Bab 35

Bab 35
Dor dor
Meta yang terkejut seketika memeluk Fitra dan menunduk. Terdengar suara laki-laki itu mengerang kesakitan, tanpa membuang waktu, Meta segera berlari keluar dari rumah dan membawa Fitra masuk ke dalam mobil. Beruntung Fitra tidak menangis, sepertinya ia mengerti keadaan ibunya yang tengah terdesak.
Blam!
Meta menutup pintu, lalu segera menguncinya dari dalam. Saat itulah ia melihat banyak sekali polisi yang menyerbu masuk, mungkin Adi termasuk di antara mereka, Meta tidak tahu. Semua memakai baju yang sama.
Tak lama kemudian terdengar lagi beberapa tembakan, dan erangan. Tepat saat itulah Meta melihat ada mobil yang melintas di belakang mobilnya. Meta menunduk, ia menutupi kepala Fitra dengan kedua tangannya. Meta tidak tahu, pengemudi mobil itu kawan atau lawan baginya. Ia hanya berjaga-jaga.
Meta mencoba mengintip dari balik kaca mobil, ia melihat seorang wanita, sangat cantik. Sangat jauh dibandingkan Meta. Beberapa kali Meta melihat wanita itu menghembuskan asap rokoknya ke udara, dan sepertinya mengumpat. Dari tempat Meta bersembunyi ia hanya mendengar gumaman yang tidak jelas, suara berisik dari dalam rumah kosong itu lebih mendominasi.
“Fitra tenang ya, jangan bersuara. Kalau sudah aman kita segera pergi,” nasehat Meta pada Fitra yang terus menunduk menuruti ibunya.
Meta tak lagi berani mengangkat kepalanya. Tak lama kemudian mobil yang berada di belakangnya sudah berlalu, barulah Meta menjalankan mobilnya menjauh dari lokasi. Ia mengebut, ingin rasanya ia segera pulang dan menenangkan diri.
Di tempat lain, Angel berkali-kali mengumpat. Baru saja mereka meninggalkan lokasi dimana anak buah Angel menculik anak Meta. Angel mencium bau kegagalan, karena itu ia menyusul ke sana bersama Boy.
“Dasar b*doh, gitu aja gak becus. Awas saja kalau mereka tertangkap!”
Boy, tangan kanan Angel hanya diam. Di saat seperti ini ia lebih memilih diam, tidak menjawab apalagi berkomentar. Hanya akan menambah masalah, Boy sudah paham apa yang akan Angel lakukan saat sedang marah.
“Boy, pastikan mereka tidak membuka mulut apabila nanti mereka tertangkap!” titah Angel pada Boy.
“Siap, Bos!” jawab Boy terus melakukan mobilnya pulang.
Angel diam, ia memikirkan cara lain untuk membuat Adi dan Meta menderita. Bukan salah Angel, ia hanya ingin membalas perlakuan mereka terhadap Alfan. Menurut Angel, penculikan ini tidak sebanding dengan sakit hatinya saat melihat Alfan pulang ke rumah dengan keadaan yang mengenaskan.
Alfan sudah mulai tunduk lagi dengan Angel, apa pun yang Angel minta akan selalu Alfan turuti. Bahagianya Angel saat ini, ia tersenyum membayangkan Alfan yang selalu menggodanya setiap hari dan setiap saat. Namun, wajahnya kembali datar saat mengingat kesakitan Alfan kemarin saat ia obati.
“Boy, siapkan rencana B yang aku katakan kemarin, kita akan melakukan itu setelah yakin orang b*doh itu menjalankan tugasnya.” Angel berkata lirih sambil menatap jalanan.
Sesampainya di rumah, Angel segera mencari Alfan. Hanya dengan Alfan, kemarahannya akan redam dengan sendirinya.
“Dimana Alfan?” tanya Angel pada salah satu pelayan dengan ketus. Moodnya benar-benar kacau saat ini. Ia butuh pelampiasan.
“Maaf Nyonya, tadi pak Alfan keluar mengendarai mobil Nyonya.” Pelayan itu menjawab dengan terbata-bata, ia takut membuat Angel marah. Sebelumnya Angel sudah memberikan ultimatum kepada seluruh pelayan, bodyguard dan satpam agar melarang Alfan keluar dari rumah itu, apa pun alasannya.
