
Bidadari Di dalam Rumahku
Ida Nur KhasanahSelesai
120317 kata-kata
Ikhtisar
|Katalog
- Tag(s):
- Kecantikan
- Perceraian
- Ringan
- Cinta segitiga
Kinan--namaku seorang wanita karir yang punya satu orang anak dan suami yang sangat aku sayangi. Awalnya hidup kami bahagia, namun semua berubah ketika suamiku mengatakan, "Sayang, aku mau menikah lagi," ucapnya. "Menikah? Kenapa harus menilai lagi, sayang?" Aku tidak percaya ini bagaikan mimpi. "Maaf, aku ingin punya istri shalehah yang menutup auratnya, istri yang bisa membimbing aku ke jalan Allah SWT," Sebuah kalimat yang menyinggung sekaligus menyakitkan. Bagaimana aku menjalani hidup bersama maduku?
Pembaharuan Terakhir
Pilihan Editor
Rekomendasi
Komentar Buku (360)
- Total: 109
Bab 1 Prolog
"Sayang, aku mau menikah lagi," ucap Arfan suamiku. Pria yang sudah lima tahun menikahiku dengan penBab 2 Pernikahan Suamiku
Ku lihat rona bahagia diwajah suamiku, begitu juga dengan khasanah. Wanita itu tampak ramah saat berBab 3 Cemburu Pada Madu
Aku sedih melihat nasibku sendiri. Bagaimana tidak setiap hari aku melihat suamiku bersama maduku.
"MBab 4 Kecewa Pada Arfan
Hari itu aku benar-benar kecewa pada Mas Arfan. Dia berani membohongiku, jika dia sudah tidak mencinBab 5 Acuh Tak Acuh
Kekecewaan yang aku rasakan membuatku mengacuhkan Mas Arfan. Aku benci hal seperti ini. Bukannya akuBab 6 Luka Dari Suami
Aku pergi mengendarai mobilku ke luar rumah. Ku dengar Mas Arfan memanggil tapi tak ku hiraukan.
Ku bBab 7 Suami Tukang Fitnah
Aku memang sakit hati pada Mas Arfan tapi aku masih ingat dengan kewajibanku sebagai seorang istri.
"Bab 8 Pertengkaran Ana Dan Arfan
Ternyata Ana masih mendiami Mas Arfan. Aku tahu saat Mas Arfan mengajak Ana jalan namun di tolak menBab 9 Arfan Meminta Maaf
Aku tak habis pikir dengan sikap Mas Arfan. Di sini akulah korbannya, tapi kenapa aku yang dituduh mBab 10 Cemburu Part 1
Aku tak berani mengiyakan saran dari Bibik. Aku takut jika nanti malah akan memperkeruh suasana.
"KalBab 11 Cemburu Part 2
Kemesraan demi kemesraan mereka tunjukkan di depanku. Sekuat apapun hati ini bertahan pasti akan runBab 12 Sindiran Untuk Ana
Sampai rumah aku ajak Kiara mandi setelah itu gantian aku. Aku merasa kesal dengan kelakuan Mas ArfaBab 13 Hari Bahagia
Paginya ku buka kembali ponselku. Banyak pesan masuk dari Ana dan Mas Arfan namun aku tak hiraukan iBab 14 Tuduhan Selingkuh
Ana dan Mas Arfan memojokkan aku, padahal aku sama sekali tidak selingkuh. Aku hanya bisa menangis sBab 15 Selalu Disalahkan
Putra segera di larikan ke rumah sakit. Aku ikut menemani Putra. Biar bagaimanapun aku bertanggung jBab 16 Ana Hamil
Dokter tengah memeriksa Ana di dalam kamar di temani dengan Mas Arfan. Aku dan Kiara hanya menungguBab 17 Mendadak Baik
Aku tak masalah Mas Arfan meminjam mobilku. Hanya saja kenapa aku mesti pindah demi menjaga perasaanBab 18 Gantian Sakit Hati
Kami mencari penginapan terdekat. Karena hari sudah sore. Kami tak lupa mencari hotel yang bagus karBab 19 Arfan Cemburu
Sehabis salat isyak aku berhias, aku memoles wajahku dengan bedak dan lipstik. Entah mengapa aku ingBab 20 Perhatian Putra
Hari kedua Putra memaksa untuk menjemputku. Aku sudah menolak tapi kata Putra dia tidak menerima menBab 21 Sikap Aneh Suamiku
"Eh Kinan, belum tidur ya," kata Mas Arfan mengalihkan pembicaraan.
