Tapi tiba-tiba mata Karin langsung terbelalak saat menemukan seseorang di tangan sahabat. "Intan ada apa dengan tangan mu " ucap Karin panik, sedangkan Intan yang sudah menemukan salep langsung mengoleskan pada tangan nya sekali-kali dia meringis. "Sini aku bantu " ucap karin langsung merampas salep yang ada di tangan sahabat dan dengan hati-hati dia mengoleskan salep tersebut. "Auuuu " pekik Intan, Karna tangan Intan yang putih jadi langsung memerah saat kena air panas "Maaf, maaf tahan sedikit lagi " ucap Karin. "Perlu di perban " lanjut Karin lagi, kebetulan dia memiliki perban di lacinya yang memang dia siapkan sebelumnya. "Tidak perlu ini akan membaik setelah di beri salep, terima kasih " ucap Intan dengan tulus. "Sama-sama " ucap Karin tak kalah tulusnya. Mereka langsung melanjutkan pekerjaannya sebelum jam istirahat tiba, kali ini Intan sedikit lama Karna hanya menggunakan satu tangan jadi mempersulit dirinya untuk bekerja. "Intan ayo kita kantin sekarang " ucap Karin, saat melihat jam yang sudah menunjukkan pukul dua belas siang, saatnya mereka istirahat mengisi tenaga dan mungkin ada sebagian yang memilih untuk keluar mencari udara segar menghilangkan lelah mereka. "Sebentar " ucap Intan merapikan mejanya, Karin yang melihat itu langsung membantu Karna Melih intan yang kesusahan. "Maaf sudah merepotkan mu " ucap Intan setelah selesai Merapi semua barang-barang yang ada di meja Intan. "Jangan sungkan untuk minta bantuan ku " ucap Karin, mereka langsung menuju kantin dan saat di kantin pun Karin dengan sigap membantu Intan. "Kau mau ini " ucap Karin, yang mendapat anggukan kepala oleh Intan dia tahu sahabat suka sup jadi dia menawarkan sup itu. "Cukup " ucap Intan saat merasa lauk yang di ambil sahabat terlalu banyak . "Ayo kita cari kursi yang kosong " ucap Karin, dan mereka memilih duduk di pojok belakang untuk menikmati makan siang kali ini, dan saat mereka asik makan tiba-tiba datang seseorang. "Boleh aku gabung " ucap nya, Intan dan Karin langsung mending Melihat siapa dan ternyata menejer mereka siapa lagi jika bukan Alvin. "Tentu saja, iya kan Intan " ucap Karin , yang hanya dapat deheman dari Intan tapi sebelum itu dia langsung berdiri dari duduknya. "Maaf pak biar saja yang duduk di samping Intan " ucap Karin langsung pindah di samping Intan Karna sebelumnya dia sudah mendapatkan kode dari sahabat nya. Baru juga Alvin duduk di hadapan Intan seseorang langsung duduk tanpa permisi . "Maaf, aku tidak kebagian kursi jadi aku boleh kan aku gabung dnegan kalian " ucap yoga pria dari departemen lain yang tak lain pria yang menyebabkan tangan Intan harus tersiram air panas . Mereka langsung melihat ke sekitar dan benar saja tidak ada bangku yang kosong yang tersisa menyebabkan mereka tidak ada pilihan lain. "Maaf atas kejadian tadi " ucap nya, yang membuat Intan menghentikan pergerakannya, tak hanya Intan, Karin dan Alvin juga menghentikan pergerakan. "Memangnya apa yang terjadi " ucap Alvin. "Oh jadi kau yang menyebabkan tangan Intan melepuh " ucap Karin kesal, Karna dia sahabat susah untuk bekerja. "Sungguh aku tidak sengaja " ucap yoga lagi. Intan yang merasa kondisi sedang tidak baik dan mengganggu makan nya, dia langsung bangun dari duduknya. "Kau ingin kemana " ucap Karin. "Aku sudah kenyang, silahkan kalian nikmati " ucap Intan berniat ingin pergi tapi langkahnya terhenti saat mendengar ucapan seseorang. "Kau baru makan sedikit kita ada lembur hari ini kau perlu banyak tenaga " ucap Alvin, yang mendapat anggukan kepala oleh Karin . "Sepertinya ini semua Karna diriku aku bisa pindah " ucap yoga. "Pindah kemana, intan ayo duduk kembali kami tidak akan membuat ribut lagi habiskan makanan sekarang " ucap Karin memaksa, dan benar saja saat mereka makan tidka ada yang bicara tapi intan tidak melanjutkan makan nya yang membuat Karin menghembuskan nafas nya. "Makan lah " ucap Karin menyodorkan sendok di mulut Intan dengan terpaksa intan membuka mulutnya. "Aku bisa sendiri " ucap Intan. "Bagus " ucap Karin lagi . Dua pria yang melihat itu hanya mampu memperhatikan tanpa mampu membuka suara Karena tidak ingin intan pergi bagi mereka bisa dekat saja sudah cukup. Ia, mereka menyukai Intan dengan cantikan dan kesederhanaan yang