Total : 26part 1
part1 Aku tersenyum, rencanaku berjalan mulus. Sebuah kalung emas yang kuincar dari bulan lalu berhas
readmore part 2
Part 2 Satu sudut bibirku terangkat ke atas, mama menelepon Mbak Rana agar datang ke rumah ini sepula
readmore part 3
Part 3 Sudah dua minggu setelah peristiwa di rumah mama aku tak pernah lagi melihat Mbak Rana menulis
readmore part 4
Part 4 “Makasih ya, Mas. Maaf aku sama Alis sudah sangat merepotkan Mas Reihan. Untuk kejadian tadi,
readmore part 5
Part 5 “Belanja, Wi?” sapa Bu Ayun saat aku baru sampai di warung Mak Minah. Sudah ada beberapa ibu-i
readmore part 6
Part 6 Hari Minggu ini aku bangun jam lima pagi seperti biasanya. Rencana hari ini aku dan Alisha aka
readmore part 7
Part 7 Hari ini aku berencana masak lebih banyak, ibu dan Anto-adikku akan datang ke rumah. Sebenarny
readmore part 8
Part 8 “Sudah setahun suamimu meninggal tapi kamu masih betah sendiri, apa tidak ada keinginan untuk
readmore part 9
Part 9 "Kamu ngapain di sini, Mas!" teriakku. Kudapati diri ini dan Mas Reihan tidur di atas ranjang
readmore part 10
Part 10 “Mau ke mana, Nak Reihan?” tanya ibu menghentikan langkah kaki iparku menuju pintu. “Saya mau
readmore part 11
Part 11 “Ya bagaimana donk, Bu Hani ... video itu sudah menyebar begitu cepat, kalau tidak secepatnya
readmore part 12
Part 12 Hari telah menjelang malam, tidak terlalu larut karena jam dinding masih menunjuk pukul delap
readmore part 13
Part 13 Aku terbangun ketika kurasakan tanganku disingkap dengan sedikit kasar. Kukerjapkan mata, ta
readmore part 14
Part 14 Brak! Suara pintu yang kubanting dengan keras membuat Alisha berjingkat ketakutan. “Apa-apaan
readmore part 15
Part 15 “Mas, mana uang belanjaku.” Aku merengek manja dengan tangan menengadah pada suamiku. “Masih
readmore part 16
Part 16 POV Rana “Kamu transfer Dewi lagi, Mas?” tanyaku pada Mas Reihan yang sedang menikmati makan m
readmore part 17
Part 17 Menuruti kata ibu, pagi ini aku berencana mendatangi rumah Mbak Rana. Tentu saja setelah suam
readmore part 18
Part 18 Aku berjalan tertatih memasuki rumah, pinggangku rasanya sakit. "Kenapa kamu, Wi?" Ibu tergopo
readmore part 19
Part 19 "Brengkes kamu, Mbak!" Makiku pada Mbak Rana yang berdiri di depanku, dia hanya melirik denga
readmore part 20
part 20 "Sampai kapan istri dan mertuamu itu tinggal di rumah mama, Rei?" "Mungkin dua hari saja, Ma.
readmore part 21
part 21 Siang ini, aku dan Mas Reihan memutuskan kembali ke rumah lamaku, rumah yang dibelikan oleh m
readmore part 22
part 22 Tok tok tok! "Permisi." Sepagi ini sudah ada tamu, benda bulat yang menempel di dinding masih m
readmore part 23
part 23 Rencanaku untuk pergi bersama teman lama gagal. Aku seperti orang yang kehilangan semangat ga
readmore part 24
Part 24 "Dijaga baik-baik kandungannya ya, Bu," ucap wanita berjilbab dusty yang duduk di depanku ini
readmore part 25
Part 25 Akhirnya rumahku sudah jadi, tak terasa waktu dua bulan terlewat begitu cepat. Bangunan yang
readmore part 26
part 26 "Mas, gimana? Bisa kan kamu beliin aku mobil baru merek 'Jozzz' yang warna putih kemarin?" ta
readmore
bagus banget the best pokoknya tak tunggu karya selanjutnya thor
25/05
0sangat bagus
04/02/2025
0menarik
13/12/2024
0good jobb
29/11/2024
0bagus, kapan update thor?
28/11/2024
0novel yang sangat bagus dan menarik saya suka
10/08/2024
0semoga seru
09/08/2024
0. menarik
02/06/2024
0keren
13/03/2024
0nice
21/06/2023
0