logo text

CHAPTER 5

Gala baru saja merebahkan tubuhnya namun ada yang aneh dengan kamarnya sehingga dia membuka matanya dan duduk diatas kasurnya
Sambil melihat sekitar kamarnya
"kenapa ada koper dikamar gw?terus ada tas besar lagi?" begitulah monolognya, setelah memperhatikan koper itu Gala mendengar suara orang mandi dikamarnya ia berencana mengecek siapa didalam kamar mandi namun saat hendak membuka pintu kamar mandi pintunya sudah terbuka terlebih dahulu dan menampakkan seorang wanita yang hanya berbalutkan handuk dibadan dan kepalanya 
"waaaa......tantee...ada orang mesum!!" teriak Elsia 
Mendengar teriakan Elsia Gala bukan malah keluar dia malah memperhatikan lekuk tubuh Elsia yang dibaluti handuk 
Sementara itu Kelvin yang baru pulang tersentak karena ada suara orang yang berteriak begitu juga Dina dan pembantu rumahnya 
"buset berani banget tu orang masuk rumah gw minta dihajar ni" seru Kelvin sambil mencari tongkat bisbol lalu berjalan kearah suara teriakan 
"kelvin siapa yang teriak? Dan dimana orang mesumnya?" tanya Dina pada anaknya itu
"gak tau bund Kelvin juga baru pulang udah denger suara teriakan! Mana arah suara dari kamar kak Gala!"
"Gala? Apa Elsia? Tapi kenapa kamar gala?" ucap Dina pelan 
"Elsia? Siapa Bun?"
"anak dari temen bunda!! Udah cepetan ayo liat!"
"iya bunda ini lagi jalan!!"
Dina dan Kelvin berjalan kekamar Gala dengan mengendap-ngendap 
Kriet....... Suara bunyi pintu dibuka 
"Mana orang mesum...." ucap Kelvin yg terpotong karena melihat Elsia sontak Gala langsung mengambil selimutnya dan membalut Elsia
"bund kok ada cewe dikamar Gala?" lirih gala
"itu anak temen bunda tapi kok bisa dikamar kamu?" ucap Dina heran 
"wahh fiks lu mau ngejar Abang gw ya? Sengaja lu kan pake handuk doang!!!" tuduh Kelvin tanpa dosa
"enak aj kalau ngomong, org bik inum yg nunjuk kamar ini kok!" bela Elsia yg masih setia memegang selimut yg dibalut gala
"bik inum nunjuk kamar ini??" tanya Dina 
" iya Tante!! Sia berani sumpah pocong deh!! Demi Allah buk inum yang nunjuk!!" ucapnya sambil membentuk huruf V dengan jari nya
"hmm yaudah kamu pakai baju dulu nanti kita bahas dibawah! Dan Gala sama Kelvin ikut bunda keluar!!" ucap Dina pada kedua putranya
"iya bund ini Kelvin mau keluar! Mau bersih²"
"kok Gala harus keluar sih bund? Ini kan kamar Gala? Jadi yang harusnya keluar itu dia!!" seru gala sambil menunjuk Elsia 
"lah kok gw? Kan gw mau pakai baju dulu entr baru keluar!! Numpang sebentar kali!!" ucap Elsia ngegas
"lah ngegas lu!! Rumah² siapa?kamar² siapa? Kok jadi lu yg marah"
"ini rumah om Abas sama Tante dina!! Kalau kamar baru kamar Lo!" ucap Elsia jengah
"rumah bunda....rumah..." belum sempat Gala menyelesaikan kalimatnya Dina ibunya memotong pertikaian mereka
"SHUTT........udah berhenti berdebat!! Kamu Gala dengar kata bunda KELUAR!!" ucap Dina dengan sedikit emosi
"I..iya bund ini keluar!" 
Akhirnya Gala mengalah dan ikut keluar bersama Dina
*******
Setelah sekitar 15 menit menunggu Dina memakai pakaian dan menunggu Kelvin mereka semua berkumpul diruang tamu kecuali Abas suami dina karena ia masih dikantor 
"maaf nyonya ada apa ya kok manggil saya?"
"lah si bibik kayak gak ada salah aja pake nanya ada apa!!" celetuk Kelvin geram seraya turun dari arah kamarnya
"kan saya gak tau kenapa saya dipanggil makanya nanya?"
"sudah diam bunda mau ngomong!!"
"bibik nyuruh Elsia istirahat dikamar Gala?"
"em....iya nyonya" seru bik inum tanpa dosa
"kan saya gak suruh bibik antar Elsia kekamar gala!!" ucap Dina sambil menghela nafas gusar