Seketika wajah Angel memerah karena marah, giginya bergemeletuk, dan matanya melotot tajam ke arah semua pelayannya yang kini sudah berjejer di depan Angel, sebelumnya mereka di panggil Boy agar berkumpul di dalam rumah.
Plak plak
Angel menampar pipi kanan dan kiri semua pelayan, mereka hanya meringis menahan sakit, tapi tetap berusaha berdiri tegak dan tidak memegangi pipinya.
Angel memberi isyarat pada Boy dengan matanya yang mengarah kepada jejeran bodyguard dan satpam. Setiap mereka melakukan kesalahan, mereka akan langsung mendapat hukuman dari Angel.
Boy mengangguk lalu berjalan mendekati para bodyguard dan satpam yang terlihat takut. Mereka semua menahan diri untuk terus berdiri tegak. Dengan sekali gerakan, Boy meninju perut mereka satu persatu. Sakit? Tentu saja. Namun apa yang bisa mereka perbuat? Tidak ada.
Semua menahan kesakitan, tapi mereka dipaksa untuk tetap berdiri tegak. Sungguh kejam. Kalau sudah tau bekerja dengan Angel semenakutkan itu mengapa tidak mengundurkan diri? Hanya kematian yang akan memisahkan mereka dari kekejaman Angel.
Pernah ada seorang pelayan yang nekat berusaha kabur dari rumah Angel, sayangnya ia berakhir terkubur tanah. Siapapun yang sudah bekerja bersama Angel, harus tunduk dan patuh, apabila melanggar, hanya kematian pilihannya. Andaikan Angel tidak sekejam itu, mungkin mereka akan betah melayani Angel, karena dari segi upah, Angel menggaji mereka dengan bayaran yang melebihi pada umumnya. Hanya satu larangan dari Angel, dilarang mengundurkan diri.
“Lain kali larang Alfan keluar dari rumah ini. Apapun caranya! Mengerti?” gertak Angel
“Baik, Nyonya,” jawab mereka kompak.
“Kalau kalian gagal, hukuman kalian lebih dari hari ini!” teriak Angel mengingatkan mereka. Ya sesekali memang harus diingatkan agar mereka tidak lupa dimana kaki mereka berpijak hari ini.
Angel mendecih, lalu pergi meninggalkan mereka semua. Moodnya benar-benar kacau, rencana gagal, lalu sekarang Alfan tidak di rumah. Lengkap sudah kemarahan Angel.
Setelah sampai di dalam kamar, Angel mengeluarkan ponselnya dari dalam tas. Ia mencari nomor Alfan. Aktif, tapi tidak diangkat.
“Sh*t!” umpat Angel, ia melemparkan ponselnya ke atas ranjangnya yang luas.
“Kurang ajar Alfan, berani sekali dia menentang ku! Cepat sekali pengaruh itu hilang.” Angel mondar-mandir di samping ranjangnya, salah satu tangannya berada di pinggang, satu yang lain mengacak rambutnya yang tergerai indah.
“Aku harus memberi dia pelajaran nanti,” gumam Angel kesal.
Dengan cepat ia merebahkan diri di atas ranjang. Matanya menatap plafon kamarnya yang berukir bunga, dan beberapa kurcaci kecil.
Angel menghirup napas kuat-kuat, dan mengeluarkan dengan pelan. Pikirannya berkelana di masa lalu, saat ia masih belum bersekutu dengan setan. Saat itu, banyak yang menghina kemiskinannya. Bersama suaminya yang terdahulu Angel pontang panting mencari uang demi sesuap nasi. Rumahnya belum mewah seperti sekarang, masih berdinding bambu dan beratap genting yang mulai rapuh. Untuk makan sehari-hari mereka mengandalkan hasil dari memulung barang bekas.
Banyak tetangga yang mencemooh dan terang-terangan meludah di depan Angel dan suaminya dulu. Bahkan Angel sempat mengutuk orang tuanya yang memberi nama Angel. Karena kemiskinan yang membuat banyak orang merasa Angel tidak pantas mendapatkan nama itu yang justru sekarang ia mensyukuri, nama itu membuatnya sekarang pantas disegani.
