logo text

Bab 9: First Kiss

"Terkadang hal yang menurut kita biasa, bisa berdampak luar biasa bagi orang lain yang menganggapnya asing."
***
  "Udah woy capek gue, hosh..hosh, "ujar Bima dengan nafas yang terengah-engah.
  Keempat cowok tampan yang baru menyelesaikan hukumannya itu menepi di bawah pohon mangga yang terletak di samping lapangan, inilah resiko dari tawuran kemarin, gak tanggung-tanggung Bu Aya atau sering di panggil Buaya itu memberi hukuman, guru BK itu menyuruh mereka lari keliling lapangan dengan berkalung kertas yang bertuliskan "Aku janji gak akan main perang-perangan lagi" tapi karena watak bandel dari keempatnya sudah mendarah daging, mereka menambahi tulisan dibawahnya yang berbunyi "kalau aku perang-perangan  lagi maka aku akan  janji lagi" tai kan ?
  "Gila aja hukumannya lari kelilingin lapangan 50 kali, lapangannya seluas gini lagi" Tutur Sakti dengan menyenderkan punggungnya pada pohon.
Ares tak memperdulikan teman-temannya yang menggerutu sebal,"Gue cabut !", mengambil jaketnya yang ia sampirkan di tribun lapangan, Ares segera meninggalkan ketiga temannya menuju parkiran.
***
    Jam menunjukkan pukul 4 sore, Setelah pulang sekolah Athena cukup lama dikamar mandi untuk membersihkan sisa-sisa tepung ditubuhnya, setelah itu ia memutuskan keluar kamar untuk mencari udara segar, tapi tak berapa lama, mamanya datang dan duduk disampingnya seraya tersenyum lembut.
"Athena ikut Mama aja ya...pasti kejutan dari Mama lebih baik dari yang papa kasih".
  Athena tersenyum tipis untuk menanggapi omongan mamanya, sekarang keduanya berada di taman belakang rumah yang di desain senyaman mungkin dengan kolam renang besar juga taman hijau yang menyejukkan mata, semua ini dibuat khusus untuk Athena karena kondisi Athena yang tak bisa berada di tempat kumuh.
   Athena sebenarnya tak menginginkan ini semua, tapi kedua orang tuanya selalu berlomba-lomba untuk memberikan yang terbaik untuknya, seperti sekarang..baru saja mamanya mengucapkan keinginannya, ponsel Athena yang ia letakkan di meja  samping badannya bergetar tanda ada panggilan masuk.
"Papa", gumam Athena setelah melihat nama papanya yang tertera di layar ponsel, "Athena angkat dulu ya ma ?"
  Setelah mendapat anggukan lesu dari  Diana, Athena mengangkat panggilan tersebut.
"Asalamualaikum pa"
"....."
"Ada apa papa telfon Athena ?"
"......"
"Sebelumnya makasih pa, makasih banget atas niat baik papa, tapi Athena kan udah besar, gak perlu lah ngadain pesta Ultah segala, dengan papa selalu doain yang terbaik buat Athena pasti Athena udah seneng banget".
"....."
"Amin, makasih buat do'anya pa, papa cepet pulang ya ? Kalaupun papa ngadain pesta tapi papa gak ada disana juga percuma, Athena maunya papa ada disamping Athena, selalu jaga Athena, dan selalu jadi sandaran Athena, tapi Athena udah bersyukur kok atas kasih sayang papa buat Athena, Athena memang gak tau sekarang papa ada dimana, tapi Athena selalu berharap Papa gak pernah berubah, Please Dad, do not allow this family destroyed Asalamualaikum pa".
Tut Tut
  Tanpa mendengar jawaban dari papanya, Athena memutuskan sambungan secara sepihak, senyum kecut yang tadi terukir kini semakin sempurna dengan sebulir air mata yang jatuh dari pelupuk matanya.
