dan Mama," ujar Rembulan dengan nada sangat bahagia karena selama ini kedua orang tuanya begitu menyayangi dirinya dengan setulus hati mereka.

Komentar Buku (70)

  • avatar
    Adawiyah siregarSoibatul

    saya sangat suka buku nya

    06/07/2025

      0
  • avatar
    SafwanAkif

    okkk

    21/09/2024

      0
  • avatar
    AtiqahAthira

    good

    22/06/2024

      0
  • Lihat Semua

Bab-bab Terkait

Bab Terbaru