Sesampainya di dalam rumah Elsia sangat takjub dengan rumah teman ayah dan ibunya itu bagaimana bisa seseorang bisa punya rumah sebesar ini, begitulah sekira monolog Elsia "Selamat datang nyonya dan?" Tanya bik inum sambil menunjuk sia "Elsia, dia anak dari temen saya tolong kamu antar kekamar ya supaya dia bisa istirahat!" Perintah Dina "Iya nyonya, Monggo non saya antar" ucap bik inum "ehh.....tunggu anak² kemana bik? Kok gak keliatan?" "aduh mampus aku den kelvin sama den Gala belum pulang mana udah siang harus kasih alasan apa ni" batin bik inum "bik ditanya kok ngelamun? Jawab dong!!" "emmm..... Itu tadi den Gala sama den Kelvin pagi² udah pergi katanya mau kumpul² sama temennya, karena udah lama gak ngumpul katanya" bohong bik inum yang sebenarnya Kelvin dan Gala pergi sedari tadi malam sampai sekarang belum pulang "ouh ya sudah" "elsia ikut bik inum ya" perintah Dina sambil tersenyum "iya Tante" "mari non" ajak bik inum Setelah sekitar 3 menit akhirnya sampai disebuah kamar dan bik inum langsung mempersilahkan masuk lalu pamit untuk pergi "ini kamarnya non kalau ada apa² telfon pake telepon rumah aja ya non!! Kalau begitu saya undur diri" "iya makasih bik" 🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸 Divila keluarga Alaskar setelah terjadi keributan tadi sekarang mereka sedang makan guna mengisi perut kosong sebelum pulang "gwila nwasi goereng buwatannywa Gala sama Radit emwang best" ucap Alan dengan mulut yang masih penuh PLAK...... Riska mengeplak kepala Alan karena geram melihat temannya itu makan sambil berbicara "mampus lu kena bogem ayang gw kan Hahahaha....." seru Radit sambil ketawa "kurang kuat itu keplakannya Ris harusnya sampe ilang ingatan lu keplak palanya" tambah Dion sambil melihat Alan yang sudah merengut "wahhh.... Temen gak ada akhlak emg temen dikeplak malah seneng" ucap alan yg sedang mulai drama "drama bet lu" sergah Gala "habis makan ini kita langsung balik kan?" ucap Adit yang sedang menggalih kan topik pembicaraan karena sayang melihat temannya yg sedang dikerjai habis-habisan "iya" singkat Gala "gak entar malam aja bang? Nanggung!" tawar Kelvin " gak bisa bik inum bilang bunda udah pulang dan nanyain kita " "emang bik inum ada nomor lu bang?" "ada" "buset bik inum dikasih nomor lu, lah betina disekolah yang cakep² kagak ada yang dilirik + dikasih nomor lu" celetuk Dion Mendengar ucapan Dion gala langsung memberikan tatapan tajam kepadanya "ehhh buset matalu, canda bang canda, serius amat idul lu" celetuk Dion lagi tanpa rasa bersalah "udah deh mendingan kita cepetan aj makannya biar cepet gerak pulangnya!!" perintah Riska dan Kelvin bersamaan ******* Setelah selesai makan mereka pun berangkat pulang kerumah, namun di tengah jalan ada sekelompok geng motor yang menghadang mereka dan membuat mereka harus turun "siapa mereka gal?" tanya Adit "Gak tau gw" "perasaan KALASKAR udah lama Hiatus dah kok masih ad yg ganggu kita sih?" celetuk Dion sambil melihat rombongan motor yg menghentikan jalan mereka "Hiatus palalu! Lukira komik apa pake ada hiatus!" sergah Riska "udah woy ini mau berantam malah jadi bahas Hiatus!!" ucap Alan yg sedang menghitung org yg menghentikan jalan mereka "tumben lu waras lan, biasanya bego kayak si dion" ucap gala "yah elu gala, gw waras salah gw gestrek apalagi" "25 orang Gal! Sanggup ni?" ucap Adit mengalihkan topik pembicaraan "buset rame bener" ucap Dion "perasaan tadi gw yg mau ngitung kok jadi elu sih Dit?" "lama!!" "Udah woy debat mulu" kini kelvin yg buka suara Begitulah mereka bertengkar tidak tau tempat sehingga tidak sadar seseorang dari geng motor itu menghampiri mereka "lo Gala kan?" tanya laki² itu sambil menunjuk Gala "hm kenapa emang" "gw Xavier Alderweireld ketua geng DERWELD" ucapnya sambil memajukan tangan "gw Gala Alaskar Putra, kenapa Lo halangi jalan gw sama temen gw?" tanya Gala tanpa basa basi "gw bukan mau menghalangi, gw cuman mau bilang dan ngingetin kalau sebaiknya KALASKAR jangan lo bubarin!!" "kenapa? Lagian itu bukan urusan Lo!?" tegas