Total : 26Bab 1 Riuh
"Hamza akan pulang." Begitulah berita yang sedang menyebar seantero kampung. Semua orang sibuk membic
readmore Bab 2 Rapuh
"Ayo duduk. Ada yang mau Bapak bicarakan sama Aya," ucap Pak Hasan ramah. Aku masih tertegun menatap
readmore Bab 3 Gelisah
Aku baru saja selesai mandi dan melewati dapur ketika mencium aroma harum yang membuat perut ini ber
readmore Bab 4 Jebakan
Aku membuka helm, lalu menurunkan boks kue yang diletakkan di tas motor. Ini masih jam 5 subuh tetap
readmore Bab 5 Rapuh
"Manglingi." Bisikan Hamza membuat dadaku berdebar. Aku bahkan tak berani menoleh dan memilih diam se
readmore Bab 6 Meruntuhkan Ego
"Apa ini, Bu?" Kuambil selebaran kertas yang ibu letakkan di meja. Sejak tadi aku hanya bermain ponse
readmore Bab 7 Satu Kesempatan
"Selamat Siang. Kami dari manajemen Minimarket Cahaya ingin mengundang saudari Cahaya Nur Azizah aga
readmore Bab 8 Luruh
"Selamat pagi, selamat datang." Aku menyapa warga yang datang ke mini market. Hari ini adalah grand o
readmore Bab 9 Jengah
Aku mengusap rambut yang basah dengan handuk lalu melilitnya di kepala. Hari ini aku diberikan izin
readmore Bab 10 Rasa Itu
"Selamat da--" Aku terpana saat melihat rombongan berseragam cokelat memasuki toko. Rasanya ingin ber
readmore Bab 11 Tangan Ajaib
Hamza berubah? Tidak. Justru dia sedang menunjukkan wajah asli. Hanya saja aku baru menyadarinya. Se
readmore Bab 12 Cemburu
Hari apes memang tidak ada kalendernya. Dan saat ini aku sudah cukup jauh mendorong motor yang mogok
readmore Bab 13 Anak Nakal
"Cukup!" Aku mencoba menarik baju Hamza agar berhenti menyerang Daru. Namun, dia malah menepiskan tan
readmore Bab 14 Bayang-bayang
"Mana yang sakit?" "Ini." Hamza menunjuk pipinya yang lebam bekas pukulan Daru. Bibirnya bahkan bengka
readmore Bab 15 Sebuah Kenyataan
Kulihat Hamza terkejut, lalu melepaskan tanganku. Lelaki itu berjalan menjauh dan duduk di ranjang s
readmore Bab 16 Membuka Hati
"Pelan-pelan jalannya. Jangan sampai tulangnya lepas lagi." "Ya ndak, Bu. Ini sudah di-pen jadi aman.
readmore Bab 17 Cahaya Di Ujung Senja
"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh." Jantungku tak karuan sejak tadi. Tanpa pemberitahuan, t
readmore Bab 18 Hari Penuh Berkah
Dengan perlahan kusodorkan sebuah amplop cokelat berisi surat pengunduran diri. Aku datang pagi-pagi
readmore Bab 19 Malam Syahdu
"Assalamualaikum, Istriku." Aku menepis wajah yang membisikkan kata-kata itu. Lalu terdengar gelak ta
readmore Bab 20 Ibu Kami
"Jaga Ibu dan Aya. Abang pulang dulu." Kami menangis sesegukan ketika mereka berpamitan. Apalagi kaka
readmore Bab 21 Hujan dan Air Mata
Kubuka gorden dan membiarkan udara segar masuk. Hari ini aku kesiangan, padahal suamiku sudah harus
readmore Bab 22 Tawa
"Kita mau ke mana?" Aku bertanya saat mobil berbelok ke jalan utama. Tadinya Daru mengajakku makan di
readmore Bab 23 Ikhtiar
Mobil suamiku memasuki sebuah perumahan besar. Aku pikir dia salah berbelok, ternyata tidak. Selama
readmore Bab 24 Hadiah
"Huek!" Aku merasakan mual yang begitu hebat ketika membuka mata. Hari masih gelap dan azan subuh sed
readmore Bab 25 Haru
Aku berpura-pura memejamkan mata ketika mendengar suara orang memberikan salam. Kutarik selimut hing
readmore Bab 26 Bahagia
"Min syarri ma khalaq. Wa min syarri gasiqin iza waqab. Wa min syarri-naffasati fil-'uqad." Aku menge
readmore
seru banget nih..
26/11/2024
0Cerminan buat kita goodjoob
21/11/2024
0goodjob
16/11/2024
0waw ceritanya sangat bagus bangett menarik
10/11/2024
0bagus sekalii
09/11/2024
0aku suka banget
28/10/2024
1bagus
27/10/2024
1seri
26/10/2024
1karena ceritanya bagus
25/10/2024
0ceritanya bagusss
19/10/2024
0