
Antara Bulan, Bintang Dan Kamu
KelabuSelesai
195529 kata-kata
Ikhtisar
|Katalog
- Tag(s):
- Anak nakal
- Musuh menjadi kekasih
- Keluarga
- Sekolah Menengah Atas
- Cinta segitiga
- Cinta yang manis
- Remaja
- Pergaulan remaja
"Mengapa hatiku selalu saja nyaman dekat dengannya?" Rembulan Sagitarii. "Gadis itu menjengkelkan, tetapi mengapa ia malah memenuhi semua pikiranku dengan wajahnya yang mengesalkan itu?" Adelio Dharmanda. "Apakah aku mulai tertarik dengannya? Aku bisa merasa bahwa kami sepertinya memiliki keterikatan yang tidak aku mengerti." Rigel Ersano. Hanya sepenggal kisah mengenai anak-anak remaja yang saling berhubungan sejak Rembulan Sagitarii menjadi siswa baru di sekolah mereka.
Pembaharuan Terakhir
Pilihan Editor
Rekomendasi
Komentar Buku (70)
- Total: 144
Bab 1 Perpisahan
“At-thu gak mau picah dali atak!” Seorang gadis kecil meraung, ia tidak ingin dipisahkan dari kakaknBab 2 Kakel Nyebelin
“Ah mampus kan gue telat, gara-gara papa nih, udah mau berangkat eh pake ke kamar mandi segala!” OmeBab 3 Rigel
Bell pun berbunyi tanda istirahat sudah datang dan anak-anak langsung saja berhamburan keluar kelasBab 4 Teman Pertama
"Ini buku Biologi, ini Fisika, ini Kimia dan ini Matematika." Ujar Rigel memberikan semua buku yangBab 5 Kenangan Masa Lalu
"Namaku Rigel Ersano, kalau kamu?" tanya Rigel kecil dengan semangat sedari tadi ia memang sangat peBab 6 Salah Paham
"Kita lanjut ke lorong selanjutnya," ujar Rigel singkat, lelaki itu berusaha menyembunyikan rasa malBab 7 Perdebatan
"Denger tuh udah bell, jadi lebih baik kita ke kelas kamu cepat. Aku gak mau karena kamu aku sampaiBab 8 Dimas
"Iya kok kamu bisa ketemu kak Rigel?" Seorang siswi perempuan yang duduk di depan meja Rembulan langBab 9 Terpesona
"Udah ah jangan pada ngobrol, kita harus ngerjain tugas. Panjang tau!" Keluh Tera melihat semua tugaBab 10 Berjiwa Pemimpin
"Owh ini tentang Isi Tubuh virus atau biasa disebut virion adalah bahan genetik yang berupa salah saBab 11 Sabtu Siang
"Kayaknya aku tau kenapa anak kelas ini memilih kamu sebagai ketua kelas," ujar Rembulan dengan senyBab 12 Dia Baik!
"Yaudah aku balik ke tempat dulu ya, selamat istirahat," pamit Dimas kepada kedua temannya. RembulanBab 13 Ganteng Tapi Kelakuan Minus!
"Jadi kak Rigel itu adalah salah satu makhluk yang cuek sama yang namanya perempuan, dia lebih milihBab 14 Elu Kira, Elu Cantik?
"Kamu mau beli apa?" tanya Rigel kepada Rembulan. Sedangkan Tera yang berada di samping Rembulan, naBab 15 Tauran
Tak lama kemudian bel pulang pun berdering.
