Beranda/Antara Bulan, Bintang Dan Kamu/
Bab 128 Rembulan Diganggu, Rigel Bertindak
"Kalau boleh tahu, lu mau buat masakan barat yang mana Tu?" tanya Arga dengan nada hati-hati kepada Ratu. Arga tahu bahwa Ratu saat ini sedang sangat menghindari dirinya, lelaki itu juga memilih tidak memaksakan kehendaknya kepada Ratu. Arga pun sebenarnya lebih memilih untuk bersama kelompok lainnya, tetapi takdir berkata lain dan kini ia harus bisa menahan rasa canggungnya bersama Ratu walaupun sebenernya dirinya tidak ingin berada di situasi seperti itu.
"Gue mau buat Chicken Cordon Blue," balas Ratu dengan nada datar. Menurut Ratu makanan dari Amerika tersebut bisa ia buat dengan bahan-bahan yang ia miliki saat ini, teman-temannya juga bisa memakan kentang bila ada yang tidak menyukai nasi sebagai makanan pokok mereka.
"Emangnya gak ribet Tu? Mohon maaf gue nanya soalnya gue gak pernah buat makanan asing dan gue takut aja semua bahan yang dibutuhkan tidak ada disini," ungkap wanita itu dengan nada sedikit takut kepada Ratu.
"Lu tenang aja karena semua bahan sudah tersedia seperti ayam dan kita akan menggunakan dadanya saja atau bagian daging utuhnya saja, sedangkan untuk bagian yang lain gue akan buat sup karena sayang juga bila bagian lain terbuang. Chicken Cordon Bleu juga membutuhkan smoke beef dan tentunya tepung serba guna dan tepung roti yang sudah tersedia disini dan tenang saja buat yang tidak doyan nasi. Gue akan buat kentang goreng jadi semuanya bakal bisa makan, buatnya juga tidak ribet asal ada yang bantuin gue. Lagian tangan gue cuma dua, gak mungkin juga semua masakan itu bisa gue selesaikan sendiri tanpa bantuan kalian. So disini siapa yang mau bantuin gue? Gue butuh kira-kira tiga orang lagi agar yang lainnya bisa buat cake bersama dia," ungkap Ratu menjelaskan strategi apa yang ia gunakan. Anak-anak yang mendengarnya penjelasan Ratu pun mengangguk paham.
"Gue bisa masak sedikit tapi mohon bantuannya," ungkap salah satu anak perempuan berkacamata mata frame hitam yang bertengger di hidung mancungnya.
"Gue juga bisa bantu masak," ungkap salah satu anak yang berada dibalik si gadis berkacamata.
"Yaudah lu berdua bantuin gue dan siapa satu orang lagi?" tanya Ratu sambil melihat satu-satu teman kelompoknya. Setiap orang yang dilihat Ratu, maka orang tersebut akan dengan cepat membuang wajah mereka. Hal tersebut bukan tanpa alasan mereka lakukan, mereka hanya takut saja bila harus berpandangan dengan Ratu yang selama ini memiliki rumor jahat disekelilingnya. Memang mereka merasakan kebaikan dan kedewasaan Ratu dalam membimbing kelompok mereka, tetapi tetap saja rasa takut yang mereka punya untuk Ratu tidak bisa berkurang begitu saja dengan cepat.
"Gue mau bantuin lu Tu," ungkap Arga langsung menawarkan dirinya dengan cepat. Arga juga bisa masak dan lelaki itu juga mengingat bahwa ketika ketika mereka masih dekat, mereka sering sekali membuat makanan itu bersama. Bahkan dulu mungkin saja mereka bosan memasak bersama karena mereka hampir saja membuat segala inovasi yang menurut mereka sangat mereka perlukan.
"Oke," balas Ratu singkat. "Buat yang lainnya yang tidak masak gue harap sekarang kalian mencuci dan membawa air bersih ke sini," tutur Ratu dan beberapa anak yang tidak memiliki pekerjaan apapun langsung dengan sigap membawa bahan-bahan yang mereka akan gunakan ke sungai untuk segera dibersihkan.
Sedangkan di tempat lain, Dirga dan Arfan berserta Irma dan Prisil telah selesai membereskan semua bahan-bahan yang mereka butuhkan. Semuanya tidak berjalan lancar saja tanpa hambatan karena sikap jahilnya Arfan membuat hampir saja kentang yang mereka punya hanyut terbawa arus sungai, untung saja Dirga dengan sigap menangkap kentang tersebut sehingga anak-anak dapat lega karena mereka tidak kehilangan bahan apapun juga.
"Kalau jalan pake mata!" sentak Dirga sambil menangkap Irma yang hampir saja jatuh dengan semua bahan makanan yang ada di pelukannya.
"Ma-maaf kak," ungkap gadis itu sambil menunduk seakan-akan menyembunyikan wajahnya dari Dirga yang saat ini terlihat marah.
"Udah kak gak apa-apa kok, mungkin yang kitanya juga yang kurang hati-hati. Kakak gak perlu khawatir karena bahan-bahan aman kok," ujar Irma dengan nada lega. Andai saja Dirga tidak sigap menangkapnya, mungkin saja ia harus segera mencuci kembali bahan-bahan mereka yang sudah bersih tersebut. Mencuci kembali sama dengan mereka membuang waktu mereka untuk hal yang sangat tidak berguna.