   Diana mendekati putrinya lalu memeluknya erat, mengelus Surai lembut berwarna coklat sama seperti warna rambut suaminya, "Athena gak usah sedih ya, Mama tau kok sebenernya anak Mama ini menginginkan sebuah perayaan untuk ulang tahunnya, bener gak ?".
  Athena melepas pelukan mamanya lalu menatap mamanya dengan mata yang mengerjap-ngerjap,"Enggak.., bener kok Athena gak perlu perayaan ulang tahun ma".
"Kecuali ada Mama dan papa yang yang menerima suapan kue pertama dari Athena". Lanjutnya di dalam hati.
"Okey, Mama percaya kok, tapi dari pada kamu gak ngapa-ngapain mendingan  Athena temenin Mama makan diluar yuk, sana gih siap-siap, setelah shalat magrib kita pergi".
  Athena tersenyum tipis untuk menanggapi tawaran mamanya lalu mengecup pipi kiri mamanya sebelum berdiri dan berjalan menuju kamarnya untuk bersiap-siap.
   Air mata yang sedari tadi  ditahan oleh Diana akhirnya lolos juga, ia juga mengerti tentang keadaan putrinya yang menginginkan orang tuanya bisa saling menyayangi, pernikahan muda yang dijalaninya yang saat itu masih umur 18 tahun tak membuat cinta tumbuh diantara keduanya, perjodohan yang didasari oleh kesepakatan perusahaan nyatanya tak memberi kebahagiaan untuknya, sekarang Diana pasrah atas jalan yang sudah diatur oleh-Nya, biarlah keduanya menempuh jalan masing-masing, sekarang tujuan Diana hanya satu, yaitu membuat Athena bahagia dan Diana berharap apa yang dialaminya tidak menimpa putrinya juga.
***
  Mobil yang dikendarai Diana telah sampai pada sebuah bangunan kekinian bernama Rose's Cafe, ia sengaja memilih tempat ini untuk dinner dengan putrinya karena cafe ini tengah booming dikalangan anak muda, sesuai namanya, cafe ini dipenuhi banyak karangan bunga mawar yang sangat indah, dan ia rasa Athena akan menyukainya.
  "Kamu mau pesen apa sayang ?" Tawar Diana kepada Athena setelah mereka duduk di kursinya.
"Samain aja sama Mama, Athena mau ketoilet bentar ya, udah kebelet nih". Izin Athena.
   Setelah mendapat anggukan dari mamanya, Athena segera menuju toilet.
"Aduh udah kebelet banget gue !!"gumam Athena seraya mempercepat langkahnya.
  Setelah sampai di depan pintu tolitet, Athena dengan tidak sabaran langsung nyelonong masuk.
"AAAAA!! NGAPAIN LO DI TOILET CEWEK ? MAU MACEM-MACEM LO YA ? IHHH...KELUAR GAK !!!" Athena terkejut luar biasa dengan adanya cowok disini.
Buk buk buk
   Athena dengan tak santainya memukul bertubi-tubi dada bidang seorang cowok yang dikenalnya, bagaimana ia bisa lupa dengan cowok sinting yang tadi pagi menyiramnya dengan tepung, ya..cowok itu adalah Ares.
"HEH LO APA-APAAN !!"Teriak Ares sama kencangnya dengan mencoba menghindar dari pukulan Athena.
"Lo yang apa -apaan !!, Dasar cowok mesum, gak tau etika, mati aja Lo !!!"
  Ares semakin memundurkan langkah seiring Athena yang semakin bringas memukulinya.
  Karena keduanya tak melihat kondisi, lantai yang dipenuhi genangan air telah menjadi pijakan mereka, Athena yang sekarang memakai flat shoes kaca yang licin sedikit oleng karenanya.
Srettt
   Athena memejamkan mata setelah yakin ia akan jatuh, tapi setelah lama menunggu tak ada rasa nyeri sedikitpun ditubuhnya, dan alasan kenapa ia tak berteriak, iapun juga tak tau karena rasanya ada yang membungkam mulutnya.
"Kok gak sakit sih, gue mimpi kali ya?, Tapi kenapa ni mulut rasanya aneh banget, kayak ada lembut-lembutnya. Athena membatin bingung, tunggu ? Ini apaan ?."
