Total : 28Bab 01
Malam itu udara begitu terasa sangat dingin berhembus menerpa pada permukaan kulit menembus sampai k
readmore Bab 02
Di dunia lain. Di sebuah ruangan yang begitu luas bernuansa zaman kuno, rungan itu terlihat elegan da
readmore Bab 03
"Suamiku, izinkan dokter untuk memeriksa kondisi Calista dulu." "Ah, iya. Aku terlalu senang sampai l
readmore Bab 04
Senja mulai muncul kepermukaan, semburat orange kemerahan menyebar di langit luas yang meredup. Cali
readmore Bab 05
Esok harinya. "Aarrrgh!" "Kenapa!? Kenapa aku masih disini? Aarrgh sial!" Pagi buta sekali gadis bernam
readmore Bab 06
*Agh... sakit sekali.* "Ugh." Jemari tangan Calista bergerak gerak seiring perlahan kedua matanya berk
readmore Bab 07
"Ekhem," Calista berdehem menoleh ke samping dimana pelayan wanita itu berdiri tegak tak jauh dari r
readmore Bab 08
Sedikit keraguan dari sorot mata Calista sebelum melanjutkan bertanya. "Anu... apa kau menyimpan pons
readmore Bab 09
Sudah 3 hari dari sejak kejadian Calista melompat dari teras, dan melewati masa penyembuhan. Saat in
readmore Bab 10
"Si-siapa kamu? Masuk kamar orang tanpa permisi, dan dimana Cesa?" Diajukan pertanyaan seperti itu, r
readmore Bab 11
Sampai beberapa saat kemudian. Tak terasa, suasana dalam ruangan luas itu berubah menjadi hening sete
readmore Bab 12
Malam pun telah tiba. Gadis cantik itu telah selesai mengganti pakaian dengan gaun tidur berwarna put
readmore Bab 13
"Air mandi anda sudah siap Nona." Ucap Cesa yang masih diabaikan oleh Calista karena masih asyik ter
readmore Bab 14
"Kalau begitu, mari saya bantu Nona." Tangan dia terulur hendak menyentuh handuk yang dipakai Calist
readmore Bab 15
🤨 Membaca kalimat judul tersebut, alis Calista dibuat berkerut heran. "Sihir?" *Apa maksudnya ini...
readmore Bab 16
Di kediaman Ferdinand. Hari mulai memasuki sore hari, gadis cantik yang seharian ini terus berada di
readmore Bab 17
*Kenapa dia lihatin aku terus? Apa ada sesuatu di wajah ku?* Merasa tak nyaman Calista karena ditatap
readmore Bab 18
Tak terasa hari demi hari telah berlalu, dan kabar tentang Calista yang mahir bermain piano, dan ser
readmore Bab 19
"Kakak." Gadis itu terlihat cantik dengan rambut pirang panjang sepinggul. 🤨 Leandro terdiam hanya m
readmore Bab 20
"Memang benar, tidak apa jika anda mau melakukan apa pun karena itu bukan urusan saya. Tapi... saat
readmore Bab 21
"Nona, salam anda." Bisik Cesa yang tidak di dengar sama sekali oleh Calista yang sudah terpaku tert
readmore Bab 22
Sampai langkah kaki Calista telah memasuki sebuah ruangan, seketika seulas senyuman lebar di bibirny
readmore Bab 23
Langit senja perlahan berubah menggelap karena hari telah berganti malam. Setelah menikmati makan ma
readmore Bab 24
Hari telah berganti, pagi itu Calista terduduk di kursi meja makan menikmati sarapan seorang diri ya
readmore Bab 25
Sampai beberapa saat kemudian. Calista telah berganti pakaian, dia mengenakan gaun berwarna cream yan
readmore Bab 26
Calista memasuki area pasar yang ramai, oleh pemilik stand yang menjual berbagai macam daging dan be
readmore Bab 27
Kembali pada Calista berada. Gadis cantik itu masih berjalan menyusuri jalanan yang ramai, dia meliha
readmore Bab 28
Sring! Secepat kilatan cahaya, mereka berdua menarik pedangnya dan menodongkan pedang itu ke leher Ca
readmore
suka sangat bagus
23/08/2025
0lanjut
10/06/2025
0mntap
15/09/2024
0bagus
01/09/2024
0mantap
02/08/2024
0matap
19/03/2024
0coba saja dulu
04/12/2023
0😍👍
22/08/2023
1like
25/07/2023
1Baguss bngt
06/07/2023
0