Berawal dari teman Angel semasa kecil, mereka kebetulan bertemu saat Angel mencari botol bekas di perumahan tempat tinggalnya. Sebut saja namanya Fea, dari dialah Angel bersemangat mencari pesugihan. Angel ingin hidupnya berubah, ia ingin menampar mulut mereka yang telah menghinanya. Ia ingin membalas sakit hatinya.
Fea yang membawa Angel ke tempat ia dulu melakukan perjanjian dengan setan. Setelah itu, Angel melakukan semuanya sendiri. Bersemedi 3 hari 3 malam, hanya boleh membuka mata saat akan makan dan minum saja.
Hampir saja Angel gagal melakukannya, saat mengingat hinaan orang, saat itulah semangat untuk berhasil melakukan semedi semakin membara.
Suami Angel sangat marah saat tahu Angel bersekutu dengan setan, walau mereka miskin setidaknya tidak membuang harga diri dengan menjadi kawan ‘mereka'.
Nasi sudah menjadi bubur, suami Angel akhirnya menikmati kekayaan mereka. Ia membangun perusahaan impiannya, yang saat ini masih berjalan diteruskan Angel. Sampai akhirnya suami Angel, melakukan kesalahan yang membuat Angel sangat marah. Ya, suami Angel berselingkuh, ia menghamburkan banyak uang untuk mengencani wanita-wanita muda yang sangat cantik. Hal itu membuat Angel marah.
Keesokan harinya semua orang mendapati suami Angel sudah mati dengan mengenaskan. Mulai dari situlah selain kekayaan, Angel juga membutuhkan kecantikan abadi. Ia tidak peduli lagi dengan siapapun, rasa empatinya mati seiring meninggalnya suami.
Tok tok
Suara ketukan pintu membuyarkan lamunan Angel, segera ia duduk tegak. Ia merapikan rambutnya yang sedikit acak-acakan, ternyata mengingat masa lalu mampu membuat Angel menitikkan air mata, segera ia hapus dengan kasar. Setelah yakin penampilannya oke, ia berjalan membuka pintu.
Nampak Alfan berdiri dengan tersenyum manis, membawakan buket bunga kesukaan Angel.
Angel diam, matanya terus memandang Alfan dengan wajah datar, membuat Alfan sedikit salah tingkah.
“Maafkan aku, Sayang. Aku ingin keluar mencari angin.” Wajah Alfan memelas, berharap Angel memaafkannya, lalu ia menyodorkan buket itu, “Ini untukmu, aku membelinya langsung dari tokonya. Bunga ini baru datang hari ini.”
Angel merampas bunga itu, lalu membuangnya ke samping kakinya, dan segera menginjak-injak bunga itu sampai layu. Wajah Alfan menjadi pucat pasi, sepertinya ia gagal mengambil hati Angel.
“Sayang, kenapa kamu injak bunga dari aku?” tanya Alfan sedikit takut.
Angel mendongak menatap Alfan, matanya melotot tajam. Alfan sedikit mundur, nyalinya ciut melihat Angel marah.
“Kamu tau apa kesalahanmu?” tanya Angel menyeringai
“Maafkan aku, Sayang. Maaf aku tidak pamit padamu. Tapi sudahlah, toh sekarang aku sudah di rumah. Sudah di depan matamu,” jawab Alfan gugup. Ia mencoba menutupinya.
“Kamu sudah melanggar aturanku, jadi kamu tetap harus dihukum kali ini!” teriak Angel kalap. Ia berteriak memanggil Boy.
Boy berlari menghampiri Angel, setelah memberi hormat pada Angel, Boy bertanya,” Ada apa Nyonya?”
“Bawa laki-laki ini ke ruang eksekusi!” perintah Angel, napasnya ngos-ngosan menahan marah.
Apa yang akan Angel lakukan pada Alfan? Tunggu jawabannya di bab selanjutnya..
Terimakasih sudah setia membaca cerbungku yang masih jauh dari sempurna ini.. Love u All.. 😘😘😘

Komentar Buku (179)

  • avatar
    Sikakog Dekoyoasi

    menarik

    30/07/2025

      0
  • avatar
    BriaGisel

    aku cinta kamu

    23/07/2025

      0
  • avatar
    ziakilastefani

    baguss

    30/06/2025

      0
  • Lihat Semua

Bab-bab Terkait

Bab Terbaru