- Total: 31
Melayani
"Sil, ada panggilan nih dari bang Burhan."
Aku yang sedari tadi pagi hanya uring-uringan di kama
Bab 2
Dua bulan yang lalu saat aku masih bekerja di warung makan, aku bertemu mbak Lia, wanda dan yang la
Bab 3
Kini lidahnya berjalan ke telinga sambil tangannya masuk kedalam pakaianku.
Setelah beberapa saat o
Bab 4
Pagi setelah aku bangun, ku lihat Bella masih tiduran Wanda sudah rapi.
"Mau kemana, tumben sudah r
Bab 5
"Nama kamu siapa?" Tanya pria dihadapanku.
"Sisil, om."
"Umur berapa?"
"Tujuh belas tahun, om." Jawa
Bab 6
Dia menggeliat dan membuka mata perlahan.
"Hmm nakal ya, kamu." Ujarnya sambil menarik tanganku un
Bab 7
Tak terasa kami tiba ditempat tujuan, sebuah mall terbesar di provinsi ku.
Aku belum pernah kesini
Bab 8
"Nih, kak. Mie nya sudah masak." Ku sodorkan semangkuk mie yang baru.
"Aku sudah kenyang, itu kamu
Bab 9
Sampai di sebuah hotel yang menjadi langganan, bahkan penjaga resepsionis kenal dengan mbak Lia.
Bab 10
Setelah selesai dengan pekerjaan yang sangat melelahkan sekaligus menjijikkan kami di antar pulang
Bab 11
"Aku jadi takut pacaran." Ujarku.
"Kenapa takut, seru loh. Nanti minta Reyhan kenalin sama temenn
Bab 12
Waktu yang dinantikan telah tiba, aku dan Bella dijemput dan kami berangkat ketempat tujuan.
Meme
Bab 13
"Sendiri aja Sil? Mana yang lain" Tanya Reyhan.
"Bella pergi sama mbak Lia, kalo Wanda dari pagi t
Bab 14
Kami memasuki sebuah ruangan tak berapa lama para teman Reyhan datang dan acara tiup lilin dimula
Bab 15
Baru satu hari aku dirumah sudah merasa bosan, mau kerumah mbak Lia aku lagi males terima tamu.
K
Bab 16
Aku menunggu kedatangan Alek, karena kami janjian malam ini di hotel tempatku menginap.
Dia berjanj
Bab 17
Sore hari aku pamit ke tempat kerja alias kerumah mbak Lia.
"Mbak, Bella, Wanda." Ucapku dari depan
Bab 18
"Masa sih? Sini aku coba." Ku suap sesendok nasi kemulutku, dan rasanya enak.
"Enak kok."
"Tapi d
Longgar
"Kalo hamil gimana?"
"Nggak mungkin lah."
Besok pagi saat mbak Lia tidak ada aku pamit dengan Bella in
SIAL
Tak terasa sudah pukul sebelas, aku pun mengantar Bella pulang.
Aku berganti pakaian dengan memakai d
sakit
"menurut pemeriksaan saya dari gejala yang anda alami, anda terkena Dermatitis kontak."
"Apa itu bu?"
Barang haram
"Wanda, assalamualaikum." Ujar Bella di depan pintu rumah Wanda yang tertutup.
"Bisa juga ternyata ng
Hampir
Terlihat ibuku sedang menjemur pakaian.
"Tidak jualan mak?" tanyaku.
"nggak hari ini emak libur, kamu
Teman baru
"Iya, ya. Ih trauma aku, nggak lagi-lagi deh."
"Bagus kalo nggak make lagi, Sil. Soalnya kamu jadi je
SAKIT
"Iya." Sahutku, lantas Bella kembali ketempatnya.
"Siapa dia? Temen kamu?" Tanya Toni sambi menuang b
TARAWEH
Jam empat sore ibuku baru datang dari berjualan.
"Kok baru pulang mak?"
"Ikannya belum habis, modalnya
KETEMU MBAK LIA
"Nggak buat kamu aja kalo ada."
"Serius? Jangan nyesel ya."
"Iya, eh Bell. Aku pulang dulu, nanti kesi
KERUMAH MBAK LIA
"Taroh disana aja, cu." Sahut nenek menunjuk rak piring dari kayu.
"Tuh di tiru temen kamu Nur, habis
WANDA KAWIN
"Astaga, Bell." Aku cepat membantu Bella bangun.
"Serius? Wanda kawin." Tanya Bella.
"Iya serius, suda
KAK CHANDRA
"Kalian omongin berdua saja, aku mau pulang. Nanti minta di antar sama Chandra aja."
"Iya, nanti ku a
FULL SERVIS YANG MELELAHKAN
"Aku ini bujangan belum punya istri."
"Oh aku kira sudah punya istri, jadi ini berapa mas?"
"Itu grati
ceritanya bagus
23/07/2025
0sungguh indah untuk di nikmati dalam renung kehidupan tat kala dalam sunyinya malam
20/05/2025
0bagusss
02/05/2025
0kerenn
02/12/2024
0Mantap novelnya
08/11/2024
0Mana lanjutannya kak? Penasaran aku🤣🤣
12/10/2024
0Ini kpn update kembali
27/08/2024
0udah belum
23/05/2024
0👍mantabs
15/05/2024
0seru
25/04/2024
0