"Nih Lan ada tas kecil buat bawa semua buku kamu, kalo kaBab 16 Menggoda
"Siapa tuh Dim? Tumben lu sama cewek, cantik pula," goda salah satu anak kepada Dimas yang hendak beBab 17 Lelah
"Buat apa aku marah? Lagian mungkin aku terlihat asing kali makanya mereka godain kamu," balad RembuBab 18 Manja
"Heum... Hoahhh Mama?" Ucap Rembulan yang tersentak dari tidurnya. Ia tidak menyangka ketika ia bangBab 19 Keluh-kesah Rembulan
"Hehehe iya Ma mereka baik banget Ma Ulan, tapi ada satu anak yang nyebelin Ma, dia tuh kakak kelasnBab 20 Anak Angkat
"Iya Mama tau putri cantik Mama ini gak mungkin kayak gitu, yaudah lebih baik kamu jauhin aja kakakBab 21 Pertengkaran Tanda Sayang
"Eh papa belum mandi ya?" tanya Rembulan tiba-tiba sambil mengalihkan pandangannya ke arah Papanya.Bab 22 Pertemuan Dimasa Lalu
"Akhirnya kamu datang juga, Papa lapar nih apalagi bau masakan Mama kamu itu dari tadi manggil Papa.Bab 23 Terpisahkan
"Terus bagaimana Pa? Papa jangan buat Haira kepo deh, Mama aja deh Ma yang cerita. Papa nyebelin!" HBab 24 Anak Dan Bapak
"Udah jangan banyak mikir. Kisah Papa dan Mamamu itu bukan kayak yang ada di novel-novel yang kamu bBab 25 Benang Kusut
"Heran deh sama nih handphone, biasanya gak seramai ini dan sejak masuk SMA Tuna Bangsa di kota iniBab 26 Izin My Mom
Suara alarm yang begitu begitu kencang membuat sang pemilik alarm tersebut merasa terusik dari tidurBab 27 Radar Martabak
Rembulan yang sedang bercermin memoleskan lips glos di bibir kecilnya langsung mengalihkan pandanganBab 28 Canggung
"Kak Rigel?" ucap Rembulan tidak percaya. Lagi dan lagi ia memiliki kesamaan dengan kakak kelasnya iBab 29 Lucu Juga
"Kak," sapa Dimas dengan ramah. Bagaimana pun tetap Adelio adalah kapten basketnya, jadi lelaki ituBab 30 Sedikit Penakut
"Udah pulang kamu," ujar Farah sambil membuka pintu rumahnya. Wanita itu memasang senyum ramah untukBab 31 Patner Gosip
"Perasaan baru saja di tinggalkan sebentar, udah belajar aja," ucap Farah di dalam hatinya. wanita iBab 32 Abang Nyebelin
"Bunda dan Bulan gak ceritain siapa-siapa kok tadi Bunda cuma nanya kalau Bulan kenapa belum pernahBab 33 Dimas Si Orkay Idaman
"Anak-anak makan dulu yuk. Emangnya tugas kalian masih banyak?" tanya Farah menghampiri ketiga remaBab 34 Nikah Muda
"Baik banget Bibik kamu Dim," ujar Tera sambil memasukkan saos dan kecap ke dalam soto dirinya. Ia mBab 35 Bulan Rindu Kakak!
"Berikan aku waktu untuk makan dulu, sayang ini tinggal setengah. Kalian juga gitu jangan sampai mieBab 36 Sebatas Fiksi
"Lihatnya santai aja deh Ra!" balas Dimas dengan nada sebal karena temannya itu terus menatap dirinyBab 37 Hanya Kakak Yang Boleh Mengganggu Adiknya
"Eh Dim boleh nanya gak?" ujar Tera yang sambil berjalan. Ketiga remaja itu memang kini sedang berjaBab 38 Udang Dibalik Batu
"Suka terhadap apa aja deh, misalnya warna atau suka bunga atau coklat gitu." Balas Dimas dengan sanBab 39 Tidak Sedingin Rumor
"Ada-ada aja sih mereka, tapi lucu banget kalau lihat Tera dan Dimas debat kayak gitu." Ungkap RembuBab 40 Liburan Keluarga
"Ah kan udah aku bilang punya Abang itu gak enak, lihat aja nih tadi janjinya jam setengah lima mauBab 41 Pencitraan
"Eh Pa entar ke pom bensin ya, soalnya Bulan mau mengeluarkan sesuatu terlebih hehehehe..." ungkap RBab 42 Menikmati Moment
"Kenapa lama sayang?" tanya Dika kepada Rembulan yang baru saja memasuki mobil yang sedang ia kemudiBab 43 Rangkul Mesrah Dong
"Rembulan bangun nak," ujar Rena dengan lembut agar putrinya yang tertidur di kursi belakang terbangBab 44 Bintang Dan Bulan
