"Apa kalian anak baru ? Bagaimana bisa salah lokasi? Aku akan mengantar kalian." "Baiklah!" Mereka berdua mengikutinya. Fallin Ma menghela nafas melihat hal ini, jika seperti ini bagaimana mereka dapat melarikan diri. Kedua pria itu saling pandang seolah memberikan ide. "Ketua, gawat! Ada kelompok mafia lain yang berusaha untuk menembus masuk." "Apa? Kau antar mereka dulu. Aku akan menangani masalah diluar." "Baiklah!" Pria yang mengantikannya terlihat tidak terlalu garang. Pria itu berjalan didepan mereka. Salah satu diantara mereka berdua berbalik dan berlari. Orang yang diperintahkan untuk mengawasu berteriak tetapi dia segera di tangani. "Terlalu mudah." Penyusuk yang tertinggal tadi segera berlari keluar. Mereka berhasil meloloskan diri lewat jalan rahasia. Seorang pria berjubah hitam telah menunggu. "Tuan!" Fallin Ma memandang pria itu. Walaupun wajahnya tertutup, tetapi ketika mendengar suaranya yang familiar saat bicara, dia yakin bahwa pria itu adalah Mark Jung. Pria itu beralih untuk menggendongnya. Prok prok prok "Jadi ada penyusuk rupanya." Mereka mengalihkan pandangan ke arah tuan Ma yang berdiri tidak jauh dari mereka. Tidak disangka bahwa mereka terperangkap dalam jebakan Tuan besar Ma. Fallin Ma memandang ke arah Mark Jung. "Tidak perlu khawatir. Aku sudah memprediksi hal ini." Bisik pria itu. Mereka saat ini telah dikepung. Tuan besar Ma meminta anak buahnya menembak ke arah Mark Jung. Fallin Ma yang biasanya bersikap tenang kini mulai khawatir. Dor dor dor Satu persatu anak buah yang hendak menembak Mark Jung kini terluka kharena tembakan. Seorang pria muncul di depan Mark Jung. Pria itu memiliki tubuh penuh tato dan berpostur tinggi dengan wajah yang garang. "Jangan berani menyentuh orangku!" "Larilah! Biar aku yang menghadapi orang itu. " Pria itu berucap dengan nada berbisik. "Baiklah! " Anak buah tuan Ma berusaha menghalangi Mark Jung, tetapi dia masih dapat menghindar dan melawan mereka. Khususnya, karena bantuan dari para anggota mafia lain yang membantunya melarikan diri, tetapi sebuah peluru berhasil mendarat dan mengenai lengannya. Pria tampan berambut pirang itu berusaha untuk menahan rasa sakitnya dan menembaknya. "Mark Jung, kau bisa lepaskan aku. Aku tahu tidak mudah untuk menahan tubuhku dengan luka seperti itu." "Tidak masalah. Aku bisa menahan rasa sakit. Asalkan aku bisa melindungimu." Perasaan aneh menyelimuti hatinya. Ini pertama kali baginya ada seseorang yang rela berkorban untuknya. Selama ini dia yang harus menghadapi semuanya sendiri, tetapi sekarang ada seseorang yang melindungi dan menghadapi masalah dengannya. Secara perlahan es yang ada di hatinya mulai membeku. *** "Kenapa kau justru membela anak itu? Datanglah ke sisiku! Aku akan memberikan investasi lebih dari yang anak itu berikan. " "Maaf, tapi aku tidak tertarik dengan tawaran tuan besar Ma yang terhormat." Tuan Ma meminta anak buahnya untuk menembaknya, tetapi gerakan pria yang sering dipanggil Bos Hong ini dengan mudah menbalas serangan, dia begitu cepat bahkan dia berhasil melumpuhkan lawan sebelum mereka menembaknya. Tuan besar Ma mengambil pistol dan mengarahkan pistolnya pada Bos Hong tetapi dengan cepat dia dikepung oleh anak buah Bos Hong yang mengarahkan pistol padanya. Bos Hong mendekati Felix