Chapter 86

Dia memunculkan sebilah pedang yang terbuat dari api lalu mengarahkannya ke mukaku. Kurasakan hawa panas yang memancar dari pedang itu menyentuh kulit wajahku. Rasanya mukaku seakan-akan terbakar walau tidak bersentuhan dengan pedang api itu.
"Kamu harus memberi tahu semua yang kamu ketahui tentang Quattor. Karena kamu sudah mendedikasi hidupmu pada mereka sejak mereka menangkapmu 13 tahun yang lalu, kamu pasti tahu rahasia mereka yang tidak diketahui oleh orang luar," ujarnya.
Dia masih mengarahkan senjatanya yang menyala-nyala ke mukaku. Aku tidak dapat menggerakkan kepalaku karena jika aku menggerakkannya sedikit saja, api itu akan mengenai mukaku dan membakarku hidup-hidup.
"Baiklah, sekarang singkirkan pedangmu dari mukaku," balasku. Walaupun baru kurang dari semenit dia mengarahkan pedangnya ke mukaku, keringatku mulai bercucuran membasahi wajahku akibat terpapar hawa panas dari pedang apinya.
Pedang yang terbuat dari api itu langsung lenyap dari depan mukaku. Dia menurunkan tangannya lalu membalikkan badannya membelakangiku. "Bagus, selamat datang kembali ke Fylax, Trystan Nox Azvameth atau yang dulu biasa dipanggil sebagai 'Senja.' "
Akhirnya aku kembali ke organisasi ini setelah 13 tahun berpisah dari mereka karena ditangkap oleh Treis yang sekarang berubah nama menjadi Quattor. Di samping itu, sebutan 'Senja' terasa cukup asing bagiku karena sudah lama tidak dipanggil dengan kode nama itu.
Pemimpin Fylax mengayunkan kakinya menuju sebuah tangga naik yang berada belasan meter di depan. Sambil berjalan dia berkata, "Ayo kita bahas tentang apa saja yang kamu ketahui di atas."
"Oke," sahutku lalu melangkahkan kakiku mengikutinya yang berada beberapa meter di depanku. Kulihat anggota-anggota Fylax lainnya mulai berdiri dari sikap berlututnya setelah pemimpin mereka melewati mereka.
Tidak hanya aku dan pemimpin Fylax saja yang menaiki tangga ini, ada empat orang lainnya yang juga menaiki tangga ini. Sepertinya mereka adalah orang-orang yang berpangkat lebih tinggi di antara anggota lainnya atau mungkin orang kepercayaannya.
Tibalah kami di lantai 4. Aku dan 5 orang lainnya berjalan memasuki sebuah ruangan. Ruangan ini tidak sekosong ruangan lainnya. Tampaknya ini adalah ruangan rapat atau ruangan pemimpin organisasi ini.
Kulihat perabotan apa saja yang ada di ruangan ini, ada sebuah meja, dua buah sofa panjang dan dua buah kursi, tumpukan kardus, dan lembaran kertas yang sebagian tersusun rapi di atas meja, ditempelkan di dinding, bahkan berserakan di lantai.
Aku dan pemimpin Fylax duduk pada kursi masing-masing yang saling berhadapan, sedangkan keempat orang lainnya duduk di dua sofa yang berada di sisi kiri dan kanan.
"Oke, ceritakan semua yang kamu ketahui tentang Quattor," ujar orang yang duduk di hadapanku. Aku pun menganggukkan kepalaku dan menceritakan semua yang kuketahui pada mereka.
Ceritaku dimulai dari eksperimen penciptaan 'Arte' buatan walau aku kurang yakin informasi itu akan berguna untuk mereka, rencana pengendalian pikiran semua penduduk negeri yang telah dilaksanakan, hingga kejadian yang baru-baru ini terjadi di aula pertemuan, Istana Putih.
"Jadi, semua anggota Quattor sudah mati kecuali anggota termuda itu, Layla?" tanya pemimpin Fylax yang ingin memastikan apakah dia tidak salah mendengar ceritaku.
"Ya, mereka sudah mati karena terbunuh olehku ... yang dikendalikan oleh Layla," jawabku sambil tersenyum. Senyuman yang kubuat tidak hanya menggambarkan kekecewaan dan kesedihan, tetapi juga amarah yang mulai muncul terhadap Layla.
Tak kusangka dia akan mengendalikanku untuk membunuh ketiga orang yang berperan penting dalam negara ini, terlebih lagi 2 dari 3 orang itu merupakan orang yang paling tidak ingin kulukai, apa lagi kubunuh karena mereka adalah alasan kenapa aku dapat tetap hidup sampai sekarang.
Aku mengepalkan tanganku dengan sangat erat hingga urat-uratku muncul pada permukaan kulit tanganku. 'Dia sudah melewati batasnya. Aku tidak bisa lagi menoleransi dia.'
"Begitu, ya, tapi kenapa dia sampai mengendalikanmu untuk membunuh mereka? Apa keuntungan yang dia dapatkan kalau rekan-rekannya mati seperti itu?" herannya sambil berpikir dengan mendalam.