"Ma... Pa, Rembulan main ke pantai dulu ya. Jadi Mama sama Papa nikmatin kencannya tanpa Bulan, MamaBab 45 Cemburu
"Nih kak kalungnya udah aku bayar, eh boleh minta tolong gak kak? Kalau boleh tolong pasangin dong,"Bab 46 Keheningan Dan Kerinduan
B I N T A N G, tulis Rembulan di pasir pantai, namun setelah ia menulis nama itu. Namun setelah gadiBab 47 Istana Pasir
"Eh temannya kakak mana?" tanya Rembulan yang kini tersadar bahwa tadi Rigel mengatakan bahwa ia berBab 48 Tidak Suka
"Santai aja kali Bambang, jangan pake urat juga!" balas Arfan dengan nada malas. Ia terkadang cukupBab 49 Sugar Daddy
"Darimana aja sayang? Tadi Papa dan Mama cariin tapi kamu tapi gak ketemu," tanya Rena kepada RembulBab 50 Jangan Cari Masalah
"Kalau iya kenapa? Lagian jangan terlalu ngurusin hidup orang bisa gak? Tolonglah mau itu Sugar DaddBab 51 Jangan Marah
"Tadi janjinya apa? Kok itu yang ditangannya ada banyak?" tanya Rena langsung. Rena hanya bisa menggBab 52 Salah Menilai
"Hehehe gak apa-apa Pa, Ma lagian Bulan udah nyiapin semuanya kok. Kalau nanti Bulan butuh bantuan MBab 53 Romantis
"Kamu masih pengen main lagi Lan?" tanya Rena kepada putri semata wayangnya itu, kini sudah jam 3 soBab 54 It's My Dream Lan!
"Ma bangun," ujar Dika membangunkan istrinya dengan nada yang sangat lembut. Kini ia telah memarkirkBab 55 Bully Harus Dilawan
"Btw aku bawa ini sebagai oleh-oleh untuk kamu," ujar Rembulan sambil mengeluarkan sebuah gelang darBab 56 Ratu Bullying
Mendengar bel masuk yang sudah berbunyi membuat semua warga kelas 10 MIPA C, langsung keluar dari keBab 57 Waktu
"Santai aja kali Dim, aku juga bukan orang yang mudah ditindas kok." Balas Rembulan dengan santai. GBab 58 Manusia Biasa
"Thanks ya buat kelompoknya," ucap Dimas siap-siap ingin kembali ke tempatnya. Bel istirahat telah bBab 59 Momentum
"Kak Dirga!" ujar Rembulan spontan. Gadis itu hampir saja melempar handphone yang ada ditangannya keBab 60 Peringatan
Mendengar apa yang dikatakan seorang Adelio membuat seluruh kantin menjadi diam, dan tiba-tiba seoraBab 61 Gak Peduli
"Tradaaa... makanan datang," Arfan berkata dengan nada gembira. ia menyajikan makanan yang ada di daBab 62 Penjelasan
"Eh Dim mau anterin aku gak?" tanya Rembulan langsung menghampiri Dinas. Bersama beberapa hari bersaBab 63 Tak Terduga
"Owh jadi gitu toh. Aku paham apa yang kamu maksud, jadi sebenarnya yang memfoto kalian yang ingin mBab 64 Tidak Puas
"Aku senang kalau kamu mau ikut bantuin Dim, jarang loh ada cowok yang mau diajak panas-panasan buatBab 65 Semoga Langgeng
"Hahaha ternyata seorang Dimas yang terlihat sangat dewasa ini pernah berpikiran seperti bocah ya,"Bab 66 Tergantikan
"Ternyata asik juga ya Lan abisin waktu masa mereka," ucap Dimas sambil mengendarai motornya. Kini mBab 67 Maunya Gimana?
"Gimana sayang tadi acara kamu sama Bulan? Lancar kan?" tanya Farah kepada putranya yang kini sedangBab 68 Good Boy
"Bunda setujuin gak nih?" Artur melempar pertanyaan ke istrinya tersebut, ia sudah tau pasti istrinyBab 69 Teman Lama
"Mama mager masak nih, kita beli makanan aja gimana?" tanya Rena kepada suami dan anaknya. Kini masiBab 70 Argantara Zidan
"Saya Argantara Zidan." Zidan pun terlebih dahulu memberikan tangannya ke arah Bulan. Ia akan menjadBab 71 Gadis Narsis
"Iya sih apa yang lu bilang masuk akal banget. Eh kabarnya lu juga dibully sama Ratu ya? Itu anak meBab 72 Mengantarkan Pulang
"Kamu apain Arganya Lan?" tanya Rena dengan nada menyelidik kepada putrinya tersebut. Ia tau putrinyBab 73 Ah Kesel!