   Athena membuka matanya setelah merasa keanehan yang menjadi-jadi disini, dan ia sukses melotot ketika melihat bibirnya yang bertautan dengan Ares sedangkan alasan ia tak jatuh karena Ares menahan punggungnya dengan sedikit membungkuk,tangannya melingkar indah di pinggang Athena, alhasil tanpa diduga gerakan refleks mereka menjadikan dua bibir itu bersentuhan.
  Tatapan mereka bertemu, keduanya sama -sama menyelami dua netra yang berbeda warna tapi sama indahnya, Ares yang melihat mata coklat terang yang sangat indah itu sampai tak berkedip, sedangkan Athena tertegun menikmati keteduhan lensa hazel milik Ares.
"Auwww"
Bruk
  Athena mendorong Ares setelah Ares menggigit pelan bibirnya, karena ulah mereka, keduanya sama-sama jatuh kelantai.
Athena meraba bibirnya kasar.
"First kiss gue !!!" Batin Athena menjerit.
"MAU LO ITU APA SIH !!! GUE BUKAN CEWEK MURAHAN YANG BISA SEENAKNYA LO GINIIN, SEKARANG PUAS LO !!!" Athena menjeritkan semua unek-uneknya di depan Ares seraya berdiri dari jatuhnya, dan Ares melakukan hal yang sama.
"Apaan ?" Balas Ares tanpa rasa bersalah sedikitpun, "orang cuman nempel doang, dan itu bukan pelecehan, lagian mustahil WAKETOS ini gak pernah ciuman" fikir Ares.
"Apaaan Lo bilang !!" Setelah Lo ngambil First Kiss gue Lo bisa setenang itu ?, Dasar gak punya hati !!", Setetes air mata sukses jatuh dari mata indah yang tadi di Kagumi Ares, dan semakin lama tetesan-tetesan lainnya meluncur mulus di pipi Athena.
  Ares terkejut atas pengakuan itu, tapi ekspresi nya tetap tenang, Ares bingung dengan apa yang harus ia lakukan, dia memang br*ngs*k, dan ia mengakui itu,dia juga mengakui telah beberapa kali berciuman, tapi dia tak bebas berciuman sana-sini, hal ini hanya ia lakukan kepada cewek-cewek club yang memang sudah tak asing dengan hal ini, dan sekarang ia memaki dirinya sendiri.
"Ehm.." Ares berdeham untuk mengurangi kecanggungan yang terjadi setelah adanya jeda panjang karena Athena hanya menunduk dengan sesenggukan, "Sorry, gue khilaf" lanjutnya tenang.
   Athena mengangkat kepalanya setelah mendengar jawaban ajaib itu, Khilaf katanya ?.
"Cih..orang yang terlahir br*ngs*k  gak akan pernah bisa dipercaya omongannya."
Deg
   Setelah mengatakan hal yang membuat Ares bungkam, Athena keluar dari sana tanpa melanjutkan ritualnya, rasanya ia sudah tak merasakan hal apapun, karena hanya rasa benci yang menguasai dirinya, hal ini akan menjadi kado terburuk disepanjang ulang tahunnya, ciuman pertamanya....Astaga !!! ada satu hal lagi yang membuatnya merasa bodoh, ternyata ia memasuki 'toilet cowok' hal itu terbukti dari gambar yang tertempel di luar pintu, karena saking terburunya, Athena tadi tak melihatnya.
"Bego Lo Athena, kenapa mesti salah masuk segala sih !!Karena kebodohan Lo bibir ini udah gak suci lagi !!"Batin Athena dengan mengusap kasar bibirnya, tapi sekuat tenaga ia menghapusnya, bekas bibir Ares rasanya tak mau hilang.

Komentar Buku (762)

  • avatar
    VVia00

    seru banget,,,,,,,rekomen deh pokonya :>

    24/02

      0
  • avatar
    Muhammad Ghaisan Aksabena

    Ini yg dijadiin film antares ya kak?

    30/01

      0
  • avatar
    Sandii

    saya sangat menyukai nya

    04/06/2025

      0
  • Lihat Semua

Bab-bab Terkait

Bab Terbaru