Sedang seorang wanita yang sudah menyelesaikan perintahnya dia langsung kembali ke ruangan untuk menyelesaikan berkas yang tiada habisnya, tidak ada lelah dalam kamus nya apa lagi ini menyangkut tentang uang. Intan tidak pernah lelah dengan satu kata itu, dan dia akan pastikan pada orang yang sudah menghina jika dia mampu, menaikan derajat kedua orang yang sangat dia sayangi. Kalian boleh menghina atau apa pun tentang dirinya tapi tidak untuk kedua orang tuanya, mereka sangat beharga untuk Intan jadi dia akan maju paling depan untuk membela dan rela memperjuangkan segala. "Intan kua baik-baik " tanya Karin yang melihat Intan membawa dua gelas satu untuk nya dan satu untuk Intan. "Baik, sudah minum kopi nya " akhirnya Intan membuka suara setelah semalaman dia diam, dan mungkin Intan sedang perang dengan hati dan perasaan. Jujur Karin sangat penasaran dengan apa yang terjadi tapi dia tak ingin membuat Intan ingat kembali dengan apa yang terjadi, dan jika boleh di ulang dia ingin mengulang jangan pergi ke pesta perkawinan temannya, ia dia sadar pasti terjadi sesuatu di sana hanya saja dia tidak mengetahui hal itu. Karin yang melihat sahabatnya fokus menyelesaikan pekerjaan hanya bisa menarik nafas pasrah, dia akan tahan untuk tidak membuat sahabat sakit, ia hanya itu yang bisa di lakukan dan dia akan sabar menunggu biar sahabat sendiri yang mengatakan apa yang terjadi. Sedangkan seorang pria yang baru saja sampai kantor tanpa pikir panjang dia langsung menuju ruangan, William langsung masuk ke dalam yang akan membawanya ke lantai atas di mana ruangan berada. "Selamat pagi tuan " sapa sekretaris William, dan langsung membaca kegiatan William hari ini, sampai dalam ruangan William sempat menghentikan langkahnya saat mata tajam miliknya menemukan sesuatu. Segelas kopi hangat yang asap masih mengepul ke atas, dan itu pertanda jika segelas kopi baru saja di bikin. "Ternyata dia mengingat pesan ku " William membatin, entah kenapa senyum kecil terbit di bibirnya bahkan tidak terlihat sana sekali. "Baiklah, kau siapkan berkas yang akan kita gunakan nanti " ucap William, di mana tempat pukul 10 dia akan ada meeting dengan perusahaan lain. Setelah kepergian asisten di dalam ruangan, William langsung menyesap kopi hangat itu dengan pelan-pelan, nikmat dan rasanya sangat pas sama seperti pertama kali dia menikmati, saat William ingin menyimpan kembali kopi yang sudah dia nikmati setengah tiba-tiba dia menemukan sebuah kertas kecil. Tuan, saya hanya ingin mengucapkan terima kasih untuk kemarin malam, dan maaf sudah merepotkan Anda. Baru selesai membaca pesan tersebut, tiba-tiba ponsel William berdering dan setelah tahu siapa yang menghubungi William langsung menjawab panggilan tersebut. "Hello " ucap William pada orang di sebrang sana. "..... " "Kirim melalui email saja, aku ada meeting nanti " ucap William lagi, dan setelah mendapat jawaban dari orang di seberang sana mereka langsung mengakhiri panggilan tersebut. Dan benar saja ponselnya kembali bergetar saat mendapat sebuah notifikasi pesan masuk melalui email nya. "Pria masa lalu " ucap William setelah selesai membaca email yang di kirim oleh orang di sebrang sana. Sebelumnya dia hanya mendapat informasi tentang Intan tanpa kehidupan yang dia lakukan, dan sekarang dia ingin tahu semua nya. "What " pekik William saat menemukan sebuah nama seseorang yang pernah dia temui, tepatnya kemarin malam. Sekarang dia paham kenapa dia pergi, Karna