Aku mengangkat bahuku karena juga tidak tahu dengan alasan Layla mengendalikanku untuk membunuh ketiga anggota Quattor itu.
Aku menyindir Layla yang tidak hadir di sini. "Mungkin supaya dia menjadi orang yang paling berkuasa di negara ini."
Pemimpin Fylax menganggukkan kepalanya menyetujui perkataanku. "Kedengarannya itu masuk akal. Mungkin dia sengaja menyingkirkan mereka supaya tidak ada lagi orang yang memiliki kekuasaan setara dengannya di negara ini."
Entah kenapa perbincangan kami terdengar seperti menteri yang membahas tentang permasalahan negara, padahal kami adalah orang-orang yang dianggap sebagai teroris karena melawan pemerintah.
Bibirku melengkung naik membentuk sebuah senyuman sinis. 'Ironis sekali, kelompok orang yang dicap sebagai teroris adalah orang-orang yang memperjuangkan kebenaran, sedangkan pemerintah yang dipuja-puja oleh rakyat merupakan penjahat yang sebenarnya.'
Selama hampir satu jam kami membahas mengenai kondisi pemerintahan saat ini dan merancangkan rencana penyerangan terhadap satu-satunya orang yang paling berkuasa di negara saat ini, Layla.
"Oke, rapat kita cukup sampai sini dulu." Pemimpin Fylax menutup rapat yang berlangsung selama hampir satu jam ini. Semua orang yang menghadiri rapat ini langsung berdiri dari duduknya dan berhamburan keluar dari ruangan ini.
Beberapa minggu telah berlalu sejak aku kembali ke Fylax. Awalnya ada banyak orang yang tidak senang denganku karena dulu aku merupakan musuh mereka dan telah menghilangkan banyak nyawa rekan-rekan mereka, tetapi sekarang mereka sudah mulai menerimaku.
Kudengar seseorang memanggilku. " 'Senja!' " Dia memanggilku dengan kode nama yang telah kugunakan sejak aku masih kecil. Para anggota Fylax menggunakan kode nama untuk menyamarkan nama aslinya agar identitas kami sulit diketahui oleh pemerintah.
Aku membalikkan badanku dan mendapati yang memanggilku. Dia berada beberapa meter di belakangku. "Kenapa, 'Atom?' " sahutku kepada orang yang memanggilku.
Walaupun kami mengenakan jubah hitam dan topeng putih yang sama persis, kami dapat mengenali satu sama lain karena topeng yang kami kenakan telah disihir agar tampak tembus pandang di mata kami.
Itu artinya, kami dapat melihat wajah rekan-rekan kami walau mereka mengenakan topeng putih itu pada mukanya. Wajah orang yang memanggilku terlihat seperti seorang wanita seumuranku. Matanya berwarna jingga dan rambutnya berwarna perak.
Dia mengingatkanku pada Layla karena warna rambutnya yang sama. Untung saja sikap wanita itu tidak sama seperti Layla. Dia adalah wanita yang periang dan yang paling bagus adalah dia tidak manipulatif.
"Ayo, 'Kobaran Api' memanggil kita," panggilnya sambil memberi isyarat tangan yang seperti memanggil hewan peliharaannya untuk menghampiri dia. Kuanggukkan kepalaku dan berjalan cepat ke arahnya. Kami pun bersama-sama pergi menuju tempat rapat.
'Atom' adalah salah satu dari 4 orang yang paling dipercayai oleh pemimpin Fylax, 'Kobaran Api'. Selain itu, dia juga merupakan pemilik 'Arte' berisiko tinggi dengan tingkat absolut 8, sama seperti milikku.
Kekuatan yang dimilikinya sama seperti kode namanya. Dia dapat memanipulasi atom. Karena sejak kecil sampai sekarang aku tidak menyukai sains, aku jadi tidak begitu mengerti mengenai kekuatannya. Yang aku tahu, kekuatannya itu mirip seperti milik Kapten Giedrius.
Mengingat beberapa minggu yang lalu, saat aku baru 3 hari kembali ke Fylax, 'Atom' mengajakku untuk sparring dengannya karena dia ingin mengetes kekuatanku. Aku pun menerima tantangannya dan berlatih tanding melawannya.
Saat itu aku masih belum tahu apa-apa mengenai kekuatannya dan meremehkannya karena selama ini aku hampir tidak pernah kalah dalam pertarungan melawan siapa pun, kecuali Prof. Hora dan Kapten Giedrius jika mereka melawanku dengan serius.
Aku menyesal karena dulu meremehkan dia. Seharusnya aku tidak pernah meremehkannya.
***
Beberapa minggu yang lalu ....

Komentar Buku (526)

  • avatar
    JordanAsep

    gak ngerti judul tapi seru di baca

    09/05/2025

      0
  • avatar
    diowidadio

    nanti ya

    22/04/2025

      0
  • avatar
    OrpalaNovia

    bagus kak

    29/03/2025

      0
  • Lihat Semua

Bab-bab Terkait

Bab Terbaru