Total : 58
bab 1
tut tut tut tut Berulang kali ku hubungi, tetap bunyi itu yang terdengar. Jam menunjukkan pukul 00.30
readmore bab 2
"Kau... " desis Almahira. Terbayang kelakuannya dengan sang sahabat. Tidak. Mantan sahabat. Siapa su
readmore bab 3
Almahira berdiri di depan pintu apartemen.Tangannya terulur memencet pasword pintu. 121292 "Masih sam
readmore bab 4
Almahira tersenyum. Ia duduk di sebuah cafe di kawasan Nagoya. Tadinya ia ingin mengajak Hendra Seti
readmore bab 5
Almahira membuka ponselnya. Lalu mengetik pesan. Penerima Hendra: Sepertinya hari ini aku masih belu
readmore bab 6
Almahira berjalan ke arah pentry. Pikirannya melayang pada layar komputer Hendra Setiawan. Kata jual
readmore bab 7
Almahira tersenyum manis pada Sarah Amelia. Wajah Sarah langsung pucat. Ia berusaha menyembunyikan k
readmore bab 8
Hendra Setiawan terkejut menatap wajah dingin Elang Samudera. "Ini memang masih jam istirahat.Jika k
readmore bab 9
Maybach itu meluncur membelah jalan raya. Senja telah datang. Lampu lampu jalan mulai terang. Kenda
readmore ,bab 10
Bu Gina menatap Almahira dengan heran. "Apa maksudmu? Tidak usah menulis rencananya lagi. " tanya bu
readmore bab 11
Ya Almahira ingat. Acara reuni teman SMA nya. Acara yang mempermalukan Almahira Rengganis habis habi
readmore bab 12
"Almahira." Sarah Amelia tercengang. Kenapa Almahira datang dengan tampilan begitu memukau.Darimana
readmore bab 13
"Tunggu Almahira Rengganis. " Teriak Adityawarman. Almahira menoleh dengan airmata yang hampir jatuh
readmore bab 14
Almahira menatap wajah pak Elang Samudera. "Tentu saja saya mencintainya. Dia kan pacar saya. " kata
readmore bab 15
"Apa Zahra Fahira juga tau anda bersikap seperti ini. "tanya Almahira. " Apa. "Pak Elang Samudera te
readmore bab 16
Sarah Amelia asik duduk bermain game. Ia hanya menjawab sekenanya pertanyaan orang orang yang mampir
readmore bab 17
"Anda atasannya Almahira kan, anda yang menjemput Almahira saat acara reuni. " tanya Adityawarman sa
readmore bab 18
"Kau membuatnya sendiri. " Pak Jaka membuka laporan yang diberikan Almahira. "hebat sekali. " "Menuru
readmore bab 19
"Apa yang Anda katanya. " teriak Sarah Amelia. "kenapa anda bersikap seperti ini kepada saya. " "Wah
readmore bab 20
"Saya senggang. " jawab Almahira kaget. "Tapi apa ini berkaitan dengan pekerjaan. " "Ada yang ingin a
readmore bab 21
Pagi itu di kantin perusahaan Unileveren and drinks. Berkumpul Almahira Rengganis, Sarah Amelia, Zah
readmore bab 22
Seorang lelaki yang merupakan sopir sewaan yang di sewa Hendra Setiawan telah datang, dan membawa mo
readmore bab 23
Sama seperti kehidupan sebelumnya. Lokasinya, juga tempat duduk Almahira. Padahal ia tidak berbuat s
readmore bab 24
Malam itu pulang kerja, Almahira berjalan kaki dari halte menuju komplek apartemen tempat ia tingga
readmore bab 25
Jam dinding menunjukkan pukul tiga pagi. Tapi Almahira belum juga bisa tidur. Kejadian tadi sungguh
readmore bab 26
"Apa.. . di... di rumah itu. " tunjuk Almahira pada rumah di depan rumahnya. "Dulu Zahra Fahira ting
readmore
bab 27
Pukul dua belas siang. "Waktunya hampir tiba. " Sarah Amelia tersenyum sambil menyapukan kutek di kuk
readmore bab 28
Di rooftop. "Almahira, tolong angkat telponnya. "kata Hendra Setiawan. " ku mohon. " "Hallo." jawab Al
readmore bab 29
Malam harinya di sebuah restoran di Batam Center. Sarah Amelia melangkahkan kaki memasukki restoran.