"Bulan bangun sayang," ucap Rena membangun putrinya itu. Kini sudah pagi, ia tidak ingin putrinya teBab 74 Pertandingan Basket
"Sok-sokan ngomong mau bangun candi, ngangkat batu aja gak sanggup." Cibir Rembulan sambil memutar mBab 75 Hal Sepele
"Ketua tim kelompok kelas kita siapa?" tanya Rembulan kepada Tera. Mendengar pertanyaan yang diajukaBab 76 Dekat? Gak Mungkin
"Mungkin benar juga apa yang kamu katakan," balas Rembulan langsung. Ia tidak ingin berpikir panjangBab 77 Kekesalan Adelio
"Neng Bulan gak mau bagi minumnya sama kita gitu?" Arfan tiba-tiba mendekati Rembulan disaat Arga teBab 78 Memuakkan
"Gue cuma berkata jujur doang kok," ucap Dirga tidak terima disalahkan. Lagian ia merasa bahwa apa yBab 79 Kaget
"Ter yuk ke kantin," Rembulan mengajak temannya itu yang kini tengah asik menulis. Jam istirahat telBab 80 Gue Ngejar Dia?
"Suka-suka kakak aja deh," ujar Rembulan mengalah. Gadis itu lebih memilih menghabiskan makanan dibaBab 81 Cewek Ganjen!
"Jadi sejak kapan?" Tera pun langsung mengintrogasi temannya itu. Saat ini Tera dan Rembulan sedangBab 82 Bebek Bakar
Mendengar perkataan Arga, tentu saja Ratu merasa tersakiti. Ia merasa hatinya seperti disobek-sobekBab 83 Anak Berandalan
"Kenapa baru nanya kak?" ucap Rembulan sambil memutar kedua bola matanya. Baginya bila Arga bertanyaBab 84 Kecelakaan
"Woah Anak baik," puji Rembulan dengan amat tabjuk kepada kakak kelasnya itu. Ia sungguh tak menyangBab 85 Dokter Candra
"Tante pulang dulu ya sayang," pamit Rena kepada Arga. Arga pun mengangguk fan tersenyum kepada waniBab 86 Mengulang Pengobatan
"Benar dok, saya harap dokter bisa membuat Rembulan tenang!" pinta Rena dengan cepat. Rembulan pun sBab 87 Harus Mengingat Kamu?
"Kamu demam karena kecapean jadi lebih baik kamu istirahat aja atau kamu mau makan? Kalau mau makanBab 88 Ratu Terlalu Egois
"Jelas Tu, lagian kamu siapa bisa bertingkah sesuka hati kamu? Ingat kamu dan aku hanya manusia biasBab 89 Rembulan Sakit?
Seperti biasanya kelas Rembulan selalu saja heboh bila kedatangan Arga, kali ini pun kelas itu tak bBab 90 Terlalu Cocok Untuk Bersama
"Gue gak sedekat itu untuk mikirin dia," elak Arga. Lelaki itu terlalu gengsi untuk mengakui perasaaBab 91 Berbeda Pendapat
"Masuk!" teriak Rembulan mendengar ada yang mengetuk pintu kamarnya. Gadis itu memang sedang tidak tBab 92 Dibel Arga dan Adelio
"Ah kamu gak asik ih!" Protes Rembulan kepada kakak kelasnya itu, Arga telah menghancurkan ekspetasiBab 93 Aku Yang Akan Membawanya
"Jaga mulut lu!" Adelio memukul meja yang ada di dekatnya dengan keras. "Jangan sampai gue nampar elBab 94 Jangan Tinggalkan Rembulan
Arga yang keburu panik pun lupa bahwa ia membawa motor ke sekolahnya, ia tidak bisa membawa RembulanBab 95 Apa Hubungan Elu Dan Dia?
Sesampainya di rumah sakit, Rigel langsung menggendong Rembulan dan membawa gadis itu ke ruangan uniBab 96 Elu!
