Total : 37Prolog
Mereka bilang, 'Waktu' akan meringankan rasa sakit... Namun hari-hari tetap berlalu.. dan emosi itu m
readmore Chapter 1 - A New Step
"eung, Luna! tolong dorong kotak hitam itu ke arahku!" *ZEEET* Luna melakukan perintah temannya. Hari
readmore Chapter 2 - Why?
"kau ingin bunuh diri lagi?" ".. ! Julian..?" Julian melihat mawar putih yang diletakkan Luna di pingg
readmore Chapter 3 - Golden Hour
Luna menoleh ke arah suara yang memanggilnya, seperti suara perempuan tua yang lemah dengan nada ren
readmore Chapter 4 - Lost at Sea
Sehari sebelum pertemuan di rumah Julian, "bagaimana? kau ikut menghadiri pertemuan besokkan?"tanya a
readmore Chapter 5 - Halfpace
Kata-kata Julian memekakkkan telinga, mendengar pinta Julian untuk melupakan dirinya membuat Luna me
readmore Chapter 6 - Clandestine
"Luna.. aku akan menceraikanmu" "tidak! jangan.... aku mohon Julian..!" "kau keterlaluan!!" "tidak!! ja
readmore Chapter 7 - Panacea
Tak...Takk..Tak... Suara langkah seseorang memakai heels. Malam itu Luna berjalan di pinggiran troto
readmore Chapter 8 - Limerence
Kendaran berlalu lalang, menanggalkan kebisingan di depan halte bus. Luna hanya terpaku membisu tak
readmore Chapter 9 - Serendipity
Hujan turun membasahi bumi. Deras namun terasa kosong. Malam menjadi sendu, Hujan di musim gugur men
readmore Chapter 10 - Luminescene
Rasa sakit yang tak pernah ku rasakan sebelumnya menusuk dadaku menembus jiwa, rasa sakit yang teram
readmore Chapter 11 - Lore
Mataku terpukau melihat betapa indahnya kota Muoka, kota dengan struktur bangunan yang klasik yang m
readmore Chapter 12 - Empty Can
Seminggu berlalu semenjak Julian kembali ke Seechu, walaupun dia menghubungiku namun masih saja sepe
readmore Chapter 13 - Sweet Red Winter
"Nona, ada yang inginku sampaikan sebelum berangkat ke Seechu"kata Drey. "Apa?" "Nanti, aku harus mand
readmore Chapter 14 - Enigma
#Hari ketika Luna kembali. Tiiiiit ... Tiiiiiiiiit... Tiiit ~ Suara seperti alarm berbunyi dari ponsel
readmore Chapter 15 - Enervate
Dinginnya hawa angin musim dingin menjadi lebih kompleks ketika Luna tak sengaja melihat 'hal' itu d
readmore Chapter 16 - La Luna
Pagi itu Julian mengendarai mobil SUVnya menuju kediaman Selia dengan menjaga ekspresi tanpa ada kej
readmore Chapter 17 - White Rose
Julian kembali dari Illenoire bersama Selia. Dirinya kini sudah bersiap untuk melepas Luna, sekarang
readmore Chapter 18 - Us
Musim semi tiba, dedaunan tumbuh dari ranting-ranting dan bunga-bunga mulai bermekaran indah. Seoran
readmore Chapter 19 - Farewell
Tanpa sadar Luna membiarkan tangannya di jabat Julian, menarik lengannya dari ruangan tersebut menuj
readmore Chapter 20 - Endless
Aktivitas pagi itu ramai dengan hiruk-pikuk manusia yang keluar untuk mencari nafkah, Elena kini tin
readmore Chapter 21 - Pluviophile
Makan siang kala itu bersama Drey dan Elena memberikanku sosok keluarga baru yang menemani sepi sesa
readmore Chapter 22 - Home
Suara bising yang terpancar dari mesin pesawat begitu riuh di bandara, banyak orang-orang yang menun
readmore Chapter 23 - Puzzle Pieces
Keheningan mengudara di sekitar mereka berdua, usai Julian mengucapkan sesuatu yang diluar ekspektas
readmore Chapter 24 - Behind the Wall
Busana yang di pakai Julian saat photoshoot telah tersemat di media social milik Brand Cilentine den
readmore Chapter 25 - Rose and Snake
Teriakan penonton meriah saat Julian walk-in sebagai Guest Special malam itu, ekspresinya yang datar
readmore Chapter 26 - Her
Julian berhasil tersorot dan menjadi trending 1 kala itu di sosial media dengan kategori pria seksi
readmore Chapter 27 - Moon and Sun
Hujan turun membasahi bumi, suaranya yang syahdu serta atmosfer yang sejuk membuat tenang hati priba
readmore Chapter 28 - Yesterday
Desiran ombak mengawali langkah kakiku untuk menapaki pasir putih yang bersih, begitu jejakku tereka
readmore Chapter 29 - The Road to Forgiveness
“AAAAAH!!!!.. ” “UGH..!! ” Rintihan kesakitan itu merambat ke seluruh sudut ruangan. Sean
readmore Chapter 30 - Frangipani Breathless
“SEAN!!” teriak seorang pria bertubuh besar dan kekar di sebuah ruangan tertutup di bawah basement k
readmore Chapter 31 - Pandora Box
Dengungan suara setiap langkah yang tegas menempuh lorong sudut ruang bawah tanah itu, menciptakan i
readmore Chapter 32 - Comfort in Chaos
Julian tiba di rumah, namun tak menemukan Luna di sana. Ibunya memberitahunya bahwa Luna pergi ke Ci
readmore Chapter 33 - Code
“Kenapa selalu di sini sendiri, Kak?” seru anak kecil berambut hitam dengan mata biru, berlari ke ar
readmore Chapter 34 - Echoes of Cerulean
Usai menghabisi mereka semua, Aku kembali ke tempat di mana Juve membawaku. dengan mengucapkan kode
readmore Chapter 35 - PSITHURISM
Di tengah gemuruh pengumuman Luna tentang penghapusan Organisasi, kebingungan dan kekagetan melingku
readmore Epilog
Lembar baru terbuka setelah organisasi yang beroperasi di bawah naungan mendiang Madam resmi bubar.
readmore
Vidio ya sangat bagus dan seruu akuu jadi sukaa menonton di aplikasi ini
28/05
0sangat bagus😍
25/01
0Bagusss
25/01
0baguss
15/01
0kerenn prolognya aja udah bagus❤❤😍
07/12
0bagus bngt sumpah
02/12
0keren 👏👏
23/10
0Aku sangat menyukai ceritanya🫶🏻
18/10
0keren
09/06/2025
0bagus banget wajib baca
05/03/2025
0