Total : 74Bab 1 Sudah Lumrah
Kring ... Kring ... "Halo" "Eh jablay gila, dasar pelakor, bisanya godain laki orang!" terde
readmore Bab 2 Pelipur Lara
"Jangan ngaku cantik kalau belum kena labrak istri orang!" kata-kata itu sudah menjadi mak
readmore Bab 3 Berharga Dan Tak Ternilai
Hujan rintik-rintik dan alunan lagu slowrock Malaysia menemani selama perjalanan menuju tuj
readmore Bab 4 Menarik Dan Unik
Ternyata bukan dari istrinya Si Plontos Andra saja, tapi banyak lagi yang labrak. Dia pikir labrak
readmore Bab 5 Bak Putri Keraton
"Bi Minah tolong bikinin saya kopi sekalian bawa sini oleh-oleh yang kemaren beli di Bandu
readmore Bab 6 Terpukau Dan Terpesona
Film kartun Rapunzel dimulai Alana dan Alena sangat bersemangat sampai mata mereka berdua
readmore Bab 7 Melanglang Buana
Matanya menatap langit-langit sebelah tangannya ia simpan di kepalanya menutupi bagian dah
readmore Bab 8 Menggebu-gebu
Film kartun Rapunzelnya lima belas menit lagi sudah mau kelar, tiba-tiba putrinya yang kec
readmore Bab 9 Bikin Meleleh
Kepalanya sudah sedikit pusing dia merebahkan badannya di sofa dan memejamkan kedua matany
readmore Bab 10 Ntar Mati Loh
Alana tiba-tiba membisikkan sesuatu ke kuping sebelah kirinya Alena, ia hanya angguk-anggu
readmore Bab 11 Well-Well-Well Oke
"Sama-sama non besar alhamdulillah kalau non besar sudah baikan." ia menyudahi pijitnya m
readmore Bab 12 ATM Berjalan
"Ya sudahlah tapi ini yang terakhir ya minta nonton Rapunzelnya nanti kalau sudah keluar vcdnya mimi
readmore Bab 13 Hidup Jadi Berwarna
"Masih sejam'an lagi filmnya besok mulai masuk kerja nih. Tapi besok hari minggu apa harus
readmore Bab 14 Agar-agar Bergoyang
"Pagi nona besar ini susunya." "Pagi juga makasih bi." "Gimana perutnya non?" "Sud
readmore Bab 15 Don't Cry Please!
"Astagfirullah!" serunya lantang berulang kali, kedua putrinya langsung mendekati dan memeluknya.
readmore Bab 16 Ngalahin Costumer Service
Baju sekolah kedua putri majikannya ia simpan di tangan kirinya sambil berjalan ke dapur,
readmore Bab 17 Kupu-kupu Yang Lucu
Diliriknya jam dinding, ia masih sibuk dengan ponselnya membalas pesan dari teman, sahabat
readmore Bab 18 Tidak Berkutik
Setelan gaun hitam sexy nan elegant berbahan scuba rok di bawah lutut, atasan crop lengan
readmore Bab 19 Tatapan Nakal
"Flower!" Leny mencolek punggungnya, ia sontak kaget seketika membuka mata dan menoleh ke belakang.
