Beranda/Frozen Heart, Burning Love/
Bab 16 Tegangan Tinggi
Setelah memastikan Kris naik motor dan pergi, Cathy langsung masuk ke dalam rumah, menuju ke kamarnya. Ibu Cathy menghampiri anaknya yang ingin masuk ke kamar.
"Udah pulang temennya, Nak?" panggil ibunya Cathy.
Mendengar suara ibunya, Cathy menghentikan langkah kakinya.
"Udah, Bu!" jawab Cathy singkat.
"Temen kamu yang tadi, cakep ya?" goda ibunya itu.
"Itu karena dia blasteran aja bu. Kebawa gen bulenya itu," jawab Cathy cuek.
"Ihh.. kamu tuh ya. Tapi ngomong ngomong ibu baru tau loh temen kamu itu yang bule mamanya, ibu pikir nurun dari papanya."
"Kalo nurun dari mamanya, trus kenapa bu?" tanya Cathy binggung.
"Biasanya kalo mamanya bule wajah anaknya biasa aja ga terlalu keliatan bule banget gitu. Beda kaya temenmu itu."
Cathy terkejut dengan ucapan ibunya. Cathy lalu mengeleng gelengkan kepalanya, binggung. Ia merasa heran dengan pemikiran ibunya dan tidak tahu harus berkata apa lagi untuk menanggapi ucapan ibunya itu.
"Ibu apaan sih? Teori dari mana lagi itu? Mitos tuh bu," jawab Cathy.
"Bisa jadi. Udah ah.. Kamu belajar aja sana."
"Iya ini juga mau ke kamar, belajar."
Cathy lalu ke kamar mempersiapkan apa saja yang akan ia pelajari di sekolah, esok harinya.
Malam harinya, Kris tidak bisa tidur. Ia jadi senyum senyum sendiri manakala teringat kejadian yang dialaminya selama seharian ini.
Karena tidak bisa tidur juga, Kris lalu main game online di hapenya. Tiba-tiba muncul notifikasi pesan dari Cathy. Kris sangat terkejut sampai ingin berteriak saking senangnya.
"Belum tidur?"
Begitu bunyi pesan yang tertulis di hape Kris.
Kris langsung membalas pesan itu dan mereka ngobrol sebentar. Begini kira kira isi percakapaan mereka berdua.
Cathy : Belum tidur?
Kris : Belum. Cathy, belum tidur juga?
Cathy : Ini baru mau tidur abis belajar.
Kris : Oh. Yaudah. Good night
Cathy : Good night too.
Waktu terus berputar. Detik menjadi menit, menit berganti jam, jam berganti hari, hari berganti hari. Tanpa terasa tahun sudah berganti dan Kris sekarang sudah kelas 12. Tahun terakhir bagi Kris berada di bangku SMA serta tahun terakhir juga bagi Kris memperjuangkan cintanya.
Masih jelas dalam ingat Kris, bagaimana sibuk nya ia dengan semua aktifitas pribadinya di sekolah mulai dari belajar seperti anak SMA lainnya, klub basket yang diikutinya serta upaya Kris mengejar Cathy.
Setahun yang lalu, Kris akhirnya bisa memiliki kesempatan untuk mendekati Cathy. Berawal dari tugas kelompok, Kris mulai gencar melakukan pedekate dan tanpa disangka Cathy merespon setiap upaya yang dilakukan Kris.
Cathy yang dingin dan jarang tersenyum itu perlahan mencair jika bersama Kris yang ramah dan pengertian.
Walaupun sifat dan kesukaan Cathy dan Kris berbeda, nyatanya mereka berdua malah menjadi semakin dekat. Bagaikan dua buah magnet yang saling tarik menarik walaupun kutubnya saling berlawanan.
Seperti saat ini, Kris sedang asik makan semangkuk bakso di dalam kedai yang berada di dekat sekolah mereka. Sesekali ia ngobrol dan tertawa bersama Cathy yang duduk di depannya. Cathy juga ikut memesan semangkuk bakso.
Entah dari mana tidak sengaja Grace melihat mereka berdua dari jauh. Grace merasa sangat kesal melihat keduanya.
"Masih berani juga tuh cewe deketin Kris. Awas aja ya," ucap Grace dalam hatinya.
Grace lalu berjalan masuk ke dalam kedai dan mendatangi meja tempat Kris dan Cathy duduk.
"Permisi. Kursinya kosong kan? Ikut gabung ya," tanya Grace sambil menunjuk kursi kosong disebelah Kris.
"Yaudah duduk aja," jawab Kris.
"Makasih," balas Grace dengan senyuman manis.
