Total : 97Part 1
Kita di serang, Bos. Anak buah Pablo berhasil menerobos gerbang utama," lapor seorang pria dengan ke
readmore Part 2
Akhirnya terlepas juga, gadis berkaos merah itu menghentikan lajunya. Kami tak saling kenal, tapi da
readmore Part 3
"Aku sudah mengirim semuanya. Ma, aku mohon mengertilah. Sungguh aku tak bohong." Suara Yaera berjej
readmore Part 4
Paul tersenyum sinis, kembali menghisap rokok di sela jarinya. "Dia terobsesi pada idol Kpop. Bahkan
readmore Part 5
Terhitung satu tahun aku bekerja di agensi ini selain cuti bulanan, beberapa kali menolak klien gara
readmore Part 6
Malam semakin larut, deru kendaraan masih saja ramai, bising kota sungguh tak pernah berjeda, tampak
readmore Part 7
Aku menunduk, ah benar sekali ucapan lelaki tukang judi ini. Mana bisa aku dapat cuti untuk waktu be
readmore Part 8
Hampir 15 menit aku menunggu, hingga Louise membuka pintu, menyuruhku masuk. Wangi sekali pria ini,
readmore Part 9
Pria yang sibuk dibalik kemudi memandangku sekilas lalu bertanya. "Sebenarnya apa pekerjaanmu?" Pert
readmore Part 10
"Ready?" tanya pria yang duduk dibalik kemudi. Tatapan matanya mengarah tepat padaku, kemudian seula
readmore Part 11
"Baik, Mr. Robinson, secepatnya akan saya bereskan masalah ini," ungkap Louise mengakhiri pertemuan
readmore Part 12
Tiba di lantai 4, aku kemudian menyusuri lorong hotel untuk menemukan nomor 79. Aku mengetuk pintu w
readmore Part 13
Tangannya melingkar di perutku, kepalanya menelusup ke dekat dadaku."Kenapa kau menyuruhku berpakaia
readmore Part 14
Louise mengangguk. "Karena aku yakin, aku pasti menang." "Lalu, apa yang penting dari buku ini?" Aku
readmore Part 15
Aku masih memeluk buku dengan tulisan tangan dari ayah, yang Louise berikan tadi. Air mataku kembali
readmore Part 16
Emmy semakin menempelkan dada montoknya pada lengan Marco, saat pria setengah tua itu berusaha untuk
readmore Part 17
Kami sampai di lantai dansa, beberapa pasangan termasuk Emmy dan suaminya sedang menikmati alunan mu
readmore Part 18
Lelaki bertuxedo hitam ini terlihat sangat menyeramkan, ucapannya lebih terdengar seperti ancaman. M
readmore Part 19
Seseorang mengetuk pintu kamar, mengganggu kesenanganku memeluk guling dan bergelung di dalam selimu
readmore Part 20
Aku duduk di sebuah sofa kecil yang menghadap ke jendela kaca, dari sini aku dapat melihat taman hij
readmore Bab 21
"Apa yang ingin kamu ketahui dariku?" tanyaku yang masih di dalam kolam, sambil menatap ke arahnya. P
readmore Bab 22
Aku membuka pintu kaca pemisah ruang makan dan taman, pagi ini sungguh cerah. Warna kekuningan dari
readmore Bab 23
Pukul sembilan pagi aku dan Louise telah mengatur pertemuan dengan Marco, untuk mengajukan lamaran p
readmore Bab 24
Pria itu masuk tanpa permisi, dengan senyum menghiasi bibir ia berjalan ke arah Marco. "Paman," sapa
readmore Bab 25
Aku sedikit gusar mendengar tuduhan dari Christian, dia bukan orang bodoh yang mudah ditipu apalagi
readmore Bab 26
Aku kembali menggeleng. "Jika ini sebuah candaan, jelas sangat tidak lucu. Dan kau tidak berbakat un
readmore Bab 27
"Sebentar, Helen. Marco menghentikan langkahku dengan menangkap pergelangan tangan kananku ketika he
readmore Bab 28
Setelah menuruti perintah Marco, akhirnya aku mengendarai mobil pemberiannya kemarin dan meninggalka
readmore Bab 29
Perempuan yang berada di tengah mengangguk, menempelkan kartu milikku pada mesin pemindai barcode da
readmore Bab 30
Demi rasa kemanusiaan kuputuskan untuk menghubungi pihak hotel dan meminta bantuan. Sekitar tiga men
readmore Bab 31
Ah sungguh menyenangkan. "Cepatlah pergi," usirku dengan senyum terkembang. Si remaja tanggung itu me
readmore Bab 32
Ada kesedihan di ucapannya, aku bisa merasakan suaranya sedikit bergetar saat bicara. Tapi apa yang
readmore Bab 33
Hari ini aku mulai bekerja di perusahaan Marco, setelah mengembalikan surat perjanjian kerja pada Be
readmore Bab 34
Kesabaranku hampir pupus, meski dia lebih tua juga mengenal ayahku. Tapi sejak tadi sikapnya sangat
readmore Bab 35
Hampir satu jam aku berbaring di sofa tanpa melakukan apapun selain menatap langit-langit dan berkha