intan miliki membuat mereka kagum dengan apa yang Tuhan ciptakan padanya. *** William Franklyn pria berdarah dingin dan terkenal dengan pria yang kejam, dan jika dia tidak menyukai seseorang maka tidak segan-segan dia menghancurkan orang tersebut. William keturunan Eropa dan Indonesia memiliki wajah yang tampan di usia yang sudah menginjak 29 tahun tapi masih sendiri bahkan kedua orang tua William sudah mencoba menjodohkan dengan banyak wanita tapi William memiliki berbagai cara untuk menolak wanita yang kurang bahan alis seksi. "Tuan " seseorang membuyarkan lamunan William yang sedang memikirkan apa lagi yang harus dia lakukan sekarang, yang entah dia juga tidak tau apa yang sedang di pikirkan oleh nya. "Sejak kapan kau di sini " ucap William datar. "Maaf tuan bukan kah tuan yang ,,,, " belum selesai dia bicara sudah di potong oleh seseorang. "STOP, KELUAR KAU " entah setan apa yang merasuki pria ini setelah sekian lama diam tapi tiba-tiba langsung berkata dengan kasar. Anderson pria yang sudah biasa menghadapi kemarahan tuan muda mereka setiap kali perempuan datang di kantor dan selalu dia mendapat amukan tuan muda mereka. "Tuan jika anda tidak ingin di jodohkan sebaiknya anda mencari pendamping " ucap Anderson yang mendapat tatapan tajam dari tuan nya, tapi dia tidak takut akan hal itu dia bahkan dengan berani menatap tajam tuan muda sekaligus bos mereka. "Apa maksud mu " ucap William tajam. "Hanya itu jalan supaya nyonya menghentikan segalanya " ucap Anderson, William semakin meremas rambut sendiri dia pusing di hadapkan dengan wanita kekurangan bahan, tidak bukan itu lebih tepatnya dia muak dengan semua wanita semua sama. *** Tepat pukul delapan malam, semua orang langsung berdiri saat menyelesaikan tugas Meraka bersama dengan wajah lelah mereka berbondong-bondong untuk keluar dan segera pulang dari tempat yang membuat mereka pusing. "Intan kau yakin Ingin pulang " ucap Karin khawatir secara ini sudah sangat larut malam mana mungkin bus ada jika iya pasti sangat bahaya untuk Intan seorang diri. "Tentu saja, jika aku tidak pulang lalu aku tidur di mana " ucap Intan sambil duduk di halte tempat menunggu bis yang kebetulan tidak jauh dari tempat kantor dia bekerja berada. "Kau bisa nginap di kost ku " ucap Karin lagi, dia sangat khawatir akan kepulangan sahabat nya kali ini. "Aku naik taksi saja " sambil melambaikan taksi dan saat itu taksi langsung berhenti tepat di hadapan Intan. "Hati-hati " ucap Karin, dia tidak bisa melarang Sahabat keras kepalanya itu. Selama di perjalanan Intan hanya diam setelah mengatakan di mana tujuan nya pada supir taksi yang mungkin seumuran dengan ayahnya. Dua jam berlalu akhirnya Intan sampai dengan selamat di depan rumah nya sekarang sudah mulai sepi dan sebagian lampu yang mati mungkin menghuni rumah sudah tertidur sekarang. Intan masuk dengan hati-hati biar tidak mengganggu waktu tidur kedua orang tuanya dan setelah mengunci pintu kembali Intan berniat untuk mandi tapi pergerakan terhenti saat sosok ayah dan ibunya masih terjaga di dapur . "Ibu, ayah " ucap Intan. "Kau baru pulang nak " ucap ibu Kalsum . "Duduk lah nak " ucap ayah Sony, intan hanya menurut dan duduk bergabung di sana. "Kau sudah makan nak " ucap ibu Kalsum, terlihat jelas oleh mereka jika putrinya sangat lelah . "Ayo kita makan bersama setelah ini kau harus istirahat " ucap ayah Sony, dan benar saja makanan masih utuh padahal sebelum ini Intan sudah mengatakan jika dia pulang terlambat tapi ayah dan ibunya masih menunggu dirinya untuk makan. Dan benar saja mereka langsung menikmati makan malam yang sangat telat dan setelah selesai mereka langsung istirahat setelah Intan membersihkan dirinya juga ikut istirahat. Selama dia dalam kamar intan berpikir keras ada apa dengan kedua orang tuanya, apa dia melakukan kesalahan sampai membuat kedua orang tuanya berubah tidak bukan berubah lebih tepatnya menunggu dirinya biasanya jika dia lembur mereka akan istirahat lebih dulu tanpa menunggu dirinya. Maaf jika masih ada kata yng typo 🙏
Unduh Novelah App
Anda dapat membaca lebih banyak bab. Anda akan menemukan cerita-cerita hebat lainnya di Novelah.
novel nya bagus banget
12/06/2025
0bagus keren
20/05/2025
0bagus
22/03/2025
0Lihat Semua