"Ye si onyet, bukannya merasa bersalah. Eh malah pergi begitu saja, awas lu muka lu gue tandain!" ungkap Arfan yang geram melihat gadis yang baru saja menabrak rekan timnya itu menyelonong begitu saja.
"Udah kak, nanti saja marahnya. Mending kita balik karena aku rasa Rembulan pasti menunggu kita," ucap Prisil dengan bijak.
"Oke karena lu cantik, ayo kita balik!" balas Arfan dengan nada semangat, membuat Prisil yang digombalkan mereka malu dan wajah gadis itu seketika memerah begitu saja.
"Kenapa lama?" tanya Tera langsung menerima bahan-bahan yang sudah Irma dan Prisil bawa.
"Itu tadi kak Arfan bercandanya hampir buat kentangnya hanyut, tapi untung saja kak Dirga nangkap kentangnya cepat terus pas balik tadi hampir saja aku jatuh tapi tenang semua bahan aman kok. Tidak ada yang kurang dan tidak ada yang kotor karena semuanya aman terkendali," jelas Irma menceritakan sedikit situasi yang telah mereka alami.
"Untung itu kentang aman ya Fan, andai saja itu kentang tidak aman. Maka gue yang akan buat lu hanyut sama ntuh kentang yang lu buat hilang," tutur Adelio sambil memandang temannya dengan tatapan kesal. Arfan yang sedang di tatap Adelio pun hanya bisa cengengesan karena ia juga merasa bersalah.
"Tapi kamu gak apa-apa kan?" Tanya Rembulan sambil mengambil ayam yang sudah di potong-potong dan dibersihkan oleh rekannya itu.
"Tenang aja Lan, gue sigap kok nangkapnya. Lagian temannya elu tidak akan luka kalau sama gue," balas Dirga dengan santai. Membuat Tera langsung memandangi kakak kelasnya itu dan temannya secara bergantian karena seketika saat ini otak bucinnya Tera bangkit dan mulai bekerja dengan baik.
"Bagus deh, kalau begitu." Rigel pun ikut berkomentar ringan.
"ASTAGA!" teriak Rembulan hampir saja terjatuh karena terdorong ke belakang karena panik. Adelio yang berada di belakangnya Rembulan pun langsung menangkap tubuh adik kelasnya itu dengan sigap.
"Kamu kenapa Lan?" tanya Tera langsung melepaskan seluruh bahan-bahan kue yang dirinya pegang, gadis itu langsung berjalan ke arah temannya yang terlihat sangat terkejut.
"Itu di keranjang ada apaan!" balas Rembulan dengan nada sedikit panik.
"Keranjang?" Ujar Rigel sambil membuka keranjang bahan makanan mereka. Lelaki itu pun dengan sabar mengeluarkan satu demi satu bahan makanan yang terdapat di keranjang tersebut.
"Ular mainan? Lu berdua mau cari masalah?" ungkap Rigel sambil menatap Arfan dan Dirga dengan tatapan membunuh.
"Sorry nih Gel, gue emang suka bercanda tapi gue tahu saat ini bukan saatnya bercanda dan lu tahu kan kalau gue gak bawa mainan seperti itu? Jadi gak mungkin itu kelakuannya gue, lu bisa tanya sama adik-adik kelas kita kalau gue dan Arfan memang tidak berencana jahil kepada siapapun. Gue juga punya otak kali," tutur Dirga dengan nada tidak suka. Dirga paling kesal disalahkan disaat dirinya tidak berbuat apapun juga karena bagi Dirga dituduh temannya sendiri itu lebih sakit, dibandingkan dihakimi oleh ribuan orang.
"Iya kak Dirga dan kak Arfan enggak ngelakuin apa-apa kok dan itu ular mainnya ya tiba-tiba saja aja ada disana tanpa sepengetahuan kami," cetus Irma langsung membela Dirga. Bagaimana pun tadi Dirga telah membantu dirinya, jadi anggap saja pembelaan dirinya kali ini adalah salah satu wujud terimakasih yang telah ia berikan kepada Dirga yang telah membantunya tadi.
"Benar apa kata Irma kalau kak Arfan dan kak Dirga tidak sebercanda itu kok. Eh tapi kok janggal ya? Bagaimana mungkin itu ada kecuali anak yang nabrak Irma tadi punya maksud tersendiri?" ujar Prisil mengeluarkan analis yang telah ia pikirkan. Bagi Prisil hanya hal itu yang mungkin, lagian Arfan dan Dirga tidak lepas dari pantauannya. Jadi mana mungkin kakak kelasnya itu memiliki kesempatan iseng seperti itu dibawah matanya.Unduh Novelah App
Anda dapat membaca lebih banyak bab. Anda akan menemukan cerita-cerita hebat lainnya di Novelah.
Komentar Buku (70)
Share
Bab-bab Terkait
Bab Terbaru
saya sangat suka buku nya
06/07/2025
0okkk
21/09/2024
0good
22/06/2024
0Lihat Semua