Setelah mendengar peringatan yang Rigel katakan, kelima remaja yang ada di ruangan tersebut kompak tBab 97 Maaf Kak
"Nama lu Reva kan?" tanya Adelio kepada Reva, kini memang sudah jam istirahat jadi ia bisa masuk denBab 98 Arga Bertindak
Ancaman yang Tera katakan berhasil membuat Reva terdiam, anak-anak yang lainnya pun tidak ingin mencBab 99 Camping
Waktu terus berjalan, hari telah berganti dan kini sudah sebulan pula kejadian Rembulan pingsan telaBab 100 Persiapan
"Kita kemana dulu Lan?" tanya Tera kepada Rembulan. Kini sudah hari Minggu, Tera yang panik hari SelBab 101 Arga Bawel
"Lah sejak kapan kamu ada di sini Dim?" tanya Tera bingung. Ia tidak menyangka akan ketemu teman sekBab 102 Bus Menyebalkan
"Eh Lan katanya bus kali ini tidak perkelas loh," tutur Tera tiba-tiba. Ia lupa memberikan info ituBab 103 Lu Duduk Sama Gue!
"I'm fine," balas Rembulan tersenyum terpaksa. Ia lemas bukan karena tubuhnya sakit tetapi ia lemasBab 104 Perhatian Arga
"Dimas kamu duduk sama aku kan?" tanya Tera langsung ketika melihat Dimas datang dan terlihat mencarBab 105 Cemburuan Adelio
"Iya kak Arga bawel!" balas Rembulan tak ingin memperpanjang celoteh yang Arga katakan.
"Berani lu biBab 106 Tinggal Gue Gendong
Kini bus berhenti sejenak. Para murid membutuhkan makanan untuk bertahan hidup, jadi pihak sekolah mBab 107 Lu Ninggalin Gue?
Rembulan saat ini hanya berdiam diri, gadis itu hanya berduaan saja dengan lelaki remaja yang telahBab 108 Spoiler Dimas
Belum sempat Ratu menjawab perkataan menyelekit yang Arga katakan, Arga pun telah pergi karena kiniBab 109 Jadian Dengan Arga
"Hai kenalin aku Irma dan aku Prisil," ujar kefua orang gadis menghampiri Rembulan dan Tera yang tenBab 110 Daftar OSIS
"Tidak perlu," balas Ratu singkat. Pertengkarannya dengan Arga sudah membuat pikirannya melayang, iaBab 111 Beruntung Bertemu Kamu
"Wah enak banget Lan," puji Irma langsung. Gadis itu merasa masakannya Rembulan sangat nikmat di lidBab 112 Api Yang Membara
"Jadi semuanya berawal ketika ibu dan ayahku meninggal, saat itu usiaku baru saja menginjak usia sekBab 113 Bergabung Dengan Tim Lainnya
"Mohon maaf ya kak, bila kakak tidak tahu apa-apa jangan tiba-tiba muncul. Gak sopan kak," tegur TerBab 114 Musuh Bebuyutan Disatukan
Irma pun maju untuk mengambil undian, gadis itu dengan penuh perhitungan mengambil kertas yang ada dBab 115 Salah Langkah
"Lu bisa diem gak? Kalau lu gak bisa diem, lu pergi dari hadapan gue. Jangan buat mood gue makin hanBab 116 Jebakan
"Bulan kamu kenapa?" Tera langsung reflek bertanya kepada temannya, gadis itu pun langsung mengalihkBab 117 Rembulan Mana?
"Lu gila ya?" balas Dirga tentu saja tidak mengizinkan Arga pergi karena bila Arga pergi maka tim meBab 118 Tidak Bisa Menjenguk
"Iya Rembulan, dia baik-baik aja kan? Atau dia terluka parah?" tanya Dimas kembali memastikan. LelakBab 119 Merinding Disko
Sedangkan Arga yang berada di dalam tenda pun hanya bisa diam melihat wajah Rembulan yang awalnya puBab 120 Ratu Semakin Marah
"Ratu keluar elu!" teriak Adelio dengan nada kesal. Setelah tidak dapat bertemu dengan Rembulan, AdeBab 121 Tidak Mengikuti Kegiatan
Waktu yang panjang telah berlalu, akhirnya kedudukan Rembulan tergantikan oleh sinar matahari hari yBab 122 Dimas Sang Crazy Rich
"Gak apa-apa kok kak," jawab Rembulan dengan cepat. Sebenarnya berjalan dari tenda UKS menuju tendanBab 123 Adelio Mengakui Kesalahannya
"Lan akhirnya kamu bangun juga," disela-sela perbincangan Rembulan dan Dimas, Arga pun datang dan meBab 124 Ratu Dan Arga Bersama
"Anak-anak untuk semuanya diminta untuk lebih hati-hati lagi, jadikan kejadian yang dialami teman kaBab 125 Chef Rigel
"Eh gak itu bukannya kak Rigel ya? Kok dia jalan ke arahnya Irma dan berhenti tepat di depannya IrmaBab 126 Memihak Adelio
"Adelio turunkan pisaunya," peringat Rigel kepada Adelio dan Adelio melakukan apa yang Rigel inginkaBab 127 Kesabaran Ekstra
"Ternyata kak Arfan dan kak Dirga cukup luas ya pengetahuannya," puji Rembulan kepada Arfan dan DirgBab 128 Rembulan Diganggu, Rigel Bertindak
"Kalau boleh tahu, lu mau buat masakan barat yang mana Tu?" tanya Arga dengan nada hati-hati kepadaBab 129 Dia?