gala "memang bukan urusan gw, tapi gw menyayangkan kalau KALASKAR sampe bubar PRECIL bakal mudah banget memporak porandakan daerah ini termasuk sekolah lo" ucap Xavier santai "PRECIL? bukannya mereka udah bubar?" ucapnya spontan "mereka udah nyatu lagi!! Itu karena mereka denger kalau Lo bakalan bubarin geng Lo!!" "ketua mereka udah mati jadi gak mungkin mereka bakal buat rusuh!!" seru gala tak percaya "emang lo tau dari mana sotoy amat lo" celetuk Dion sambil mengunyah permen karet "DIAM BANGSAT!!! bentak Gala yang membuat semua orang terdiam "lanjut" ucap Gala pada Xavier "ketua PRECIL emang udah mati, tapi dia punya adek dan sampe sekarang gw belum tau adek dia siapa dan yang gw tau adek dia itu perempuan" Jelas Xavier "terus masalah sama geng gw apa?" "lo tau kan kematian ketua PRECIL itu karena balapan sama lo? Adek dia berfikir elo yang udah bunuh kakaknya! Padahal kakaknya yang udah maen curang" "lo tau dari mana semua masalah itu?" tanya gala heran "lo gak perlu tau gw tau dari mana yang jelas gw cuman nyampe-in pesan dari boss gw" "jadi Lo anak buahnya?" ucap Gala sambil menampakkan seringai nya "gw wakil ketua!! Ketua gw lagi gak disini tapi dia suruh gw nyampe-in ini ke elo, kalau Lo tanya alasannya nanti juga Lo bakal tau pesan dari ketua gw" "hmm ok cuman itu aj kan?" "iya" "kalau gitu suruh anak buah Lo minggir! Gw sama temen gw mau cabut" ucap gala dengan wajah datar "lo tenang aj mereka bakal minggir dan satu lagi kami bakal antar kalian sampe rumah masing² karena anak PRECIL ngikutin kalian dari semalam" " maksud Lo?" "kalau mau bahas jangan disini nanti aj mereka masih ngawasin Lo dan geng gw!!" "gw pegang kata-kata Lo awas kalau Lo sampe bohong habis sama gw!!" ucap gala berbisik pada Xavier " ok " " cabut!! " Setelah berbicara cukup panjang mereka akhirnya melanjutkan perjalanan pulang ke rumah "Sial anak² DERWELD udah tau pergerakan gw dan ngasih tau anak KALASKAR masalah PRECIL bakal balas dendam" ucap seseorang disana sambil memukul batang pohon yg ada disana 🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸 Jam sudah menunjukkan pukul 5 sore namun Gala dan Kelvin belum pulang juga dan itu membuat Dina selaku ibu mereka cemas "bik....bik inumm...." panggil Dina sedikit berteriak "iya nyonya ada apa" "kok Gala sama Kelvin belum pulang? Udah dari pagi perginya kenapa sekarang belum pulang juga?" "mana saya tau nyonya kan den Kelvin sama den Gala juga gak bilang pulang jam berapa" "kamu ini gimana sih bik kan udah saya titip pesan kalau mereka keluar kasih batas waktu!!" "maaf nyonya saya lupa" "saya gak mau tau kamu hubungi Kelvin sama Gala sekarang!!" perintah Dina yang sudah khawatir "i-iya saya hubungi dulu" Ketika ingin menghubungi Kelvin dan Gala terdengar suara seseorang yang mengucapkan salam "Assalamualaikum" ucap Gala dan Kelvin bersamaan "wa Alaikum salam" jawab bik inum dan Dina bersamaan "nah itu den Gala udah pulang jadi gak payah bibi' telfon lagi kan?" tanya bik inum "hmmm...yasudah kamu kembali ke dapur!!" "dan kamu Gala darimana kok udah mau Magrib baru pulang? Terus si kelvin mana?" seru Dina yang melempari pertanyaan "kelvin biasalah Bun nganter si riska" "pacarnya kelvin?" "iy dong bund, kan GK mungkin pacarnya gala!!" ucap gala yang jengah dgn pertanyaan bundannya "ya kan bunda nanya kok jadi kamu yg emosi!!" "mana ada Gala emosi! Bunda aj tu yang banyak nanya" "ya namanya kalian anak bunda! Ya bunda nanya dong, gimanasih!!" seru Dina yang mulai emosi "iya..iya.. Gala salah, yaudah gala kekamar dulu mau bersih-bersih" "hmm yaudah sana" Gala bergegas kekamar karena bahaya kalau lama-lama nanti bundanya pasti akan menanyai lagi dan lagi Sesampai di kamar kala merebahkan diri nya dan menutup matanya namun ada yang dirasa aneh dengan kamarnya Jangan lupa vote, komen sama follow ya Thanks 💜
Unduh Novelah App
Anda dapat membaca lebih banyak bab. Anda akan menemukan cerita-cerita hebat lainnya di Novelah.
bsgus
12/05/2025
0menarikk
16/03/2025
0bagussssss bgttt
26/01/2025
0Lihat Semua