"Siapa Mas yang dimanfaatkan?" taBab 22 Pulang Ke Rumah Mama
"Kinan...Kinan...," panggil Mas Arfan.
Aku berjalan menyeret koperku dan koper Kiara ke luar rumah.
"MBab 23 Minta Rujuk
Pagi sekali Mas Arfan datang ke rumah mama. Dia membujukku agar mau pulang lagi. Alasannya karena diBab 24 Buku Nikah Hilang
Aku pagi ini sengaja izin untuk masuk setengah hari pada Putra. Aku akan mengurus pengajuan cerai keBab 25 Pasrah Dan Menyerah
Seterah hinaan mama pada Mas Arfan di rumah sakit. Dia tak lagi berani menampakkan batang hidungnyaBab 26 Arfan Tak Hadir
Sidang pertama perceraianku dengan Mas Arfan telah ditetapkan tanggalnya. Aku berharap semua berjalaBab 27 Arfan Marah
Benar saja, setelah Mas Arfan tahu soal keinginan orang tuanya memberikan hak Liar, dia langsung datBab 28 Ngemis Minta Rujuk
Aku langsung pulang, tak peduli apa kata orang soal Mas Arfan itu. Bagiku dia sudah bukan siapa-siapBab 29 Kiara Sebagai Senjata
Tidak berapa lama mama juga sampai di rumah Mas Arfan. Mata mama terlihat sembab karena habis menangBab 30 Berhasil lolos
Kami semua keluar dari rumah itu dan melihat siapa yang tertembak. Kami terkejut melihat siapa yangBab 31 Pria bisu cabul
Pria tersebut bukan Mas Arfan, yang kami tahu dari pihak petugas kebersihan kemungkinan dia adalah pBab 32 Singel Parent
Ternyata yang memegang bahuku adalah tangan mama. Aku sampai hampir berteriak.
"Mama, bikin takut ajaBab 33 Arfan Tiada
Kotak itu berisi fotoku dan Kiara namun sudah dicoret-coret dengan spidop berwarna merah. Bahkan dalBab 34 Penelfon Misterius
ami senang bisa pindah rumah. Kami merasa keadaan sudah aman. Jadi aku tidak perlu khawatir lagi.
SiaBab 35 Bodyguard Baru
Aku mendadak takut jika orang itu mau mencelakaiku dan Kiara. Nyatanya dia terus mengikutiku.
Aku lanBab 36 Ada Apa Dengan Putra?
Sudah satu minggu sejak Ilham kerja denganku. Aku tak pernah bertemu dengan Putra. Kami hanya berkirBab 37 Buku Diary Putra
Sampai di rumah aku segera mandi. Ku tutup pintu kamar rapat-rapat agar tak ada yang mengganggu.
Ku bBab 38 Putra Meninggal
Aku sampai di rumah sakit langsung berlari menuju ruangan Putra. Di sana sudah ad Pak Willi dan istrBab 39 Arfan Menampakkan Diri
Kematian Putra membuatku turut sedih sekali. Bahkan berbeda dengan saat Mas Arfan dinyatakan meninggBab 40 Ancaman Untuk Arfan
Ketika aku terbangun, aku berada di rumah. Ternyata Ilham membawaku pulang. Mama dan papa ada di sanBab 41 Orang Tua Kinan Hilang
Kinan sampai di rumah, dia melihat api melalap sebagian rumahnya. Bi Sri sudah memanggil pemadam kebBab 42 Siapa Pelakunya
Aku pusing memikirkan semua ini. Apa mungkin papa selamat? Tapi kenapa dia tak menghubungiku? Lalu mBab 43 Bantuan Mas Arfan
Sampai saat ini belum juga ada perkembangan perihal hilangnya orang tuaku. Aku semakin pusing, jikaBab 44 Ilham Merendah
Hubungan antara Aku dan Mas Arfan memang membaik. Tapi tetap saja tak ada niatan untukku rujuk dengaBab 45 Jadikan Aku Ayahmu
Pagi itu aku dan Kiara sarapan bersama. Ilham sudah sarapan lebih dulu. Dia sedang di depan membersiBab 46 Ada Apa Dengan Mereka
Aku tak habis pikir mama dan papa tega memecat Ilham. Padahal semalam ini Ilham tak pernah melakukanBab 47 Restu Orang Tua
Setelah makan, kami kembali mengobrol. Bu Minah sangat baik padaku dan Kiara.
