Total : 55Bab 1
“Ah, Sayang. Kamu benar-benar luar biasa.” Adisti melenguh puas setelah percintaannya dengan Abimany
readmore Bab 2
2 hari kemudian. “Nduk, kamu sedang apa?” tanya Kartilan. “Lihatin bintang aja, Mbah. Biar gak lihat
readmore Bab 3
“Adisti!” Suara Kartilan memanggil namanya. Untuk apa malam-malam begini kakeknya datang? Batin Adis
readmore Bab 4
“Dia menolakmu?” tanya Lastri, Mama Abimanyu. Abimanyu mengangguk pelan lalu menghela napas. Ia meny
readmore Bab 5
“Adisti, nanti ada rapat, katanya akan ada pergantian manajer di pabrik ini.” Sesil memberi informas
readmore Bab 6
Pertama kali yang Adisti lihat setelah membuka mata adalah deretan rumah terbuat dari anyaman bambu
readmore Bab 7
“Besok sepulang bekerja, datanglah ke Kafe Garden. Laki-laki itu akan menunggumu di sana.” Ucapan sa
readmore Bab 8
“Mau ke mana kamu?” tanya Abimanyu yang tiba-tiba muncul dari belakang Adisti. Wanita itu terkejut s
readmore Bab 9
“Kita percepat pernikahanmu apa pun yang terjadi,” titah Lastri pada Abimanyu sesaat laki-laki itu b
readmore Bab 10
Adisti dan Abimanyu duduk bersanding di atas panggung yang terbuat dari batu yang diukir. Proses per
readmore Bab 11
“Bagaimana wanita yang dikenalkan kemarin?” Tanya Dini, ibu Dion. Dion menghela napas. Ia teringat p
readmore Bab 12
“Selesaikan dia sekarang!” perintah Lastri pada Abimanyu. Saat ini mereka sedang berperang melawan k
readmore Bab 13
“Maafkan aku, Sayang. Aku cemburu.” Abimanyu mencoba menenangkan Adisti yang menangis sesenggukan di
readmore Bab 14
“Menikah dengan makhluk tak kasatmata, Ustaz?” tanya Dion. Ia pernah mendengar ada manusia yang meni
readmore Bab 15
“Lantas bagaimana aku menolaknya?” tanya Adisti mengiba. “Pikirkan sendiri! Jika kamu menikah, lanta
readmore Bab 16
Kini tinggallah keluarga Dion, Adisti, dan Kartilan yang tersisa. Semua tamu sudah pulang. Pun denga
readmore Bab 17
Dion masuk ke rumah. Pertemuannya dengan Abimanyu menyisakan sedikit luka. Ternyata fisik laki-laki
readmore Bab 18
Adisti dan Dion sudah kembali bekerja hari ini. Setelah sarapan dan berpamitan pada Dini, mereka ber
readmore Bab 19
“Kenapa menangis? Apakah itu tangis kebahagiaan?” tanya Abimanyu semringah. Ia memegang pundak Adist
readmore Bab 20
“Apa maksudmu kita tidak pernah bercerai? Bukankah kamu tahu sendiri aku sudah hamil bukan denganmu!
readmore Bab 21
Tak lama kemudian, mereka sampai di rumah Ustaz Ramli. Dion sengaja memarkirkan mobil agak jauh ke d
readmore Bab 22
Mendengar ucapan Aldi, seketika Dion panik. Raksasa? Mungkinkah itu makhluk tak kasatmata yang marah
readmore Bab 23
“Ustaz, saya pamit sekarang.” Dion menemui Ustaz Ramli yang sedang mengawasi muridnya latihan fisik.