readmore bab 30
Hendra Setiawan berdiri bengong melihat Almahira dan pak Elang Samudera datang bersama. "Selamat pak
readmore
bab 31
"Wahhhh.... Tapino di sini luar biasa ya. " kata Jessica. "Sepertinya mereka cukup modal untuk biaya
readmore bab 32
Universitas Indonesia. Fakultas ilmu ekonomi dan bisnis. Seorang pemuda berkaca mata berjalan keluar
readmore bab 33
"SARAH SUNGGUH MENDERITA. AKU SAMPAI KEGUGURAN. " Nak disambar petir di siang bolong, Hendra Setiawan
readmore bab 34
"Bagaimana ini???. Haruskah kami berangkat bekerja bersama ???. Apa hubungan kami sekarang???. " bat
readmore bab 35
Klik. Almahira menggerakkan mouse di depan komputer. Keluarlah berita heboh itu. SEORANG KONGLOMERAT
readmore bab 36
"Apa maksudnya ini!!!! Kau bilang kita akan berbicara. " kata Sarah Amelia dengan marah. Ia merasa d
readmore bab 37
Almahira berjalan cepat memasuki sebuah hotel melati di kawasan Sei Panas. "Bu Gina, Apakah ada di da
readmore bab 38
Rumah sakit Elizabeth, Batam Center. Bu Gina Aisyah baru sadarkan diri. Keningnya diperban. Almahira
readmore bab 39
Hari itu, Jessica Putri dan Almahira bertemu di sebuah cafe di Batam Center. "Aku sudah berkomunikasi
readmore bab 40
Di apartemen kawasan Tiban. Rumah Liana Herawati dan Heru Setiawan. "Ibu, aku datang. " Sarah Amelia
readmore bab 41
"HRI KAU GILA YA, KAU SENGAJA MENYEBARKAN ITU. " teriak Hendra Setiawan di telpon. "Astaga, ayah liha
readmore bab 42
Siang itu. Di rumah Hendra Setiawan. Lelaki itu baru bangun, saat bunyi bell mengejutkan dirinya. DIN
readmore bab 43
Foto Hendra Setiawan dan Liana Herawati di pasang berjejer. Ya, jenazah kedua anak dan ibu itu di se
readmore bab 44
pov Sarah Amelia. Almahira Rengganis. Sejak kepindahan ke kota Batam, ku lihat ia sangat disukai oleh
readmore BAB 45
Rumah sakit Awal Bros. Nampak Presdir Unileveren and drinks duduk di depan ruang perawatan Elang Sam
readmore bab 46
Pov Elang Samudera. Saat aku masih kuliah. Ada satu mahasiswi yang sering ku temui di belakang kampus
readmore
bab 47
"Kami sudah berusaha keras mencari tau.. Tapi ayahnya sudah lama meninggal, dan sepertinya ia tidak
readmore bab 48
"Kenapa kau tak cerita. "Almahira menatap Elang Samudera. " aku menemukan ini di mejamu. " "Ini... "
readmore bab 49
Bu Gina Aisyah mengangguk. Bus berhenti di depan poltabes barelang. Untuk ke tanjung riau, harus tur
readmore bab 50
"Masuk lewat pintu belakang. " tetiak Beni Simanjuntak. "Sial*n kenapa anak ini berat sekali. " geram
readmore bab 51
"Tapi sekarang sudah larut. " kata Almahira. "Toh di depan kantor polisi, mana mungkin terjadi sesuat
readmore bab 52
"Kita berdua di panggil oleh presdir." tanya Almahira pada Elang. "Iya." jawab Elang. "Tak hanya kau y
readmore bab 53
Almahira menghela nafas. Ia lalu membuka pintu mobil dan keluar. Lalu membuka pintu samping. Elang m
readmore bab 54
Banyak sekali yang ingi almahira tanyakan. Tapi ia tidak akan bertanya. karena bisa saja itu hanya a
readmore bab 55
"Jika kau bertele-tele, aku tidak akan memberikan uangnya. " kata almahira. "Itu, ada telpon. " kata
readmore bab 56
"Kenapa kau kesini Almahira, ada apa. " tanya sarah sambil tersenyum licik. Ia duduk berhadapan deng
readmore bab 57
"jika kau menolak, aku tidak akan mengungkit hal itu lagi. " kata Elang. "ini memorandum. " katanya
readmore bab 58
"saat itu aku akan menolakmu. " kata Zahra cemberut. "Setelah di tolak, aku boleh menyatakan perasaan
readmore
baguss
01/04/2024
0ceritanya bagus
06/01/2024
0cerita nya keren
27/12/2023
0suka novelny
06/05/2023
0👍👍👍
02/04/2023
0makasih
18/03/2023
0mantap
16/03/2023
0y sangat bagus
04/02/2023
0senang membaca Novelah
25/01/2023
0👍 menarik
09/01/2023
0