"Nak Kinan, maafkan kelBab 48 Ana Hilang
Aku segera ke kamar menyusul Kiara yang sudah tidur lebih dulu. Sebelum aku tidur, aku mengirimkan fBab 49 Arfan Caper
"Eh Kinan, kamu di sini?" tanya Mas Arfan.
"Iya, Mas," jawabku.
"Ilham, kamu sekarang kerja kantoran?"Bab 50 Nyawa Di Bayar Nyawa
Aku tak kunjung menikah dengan Mas Arfan lagi akhirnya keluarga Mas Arfan marah. Tapi aku tak peduliBab 51 Yang Jahat Pasti Kalah
Dor
Tembakan ketiga, itu ada suara jeritan tapi bukan milik mama. Melainkan Mas Arfan. Aku membuka maBab 52 Tukang Gombal
Saat aku terbangun, aku sudah berada di dalam mobil. Ternyata Ilham berniat membawaku ke rumah sakitBab 53 Kinan Di Rawat
Karena luka diperutku, aku harus dirawat di rumah sakit. Rencana pernikahanku yang sudah tersusun maBab 54 Mama Arfan Meninggal
Kini Bram, Mas Arfan dan papa Mas Arfan sudah mendekam di penjara. Pasti mereka semakin dendam dengaBab 55 Pernikahan Ilham dan Kinan
Aku kembali dengan aktivitasku seperti biasa. Beberapa hari nanti aku akan disibukkan dengan pernikaBab 56 Drama Keluarga Bila
"Aku gak tahu, tadi aku melihat Bila di kamar," jawabku.
"Kenapa kalian gak bawa Aksa ke rumah sakit?Bab 57 Tuduhan Bila
Hendra menahan tangan Bila dan menghempaskan dengan kasar.
"Jangan ganggu mereka!" ucap Hendra.
"NgapaBab 58 Kinan VS Amara
Wanita itu mendekatiku tapi di cegah oleh Ilham.
"Amara, hentikan!" bentak Ilham. "Kamu udah buat kacBab 59 Nginep Di Rumah Mertua
Tak ku ambil uang dua ribu rupiah itu. Aku masih bisa beli lagi yang lebih bagus. Bila sudah keterlaBab 60 Drama Si Tukang Hutang
Aku masih sakit hati sama Bude Piah karena mendoakan aku mandul walau pada kenyataannya aku tak mandBab 61 Kabar Duka
Mbak Sindi tak yakin jika diriku pemilik toko baju anak-anak ini. Dia mengira aku hanya janda yang tBab 62 Pernikahan Bila dan Arfan
Tertera nama Salsabila dan Arfan dalam undangan. Ternyata cinta lama mereka bersemi kembali. HarapanBab 63 Dina Hilang
"Dina belum pulang," jawab Mas Ilham.