readmore Bab 36
Christian masih mengamati satu per satu lukisan yang dipasang pada sepanjang dinding bercat putih ga
readmore Bab 37
Aku menghela nafas lega ketika mobil Christian semakin menjauh hingga tak terlihat dari tempatku ber
readmore Bab 38
Setelah beberapa menit terdiam akhirnya dia melanjutkan bicara, "apakah berusaha melindungi milikku
readmore Bab 39
"Apa aku boleh beli sesuatu?" Tanyaku ketika kami melintasi sebuah toko pakaian khas India. Ada bebe
readmore Bab 40
Lelah sekali rasanya, setelah membersihkan diri aku segera menyamankan badan di atas kasur yang empu
readmore Bab 41
Kami sampai pada sebuah gedung tua seperti bekas gudang atau tempat penyimpanan sesuatu, dari depan
readmore Bab 42
Tidak ada jawaban, mereka masih diam. Aku kembali mengancam dan bersikap seolah tak peduli. "Baiklah,
readmore Bab 43
Alex berdiri, mengambil cek yang aku letakkan di meja kemudian berjalan mendekat padaku. Kini jarak
readmore Bab 44
Aku dan Alex sudah berada di atas motornya yang melaju pelan menyusuri jalan sepi, saat ini sekitar
readmore Bab 45
Mata ini tetap saja terjaga meski Alex memintaku untuk tidur, aku masih ragu jika anak itu benar-ben
readmore Bab 46
Alex memang tidak mudah diterka, aku sendiri bingung mengatur situasi hatiku ketika berhadapan denga
readmore Bab 47
Bocah ingusan itu mendekat, lalu menutup tubuhku dengan selimut. "Hati-hati 'adikku' bisa bangun jik
readmore Bab 48
Tidak, ini salah. Dia tidak boleh memiliki perasaan seperti itu padaku, sungguh tidak boleh. Aku tid
readmore Bab 49
Semakin sulit saja tugasku di perusahaan itu, penyamaran ini tidak semudah bayanganku. Sedikit saja
readmore Bab 50
"Terima kasih sudah berbelas kasihan padaku," ucapku setelah mendengar jawaban dari pria ini yang m
readmore Bab 51
Sejak kemarin aku mengabaikan panggilan maupun pesan masuk dari Christian, bukan tidak peduli tapi k
readmore Bab 52
Satu per satu orang menaikkan tawaran hingga akhirnya dimenangkan oleh seorang wanita yang mengenaka
readmore Bab 53
Dia ikut tersenyum kemudian mengangkat gelas berisi red wine seolah memberi kode agar aku juga melak
readmore Bab 54
Ini hari senin aku yakin betul, sudah kupastikan juga mengecek penanda waktu di ponsel. Aku masih te
readmore Bab 55
Aku menggeleng karena memang tak tahu apapun selain nama, harga, juga fakta jika pria bertopeng abu
readmore Bab 56
Langkahku begitu ringan, bunga-bunga yang bermekaran dalam dada mampu memberikan efek hingga ke piki
readmore Bab 57
Selesai membuang-buang uang Marco untuk membayar perhiasan untukku, kami kembali ke kantor. Sepanjan
readmore Bab 58
Sesuai catatan yang aku terima, meeting akan dimulai lima belas menit lagi. Aku segera turun ke lant
readmore Bab 59
Kami mengangguk. Setelah beberapa instruksi tambahan Bernard sampaikan, pria itu langsung keluar dar
readmore Bab 60
Dan tidak ada kata-kata apapun lagi yang keluar dari bibir kami. Hanya saling diam tanpa interaksi a
readmore Bab 61
Aku sudah mulai terbiasa bekerja di perusahaan GCC, kepala konsultan juga sudah menganggapku seperti
readmore Bab 62
Seseorang memelukku dari belakang ketika sedang sibuk menyiapkan makan malam untukku sendiri. Aroma
readmore Bab 63
Christian ternyata membawaku ke sebuah rooftop yang indah, bukan sekedar atap bangungan bertingkat y
readmore Bab 64
Hampir tiga minggu aku bekerja di GCC group, semuanya berjalan dengan baik. Hanya saja deadline yang
readmore Bab 65
"Minggu depan aku harus keluar negeri untuk waktu yang cukup lama, mau ikut?" Tawar Marco sambil men
readmore Bab 66
Ponselku berdering, bisa ditebak orang yang paling sering menghubungiku adalah manajer asal Korea it
readmore Bab 67
Aku paham dia masih sangat khawatir jika calon suaminya akan kecewa dengan ukuran milik Jessica. "Ti
readmore Bab 68
Jarum jam menunjuk angka lima, masih banyak waktu untuk menyiapkan makan malam. Christian pernah bil
readmore Bab 69
"Helen, mau kemana?" Christian yang aku tinggal ke kamar berteriak sambil mengekor. "Stop! Berhenti d
readmore Bab 70
"Kenapa kalian sangat kaku? Oh iya Sayang, gaun yang aku kenakan ini Helen yang pilih lho, baguskan?