Saat duduk Grace melirik ke arah Cathy, namun ia langsung membuang muka menatap ke arah lain saat Cathy tengah menatap tajam wajahnya. Kris tidak menyadari ada ketegangan yang terjadi diantara kedua gadis cantik yang tengah berebut perhatian darinya serta berada duduk di sekitarnya itu.
"Pak, Pesen Bakso semangkuk buat saya ya," ucap Grace pada pedagang bakso.
"Siap, neng cantik!" ucap pedagang bakso itu.
Grace tertawa kecil mendengar perkataan pedagang bakso.
Tawa Grace yang jernih terdengar merdu lembut sayup-sayup, membuat sekeliling melirik kearahnya.
Jika dilihat dari dekat, Cathy mengakui Grace lebih cantik dari pada dirinya. Bagaimana tidak.
Grace yang blasteran Indo-Belgia dengan perawakan tinggi semampai dan bentuk tubuhnya menyerupai model. Wajahnya tirus dengan sedikit lesung pipi disebelah kanan wajahnya ditambah hidung mancung dengan mata bulat sayu menambah kesan cantik dalam wajahnya.
Disebelah Grace, duduk Kris yang juga memiliki wajah rupawan dan terlihat sangat mencolok. Wajah Kris yang blasteran Indo-China-Kanada dengan iris mata berwarna biru Itu, membuatnya menjadi sosok yang berbeda.
Keberadaan Grace dan Kris yang duduk bersebelahan di kedai bakso hari ini, membuat pembeli yang lainnya memperhatikan mereka dan saling berbisik satu sama lain.
"Eheem..."
Kris berdehem sekali.
Suara deheman Kris membuat pembeli yang menatap mereka menjadi malu.
"Baksonya nih, Neng!" ucap penjual bakso sambil membawa semangkuk bakso untuk Grace.
"Makasih," ucap Grace sambil tersenyum manis.
"Tumben lu mau makan disini," celetuk Kris tiba tiba.
Kris merasa heran melihat Grace berada di depannya saat ini. Menurut Kris seorang Grace yang agak jijikan dan suka pilih pilih makanan itu, tidak mungkin mau makan semangkuk bakso ditempat sederhana seperti sekarang ini.
Merasa sedang diperhatikan oleh Kris, Grace jadi tersenyum senyum malu. Sedangkan Cathy hanya menatap wajah mereka berdua sambil menghabiskan semangkuk bakso pesanannya.
"Ini kan tempat umum. Ga ada larangannya kan gue ga boleh makan disini," jawab Grace sambil tersenyum manis.
"Tapi kan lu biasanya.."
"Kenapa Kris? Ada yang aneh," ucap Grace memotong perkataan Kris.
"Enggak. Nggak papa. Terserah lu," jawab Kris singkat.
Entah mengapa suasana tiba tiba menjadi canggung. Tidak satupun dari mereka bertiga ada yang berbicara. Kris lalu teringat akan tujuannya.
"Cathy..." panggil Kris pelan.
Cathy lalu mendongakkan kepalanya menatap Kris yang memanggilnya.
"Ibu lo ntar sore ada dirumah ga?" tanya Kris tiba tiba.
"Kenapa jadi tiba-tiba nanyain ibu gue?" ucap Cathy bingung.
"Nanya aja. Ntar pulang bareng aja ya, gue mau mampir. Itu juga kalo lo boleh."
"Mau ngapain lo pake mau mampir segala?" tanya Cathy mendadak waspada.
"Nggak usah berpikiran yang aneh aneh deh. Gue cuma mau nyampein titipan pesenan dari mama. Boleh ya..." ucap Kris memohon dengan wajah memelas.
"Hah?! Titipan pesenan apaan?" tanya Cathy bingung.
"Kepo deh lo. Ntar lo juga tau."
Cathy malah semakin binggung dengan perkataan Kris. Sedangkan Kris hanya tersenyum senyum tidak jelas sambil memandang Cathy, seolah sedang mengejeknya.
Di sebelah Kris, Grace yang menyaksikan kedekatan mereka berdua dari jarak yang sangat dekat, merasa sangat kesal. Ia merasa Kris telah berubah semenjak mengenal Cathy. Grace sangat cemburu melihatnya dan tidak tahan lagi seolah ingin berteriak. Namun sedetik kemudian, terlintas sebuah ide di dalam benak Grace. Ia lalu tersenyum kecil dengan salah satu sudut bibirnya terangkat ke atas.
Bersambung....Unduh Novelah App
Anda dapat membaca lebih banyak bab. Anda akan menemukan cerita-cerita hebat lainnya di Novelah.
Komentar Buku (48)
Share
Bab-bab Terkait
Bab Terbaru
cerita bagus banget ,aku suka ceritanya❤️
03/07
0mantap sekalih ni
21/08/2025
0keren banget
05/05/2025
0Lihat Semua