Chapter 87

Saat itu aku sedang menyendiri. Bukan karena aku tidak ingin bergaul dengan yang lainnya, tetapi karena anggota-anggota Fylax lainnya menghindariku. Aku tidak melakukan apa-apa, tetapi aku selalu ditatap dengan tatapan tajam dan mendapatkan umpatan dari mereka.
Telingaku menangkap bunyi langkah kaki yang bergerak mendekatiku. Aku tidak mempedulikan siapa yang menghampiriku dari belakang dan tetap memandang ke luar jendela. 'Palingan orang itu ingin mencari masalah denganku seperti yang lainnya.'
Kurasakan sebuah tepukan pelan mengenai pundakku. Kubalikkan badanku untuk melihat siapa yang menepuk pundakku. Seseorang yang mengenakan jubah hitam dan topeng putih khas Fylax.
Walaupun dia mengenakan sebuah topeng pada mukanya, aku dapat melihat seperti apa wajahnya dengan jelas berkat topeng serupa yang sekarang kukenakan. Topeng putih ini telah disihir sehingga dapat membuat penggunanya dapat melihat wajah pengguna lainnnya.
Dia terlihat seperti seorang wanita yang seumuran denganku. Matanya yang berwarna jingga menatapku dengan tatapan ramah dan bersahabat. Kulihat rambutnya yang berwarna perak mengintip keluar dari tudung jubah hitamnya.
Aku melebarkan mataku karena melihat warna rambutnya yang sama seperti milik Layla, padahal warna rambut itu terbilang langka. Seumur hidupku, hanya satu orang saja yang pernah kutemukan, yaitu Layla.
"Kenapa kaget begitu?" tanyanya heran.
Aku menggeleng-gelengkan kepalaku dan menjawab, "Aku hanya kaget karena warna rambutmu mengingatkanku akan seseorang yang kukenal." Dia pun ber oh ria menanggapi jawabanku.
Dia mengulurkan tangannya kepadaku. "Oh, ya, perkenalkan aku 'Atom'. Dua hari yang lalu aku juga menghadiri rapat bersama denganmu," ujarnya memperkenalkan dirinya.
Waktu itu dia dan anggota lain yang menghadiri rapat itu belum memperkenalkan dirinya dan aku belum mengenali wajah mereka karena pada saat itu mereka mengenakan topeng yang menutupi muka mereka.
Kujabat tangannya dan juga memperkenalkan diriku kepadanya. "Aku Try ... 'Senja.' " Hampir saja aku menyebut nama asliku, langsung kusebut kode namaku lalu tersenyum ramah.
Dia melepaskan jabat tangan kami. "Sudah tahu. Kamu itu terkenal di sini jadi aku sudah tahu tentangmu," ujarnya dengan santai. Kutarik tangan kananku dan menyembunyikannya di balik punggungku.
Terjadi keheningan yang mencanggungkan selama beberapa saat. Wanita berkode nama 'Atom' pun memecahkan keheningan ini dengan menantangku untuk berlatih tanding melawannya. "Hei, ayo sparring denganku! Aku mau mengetes kekuatanmu," tantangnya dengan antusias.
Aku menghembuskan napas panjang. 'Baru 3 hari aku berada di sini dan sekarang ada yang mau mengetes kekuatanku? Merepotkan sekali.'
"Oke, ayo." Aku menerima tantangannya karena tidak ingin dianggap sebagai orang lemah dan pengecut yang langsung mundur sebelum memulai sesuatu. 'Atom' tersenyum lebar mendengar jawabanku menepuk tangannya satu kali.
"Bagus! Kalau begitu, ayo kita pergi ke tempat kosong yang luas untuk bertanding!" ajaknya lalu membalikkan badanku dan berjalan mendahuluiku. Aku pun mengikutinya ke tempat sparring kami.
Setelah sekitar 20 menit, tibalah kami di sebuah lahan luas yang kosong tanpa satu pun bangunan. Aku dan 'Atom' berdiri saling berhadapan dengan jarak sejauh 5 meter.
"Kalau begitu, ayo kita mulai sparring ini. Kamu bisa menyerangku duluan," ujarku.
Dia tertawa dan menyombongkan dirinya. "Heheh, kamu meremehkanku, ya? Biar kutunjukkan kehebatan 'Atom' yang membuat orang lain mengompol saking ketakutannya!"
Aku tertawa kecil mendengarnya yang bergurau seperti itu. "Jangan banyak omong, maju sini," balasku sambil memberikan dia isyarat tangan yang memprovokasinya.
'Atom' tersenyum kesal lalu langsung menerjangku. Dia melayangkan sebuah tinjuan ke arahku. Kuhindari serangannya dengan melompat ke kanan.
Tak disangka-sangka, tinjuannya menimbulkan sebuah ledakan yang besar dan diikuti oleh bunyi yang menulikan telinga. Gelombang kejut yang disebabkan oleh efek serangannya membuatku merinding.
Kutolehkan kepalaku ke kiri untuk melihat lawanku. Dia masih berada di posisinya. Kulihat keadaan permukaan tanah yang berada di bawahnya, tercipta sebuah kawah beradius 2 meter di bawah kakinya.