readmore Bab 24
Abimanyu dimarahi habis-habisan oleh Lastri karena tidak segera membawa Adisti ke alam mereka. “Harus
readmore Bab 25
“Bismillah.” Dion berusaha berdiri. Ia memegangi kedua lututnya yang terasa ngilu. Seluruh badannya
readmore Bab 26
Ustaz Ramli berhasil masuk ke alam Abimanyu. Saat ini ia bersama Aldi dan Dion berada di bawah pohon
readmore Bab 27
Dion terbangun dari tidurnya. Ia menoleh ke sebelah kanan, ada Ustaz Ramli dan Aldi yang tengah tert
readmore Bab 28
“Jadi mereka sempat mengetahui kedatangan kalian?” tanya Abimanyu saat rombongan yang membawa Ustaz
readmore Bab 29
“Saya ingin bebas dari Abimanyu, Tuan.” Akhirnya keluar dari mulut Dion perkataan itu. Namun, baik Us
readmore Bab 30
“Saya tahu tujuan kalian ke sini. Saya tidak setuju dengan penobatan yang dilakukan besok. Karena it
readmore Bab 31
“Adisti ...,” panggil Dion lirih. Tentu saja Adisti tidak mendengar panggilan Dion. Wanita itu terus
readmore Bab 32
Hartanto mengikutinya dari belakang. “Maafkan anakku, Adisti,” ucap Hartanto tulus. Ia tidak tega pa
readmore Bab 33
“Jadi ... kita belum bisa pulang sekarang?” tanya Adisti sedikit khawatir. Ia takut terlalu lama di
readmore Bab 34
“Matilah kau sekarang juga!” Abimanyu mengulurkan tangan, kemudian muncul bola cahaya yang semakin b
readmore Bab 35
“Aku ....” Adisti sengaja menjeda ucapannya. Sedikit ragu ia mengucapkan apa yang ia inginkan. Dion
readmore Bab 36
Adisti masih menautkan jarinya bingung. Di satu sisi ia ingin mengiyakan ajakan Dion, tapi bibirnya
readmore Bab 37
“Bagaimana keadaan Abimanyu?” tanya Lastri khawatir. Ia menatap Hartanto kemudian kamar anaknya yang
readmore Bab 38
“Kamu kenapa? Kok pucat?” Tanya Dion menautkan alis sambil fokus menyetir, sesekali ia melirik Adist
readmore Bab 39
“Ada apa dengan perutku? Kenapa tiba-tiba keras sekali?” gumam Adisti keheranan. Sekali lagi ia mera
readmore Bab 40
“Mas Dion, kamu laki-laki terbaik yang selama ini aku kenal. Tapi, maafkan aku yang tidak sempurna i
readmore Bab 41
“Pergi ke mana kamu, Adisti,” gumam Dion sambil menatap trotoar, berharap menemukan Adisti dari seki
readmore Bab 42
“Sudah Anda bersihkan semua?” Tanya Kartilan was-was. Ia takut terjadi hal buruk lagi pada diri cucu
readmore Bab 43
Lastri dan Abimanyu menyusuri jalan setapak yang mengarah ke Bukit Sa’i. Wanita itu terus menyeret a
readmore Bab 44
“Sialan! Hei! Aku perlu tahu dan bukti keberadaan istrimu.” Bella tidak mau mengalah. Ia masih berha
readmore Bab 45
“Akhirnya aku menemukanmu.” Seorang laki-laki berperawakan tinggi menatap botol yang berada di dalam
readmore Bab 46
“Mbak, saya beli nasi ayamnya dua sama es teh dua!” seru salah satu pembeli berbadan langsing pada A
readmore Bab 47
“Kamu tampan sekali, Sayang,” gumam Siska sambil membelai wajah laki-laki tampan yang berada di depa
readmore Bab 48
Malam itu Dion dan Adisti tampak berbincang di balkon bersama Kartilan. Laki-laki tua itu sangat bah
readmore Bab 49
Pagi itu Adisti berkutat di dapur. Sengaja ia ingin memasak untuk suaminya, ingin menebus kesalahann
readmore Bab 50
Malam itu Siska sengaja pulang agak malam, ia pura-pura sibuk membuat laporan keuangan untuk diserah
readmore Bab 51
“Bodoh banget kamu!” umpat Abimanyu begitu wanita itu masuk kamar. Makhluk tak kasatmata itu terliha
readmore BAB 52
Malam itu Adisti dan Dion memutuskan ke rumah Ustaz Ramli untuk mengusir Abimanyu agar tidak lagi me
readmore Bab 53
Belum sempat berteriak meminta tolong, dirinya sudah dibawa pergi oleh Lastri. Wanita itu tersenyum
readmore Bab 54
“Aku sangat merindukan bertempur dengan kalian lagi,” ucap Lastri terlihat tenang. Ustaz Ramli pun t
readmore Bab 55
Baskara menyemburkan api ke arah Ustaz Ramli. Dengan cepat laki-laki itu menghindar dengan cara berg
readmore
ending yg membingungkan,di mana adisti jadi waras padahal udh senang di mana dion akhirnya mendapat kebagian malah,end
24/06/2025
0Sangat bagus
22/06/2025
0bgus bangettt
01/06/2025
0seru
12/05/2025
0seru jugaaaa
14/04/2025
0bagus banget
27/03/2025
0bagus banget ceritanya kak
18/03/2025
0bagus banget
17/03/2025
0sya suka dengan orang
03/03/2025
0Bagus banget ceritnya
20/02/2025
0