"Benar apa kata Prisil, gue juga gak bakal ngelakuin hal seiseng itu ke teman kelompok gue sendiri."Bab 130 Puding Ungu, Rasa Cemburu
"Gue rasa bukan deh, soalnya rambut cewek tadi itu sebahu sedangkan rambut cewek yang nabrak Irma itBab 131 Devin Dan Melvin
"Akhirnya acaranya kelar juga," ungkap Rembulan bersyukur. Kini acara masak-memasaknya sudah selesaiBab 132 Musuh Yang Tersembunyi
"Salam kenal kak," ujar Tera malu-malu kepada Melvin.
"Jangan malu-malu gitu, gue gak suka gigit kokBab 133 Iya Gue Salah, Maaf
"Sepet banget muka lu," tegur Dirga melihat Adelio masuk ke tenda mereka dengan wajah yang masam.
"MeBab 134 Awas Lan!
"Habis ngapain kalian? Pake cosplay lari-lari kayak film India saja," ujar Dirga tanpa rasa bersalahBab 135 Menyeleksi Calon Pacar Rembulan
Setelah membantu Rembulan menghindari bahaya, Dimas pun berencana tetap berada di dekat Rembulan samBab 136 Bayar Pake Cinta
"Gue bingung Gel, kenapa ya orang itu bisa saja lepas padahal kita sudah membuat jebakan untuk dia.Bab 137 Masa Lalu SMA Lama
"Lu yang siapa? Tiba-tiba nyamber perkataan orang aja, dasar gak tahu sopan santun!" balas Arga dengBab 138 Membuat Jebakan
"Ada gak ya," balas Rembulan dengan nada bercanda. Teman-temannya yang sudah menanti jawaban merasaBab 139 Ancaman 5 Pria Tampan
"Aku kira sungainya bakal dalam gitu, eh ternyata oh ternyata sangat cetek!" ungkap Tera dengan sediBab 140 Prisil Menangis
"Eh Lan, ikutan yuk." Ajak Tera menarik tangan Rembulan menuju lingkaran api unggun.
"Anda berniat meBab 141 Arfan Mengakui Kesalahannya
"Kak Arfan ada dendam apa sih sama aku?" tanya Prisil dengan tangisannya. Prisil merasa bahwa ia tidBab 142 Adelio Dengan Segala Modusnya
"Gue senang lu mau bicara lagi sama gue Pril, kalau gue boleh meminta, gue hanya ingin minta lu maafBab 143 Kencan Bersama Adelio
"Eh lu mau bareng gak?" tanya Adelio melihat Rembulan sedang menunggu seseorang di depan pintu pagarBab 144 Gue Cinta Elu
“Perasaan akhir-akhir ini kakak sibuk mulu sama aku, memangnya teman kakak tidak nyariin kakak apa y












saya sangat suka buku nya
06/07/2025
0okkk
21/09/2024
0good
22/06/2024
0ini memang bisa dapat diamon ff bisa juga mendapatkan cuan kita mendownload novela kitaakan login dulu apk penghasil cuan biar tidak terbatas untuk apk ini aku jamin bisa mendapatkan cuan ayo mencoba
09/06/2024
0bagus banget cerita. y
18/01/2024
0ceritanya bagus sekali
05/07/2023
0lurve
16/05/2023
0mantap
11/04/2023
0seruu banget
30/03/2023
0bagus bgt
03/03/2023
0