Total : 61Bab 1
BAB 1 TENTARA HINDIA BELANDA Latihan hari itu telah usai. Dentuman suara senjata kini mereda, di
readmore Bab 2
BAB 2 KELUARGA VAN DEDRICK Wajah-wajah tampan para bangsawan menyeringai di bawah cahaya lampu krist
readmore Bab 3
BAB 3 PESTA NOMAN VAN DEDRICK Suara biola mengalun merdu, mengisi ruang pesta yang riuh dengan suara b
readmore Bab 4
BAB 4 PERCEKCOKAN DI PERBATASAN Para serdadu Belanda terus menggeledah kereta-kereta kuda kerajaan yan
readmore Bab 5
BAB 5 ACARA PAMERAN BUDAYA Mereka kembali ke rumah dinas. Noman, tuannya yang mabuk, telah digotong o
readmore Bab 6
BAB 6 SI PENENUN CANTIK Panglima Hajar berdiri tegak, berhadapan langsung dengan Noman van Derdrick.
readmore Bab 7
BAB 7 JADI PENGAGUMNYA Noman melangkah perlahan menghampiri Alna, yang duduk di antara jajaran keluarg
readmore Bab 8
BAB 8 MENATA LAGI Alna tersentak oleh kehadiran kakaknya, Putri Agung Ayu. Putri sulung Raja Bondowono
readmore Bab 9
BAB 9 SENJA INDAH Noman tiba di pabrik gula miliknya. Para pekerja lokal menyambutnya dengan hormat. S
readmore Bab 10
Keesokan harinya, Noman kembali mendengar kabar tentang kegiatan sosial yang akan diselenggarakan ol
readmore Bab 11
BAB 11 MENDATANGI Noman merasa seolah telah diberikan lampu hijau setelah mendengar jawaban Alna. Usai
readmore Bab 12
Lion menerima sepucuk surat untuk segera diberikan kepada Noman. Sebagai pengawal pribadi, Lion sang
readmore Bab 13
Pagi-pagi sekali, Deman bersiap bersama beberapa kerabat intinya menuju Istana Talangsari. Ia tidak
readmore Bab 14
Raja Bondowono belum menjawab. Ia hanya tertunduk lesu, diliputi rasa bersalah yang mendalam pada pu
readmore Bab 15
"Jadi, apakah kau bersedia menerima lamaran itu, Putriku?" tanya Kanjeng Ajeng, memastikan. Tentu s
readmore Bab 16
BAB 16 PERJUMPAAN DI MALAM HARI Pria tua di pos surat itu tampak menimbang. Sebenarnya ia ingin menjag
readmore Bab 17
BAB 18 UPACARA PENYAMBUTAN DAN JANJI SUCI Pagi itu, di Istana Kerajaan Talangsari, Raja Bondowono bese
readmore Bab 18
BAB 18 IKRAR DI TEPI DANAU Noman menatap Alna dengan pandangan serius, mencari kesungguhan hati di mat
readmore Bab 19
BAB 19 DETAK JANTUNG YANG TERSENTAK Melinda memaku pandangannya pada mobil keluarga Noman yang perlah
readmore Bab 20
BAB 20 HUTAN MISTERI Menjelang senja, Noman telah bersiap, aura keseriusan terpancar dari dirinya. Ia
readmore Bab 21
BAB 21 BISIKAN KONSPIRASI DAN PENJAGA BARU Sepucuk surat yang ringkas kini berada di tangan pelayan is
readmore Bab 22
Dua pekan berlalu dalam dekapan waktu yang merambat. Di jantung istana, suasana kian riuh dipenuhi k
readmore Bab 23
BAB 23 JEJAK MASA LALU DI PELOSOK DESA Di tempat yang terpisah, dalam pelukan rimbunnya desa, Lion si
readmore Bab 24
BAB 25 IKATAN BATIN YANG TAK TERUCAP Lion belum sempat menjawab. Pertanyaan wanita di depannya telah m
readmore Bab 25
BAB 25 PERTEMUAN DI PEMATANG SUNYI Pria Kolonial itu melangkah mendekati si gadis yang air matanya mul
readmore Bab 26
BAB 26 KONFLIK DI GERBANG DUSUN Pagi menjelang. Malina terbangun sebab gurat sinar matahari yang mulai
readmore Bab 27
BAB 27 PERKENALAN Para penduduk desa sontak terkesiap, nyaris tak percaya menyaksikan kedatangan Malin
readmore Bab 28
Malam telah larut, dan Deman beserta Malina akhirnya tiba di markas. Mereka segera membersihkan diri
readmore Bab 29
Setelah berhasil menenangkan hati Malina, Deman akhirnya melangkah keluar untuk kembali menemui Ibun
readmore Bab 30
Deman tiba kembali di markas. Setelah perdebatan yang menguras energi dengan sang Ibu, Deman akhirny
readmore Bab 31
PERJANJIAN DI BAWAH TATAPAN TAJAM Di tengah-tengah acara yang mewah itu, keluarga Van Dedrick dan kel
