- Total: 31
Dipaksa Bercerai
*****
Semua wanita pasti menginginkan segera hamil dan mempunyai anak. Begitu juga harapan dari Safir
Bertemu Sahabat
*****
Safira menggenggam kemudi dengan tangan gemetar, matanya sembab dan merah karena terus-menerus
Bercerai
*****
Safira duduk termenung di meja setelah kepergian Naomi, matanya menatap kosong ke arah jendela
Ingin Segera Menikah
*****
Sungguh tidak pernah disangka jika dia akan diceraikan Raka karena tidak bisa memberikan keturu
Malam Panas
*****
Bagaimana pun selama ini Mahesa sudah cukup sabar menghadapi Bella selama ini. Inilah konsekuen
CEO Perusahaan
*****
Safira yang merasa sudah tidak tahan, akhirnya menarik Mahesa dan menjatuhkan tubuh kekar itu d
Mulai Berubah
*****
Safira mematut dirinya di depan cermin, rencananya hari ini dia akan pergi ke salon, mumpung we
Bertemu Dengan Raka
*****
Safira merasakan seperti muda kembali, dia tidak pernah menyangka jika melakukan perawatan salo
Dia Lagi
*****
Weekend telah berlalu, Safira juga sudah bersiap ke kantor dengan memakai pakaian yang kali ini
Hasil USG
*****
Safira menarik nafas sekali lagi, berhadapan dengan Mahesa di saat seperti ini tentu sangat bed
Positif Hamil
*****
"Sepertinya Anda memang hamil, bahkan kandungan Anda ini sangat subur. Siapa yang mengatakan An
Ajakan Menikah
*****
"Safira"
Mahesa terkejut saat melihat Safira yang tiba-tiba pingsan, Untung saja tadi Mahesa ref
Belum Siap Menikah
*****
Safira berjalan gontai masuk ke dalam rumahnya, dia tidak meneruskan pekerjaannya karena Mahesa
Membeli Gaun Pengantin
*****
Hari ini weekend. Safira telah mengajukan resign ke HRD dan tentu saja surat resign itu tidak l
Bertemu Orangtua Mahesa
*****
Tidak membutuhkan waktu lama, akhirnya mereka sampai di kediaman utama keluarga Dimitri. Jovan
Sah
*****
Steven menatap Safira dengan tatapan tajam, dia begitu terkejut dengan rencana Safira yang akan
Satu Kamar
*****
"Ini kamar kita, kamar yang paling besar di sini," Mahesa membuka pintu kamar itu dan masuk ke
Kabar Untuk Sahabat
*****
Cindy tertawa mendengar cerita Safira, saat ini Cindy dan Safira sedang berada di salah satu ca
Merasa Berhasrat
*****
CEKLEK
"Aaak, pak Mahesa," teriak Safira terkejut saat melihat Mahesa berdiri di depan pintu kam
Bab 20
*****
Safira yang menyadari jika Mahesa Sudah terlelap karena terdengar dengkuran halus di sampingnya
Bab 21
*****
Sementara Safira sudah sampai di halaman Mall city. Safira masuk ke dalam bangunan besar di dep
Bab 22
*****
Mahesa tidak percaya dengan apa yang dia baca saat ini, ternyata investor dari Perancis bersedi
Bab 23
*****
"Kamu sama Steven kelihatannya dekat banget ya?" Safira mengangguk Dan tersenyum.
"Aku kan juga
Bab 24
*****
Aurel masuk ke dalam kamarnya sambil menangis, rasanya sakit sekali saat ada yang mengatakan ji
Bab 25
*****
Keesokan harinya, Safira sudah siap dengan sarapan paginya dibantu oleh Mbak Marni saat masak.
Bab 26
*****
Mahesa mengetuk pintu dan sebuah suara dari dalam menyuruh mereka masuk. Safira masuk ke dalam
Bab 27
*****
Akhirnya setelah drama usai, Safira melakukan check up kandungan, dia ditemani oleh Mahesa seja
Bab 28
*****
Airnya Bella hanya bisa manyun sambil bersedekap, dia sebenarnya kecewa karena Mahesa sama seka
Bab 29
*****
Safira melihat jam di pergelangan tangannya sudah menunjukkan pukul enam sore, setelah belanja
Bab 30
*****
Safira gelisah, dia tidak bisa memejamkan matanya sama sekali. Pikirannya sekarang berkecamuk.
Bab 31
*****
Mahesa merasa lega setelah mendengarkan suara Safira. Rasanya takut sekali kalau Safira mengeta
sukaa bgtt
13/05
0penasaran endingnya... suka critanya
02/04
0cerita nya sangat bagus
17/03
0