Ma. Tuan besar Ma tetap menembak ke arah Bos Hong, tetapi tembakannya meleset. Bos Hong tertawa meremehkan. Felix Ma merasa kesal diremehkan olehnya. "Jika kau berani menembak lagi, anak buahku bisa saja menembakmu secara bersamaan." "Apa kau masih berani melakukannya?" "Aku menyerah." Tuan besar Ma masih menyayangi nyawanya. Tidak mudah untuk menangani Bos Mafia yang terkenal di Negara F. Bos Hong tersenyum lalu mengajak anak buahnya menjauh. *** "Fallin Ma, syukurlah kau selamat. Apa kau terluka?" "Tidak, aku hanya merasa lemas. Sepertinya ini efek samping racun." "Apa? Racun? Sungguh, tuan besar Ma begitu kejam pada anaknya. Kau harus pergi ke rumah sakit." "Tidak apa. Tubuhku lebih baik dari sebelumnya. Sepertinya tadi aku sudah diberikan detoksi racun." Sekelompok pria datang. Pria itu adalah pria bertato yang membantu mereka. Dia melihat ka arah lengan Mark Jung. "Lebih baik kalian berlindung ke markasku terlebih dahulu. Mungkin mereka masih akan memburunya dan lebih baik kau obati lukamu terlebih dahulu, Mark.'" "Direktur Jung, anda terluka?" "Ini bukan masalah besar. Ini hanya luka kecil." Fallin Ma meminta agar Mark Jung menurunkannya. Dia masih bisa untuk berdiri. Pria itu menurutinya, Elisa Fu berada di belakang Fallin Ma untuk menahan tubuhnya. "Lebih baik kita segera pergi!" "Tunggu, tuan!" "Terima kasih, anda sudah menolongku." "Tidak perlu sungkan. Aku melakukan hal ini karena permintaan temanku. Sangat jarang bagi Mark meminta bantuanku dan begitu peduli dengan orang lain. Kau pasti begitu berharga bagi Mark." "Sudahlah, ayo kita cepat pergi. Fallin, aku yakin kau sudah lelah bukan?" Mark tidak ingin mendengar pembicaraan tentangnya. Khususnya, dia sebenarnya memiliki tuan lain yang coba dia tutupi. Mark Jung memandang ke arah Elisa Fu. Namun wanita itu menghindari pandangannya. *** Tuan besar Ma begitu marah. Dia merasa dipermalukan karena kekalahannya ini. Selama ini, semua orang selalu tunduk padanya karena uang yang dimilikinya, tetapi Bos Hong sulit untuk diajak kerja sama. "Bagaimana anak rendahan itu dapat terhubung dengan pria kuat seperti Bos Hong. Hal apa yang dimilikinya hingga dapat membawa Bos Hong yang hebat berada disisi anak rendahan seperti dia. " "Sekarang, sulit bagiku untik mendapatkan Fallin Ma yang ada dalam penjagaan Bos Hong." Felix Ma juga tidak berani untuk menentang Bos Hong yang terkenal kejam. Apalagi saat ini, anak buahnya banyak yang sedang terluka,tidak mungkin mereka dapat melindunginya. Hari ini terlalu banyak kekacauan yang terjadi membuat Felix Ma sakit kepala. Bahkan dia tidak bisa tidur saat ini. Besok, dia juga harus berhadapan dengan Edzar Gao yang akan datang untuk menemui Fallin Ma. Dia tidak mungkin memberitahu bahwa putrinya melarikan diri dengan pria lain, hal itu hanya akan memperburuk keadaan. Tuan besar Ma harus mencari alasan yang tepat utuk menenutupi kekacauan ini dari Edzar Gao. Felix Ma juga harus mencari cara lain untuk dapat mengambil putrinya kembali dan menyeretnya untuk kembali ke kota S. Semua masalah ini membuat kepalanya hampir meledak karena semua menjadi serumit ini.
Unduh Novelah App
Anda dapat membaca lebih banyak bab. Anda akan menemukan cerita-cerita hebat lainnya di Novelah.
bagus bat
04/10
0bagus
02/10
0keren
02/10
0Lihat Semua