readmore Bab 32
Malina mengangguk, menyelaraskan perasaannya dengan ucapan lembut Nining. Ia melangkah masuk ke dala
readmore Bab 33
Salah seorang pengawal, Josh, bergegas menuju kediaman Malina. Ia terus mengetuk pintu, irama ketuka
readmore Bab 34
Malina tak bergeming dari tempatnya. Ia mempertahankan tegak berdirinya, bersikeras ingin mendamping
readmore Bab 35
INTRIK SANG NYONYA VAN DEDRICK Eleanor melangkahkan kaki kembali ke rumah megahnya. Tanpa membuang wa
readmore Bab 36
RENGGUT DAN KEPUTUSASAAN Malina mendesak Josh untuk bersuara. Keheningan menggantung sesaat; Josh mem
readmore Bab 37
SUAKA EGA DI PELUK HUTAN Tiba di rimba yang Josh tuju, pria pirang itu menurunkan perlengkapan dari k
readmore Bab 38
BAYANGAN MASA LALU Tujuh bulan kemudian... Perut Malina kian membesar, memasuki usia kandungan ketuju
readmore Bab 39
PERTEMUAN DALAM DUA TAKDIR Di markas utama, Ataric menyampaikan pesan Josh kepada Deman. Setiap kata
readmore Bab 40
HILANGNYA DARI PALING HATI Setelah waktu yang lama di depan makam putrinya, Deman berdiri dengan kete
readmore Bab 41
JEJAK DARAH DAN AMARAH WARGA Josh mulai limbung, kesadaran meninggalkannya. Namun, tubuhnya ditarik p
readmore Bab 42
BISIKAN HUTAN Uwa Baya, yang kini tercerahkan oleh bisikan warga desa sekitar, akhirnya menyadari keb
readmore Bab 43
Dreg dan Vona tak kenal lelah. Langkah kaki mereka menyusuri belantara sunyi di sekitar kediaman Jo
readmore Bab 44
Dua minggu telah berlalu, dan dalam keheningan hati, Malina mulai merelakan kepergian sang suami. Se
readmore Bab 45
HARUS MERELAKAN Malina menundukkan kepala, memandang lekat putranya yang terlelap dalam pelukan kehan
readmore Bab 46
TENTANG HATI Malina memandang putranya yang kini duduk diam, menanti kelanjutan kisahnya. Ia paham, L
readmore Bab 47
KEMBALI Pagi tadi Lion tiba di istana dengan langkah ringan, jauh berbeda dari hari-hari sebelumnya.
readmore Bab 48
AMBISI KAYU ULIN Di hutan belantara yang kini mulai terjamah peradaban, Noman Van Dedrick dan para p
readmore Bab 49
SEPERTI INILAH TAKDIR Alna melangkah keluar kamar dengan langkah yang lambat, bukan karena keengganan
readmore Bab 50
BERSIKAP NORMAL Setelah mendapat ruang gerak bebas dari sang Ibunda, keceriaan kembali mewarnai hari-
readmore Bab 51
MENUJU HUTAN Keesokan paginya, suasana di Istana Talangsari dipenuhi haru. Noman dan Alna bersiap men
readmore Bab 52
MOMEN CINTA Setelah menempuh satu jam perjalanan, rombongan Noman akhirnya tiba di istana baru mereka
readmore Bab 53
SURAT RAHASIA Seminggu Kemudian... Waktu yang berlalu membuat Alna semakin menikmati kebebasannya. Ia
readmore Bab 54
MALAM YANG INDAH Saat rombongan Raja Bondowono tiba di halaman kehormatan istana putrinya, mereka dis
readmore Bab 55
Di kediaman megah Keluarga Van Dedrick, langkah Melinda terhenti di hadapan para pengawal gerbang.
readmore Bab 56
Kereta kuda Melinda melaju cepat kembali ke kediamannya, membawa serta bara api kebencian yang baru
readmore Bab 57
Dua kereta kuda Melinda, yang satu mengangkut tiga noni Belanda dengan busana terbaik, dan yang satu
readmore Bab 58
Langkah kaki Lion menjejak tanah berdebu, membawanya jauh dari hingar bingar istana baru, menjauh d
readmore Bab 59
Di hamparan tanah di sekitar istana, Noman tengah meninjau penggarapan sawah. Sebagian besar lahan
readmore Bab 60
Noman tiba di istana dengan tergesa-gesa. Perasaan cemas yang dibawa dari sawah masih menekan batinn
readmore Bab 61
Kilas Balik Lelah merambat dalam jiwa Lion. Baru saja ia kembali dari rimba seberang, usai menjumpai
readmore
Bagus sekali
05/07
0sangat bagus ceritata
31/12
0cerita ya sangat menarik
28/12
0gorgeous
25/12
0sangat bagus
22/12
0