"tapi nyonya kan gak bilang kamar mana!"
"tapi kan gak kamar Gala juga bik!!" ucap Gala sudah frustasi dengan pembantunya yg satu ini
"terus kamar siapa dong? Kamar den Kelvin?" celetuk bik inum 
"loh kok jadi kamar saya bik!"
"terus kamar mana?" tanya bik inum. Lagi 
"kamar tamu kan ada bik!!" final Dina 
"terus saya mau tanya lagi? Kenapa kamu sampai kepikiran untuk suruh Elsia istirahat dikamar Gala?"
"emm.. itu nyonya saya pikir non Elsia itu calon istri den Gala!" celetuk bik inum lagi 
"calon istri?" ucap sia dan Gala bersamaan
"jangan ngada² bik!! Yakali saya sama dia jadi pasangan" sarkas Elsia 
"ya mana tau kan non, secara kan den Gala ganteng" ucap bik inum 
"ganteng dari mana bik? Ganteng mas KTH" celetuk sia yang mendapat pelototan Gala
"buset ni cewe berani bgt sama bg Gala begitu!" Kelvin membatin
"lu kira gw mau sama lu ya enggak lah!! Mimpi! Sarkas Gala karena sedikit kesal
"sudah-sudah jangan bertengkar lagi!"
"pusing bunda mendengar nya" ucap Dina sambil memegang dahinya
"bik inum boleh pergi! Dan tolong pindahkan barang² Elsia kekamar sebelah kamar Gala!!"
"ouh iya nyonya!"
"giliran sama bunda aja nurut diminta tolong, giliran sama aku dan bang Gala mesti ada upah!!" celetuk Kelvin 
"Upah?.." tanya Dina 
"ahh.... Enggak bund cuman main²!" jawab kelvin kikuk 
🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸
Disebuah rumah yang cukup besar terlihat sebuah keluarga yang sedang berdebat perihal sekolah. 
"Aku gak mau pindah kesekolah ALASKA SEBANGSA ma!!" lirih seorang gadis 
"Alasannya apa kamu gak mau sekolah disana?"
"sekolahnya malahan lebih bagus dari sekolah sebelumnya loh?" ucap ibunya 
"ya pokoknya malas aj! Lagian aku kan udah kelas XII masa harus pindah pas udah mau tamat sih?" 
"banyak alasan! Lagian kamu pindah nya kan semester 1 ini bukan semester 2 nanti! Lagian semester 1 baru mulai seminggu ini kan gak terlalu lambat kalau masuk sekarang" ucap seorang wanita paruh baya yang sedang membujuk putrinya 
"tapi ma!"
"nurut aja kenapa sih!? Gitu aj ribet!"seru seorang laki²
"lo gak usah ikut campur ya!"
"yee dikasih tau gak dengar, serah Lo dah"
"apaan sih Adzka bacot bener Lo!" bentak gadis itu
"Arvita Orxel Adipta!! Masih mau melawan sama mama kamu?!" seru seorang laki-laki paruh baya yg baru saja sampai keruang keluarga
"tapi papa!"
"masih melawan?" tanya pria itu sambil menaikkan satu alisnya
"iya Vita mau!" ucap nya pasrah lalu beranjak pergi ke kamar
"berkemas sekarang malam ini kita langsung kejakarta!" seru laki² itu 
" malam ini? Cepet banget pa? Lusa aj ya?" pinta Vita sambil mengatup dua tangannya
" gak bisa malam ini kita harus kejakarta!! Gw gak mau libur sekolah entr nilai gw turun!!" ucap Adzka menolak permintaan Vita yg dilontarkan untuk ayahnya
" apaan sih Lo adzka?! Gw kan minta sama ayah bukan sama Lo?!
"gak bisa Vita kita bakal berangkat malam ini dan papa gak mau ada pembantahan lagi!! "
" tuh dengerin kata papa!! "
Setelah mendengar penuturan papanya arvita berkemas untuk pergi ke Jakarta karena mengingat besok hari pertama ia akan sekolah disekolah barunya dan juga besok adalah hari Senin jadi ia akan bergegas agar dapat istirahat yg cukup malam ini.

Komentar Buku (140)

  • avatar
    FathanKezu

    bsgus

    12/05/2025

      0
  • avatar
    Mniezzcharin

    menarikk

    16/03/2025

      0
  • avatar
    Nikmah Al Monica

    bagussssss bgttt

    26/01/2025

      0
  • Lihat Semua

Bab-bab Terkait

Bab Terbaru