readmore Bab 20 Godaan Bingit
Flower dan Martin berjalan kembali ke sofa, ia mengajak tos minum Flower. Dia membakar rokok untuk F
readmore Bab 21 Menang Banyak
Ting! Mereka semua berhamburan keluar lift langsung melangkahkan kakinya ke loker. Mereka langsung me
readmore Bab 22 Ala-ala Cemburu
"Mau pada dateng jam sepuluh, kerja dong! Kan sudah direserve kita cong rejeki jangan ditolak ya kan
readmore Bab 23 Terasa Damai
"Makan dikit ah paksain bikin bubur saja." ia meraih bubur instan rasa soto, ia membuatnya sendiri d
readmore Bab 24 Berbagi Rejeki
"Cantik, hidup mataku kalau pakai softlens warna biru." ia mengedip-mengedipkan genit matanya dan te
readmore Bab 25 Dua Sejoli
Martin dan teman-temannya sudah asyik dengan dunianya sendiri, Flower dan sahabat-sahabatnya masih b
readmore Bab 26 Kado Special
Waktu berjalan sangat cepat malam itu di room untuk sesaat Flower lupa dengan pria berkepala plontos
readmore Bab 27 Barang Mahal
"Kacamatanya keren nih beb, aku pakai ya." Flower membuka lalu memakainya sambil ngaca di
readmore Bab 28 Sok Sibuk
Flower melirik ke arah jam dinding, "Nanti berangkat kerja habis magrib saja, baru jam lim
readmore Bab 29 Andai Saja
"Tahunya sudah jam empat lewat lima belas menit enak banget tidurku terus ini rokok, kopi, cemilan p
readmore Bab 30 Kalah Presiden
"Si Martin juga ngajak jalan malam minggu depan berarti aku harus off periode ini aku baru off seha
readmore Bab 31 Dahsyat Efeknya
"Pesanan? Pesanan apa? Perasaan dia gak bawa apa-apa keluar dari Diamond tadi!" ia melirik
readmore Bab 32 Amnesia Akut
"Iya beb, istirahat ya kamu. Aku juga nanti pagi ada acara sama keluargaku." terangnya sam
readmore Bab 33 Jangan Nilai Dari Luar
"Ke mana ya enaknya kalau ke Ragunan emang sudah kesiangan sih, ke Seaworld Ancol saja yang dekat? I
readmore Bab 34 Ribet Jadi Orang
"Pasti molor dia, biarin saja kasihan." Andra memilih ikan dan memesan menunya. "Kepiting di saos pad
readmore Bab 35 Ribet Jadi Orang
"Nanti ya sayang mimi cetak, tapi photo yang ada omnya jangan dulu ya." sambil utak-atik ponselnya,
readmore Bab 36 Masih Aman Terkendali
Usai makan siang Alana berjalan ke kamar tidurnya langsung tidur siang Alena bermain sebentar di rua
readmore Bab 37 They Said
Malam itu tempat kerja Flower cukup ramai karena tanggal muda semua yang di loker tidak ada yang sad
readmore Bab 38 Tiada Tara
Kring ... Kring ... Kring ... Alana melirik ke layar, "Si Botak, om Andra dong." ia langsung meraihny
readmore Bab 39 Kagum Dan Takjub
Wanita single parent itu langsung tertidur pulas. Kemudian bi Minah memandikan, menyiapkan sarapan l
readmore Bab 40 Ber-Romantis Ria
"Mereka berdua sangat menggemaskan sekali sama seperti, miminya." ia menaik turunkan kedua alisnya d
readmore Bab 41 Ikuti Alur
"Mau bangunin gak enak emaknya, habis tidurnya nyenyak banget." ia melanjutkan treatmentnya, Flower
readmore Bab 42 Kurang Satu
"Oke, tolong ditanda tangani dulu ya bu." kurir memberikan nota dan pulpen, bi Minah menandatanganin
readmore Bab 43 Luas Kuadrat
"Enak nya ajak ke mana ya putri kembar, nya? Nonton terus dinner, gitu?" Martin harap-harap cemas m
readmore Bab 44 Kaya Prangko
"Kita makan berdua beb anak-anak sudah pada makan, tadi." "Ho'oh, beb." mereka makan dengan lahapnya.
readmore Bab 45 Belaga Gila
"Iya sayang itu sofa bukan, kursi. Yuk, kita pulang kaka sudah ngantuk tuh!" "Emang gak mau makan du
readmore Bab 46 Sang Pangeran
"Sudah sebulan hubunganku dengan nya gantung kenapa dia melakukan ini, padaku? Aku harus minta kepa
readmore Bab 47 Menjadi Bagian
"Mimi masih maskeran susu badannya dede kalau ngantuk bobo saja di tempat bekas dede tadi, dipijit.
readmore Bab 48 Seperti Impian
"Nanti juga kamu tahu sudah makan belum, beb? Jangan-jangan kamu sudah makan, lagi! Kan gak lucu mas
readmore Bab 49 Dessert Surprise
"Berat badan nya naik kata nya naik dari mana nya, coba? Dari kemaren perasaan segitu-gitu saja mat
readmore Bab 50 Kecil Tapi Pedes
"Kamu lihat apa, beb?" Martin celingak-celinguk ke arah ember. "Dari sini emang gak kelihatan tuh bul
readmore Bab 51 Kapal Oleng Kapten
"Aduh!" Flower menghentikan langkah nya begitu juga dengan Martin, ia menoleh ke arah nya. "Kamu gak
readmore Bab 52 Hanya Ingin
"Ya sudah beb jangan terlalu dipikirkan, aku akan menunggu sampai kamu putus dengan nya, aku tidak
readmore Bab 53 Cincin Mutiara
"Ya Allah, masih kecil jalan pikiran nya sudah kaya orang tua saja. Masha Allah, pinter-pinter bange
readmore Bab 54 Cemburu Plus Senang
"Emang aku lucu, gemesin, ngangenin, makasih ya, beb!" pipi Flower merona. "Absolutely(pasti), beb."