readmore Bab 71
"Mau pesan apa?" Tanya Alex saat pelayan datang menghampiri kami. "Mocktail." Alex tersenyum mendengar
readmore Bab 72
Setelah membersihkan diri, meredakan hangover dengan air putih juga jus buah aku hendak ke kantor, m
readmore Bab 73
Sepanjang perjalanan ke kantor pikiranku sungguh kacau air mata tumpah seperti hujan dibulan desembe
readmore Bab 74
Marco mengangguk, dia bangkit dari posisinya saat ini kemudian duduk di dekatku. Marco meraih tangan
readmore Bab 75
Kini file utama terbuka, berbagai dokumen elektronik tersimpan sempurna. Satu persatu dia perlihatka
readmore Bab 76
Sebesar itukah efek dari tindakan gegabahku? Justru bisa saja menggagalkan rencana yang telah disusu
readmore Bab 77
"Aku pilih Jardin d'amour éternel, bagaimana menurutmu? Lihatlah, tamannya luas sekali penataan temp
readmore Bab 78
Pintunya– dikunci. Sial! Aku terperangkap bersama pria yang marah besar, dia bisa saja menyakitiku,
readmore Bab 79
Aku turun dari meja, merapikan pakaian yang sudah tidak karuan. Mengancingkan bagian atas blouse yan
readmore Bab 80
Aku segera ke kantor Louis untuk menyerahkan hasil jarahan dari data rahasia Marco. Seharusnya penga
readmore Bab 81
Aku butuh waktu hampir tiga puluh menit untuk mengurus kunci kamar. Memang aku salah memasukkan pass
readmore Bab 82
Aku menelpon Gareth, tidak diangkat. Mungkin masih tidur. Dari mana dia tahu aku akan melewati perba
readmore Bab 83
Kini giliranku, sensasi menuruni anak tangga menuju ruang bawah tanah mengingatkan ku pada kejadian
readmore Bab 84
Angka, ayolah angka berapa lagi? Angka, otakku dipenuhi angka-angka seolah berbaris didepan mataku l
readmore Bab 85
Maka, dengarkan ini Sayang. Ayah sudah menyiapkan semuanya untukmu jika suatu saat nanti ajal menjem
readmore Bab 86
"Aku baru tahu ada ruangan seperti ini di gudang. Dan bolehkah aku tahu sedang apa kau disini?" Alex
readmore Bab 87
Aku turun dari tepi ranjang dan menghampirinya, berdiri di dekatnya lalu mengikutinya bernyanyi kemb
readmore Bab 88
Setelah berpamitan kami bergegas pulang, sesuai rencana dari Alex aku akan berkendara bersamanya. Se
readmore Bab 89
Tom menghentikan motornya di tempat yang tidak asing bagiku gudang bekas yang penuh barang rongsokan
readmore Bab 90
Bohong, dia tidak perlu terluka. Karena anak buahnya banyak dan semuanya memiliki dasar ilmu bela di
readmore Bab 91
Alex membawaku masuk kedalam rumah yang sangat besar dan penuh barang mewah, wajar saja karena kelua
readmore Bab 92
Pria berkacamata dalam ruangan bersekat kaca duduk di kursi kerjanya, menatapku tanpa berkata apapun
readmore Bab 93
Pagi menjelang, aku sudah bersiap untuk datang ke kantor Louis dan berangkat bersama dengannya ke pe
readmore Bab 94
Pria berhoodie hitam dan celana jeans. Dia tersenyum padaku lalu melambaikan tangan. "Lama tak berte
readmore Bab 95
Marco mengusap pipiku yang memerah akibat tamparan Christian tadi. "Kau satu satunya wanita yang per
readmore Bab 96
Aku mengerjap saat kesadaran kembali menjumpaiku yang sekarat akibat ulah Emmy. Seseorang mendekapku
readmore Ending
"Katakan kenapa kau membuat keributan di kantor AIL?" tanyaku sambil menggelengkan kepala pada pria
readmore
baguss
25/01
0sangat bagus
23/01
0ceritanya sangatt bagusss banyak pelajaran yang dapat kita ambil dari kisah ini, dalam cerita ini banyak plotwis nya. rekomen bangett sihhhh 😍😍😍
22/03/2025
0bagus banget kapan ada S2 nya
14/03/2025
0aku suka ceritanya ga bikin bosen
10/03/2025
0good
05/03/2025
0kerennn
05/03/2025
0bguss bngtt alurr critaa nyaaa!!buruannn di bcaaa gaisss😍🤏🏻
05/03/2025
0aku suka
05/03/2025
0menyenangkan
05/03/2025
0