Aku menelan ludahku karena gugup. 'Itu gila ... kalau tadi aku tidak menghindarinya jauh-jauh, mungkin nasibku akan sama seperti permukaan tanah itu.'
'Atom' menolehkan kepalanya ke arahku dan menyeringai. "Kenapa mendadak diam begitu? Apa kamu terkejut melihat kehebatanku?" tanyanya dengan nada sombong.
Aku menahan kekesalanku dan memutuskan untuk mengabaikan apa pun yang dia katakan. Kuciptakan sebuah tombak kegelapan lalu melemparkannya ke arah 'Atom'.
Tombak yang terbuat dari kegelapan itu meluncur dengan cepat di udara ke arah lawanku. Senjata itu hampir mengenainya, tetapi tombakku gagal kena sasaran.
Seranganku tidak mengenainya bukan karena dia menghindari tombakku, tetapi karena dia melenyapkannya dengan ledakan kekuatannya.
Saat senjata itu hanya sejarak kurang dari 10 centimeter darinya, dengan sigap dia mengarahkan telapak tangan kirinya ke arah tombak kegelapan yang kulemparkan kepadanya. Lalu muncul ledakan besar yang serupa seperti sebelumnya.
Seranganku langsung lenyap seketika, bahkan kawah yang berada di bawah kakinya menjadi bertambah lebar dan dalam.
'Mengerikan sekali. Aku jadi takut untuk melawannya dari jarak dekat, tapi melawannya dari jarak jauh juga akan sulit karena dia bisa melenyapkan seranganku begitu saja. Kekuatannya seperti milik Kapten Giedrius, tapi dampak efeknya lebih besar.'
"Kamu benar-benar meremehkanku, ya? Bisa-bisanya kamu melamun saat melawanku!" serunya yang kini telah berada tepat di depanku.
Aku langsung berteleportasi ke bayangan yang ada di belakangnya untuk menghindari serangannya. Sekali lagi ledakan yang ditimbulkannya menyebabkan permukaan tanah yang datar menjadi berlubang.
Kudengar suara decak kesal keluar dari mulutnya. "Sepertinya kamu bisa menghindar terus karena jangkauan seranganku tidak terlalu luas," gumamnya dengan nada rendah.
Mendengar gumamannya itu, aku mendapat firasat buruk. 'Jangan-jangan dia akan melakukan sesuatu yang gila ....'
'Atom' membalikkan badannya ke belakang untuk menghadap ke arahku. Dia tersenyum miring lalu menaikkan kedua tangannya ke atas.
Kudongakkan kepalaku ke atas untuk melihat apa yang akan dia lakukan. Sebuah bola energi berukuran dua kali lipat orang dewasa muncul di atas langit.
'Atom' menurunkan tangannya dengan cepat. Bola energi itu pun langsung terjun ke Bumi dengan begitu cepat. Mataku tidak dapat mengikutinya karena saking cepatnya objek itu jatuh ke arah kami.
Semakin bola energi itu mendekati kami, cahaya yang dipancarkannya semakin terang hingga nyaris membutakan mataku. 'Aku harus cepat-cepat pergi dari sini!'
Aku langsung memasuki dimensi kegelapanku untuk menghindar dari serangannya yang sangat mengerikan itu. Serangannya mengingatkanku akan detik-detik sebelum Kapten melenyapkanku.
"Tadi itu nyaris saja ...," gumanku dengan suara kecil. Tubuhku langsung ambruk dan terduduk di permukaan ruang hampa ini. Napasku terasa berat dan tubuhku bergetar saking panik dan takutnya.
Setelah menenangkan diriku, aku keluar dari dimensi ini dan kembali ke dunia nyata. Betapa kagetnya aku saat baru saja kembali ke tempat kami bertanding tadi.
Tubuhku langsung terjun bebas karena tidak ada dataran yang dapat kutapak dengan kakiku. Permukaan tanah yang datar itu berubah menjadi kawah yang sangat luas dan dalam.
Aku langsung memunculkan sepasang sayap agar aku dapat terbang dan tidak langsung terjatuh ke dasar kawah yang masih beberapa meter di bawahku.
Aku memandang ke bawah. 'Kalau aku terjatuh ke bawah sana, seluruh tulang-tulangku pasti akan patah.'
Di dasar kawah itu, kulihat 'Atom' berdiri di sana dengan keadaan yang baik-baik saja. Kualihkan pandanganku darinya dan melihat keadaan sekitar.
Lahan luas yang datar ini berubah menjadi kawah yang begitu luas, kira-kira 5 kilometer diameternya. 'Bagaimana bisa dia baik-baik saja dari ledakan sebesar ini ...?'
Kudegar orang yang berada di dasar kawah ini memanggilku. " 'Senja', bagaimana menurutmu? Kekuatanku sangat-sangat hebat, kan?" tanyanya sambil tersenyum lebar.

Komentar Buku (526)

  • avatar
    JordanAsep

    gak ngerti judul tapi seru di baca

    09/05/2025

      0
  • avatar
    diowidadio

    nanti ya

    22/04/2025

      0
  • avatar
    OrpalaNovia

    bagus kak

    29/03/2025

      0
  • Lihat Semua

Bab-bab Terkait

Bab Terbaru