readmore Bab 55 Sejuta Pertanyaan
"Calon kedua putrinya katanya, semoga. Eh, tapi gimana sama bininya? Duh pusing pala Ebi, urusan sam
readmore Bab 56 Sebutan Dan Pangggilan
"Aku di Surabaya, sekarang lagi ketemu sama klien beb, nanti aku kabarin kalau sudah selesai ya say
readmore Bab 57 Paket Permintaan Maaf
Kemudian mereka berdua masuk ke mobil, Flower menyalakan musik dan gps. "Silahkan Oppa sendiri yang
readmore Bab 58 Dilema Melanda
"Ah, sampe gak ngeh aku kalau kopi sudah di meja." batinnya, ia melirik kopinya sambil buka kemasan
readmore Bab 59 Olah Raga Jantung
Martin seorang pengusaha di bidang entertainment, kuliner, travel, properti. Dia pemegang saham tert
readmore Bab 60 Yang Nggak Banget
Flower beranjak dari sofa langsung berlari kecil ke kamar mandi, perutnya terasa sangat tidak enak d
readmore Bab 61 Selama Berabad-abad
"Ini, bu bos." bi Minah memberikan baju tidurnya lalu membereskan baju muslim, karpet dan alqur'anny
readmore Bab 62 Give A Reason
"Jadi maumu gimana, mau dibawa ke mana ini hubungan?" "Aku mau kita nikah bukan mengakhiri hubungan i
readmore Bab 63 Next Time Yo
Obrolan mereka berdua di telepon hanya sebentar Martin harus lanjutkan meetingnya. Dia tahu semua ak
readmore Bab 64 Gara-gara Tips
"Tipsnya nanti saja, aku kasih langsung." batinnya, Andra melirik ke arah Flower. Mereka berdua sali
readmore Bab 65 Maunya Banyak
"Dirantai digelangi rindu ... Nanananana ... Dosamu ku anggap kan debu bisa di terbang angin yang la
readmore Bab 66 Bertolak Belakang
"Sama-sama beb, aku mau yang dingin saja." Flower memberikan botol kopi gooddaynya, Martin langsung
readmore Bab 67 Yang Hilang
"Dede juga bosan sarapannya itu lagi itu lagi, roti bakar, sandwich, oatmeal, sereal, nanti kita bil
readmore Bab 68 Halo Hati
"Akhirnya ketemu juga tuh senyuman manis dari wajah wanitaku yang macan (manis dan cantik), aku di r
readmore Bab 69 Drop Shay...
Fuih! Fuih! Ayu mengeluarkan tisu dari mulutnya, "Dih, iseng beud kak Flower masa tisu sih duit dong!
readmore Bab 70 Barang Bagus
"Kalo yang lain mungkin udah bilang Si Jhon kepo kali ya soalnya nanyain hal-hal kecil, jaman sekara
readmore Bab 71 Di Pagi Hari
"Janji yang mana, ya? Kalo aku sebutin takut salah, secara ya kan bukan sama dia aja bikin janji sam
readmore Bab 72 Sangat Tidak Menyenangkan
Martin mulai mengetik pesan untuk Andra, Flower memicingkan matanya ke arahnya. Perasaan Flower udah
readmore Bab 73 Melukai Harga Diri
Flower menyeka bulir-bulir bening yang membasahi kedua pipinya dengan telapak tangannya, dadanya ter
readmore Bab 74 Mimpi Yang Sangat Buruk
"Ya ampun, apa-apaan sih Si Andra? Setel musik kenceng banget masih pagi gini, berisik! Bukannya ban
readmore
sangat menarik
12/09/2025
0sangat baik sekali
26/08/2025
0saya suka
21/07/2025
0bagus bangett
10/07/2025
0bagus
01/07/2025
0pelis
01/07/2025
0bagus
28/06/2025
0bari baca
12/06/2025
0good momiii
08/06/2025
0Amat sangat bagusssss
12/05/2025
0