Mas Ilham segera ke rumah ibu, sementara aku gak bisa ikut kareBab 64 Jiwa Kinan Terguncang
Aku merasakan panas di wajahku. Rasanya tak karuan sekali. Tidak berapa lama seseorang menyiram ku lBab 65 Keributan Di Malam Hari
Rumah bekas Hendra ternyata di tempati Bila dan Mas Arfan. Aku jadi khawatir dengan keadaan anakku KBab 66 Ada Apa Dengan Kiara
Bila dan Mas Arfan tak pernah berhenti menggangguku. Seperti sore itu, ku lihat Bila dan Mas Arfan bBab 67 Rencana Ilham
Kiara sudah pindah ke rumah Mas Arfan dan Bila. Aku meminta penjelasan pada Mas Ilham mengapa dia meBab 68 Benalu Tak tahu Malu
Setelah ku selidiki, ternyata Mas Ilham dan sekertarisnya tak ada hubungan apapun hanya sebatas rekaBab 69 Pekerjaan Baru
Entah mengapa aku malah kepo dengan pekerjaan baru Mas Arfan. Pasalnya setiap pergi dia tampak rapi,Bab 70 Sombong Selangit
Aku tak lagi membahas soal Mas Arfan ataupun pekerjaannya. Aku tak mau membuat Ilham cemburu. SoalnyBab 71 Mobil Baru Nyasar
"Ya udah kamu buat nasi goreng udang aja," kataku.
"Oke kalau itu," kata Sofia.
Pagi itu Mas Ilham berBab 72 Syukuran Buat Ajang Pamer
Aku geram ku dekati mereka dengan penuh amarah.
"Oh jadi dia orang bayaran Mbak Sindi," kataku.
WanitaBab 73 Teman Dekat Dina
Aku terbangun, aku berada di ranjang rumah sakit. Kepalaku masih sedikit pusing, ternyata kepalaku dBab 74 Bila Lumpuh, Arfan Berpaling
Aku dan Mas Ilham memilih pulang. Kami tak ada niatan untuk ke rumah sakit menjenguk Bila. Mereka juBab 75 Kembali Cantik
Esoknya aku dan Mas Ilham berangkat, kami akan pergi dalam waktu beberapa hari. Oh ya soal kedatangaBab 76 Kunjungan Siska
Acara pertunangan Dina dan Seno sudah selesai. Semua tamu yang hadir sudah pulang.
"Mas, apa kamu perBab 77 Siska Makin Menggila
"Lalu kamu jawab apa, Mas?" tanyaku.
Tentu aku penasaran dengan jawaban Mas Ilham pada Siska.
"Ya akuBab 78 Kamu Bukan Seleraku
"Bagaimana Pak Ilham, apa bapak bersedia menikahi saya?" tanya Siska. "Aku cantik, dan sudah jadi diBab 79 Foto Mesra Suamiku
Esoknya aku ke toko, aku sengaja membawa mobil sendiri karena aku hanya sebentar saja dan sekalian nBab 80 Siska Nangis Bombay
Tiba-tiba Siska berlutut di depan Mas Ilham. Sehingga membuat kamu merasa kesal.
"Mas Ilham, aku gakBab 81 Pengakuan Bila
Malam itu juga ku ajak Mas Ilham mendatangi Bila. Aku tak mau dibohongi jadi untuk memastikannya akuBab 82 Marvel Hilang
Sejak itu Mas Ilham mencari supir baru untuk membantu dia menyetir. Pak Willi yang mencarikan supirBab 83 Rindu Pada Suami
Setelah panggilan itu, tak ada suara lagi. Aku menceritakan pada Pak Willi. Kami melacak nomor panggBab 84 Support Keluarga
Kami di izinkan masuk menemui Mas Ilham walaupun dia belum sadar. Aku melihat banyak lebam di sekujuBab 85 Si Pengganggu
Tengah enak tiduran setelah salat magrib. Tiba-tiba Mas Ilham bangun.
"Ada apa, Mas?" tanyaku.
"Mau keBab 86 Siapa Yang Meninggal
Sampai rumah, aku melihat Marvel tengah bermain. Ku hampiri dia lalu ku cium pipi gembulnya.
"BagaimaBab 87 Antara Hidup Dan Mati
Keadaan Mas Arfan sangat memprihatinkan, aku terpaksa mengajak Kiara pulang karena Mas Arfan sedangBab 88 Kiara Sakit
Aku heran dengan saudara Mas Arfan, di saat Mas Arfan susah saja mereka tak ada tapi setelah tiada mBab 89 Tenang Sejenak
Masalah dengan keluarga Keno sudah selesai. Kini kami bisa bernafas lega karena bisa tenang.
