Total : 26Bab 1 Salah Paham
"Safia!" Kupercepat langkah ketika mendengar suara teriakan Ibu mertua. Hati ini tiba-tiba saja dilan
readmore Bab 2 Mencari Hilya
Rumah Papa mertua menjadi tujuan pertamaku untuk mencari Hilya. Meskipun tidak yakin, aku tetap data
readmore Bab 3 Menemukannya
"Bagaimana, Mas? Ada kabar dari Mbak Hilya?" Safia langsung menodongku dengan pertanyaan begitu aku m
readmore Bab 4 Penolakan
Di perjalanan, Hilya tetap bungkam. Aku sengaja membiarkannya seperti itu untuk membuatnya tenang te
readmore Bab 5 Keputusan
"Kita masuk." Kueratkan genggaman pada tangan Hilya saat istriku masih bergeming di depan pintu. Kube
readmore Bab 6 Damar
Makan malam terasa hambar ketika kedua istriku memilih memakan makanannya di kamar mereka masing-mas
readmore Bab 7 Berdua Denganmu
"Mas, kenapa kita malah ke sini? Aku mau pulang!" Hilya terus berusaha melepaskan diri saat aku menye
readmore Bab 8 Kejutan Berupa Madu Darinya
POV Hilya Kutatap rumah mewah berlantai dua yang berdiri megah di hadapanku. Rumah yang sudah dua tah
readmore Bab 9 Kedatangan Mama
POV Agam "Ma, tenang dulu lah. Nanti Agam jelaskan." "Kamu tuh ya, kalau poligami itu ya harus adil. I
readmore Bab 10 Kembali Pergi
POV HILYA "Bagaimana ceritanya kamu bisa selamat dan ternyata masih hidup? Kenapa setelah dua tahun k
readmore Bab 11 Murka Sang Pemilik Cinta
POV AGAM "Sandi, kerahkan orang-orangmu untuk mencari istri saya di Bandara, Terminal, Stasiun, pokok
readmore Bab 12 Perubahan Sikap Safia
"Gam, sarapan dulu, Nak." Mama menghampiriku yang baru saja menuruni tangga. Wajahnya memelas, mungki
readmore Bab 13 Fakta
"D-den--" "Sedang apa Pak Amin di sini? Bukankah seharusnya Bapak sudah pulang dari tadi sore?" "Itu .
readmore Bab 14 Terbongkarnya Kebusukan Mirna
B*jingan! Amarahku sudah naik ke ubun-ubun. Andai mengikuti kata hati, ingin sekali aku b*nuh kedua m
readmore Bab 15 Hidup Baru Tanpa Dia
POV HILYA "Kamu yakin dengan keputusan ini, Nak? Bagaimana dengan status kamu nantinya?" Papa kembali
readmore Bab 16 Hampir Ketahuan!
POV Hilya Hari-hari yang aku jalani selama di tinggal di Bandung terasa lebih menyenangkan. Kesibukan
readmore Bab 17 Menemukan Dia
POV AGAM Satu minggu setelah kejadian ditangkapnya Mama Mirna, belum sekali pun aku kembali ke rumah.
readmore Bab 18 Bersaing Dengan Tiga Orang Pria
"Bapak yakin dengan rencana ini?" "Sangat yakin. Tidak ada lagi cara agar saya bisa dekat dengan istr
readmore Bab 19 Kabar Duka
Satu minggu semenjak Safia menelepon, aku masih belum memutuskan untuk kembali ke Jakarta. Bukan ber
readmore Bab 20 Penolakan Hilya Dan Tangisan Safia
Pemakaman telah selesai dilaksanakan. Jenazah Papa Adi dikebumikan tepat di samping makam istrinya.
readmore Bab 21 Awal Mula
POV SAFIA "Sayang, setelah Mas tiada, menikahlah dengan Agam. Dia pria yang baik. Mas yakin kamu akan
readmore Bab 22 Perdebatan di Rumah Sakit
Peganganku pada tangan Hilya semakin erat. Saat ini kami sedang duduk berdampingan, menunggu Safia y
readmore Bab 23 Moment Bahagia
"Den Guntur?" Hilya reflek berdiri dari duduknya. Wajahnya terlihat semringah sekaligus salah tingkah
readmore Bab 24 Permintaan Mama
"A-apa?!" Aku dan Hilya terperanjat. "Kenapa? Jangan pura-pura tidak paham, Agam. Memang begitu, 'kan
readmore Bab 25 Ujian Kesetiaan
"Pokoknya Mama tidak setuju kalau Safia tinggal di paviliun. Memangnya kenapa kalau Safia juga tingg
readmore Bab 26 Cemburu
Ego dan cemburu bercampur menjadi satu. Tanpa peduli dengan keadaan diri yang masih sangat lelah, ge
readmore
ceri nya bagus sekali
28/06
0mntap
29/05
0bagus
13/05
0cerita nya serru
19/02
0Salam sukses Kesejahteraan.
08/02
0lanjutan ceritanya mana
09/01
0lumayan
02/01
0bagus banget
17/12
0sangat bagus
16/12
0lanjut lagi cerita nya
27/11
0