dia bertemu orang masa lalunya dan dia juga menyimpulkan jika seseorang sudah mengusiknya, jika dia melihat dari kejauhan dia berpikir mungkin dia bisa diam duduk manis memperhatikan orang tersebut tapi tidak untuk Intan dia langsung keluar dari acara tersebut. Tok Tok Tok Terpaksa William harus menghentikan kegiatan saat pintunya di ketuk oleh seseorang dan langsung dia suruh masuk. "Tuan, saya ingin mengingatkan jika meeting akan di mulai 15 menit lagi " ucap Anderson, dan benar saja saat William melihat jam tangannya ternyata sudah hampir jam 10. "Baiklah " ucap William, dan dengan terpaksa dia harus bersiap-siap untuk menuju ruang meeting dan sebelum itu William langsung menyimpan ponsel di laci dia tidak ingin seseorang mengganggu dirinya. Sampai di ruang meeting suasana langsung sunyi saat kedatangan William, pria dingin yang tidak segan-segan menghancurkan lawan nya, inilah sifat William di dunia bisnis walau dia datang di acara kecil saat di undang tapi percayalah dia tidak hanya datang untuk menghadiri dengan mata elang dia menilai dan mencari kelemahan seseorang. Sifat yang jarang di temui di dunia bisnis, jika orang lain akan sibuk dan tidak menghadiri acara pernikahan, dan pesta lain tapi tidak untuk William. "Baiklah, meeting bisa di mulai " ucap Anderson saat William memberi kode. Meeting berjalan dengan lancar dan lagi-lagi mereka memenangkan proyek tersebut dan tidak heran jika perusahaan yang mereka pijak semakin berkembang Karan William pria yang tegas, selalu memiliki kelemahan seseorang membuat mereka bungkam. "Selamat atas proyek yang anda menangkan tuan " seorang pria paruh baya mengulurkan tangan dan di sambut oleh William. "Terima kasih Tuan " ucap William. "Jika berkenan, saya mengundang anda untuk makan malam di mansion kami kebetulan anggota keluarga kami sedang berkumpul " mendengar itu William langsung senyum misterius William. "Dengan senang hati saya datang, dan apa saya boleh bawa seseorang " jangan di tanya respon pria paruh baya di hadapannya langsung tersenyum senang suatu kehormatan bagi mereka. "Tentu saja, kapan anda tidak sibuk " ucap nya semangat. "Anderson " ucap William. "Hanya Weekend waktu anda yang kosong tuan " beritahu Anderson yang juga di dengar oleh pria paruh baya tersebut. "Baiklah, kami tunggu kedatangan anda tuan " ucap nya lagi. "Oh iya, sekalian aku ingin berkenalan dengan calon besan mu dan apa boleh mereka tidak kembali " ucap William lagi. "Tentu saja tuan " ucap nya. "Baiklah saya undur diri " pamit William, dan pria tersebut juga pergi dari ruangan meeting untuk kembali pada perusahaan miliknya. Selama di perjalanan tidak henti-hentinya William tersenyum, lihat saja dia akan memberi kejutan menarik nanti, dia sudah tidak sabar menunggu waktu itu tiba. Jangan di tanya Anderson yang melihat perubahan aneh dari tuan nya, apa yang terjadi sebenarnya itu yang dia pikirkan dan sebelum ini banyak orang yang mengajak William makan malam dan lain sebagainya tapi William selalu menolak tapi sekarang, wah sebuah keajaiban bukan. "Jangan ikuti aku " peringat William saat Anderson mengikuti dirinya untuk masuk dalam ruangan nya, Anderson langsung menghentikan langkahnya dan menundukkan kepala patuh atas perintah tuan mereka
Unduh Novelah App
Anda dapat membaca lebih banyak bab. Anda akan menemukan cerita-cerita hebat lainnya di Novelah.
novel nya bagus banget
12/06/2025
0bagus keren
20/05/2025
0bagus
22/03/2025
0Lihat Semua