Mas IlhaBab 90 Peneror Di Villa
Kami semua terkejut karena ada orang yang sengaja memecahkan kaca. Mas Ilham mengambil sebuah batu yBab 91 Balik Ke kota
"Baiklah, aku tidak akan memenjarakan dia asal dia mau jujur siapa yang sudah menyuruh dia," jawab PBab 92 Kedatangan Ana
"Waalaikumsalam," ucap kami kompak.
"Mbak, itu janda tetangga baru kita," bisik Bu Siti di telingaku.Bab 93 Gegana (Gelisah, Galau, Merana)
Aku tak bisa berucap apa-apa, setelah melihat foto yang dikirim Erina. Pikiranku tak karuan hingga aBab 94 Kenyataan Pahit
"Mereka siapa, Mas?" tanyaku. "apa hubungannya dengan kamu?" tanyaku.
"Dia istriku," jawab Mas Ilham.Bab 95 Diskusi Yang Alot
Aku langsung menutup panggilan Pak Willi, ku biarkan dia di sana panik. Aku tak mau mengorbankan kelBab 96 Sandiwara
Aku sebenarnya kepo dengan apa yang Pak Willi bicarakan. Namun, kami harus tetap bersandiwara dan meBab 97 Kiara Marah
"Ada apa?" tanya Mas Ilham padaku.
"Kiara dengar kalau kamu punya istri lagi, jadi dia marah," jawabkBab 98 Tertangkap Basah
"Mas Willi...," ucap istri Pak Willi.
Pak Willi menoleh, dia terkejut melihat ada aku dan istrinya.
"NBab 99 Drama queen
Seminggu setelah Vira ikut di rumah mantan istri Pak Willi, kami berkunjung ke sana karena waktu ituBab 100 Berduka
"Maaf, Pak. Ibu anda kehilangan banyak darah sehingga beliau tidak bisa di selamatkan," jawab DokterBab 101 Vira Marah
"Apa Pak Willi tersangka utamanya?" tanya Sofia saat mendengar jawabanku.
Aku mengangguk, mereka sangBab 102 Dimanja Suami
Pagi itu Mas Ilham membangunkan diriku, setelah pertempuran semalam aku sampai bangun kesiangan.
"SayBab 103 Pernikahan Hampir Tertunda
Pagi itu Dina tampak pergi dengan terburu-buru. Aku melihat ada wajah kecemasan pada dirinya.
"Kamu kBab 104 Rumah Seno dan Dina
Dua hari setelah pernikahan Dina dan Seno, mereka akan pindah ke rumah baru Seno. Kami mengantar DinBab 105 Pengantin Pengganti
Siang itu ku lihat Sofia pulang dengan wajah kusut. Dia terlihat memikirkan sesuatu.
"Ada apa, Dek? TBab 106 Suami Yang Diminta Kembali
Sofia dan suaminya langsung pamit pulang. Kami tak bisa mencegahnya. Kamu hanya mendoakan kehadiranBab 107 Dilamar Di Depan Mantan
Kamu semua terkejut saat pria itu menyatakan niatnya untuk menikahi Sofia di atas panggung.
Sofia menBab 108 Bahagia Itu Sederhana
Ku lihat banyak orang berkerumun, bahkan orang yang berada di dalam gedung pernikahan Sofia ada yangBab 109 Indah Pada Waktunya
Ternyata Allah menjawab doa anak-anak selang dua bulan kemudian aku hamil lagi. Mereka bergembira sa












sangt bgus
03/01
0bagus
03/05/2025
0bagus
19/04/2025
0bagus
19/04/2025
0top banget aku suka sekali banyak pelajaran yg bisa diambil
12/04/2025
0good
03/04/2025
0saya sangat suka dengan cerita ini
24/03/2025
0keren
24/03/2025
0seru sekali ceritanya
23/03/2025
0bagus
22/03/2025
0